Lampiran I
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007


PETUNJUK PELAKSANAAN PROSEDUR PENANGANAN PEMBETULAN
KETETAPAN PAJAK PAJAK PENGHASILAN, PAJAK PERTAMBAHAN NILAI DAN
PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH

1. Sifat pembetulan ketetapan pajak
  1. Direktur   Jenderal   Pajak   karena   jabatan   atau   atas   permohonan   Wajib   Pajak  dapat    membetulkan    Surat    ketetapan    pajak,   Surat    Tagihan    Pajak,    Surat  Keputusan    Keberatan,    Surat    Kaputusan    Pengurangan    atau    Pembatalan  Ketetapan   Pajak   yang   Tidak   Benar,   atau   Surat   Keputusan   Pengembalian  Pendahuluan  Kelebihan  Pajak,  yang  dalam  penerbitannya  terdapat  kesalahan  tulis,   kesalahan   hitung,   dan/atau   kekeliruan   penerapan   ketentuan   tertentu  dalam peraturan perundang-undangan perpajakan.
  2. Pembetulan  ketetapan  pajak  dilaksanakan  dalam  rangka  menjalankan  tugas  pemerintahan  yang  baik,  sehingga  apabila  terdapat  kesalahan  atau  kekeliruan  yang    sifatnya    manusiawi    dalam    suatu    ketetapan    pajak    perlu    dibetulkan  sebagaimana mestinya.
  3. Sifat   kesalahan   atau   kekeliruan   tersebut   tidak   mengandung   persengketaan  artara fiskus dengan Wajib Pajak.
2. Ruang lingkup pembetulan ketetapan pajak
Ruang  lingkup  pembetulan  ketetapan  pajak  terbatas  pada  kesalahan  atau  kekeliruan  sebagai akibat dari :
  1. Kesalahan  tulis ,  yaitu  antara  lain  kesalahan  yang  dapat  berupa  nama,  alamat,  Nomor  Pokok  Wajib  Pajak,  nomor  surat  ketetapan  pajak,  Jenis  Pajak,  Masa  atau Tahun Pajak, dan tanggal jatuh tempo;
  2. Kesalahan  hitung,  yaitu  kesalahan  yang  berasal  dari  penjumlahan  dan  atau  pengurangan dan atau perkalian dan atau pembagian suatu bilangan;
  3. Kekeliruan dalam penerapan ketentuan tertentu dalam peraturan perundang-  undangan   perpajakan,   yaitu   kekeliruan   dalam   penerapan   tarif,   kekeliruan  penerapan   persentase   Norma   Penghitungan   Penghasilan   Neto,   kekeliruan  penerapan   sanksi   administrasi,   kekeliruan   Penghasilan   Tidak   Kena   Pajak,  kekeliruan pengurangan Pajak Pengasilan dalam tahun berjalan, dan kekeliruan  dalam pengkreditan.
3. Penelitian  formal,  penatausahaan  dan  pengiriman  berkas  permohonan  pembetulan  ketetapan pajak
3.1.  Penyampaian dan penerimaan Surat permohonan pembetulan ketetapan pajak
  1. permohonan pembetulan ketetapan pajak dapat disampaikan oleh Wajib  Pajak  secara  langsung  atau  melalui  pos  tercatat  ke  KPP  tempat Wajib  Pajak    terdaftar    atau    ke    KP4/KP2KP    dalam    wilayah    KPP    yang  bersangkutan.
  2. Dalam   hal   surat   permohonan   pembetulan   disampaikan   melalui   KP4  atau KP2KP, maka surat permohonan tersebut harus diteruskan kepada  KPP terkait melalui faksimili pada hari Ya ng sama, dan mengirimkan asli  surat permohonan tersebut dalam jangka waktu 2 (dua) hari sejak surat  permohonan tersebut diterima.
  3. Petugas TPT atau petugas yang ditunjuk, memberikan bukti  penerimaan  surat permohonan pembetulan ketetapan pajak.
  4. Tanggal penerimaan surat yang dijadikan dasar untuk memproses surat  permohonan pembetulan ketetapan pajak adalah:
    - Tanggal  terima  surat  Wajib  Pajak,  dalam  hal  disampaikan  secara  langsung  oleh  Wajib  Pajak  pada  petugas  TPT  atau  petugas  yang  ditunjuk; atau
    - Tanggal    stempel    pos    tercatat,    dalam    hal    surat    permohonan  pembetulan ketetapan pajak disampaikan melalui pos tercatat.
