Lampiran I

Keputusan Menteri Keuangan

Nomor

:

128/KMK.05/2000

Tanggal

:

11 April 2000

 

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

NOMOR :                                      

 

T E N T A N G

 

PERSETUJUAN PENGUSAHAAN TOKO BEBAS BEA ................................................

KEPADA ...........................................................................................

YANG TERLETAK DI ..........................................................

 

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

  

Menimbang

:

a

bahwa setelah dilakukan penelitian terhadap permohonan PT. ..............................................   No ................................... tanggal ................................... diperoleh kesimpulan bahwa lokasi PT. .......................................... telah memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai Toko Bebas Bea;

 

 

b.

bahwa berdasarkan huruf a di atas, dipandang perlu untuk memberikan persetujuan pengusahaan Toko Bebas Bea dengan Keputusan Menteri Keuangan.

 

Mengingat

:

1.

Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara Tahun 1995 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Tahun 1995 Nomor 3612);

 

 

2.

Undang-undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai (Lembaran Negara Tahun 1995 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Tahun 1995 Nomor 3613);

 

 

3.

Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 1996 tentang Tempat Penimbunan Berikat (Lembaran Negara Republik Inonesia Tahun 1996 Nomor 50, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3638) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1997 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 90, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3717).

 

 

4.

Keputusan Menteri Keuangan Nomor : .......................................... tentang Toko Bebas Bea.

 

MEMUTUSKAN :

 

Menetapkan

:

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN TENTANG PERSETUJUAN PENGUSAHAAN TOKO BEBAS  BEA ................................... KEPADA .......................................  YANG TERLETAK DI ..............................................

 

 

PERTAMA

:

Memberikan persetujuan pengusahaan Toko Bebas Bea Kedatangan / Keberangkatan / Dalam Kota*) kepada :

 

 

a.

Nama Perusahaan

:

......................................................................

 

 

b.

Alamat Kantor Perusahaan

:

......................................................................

 

 

c.

Nama Pemilik/Penanggung Jawab

:

......................................................................

 

 

d.

Alamat Pemilik/Penanggung Jawab

:

......................................................................

 

 

e.

Nomor Pokok Wajib Pajak

:

......................................................................

 

 

f.

Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai

:

......................................................................

 

 

g.

Luas Lokasi Toko Bebas Bea

:

......................................................................

 

 

 

Dengan rincian  :

1.

Gudang Penimbunan

=

................................................

 

 

 

 

2.

Gudang Pemeriksaan

=

................................................

 

 

 

 

3.

Ruang Penjualan

=

................................................

 

 

 

 

4.

Ruang Pamer

=

................................................

 

 

 

 

5.

Ruang Penyerahan

=

................................................

 

 

h.

Jenis Barang Yang Ditumbun

:  terlampir

 

KEDUA

:

Pemberian persetujuan sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA disertai kewajiban :

 

 

1.

Mematuhi seluruh peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan dan Cukai, Perpajakan dan ketentuan ini di bidang ekspor dan impor;

 

 

2.

Bertanggung jawab atas kebenaran laporan kegiatan Toko Bebas Bea yang disampaikan kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor ..........................................................;

 

 

3.

Menyelenggarakan pembukuan mengenai pemasukan dan pengeluaran barang ke dan dari Toko Bebas Bea, pemindahan barang dalam Toko Bebas Bea serta menyediakan / memperlihatkan buku-buku yang diperlukan untuk pemeriksaan.

 

KETIGA

:

Pemberian persetujuan pengusahaan Toko Bebas Bea sebagaimana dimaksud Diktum PERTAMA, sewaktu-waktu dapat dilakukan pemeriksaan kemudian oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

 

KEEMPAT

:

Persetujuan Pengusahaan Toko Bebas Bea dicabut apabila perusahaan memenuhi ketentuan pencabutan sebagaimana diatur dalam Pasal 17 Keputusan Menteri Keuangan Nomor ............................................

 

KELIMA

:

Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.


Salinan Keputusan ini disampaikan kepada :

 

 

1.

Menteri Keuangan;

 

 

2.

Direktur Jenderal Pajak;

 

 

3.

Kepala Biro Hukum dan Humas;

 

 

4.

Kepala Kantor Wilayah DJBC .................................;

 

 

5.

Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai ................................;

 

 

6.