  5. KPP    mencatat    permohonan    pembetulan    ketetapan    pajak    dalam  Register permohonan pembetulan ketetapan pajak.
3.2. Tindak    lanjut    terhadap    surat    permohonan    pembetulan    ketetapan    pajak  Penelitian    di    KPP    terhadap    kewenangan    memproses    surat    permohonan  pembetulan ketetapan pajak
  1. Seksi   Pelayanan   atau   Seksi   Penerimaan   dan   Keberatan   melakukan  penelitian    terhadap    kewenangan    mem proses    surat    permohonan  pembetulan ketetapan pajak yang diterima.
  2. Dalam   hal   kewenangan   memproses   surat   permohonan   pembetulan  ketetapan   pajak   berada   pada   KPP,   makan   KPP   yang   bersangkutan  melaksanakan    penelitian    terhadap    surat    permohonan    pembetulan  ketetapan pajak.
  3. Dalam    hal    permohonan    pembetulan    ketetapan    pajak    merupakan  wewenang Direktorat atau Kanwil ditindaklanjuti sebagai berikut:
    - Seksi Pelayanan atau Seksi Penerimaan dan Keberatan pada KPP  melakukan   penelitian   kelengkapan   berkas   yang   akan   dikirim   ke Direktorat    atau    Kanwil    dengan    menggunakan    formulir    pada  Lampiran   V.1.   dan   hasil   penelitian   tersebut   dilampirkan   dalam  berkas pembetulan ketetapan pajak.
    - KPP mengirimkan berkas permohonan pembetulan ketetapan pajak  yang merupakan  kewenangan  Direktorat  atau  Kanwil  paling  lama  5  (hari) kerja sejak tanggal diterimanya surat Wajib Pajak.
    - Kegiatan  pengiriman  berkas  permohonan  pembetulan  ketetapan  pajak   dituangkan   dalam   Lembar   Pengawasan Penelitian Berkas  Pembetulan  Ketetapan  Pajak  dengan  menggunakan  Formulir  pada  Lampiran V.2.
  4. Berkas  pembetulan  yang  dikirim  oleh  KPP  ke  Direktorat  atau  Kanwil  meliputi asli surat permohonan pembetulan ketetapan pajak Wajib Pajak  beserta asli Lembar Pengawasan Arus Dokumen, Lembar Pengawasan  Penelitian  Berkas  Pembetulan  Ketetapan  Pajak   (Lampiran  V.2.),  dan  dokumen terkait.
  5. Pengiriman  berkas  sebagaimana  dimaksud  pada  huruf  d  tersebut  di  atas  dapat  dilakukan  secara  langsung,  melalui  pos  tercatat  atau  jasa  ekspedisi tercatat.
4. Penerimaan berkas pembetulan ketetapan pajak oleh Direktorat atau Kanwil
  1. Direktur    atau    Kanwil    selaku    unit    yang    menerima    berkas    permohonan  pembetulan ketetapan pajak membuat pemberitahuan tertulis kepada KPP yang  mengirimkan berkas pembetulan ketetapan pajak  paling lama 5 (lima) hari kerja  sejak berkas diterima dengan menggunakan formulir pada Lampiran V.3.
  2. Dalam   hal   KPP   terlambat   atau   tidak   mengirimkan   secara   lengkap   berkas  pembetulan ketetapan pajak, Direktorat atau Kanwil diminta mencantumkan hal  tersebut pada formulir sebagaimana dimaksud pada huruf a tersebut di atas.
  3. Direktorat atau Kanwil yang menerima berkas pembetulan ketetapan pajak dari  KPP,     melakukan     penelitian     terhadap     kewenangan     memproses     surat  permohonan tersebut.
  4. Direktorat    atau    Kanwil    yang    menerima    berkas    yang    bukan    merupakan  kewenangannya   harus   mengirimkan   berkas   tersebut   ke   unit   kantor   yang  berwenang paling lama 5 (lima) hari kerja sejak tanggal terima berkas tersebut,  dengan  tembusan  ke  KPP  yang  mengirimkan  berkas  dengan  menggunakan  formulir pada Lampiran V.4.
5. Pembuatan laporan pengiriman berkas pembetulan ketetapan pajak
  1. KPP  membuat  laporan  pengiriman  berkas  pembetuan  ketetapan  pajak  yang  diterima,  paling  lama  tanggal  10  bulan  berikutnya  kepada  Direktur  dan  Kanwil  atasannya dengan menggunakan formulir pada Lampiran V.5.
  2. Direktorat   atau   Kanwil   melakukan   pengecekan   daftar   nominatif   pengiriman  berkas  dalam  laporan  sebagaimana  dimaksud  pada  huruf  a  dengan  berkas  yang telah diterima dari KPP.
  3. Dalam   hal   ada   berkas   yang   belum   diterima,   maka   Direktorat   atau   Kanwil  membuat  surat  pemberitahuan  ke  KPP  dalam  jangka  waktu  10  (sepuluh)  hari  kerja sejak laporan diterima.
  4. KPP   yang   telah   dapat   melaksanakan   pengiriman   laporan   secara   elektronik  cukup mengirimkan laporan secara elektronik.
6. Prosedur penyelesaian pembetulan ketetapan pajak
6.1.  Penerbitan   Surat   Tugas   Direktur,   Kanwil   atau   Kepala   KPP   sesuai   dengan  kewenangannya    menerbitkan    Surat    Tugas    untuk    melakukan    pembetulan  ketetapan   pajak   paling   lama   5   (hari)   kerja   sejak   berkas   diterima   dengan  menggunakan formulir pada Lampiran V.6.
6.2. Pembuatan Laporan Penelitian Pembetulan Ketetapan Pajak
6.2.1.  Unit  yang  melakukan  penelitian  pembetulan  ketetapan  pajak  membuat  Laporan Penelitian dengan menggunakan formulir pada Lampiran V.7.
6.2.2. Laporan Penelitian tersebut ditindaklanjuti sebagai berikut:
  1. Dalam   hal   dari   hasil   penelitian   terdapat   unsur   kesalahan   tulis,  kesalahan hitung, dan atau kekeliruan penerapan ketentuan tertentu  dalam peraturan perundang-undangan perpajakan, diterbitkan Surat  Keputusan    Pembetulan    dengan    menggunakan    formulir    pada  Lampiran V.8. atau V.9.
  2. Dalam  hal  tidak  terdapat  unsur  kesalahan  tulis,  kesalahan  hitung,  dan  atau  kekeliruan  penerapan  ketentuan  tertentu  dalam  peraturan  perundang-undangan   perpajakan,   diterbitkan   Surat   Penolakan   Permohonan  Pembetulan dengan menggunakan formulir pada Lampiran V.10.
  3. Keputusan   Pembetulan   Ketetapan   Pajak   dapat   menambah   atau  mengurangkan  atau  menghapus,  tergantung  pada  sifat  kesalahan  dan kekeliruannya.
6.3. Pembuatan dan pengiriman Surat Keputusan Pembetulan Ketetapan Pajak
6.3.1.  Surat  Kaputusan  Pembetulan  Ketetapan  Pajak  dibuat  rangkap  3  (tiga)  yang Peruntukannya sebagai berikut:
- Lembar ke-    1 untuk Wajib Pajak;    
- Lembar ke-    2 untuk KPP penerbit surat ketetapan pajak;    
- Lembar ke-    3 untuk Kantor pembuat Surat Keputusan.    
6.3.2. Dengan    tetap    memperhatikan    tanggal    jatuh    tempo    penyelesaian  permohonan   pembetulan,   Surat   Keputusan   tersebut   harus   dikirimkan  kepada  Wajib  Pajak  melalui  pos  tercatat  paling  lama  2  (dua)  hari  kerja  sejak tanggal penerbitan.