Kepala Kantor Pelayanan Pajak .......................................

 

 

 

Petikan Keputusan ini disampaikan kepada :

 

 

.....................................................................

.....................................................................

.....................................................................

 

 

 

 

 

 

a.n.

Ditetapkan di J a k a r t a

pada tanggal

 

Menteri Keuangan

Direktur Jenderal Bea dan Cukai

 

 

 

..........................................

NIP

 

 

Salinan sesuai dengan aslinya

Kepala Biro Umum

          u.b.

Kepala Bagian Tata Usaha Departemen

 

ttd

 

Mustafa Husien, S.H.

NIP. 060051103

 

Menteri Keuangan

 

ttd

 

Bambang Sudibyo

 

 


 

Lampiran II

Keputusan Menteri Keuangan

Nomor

:

128/KMK.05/2000

Tanggal

:

11 April 2000

 

K O P   P E R U S A H A A N

 

Nomor

:

 

Tanggal .........................................

Sifat

:

 

 

Lampiran

:

 

 

Hal

:

Permohonan Persetujuan Pengusahaan

Toko Bebas Bea

 

 

Yth. Menteri Keuangan Republik Indonesia

u.p. Direktur Jenderal Bea dan Cukai

Jl. Jenderal A. Yani

di Jakarta

 

 

1.

Memperhatikan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. ........................................... tanggal ............................... tentang Toko Bebas Bea, dengan hormat kami mengajukan permohonan untuk mengusahan Toko Bebas Bea Keberangkatan / Kedatangan / Dalam Kota *)

 

2.

Sebagai bahan pertimbangan terlampir disampaikan satu berkas dokumen untuk melengkapi permohonan terdiri dari :

 

a.

Fotokopi Izin Usaha dan izin lain yang diperlukan dari instansi teknis terkait;

 

b.

Fotokopi Akte Pendirian Perusahaan yang telah disahkan oleh Pejabat yang berwenang;

 

c.

Fotocopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan penetapan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) serta foto copy SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Badan tahun terakhir perusahaan yang sudah wajib menyerahkan SPT;

 

d.

Fotocopi Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC) dalam hal perusahaan menjual Barang Kena Cukai (BKC);

 

e.

Fotokopi bukti kepemilikan atau penguasaan suatu bangunan;

 

f.

Peta lokasi/tempat yang akan dijadikan TBB;

 

g.

Peta letak gudang penimbang, ruang pemeriksaan, ruang penjualan, ruang pamer dan ruang penyerahan;

 

h.

Daftar jenis barang yang akan dijual;

 

i.

Berita Acara Pemeriksaan Lokasi yang dibuat oleh Kepala Kantor.

   

 

 

 

            Demikian permohonan yang kami ajukan dengan harapan kiranya dapat diperoleh keputusan setentangnya.

 

   

PEMOHON

 

Meterai

 

 

 

 

Salinan sesuai dengan aslinya

Kepala Biro Umum

          u.b.

Kepala Bagian Tata Usaha Departemen

 

ttd.

 

Mustafa Husien, S.H.

NIP. 060051103

 

Menteri Keuangan

 

ttd.

 

Bambang Sudibyo

 

 

 


 

Lampiran III

Keputusan Menteri Keuangan

Nomor

:

128/KMK.05/2000

Tanggal

:

11 April 2000

 

 

MENTERI KEUANGAN

PEMBERITAHUAN PEMASUKAN BARANG DARI DPIL KE TBB

 

DATA PEMBERITAHU

Halaman .......... dari ..........................

1.

Nama, Alamat Pengirim Barang

:

 

Diisi oleh Bea dan Cukai

No. & Tgl. Pendaftaran

 

:

 

 

Nama Kantor

 

:

 

 

2.

Identitas Penerima Barang

 

:

 

12.

Nomor Kontrak

Tgl.

3.

Nama, Alamat Penerima Barang

 

:

 

4.

Identitas Pemberitahu

 

:

 

5.

Nama, Alamat Pemberitahu

 

:

 

6.

No. & Tgl. Surat Izin PPJK

 

:

 

7.

Cara Pengangkutan

8.

 

Perkiraan Tgl. Berangkat :

 

13.

Berat Kotor

9.

Nama Sarana Pengangkut

10.

 

Tmp. Pemuatan

14.