6.4. Pencatatan    tahapan    pelaksanaan    kegiatan    Dalam    melakukan    penelitian,  Peneliti   harus   melanjutkan   pencatatan   tahapan   pelaksanaan   kegiatan   dan  mengisi   Lembar   Pengawasan   Berkas   Pembetulan   Ketetapan   Pajak   dengan  menggunakan formulir pada lampiran V.2.
6.5. Pembetulan secara jabatan
6.5.1.  Dalam  hal  pembetulan  ketetapan  pajak  dilakukan  secara  jabatan,  unit  yang berwenang melaksanakan dapat mengikuti pros edur sesuai dalam  angka 6.1. sampai dengan angka 6.4.
6.5.2. Dalam  hal  yang  mangetahui  ketetapan  pajak  yang  tidak  benar  adalah  unit  kantor  yang  berbeda  dengan  yang  menerbitkan  ketetapan,  maka  unit   kantor   tersebut   harus   memberitahukan   kepada   unit   kantor  yang  menerbitkan ketetapan.
7. Kewajiban   meminta   surat   kuasa   khusus   Dalam   hal   Wajib   Pajak   diwakili   atau  menunjuk  kuasa,  Peneliti  wajib  meminta  surat  kuasa  khusus  sebagaimana  dimaksud  dalam    Pasal    32    Undang-undang    Nomor    6    Tahun    1983    sebagaimana    telah  beberapakali diubah dengan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2000.
8. Konfirmasi penerimaan Surat Keputusan
8.1.  Direktorat   atau   Kanwil   melakukan   konfirmasi   penerimaan   surat   Keputusan  kepada  KPP  terkait  dengan  menggunakan  Lembar  KOnfirmasi  pada  Lampiran  V.11.
8.2. Lembar  Konfirmasi  sebagaimana  dimaksud  pada  angka  8.1.  tersebut  diatas  dikirimkan oleh Direktorat atau Kanwil kepada KPP tempat Wajib Pajak terdaftar  paling    lama    tanggal    10    bulan    berikutnya    setelah    diterbitkannya    Surat  Keputusan.
8.3. KPP  mengirimkan  kembali  Lembar  Konfirmasi  sebagaimana  dimaksud  pada  angka  8.1.  tersebut  diatas  kepada  Direktorat  atau  Kanwil  paling  lama  5  (lima)  hari kerja sejak tanggal diterimanya Lembar Konfirmasi.
9. Jangka Waktu Penyelesaian
Jangka  waktu  penyelesaian  pembetulan  atas  kesalahan  atau  kekeliruan  tidak  diatur  dalam   undang-undang,   namun   bila   kesalahan atau kekeliruan   tersebut   terungkap  karena  permohonan  Wajib  Pajak  harus  diselesaikan  dalam  jangka  waktu  12  (dua  belas) bulan sejak tanggal diterimanya permohonan tersebut.



Lampiran II
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007


PETUNJUK PELAKSANAAN
PROSEDUR PENANGANAN KEBERATAN PAJAK PENGHASILAN,
PAJAK PERTAMBAHAN NILAI DAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH

1. Ruang Lingkup
Wajib  Pajak  dapat  mengajukan  keberatan  hanya  kepada  Direktur  Jenderal  Pajak  atas  suatu:
  1. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar;
  2. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan;
  3. Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar;
  4. Surat Ketetapan Pajak Nihil;
  5. Pemotongan atau pemungutan oleh pihak ketiga berdasarkan ketentuan peraturan  perundang-undangan perpajakan.
2. Syarat-syarat Pengajuan Keberatan
2.1.  Surat    keberatan    dapat    diterima    untuk    dipertimbangkan    apabila    memenuhi  persyaratan sebagai berikut:
  1. Satu     Surat     keberatan     untuk     satu     ketetapan     pajak     atau     satu     bukti  pemotongan/pemungutan pajak;
  2. Diajukan secara tertulis dalam Bahasa Indonesia;
  3. Mengemukakan  jumlah  pajak  yang  terutang  atau  jumlah  pajak  yang  dipotong  atau dipungut, atau jumlah rugi menurut penghitungan Wajib Pajak;
  4. Disertai dengan alasan-alasan yang jelas;
  5. Diajukan  paling  lama  3  (tiga)  bulan  sejak  tanggal  Surat  ketetapan  pajak  atau  tanggal  pemotongan  atau  pemungutan  pajak,  kecuali  karena  keadaan  di  luar  kekuasaan  Wajib  Pajak  (force  majeur)  yang  harus  disertai  bukti  pendukung  adanya keadaan luar biasa tersebut;
  6. Dilampiri     dengan     surat     kuasa     khusus     dalam     hal     Surat      keberatan,  ditandatangani  bukan  oleh  Wajib  Pajak  sebagaimana  diatur  dalam  Pasal  32  Undang-undang KUP.
2.2. Sebelum  mengajukan  keberatan  Wajib  Pajak  dapat  meminta  keterangan  secara  tertulis   hal-hal   yang   menjadi   dasar   pengenaan   pajak,   penghitungan   laba/rugi,  pemotongan  atau  pemungutan  pajak  kepada  Kepala  KPP.  Terhadap  permintaan  Wajib  Pajak  tersebut  Kepala  KPP  wajib  memberikan  keterangan  secara  tertulis  mengenai hal tersebut paling lama 10 (sepuluh) hari kerja sejak diterimanya Surat  Wajib Pajak.
3. Penelitian Formal, Penatausahaan dan Pengiriman Berkas Keberatan
3.1.  Penyampaian dan penerimaan Surat keberatan
  1. Surat  keberatan  Wajib  Pajak  disampaikan  langsung  atau  melalui  pos  tercatat  ke  KPP  tempat  Wajib  Pajak  terdaftar  atau  ke  KP4/KP2KP  dalam  wilayah  KPP  yang bersangkutan.
  2. Dalam  hal  surat  keberatan  disampaikan  melalui  KP4  atau  KP2KP,  maka  surat  tersebut   harus   diteruskan   KP4   atau   KP2KP   kepada   KPP   terkait   melalui  faksimili  pada  hari  itu  juga,  dan  mengirimkan  asli  surat  tersebut  dalam  jangka  waktu 2 (dua) hari sejak Surat tersebut diterima.
  3. Terhadap   surat   keberatan   diberikan   Bukti   Penerimaan   Surat   yang   dilampiri  Lembar   Isian   Surat   Keberatan   sebagaimana   pada   Lampiran   V.12.   oleh  petugas TPT atau petugas yang ditunjuk.
3.2. Penelitian persyaratan formal terhadap surat keberatan
3.2.1.  KPP  melakukan  penelitian  persyaratan  formal  terhadap  surat  keberatan  yang diterima dengan ketentuan sebagai berikut:
  1. Membuat   pemberitahuan   tertulis   bahwa   surat   keberatan   memenuhi  tidak memenuhi persyaratan  formaI keberatan sebagaimana dimaksud  dalam  angka  2.1.  dengan menggunakan formulir  pada  Lampiran  V.13.  atau V.14.:
  2. Mencatat  surat  keberatan  yang  memenuhi  persyaratan  formal  dalam  register surat keberatan memenuhi persyaratan formal;
  3. Mencatat  surat  keberatan  yang  tidak  mernenuhi  persyaratan  formal  dalam register surat keberatan tidak memenuhi persyaratan formal.
3.2.2. Surat  pemberitahuan  sebagaimana  dimaksud  pada  angka  3.2.1.  huruf  a  tersebut  diatas  disampaikan  kepada  Wajib  Pajak  paling  lama  5  (lima)  hari  kerja sejak surat keberatan diterima KPP.
3.2.3. Dalam  hal  surat  keberatan  disampaikan  melalui  pos  tercatat,  KPP  tetap  melakukan   prosedur   sebagaimana   dimaksud   pada   angka   3.1.   huruf   c,  angka 3.2.1. dan angka 3.2.2.
3.2.4. Tanggal  penerimaan  surat  yang  dijadikan  dasar  untuk  memproses  surat  keberatan adalah:
  1. Tanggal   terima   surat   Wajib   Pajak,   dalam   hal   disampaikan   secara  langsung   oleh   Wajib   Pajak   pada   petugas   TPT   atau   petugas   yang  ditunjuk; atau
  2. Tanggal  stempel  pos  tercatat,  dalam  hal  surat  keberatan  disampaikan  melalui pos tercatat.
3.3. Tindak   lanjut   terhadap   surat   keberatan   yang   memenuhi   persyaratan   formal  Penelitian di KPP terhadap kewenangan memproses surat keberatan.