 

Nilai Pabean

11.

 

 

Tmp Pembongkaran/Penimbunan

 

 

15.

Merk & No. Kemasan/Petikemas

 

 

 

 

16.

 

 

Jumlah & Jenis Pengemas

 

 

URAIAN BARANG

17.

No.

18.

Uraian Barang

19.

Satuan

20.

Jumlah

21.

Keterangan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

17.

 

 

No.

18.

Uraian Barang

19.

Satuan

20.

Jumlah

21.

Keterangan

UNTUK PEJABAT BEA DAN CUKAI

Hasil Pemeriksaan

Nama/NIP

 

 

 

 

 

Dengan ini saya menyatakan bertanggung jawab atas kebenaran hal-hal yang diberitahukan dalam dokumen ini

.......................... Tgl. ....................................

Pemberitahu

 

 

( ...................................... ) 

 

 


LEMBAR LANJUTAN PEMBERITAHUAN BARANG DARI DPIL KE TBB

 

No. & Tgl. Pendaftaran..........................

Halaman .......... dari ..........................

URAIAN BARANG

 

17.

No.

18.

Uraian Barang

19.

Satuan

20.

Jumlah

21.

Keterangan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

......................, Tgl. ....................... 

Pemberitahu

 

 

 

( ................................. )

 

 

Salinan sesuai dengan aslinya

Kepala Biro Umum

          u.b.

Kepala Bagian Tata Usaha Departemen

 

ttd

 

Mustafa Husien, S.H.

NIP. 060051103

 

Menteri Keuangan

 

ttd

 

Bambang Sudibyo

 

  

 


 

Lampiran IV

Keputusan Menteri Keuangan

Nomor

:

128/KMK.05/2000

Tanggal

:

11 April 2000

 

PEMBERITAHUAN PENGELUARAN BARANG ASAL DAERAH PABEAN

DARI TBB KE DPIL

 

DATA PEMBERITAHU

Halaman .......... dari ..........................

1.

Nama, Alamat Pengirim Barang

:

 

Diisi oleh Bea dan Cukai

No. & Tgl. Pendaftaran

 

:

 

 

Nama Kantor

 

:

 

 

2.

Identitas Penerima Barang

 

:

 

12.

Nomor Kontrak

Tgl.

3.

Nama, Alamat Penerima Barang

 

:

 

4.

Identitas Pemberitahu

 

:

 

5.

Nama, Alamat Pemberitahu

 

:

 

6.

No. & Tgl. Surat Izin PPJK

 

:

 

7.

Cara Pengangkutan

8.

 

Perkiraan Tgl. Berangkat :

 

13.

Berat Kotor

9.

Nama Sarana Pengangkut

10.

 

Tmp. Pemuatan

14.

 

Nilai Pabean

11.

Tmp Pembongkaran/Penimbunan

 

 

 

15.

Merk & No. Kemasan/Petikemas

 

 

 

16.

 

Jumlah & Jenis Pengemas

 

URAIAN BARANG

17.

No.

18.

Uraian Barang

19.

Satuan

20.

Jumlah

21.

Keterangan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PPN

 

22. Dibayar Rp.

 

 

 

 

UNTUK PEJABAT BEA DAN CUKAI

Hasil Pemeriksaan

 

 

 

 

Nama/NIP

 

 

Dengan ini saya menyatakan bertanggung jawab atas kebenaran hal-hal yang diberitahukan dalam dokumen ini

.......................... Tgl. ....................................

Pemberitahu

 

 

 

( ...................................... ) 

 

  


LEMBAR LANJUTAN PEMBERITAHUAN PENGELUARAN BARANG

ASAL DAERAH PABEAN DARI TBB KE DPIL

 

No. & Tgl. Pendaftaran

Halaman .......... dari ..........................

URAIAN BARANG

17.

No.

18.

Uraian Barang

19.

Satuan

20.

Jumlah

21.

Keterangan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

......................, Tgl. ....................... 

Pemberitahu

 

 

 

( ................................. )

 

 

Salinan sesuai dengan aslinya

Kepala Biro Umum

          u.b.

Kepala Bagian Tata Usaha Departemen

 

ttd.

 

Mustafa Husien, S.H.

NIP. 060051103

 

Menteri Keuangan

 

ttd.

 

Bambang Sudibyo