  1. Seksi  Pelayanan  atau  Seksi  Penerimaan  dan  Keberatan  melakukan  penelitian terhadap kewenangan memproses Surat keberatan yang diterima.
  2. Dalam  hal  kewenangan  memproses  surat  keberatan  berada  pada  KPP,  maka  KPP yang bersangkutan melaksanakan penelitian keberatan.
  3. Dalam     hal     keberatan     merupakan     wewenang     Direktorat     atau     Kanwil  ditindaklanjuti sebagai berikut:
    - Dalam hal unit pelaksana pemeriksaan pajak adalah KPP, maka KPP yang  bersangkutan  harus  mengirimkan  berkas  keberatan  beserta  copy  Laporan  Pemeriksaan Pajak dan Kertas Kerja Pemeriksaan paling lama 5 (lima) hari  kerja  sejak  surat  keberatan  diterima  kepada  Direktorat  atau  Kanwil  sesuai  dengan wewenangnya;
    - Dalam  hal  unit  pelaksana  pemeriksaan  pajak  adalah  unit  lain  diluar  KPP,  maka   KPP   yang   bersangkutan   mengirimkan   berkas   keberatan   kepada  Direktorat    atau    Kanwil    sesuai    wewenangnya    dan    mengirimkan    surat  permintaan    copy    Laporan    Pemeriksaan    Pajak    dan/atau    Kertas    kerja  Pemeriksaan      kepada      unit      pelaksana      pemeriksaan      pajak      yang  bersangkutan, paling lama 5 (lima) hari kerja sejak surat keberatan diterima  dengan menggunakan formulir pada Lampiran V.15.;
    - Surat  permintaan  tersebut  dilampirkan  dalam  berkas  keberatan  yang  akan  ditindaklanjuti  oleh  KPP  maupun  yang  akan  dikirimkan  ke   Direktorat  atau  Kanwil sesuai dengan kewenangan;
    - Seksi Pelayanan atau Seksi Penerimaan dan Keberatan di KPP melakukan  penelitian  kelengkapan  berkas  yang  akan  dikirim  ke  Direktorat  atau  Kanwil  dengan  menggunakan  formulir  pada   Lampiran   V.1,   dan   hasil   penelitian  tersebut dilampirkan dalam berkas keberatan;
    - Kegiatan     sebagaimana     tersebut     diatas     dituangkan     dalam      Lembar  Pengawasan  Penelitian  berkas  Keberatan  dengan  menggunakan  Formulir  pada Lampiran V.2.;
  4. Berkas keberatan yang dikirimkan oleh KPP ke Direktorat atau Kanwil meliputi:
    - Asli surat keberatan Wajib Pajak;
    - Asli Lembar Pengawasan Arus Dokumen;
    - Lembar Isian Surat Keberatan (Lampiran V.12.);
    - Pemberitahuan  Surat  Keberatan  memenuhi  Persyaratan  Formal  (Lampiran  V.13);
    - Lembar Penelitian Kelengkapan Berkas (Lampiran V.1);
    - Lembar Pengawasan Penelitian Berkas Keberatan (Lampiran V.2);
    - Copy  Laporan  Pemeriksaan  Pajak  lengkap  (termasuk  SPHP,  BAHP,  dan  dokumen  lain  yang  mendukung),  bukti  peminjaman  dokumen  dan  Kertas  Kerja  Pemeriksaan  dalam  hal  unit  pelaksana  pemeriksaan  pajak  adalah  KPP yang bersangkutan; atau copy Laporan Pemeriksaan Pajak (termasuk  SPHP,   BAHP,   bukti   peminjaman   dokumen   kepada   Wajib   Pajak   dan  dokumen   lain   yang   mendukung),   dan   Surat   Permintaan   Copy   Laporan  Pemeriksaan  Pajak  dan/atau  Kertas  Kerja  Pemeriksaan  (Lampiran  V.15)  dalam  hal  unit  pelaksana  pemeriksaan  pajak  berbeda  dengan  KPP  yang  bersangkutan.
  5. Pengiriman  berkas  keberatan  sebagaimana  dimaksud  pada  huruf  d  tersebut  diatas  dapat  diantar  secara  langsung,  dikirim  melalui  pos  tercatat  atau  jasa  ekspedisi tercatat.
3.4. Tindak  lanjut  atas  Surat  Permintaan  Copy  Laporan  Pemeriksaan  Pajak  dan/atau  Kertas Kerja Pemeriksaan kepada unit pelaksana pemeriksaan pajak
  1. Unit  pelaksana  pemeriksaan  pajak  rnengirimkan  copy  Laporan  Pemeriksaan  Pajak  dan/atau  Kertas  Kerja  Pemeriksaan  ke  unit  peneliti  keberatan  paling   lama 5 (lima) hari kerja sejak tanggal Surat Pemeriksaan diterima;
  2. Apabila  unit  Peneliti  Sampai  hari  kerja  ke  5  (lima)  sejak  tanggal  diterimanya  berkas keberatan belum menerima copy Laporan Pemeriksaan Pajak dan/atau  Kertas     Kerja     Pemeriksaan,     Unit     peneliti     keberatan     membuat     Surat  Pemberitahuan    Keterlambatan    Penyampaian    copy    Laporan    Pemeriksaan  Pajak dan/atau Kertas Kerja Pemeriksaan kepada unit pelaksana pemeriksaan  pajak dengan menggunakan formulir pada Lampiran V.16.
4. Penerimaan Berkas Keberatan oleh Direktorat atau KanwilDirektorat   atau   Kanwil   melakukan   tindak   Lanjut   terhadap   berkas   keberatan   yang  diterima dari KPP, sebagai berikut:
  1. Direktorat   atau   Kanwil   selaku   unit   yang   menerima   berkas   keberatan   membuat  Pemberitahuan  tertulis  kepada  KPP  yang  mengirimkan  berkas  keberatan  tersebut  paling  lama  5  (lima)  hari  kerja  sejak  berkas  diterima  dengan  menggunakan  formulir  pada Lampiran V.3.
  2. Dalam hal KPP terlambat atau tidak mengirimkan secara lengkap berkas keberatan,  Direktorat    atau    Kanwil    diminta    mencantumkan    hal    tersebut    pada    formulir  sebagaimana dimaksud pada huruf a tersebut diatas.
  3. Direktorat   atau   Kanwil   yang   menerima   berkas   keberatan   dari   KPP,   melakukan  penelitian terhadap kewenangan memproses surat keberatan tersebut.
  4. Direktorat     atau     Kanwil     yang     menerima     berkas     yang     bukan     merupakan  kewenangannya harus mengirimkan berkas tersebut ke unit kantor yang berwenang  paling   lama   5   (lima)   hari   kerja   sejak   tanggal   terima   berkas   tersebut,   dengan  tembusan  kepada  KPP  yang  mengirimkan  berkas  dengan  menggunakan  formulir  pada Lampiran V.4.
5. Pembuatan Laporan Pengiriman Berkas Keberatan
  1. KPP  membuat  laporan  pengiriman  berkas  keberatan  yang  diterima,  paling  lama  tanggal  10  bulan  berikutnya  kepada  Direktur  dan  Kakanwil  dengan  menggunakan  formulir pada Lampiran V.5.
  2. Direktorat  atau  Kanwil  melakukan  pengecekan  daftar  nominatif  pengiriman  berkas  dalam   laporan   sebagaimana   dimaksud   pada   huruf   a   dengan   berkas   yang   telah  diterima dari KPP.
  3. Dalam  hal  ada  berkas  yang  belum  diterima,  maka  Direktorat  atau  Kanwil  membuat  surat  pemberitahuan  ke  KPP  dalam  jangka  waktu  10  (sepuluh)  hari  kerja  sejak  laporan diterima.
  4. KPP  yang  telah  dapat  melaksanakan  pengiriman  laporan  secara  elektronik  cukup  mengirimkan laporan secara elektronik.
6. Prosedur Penyelesaian Keberatan
6.1.  Penerbitan Surat Tugas
Direktur,  Kakanwil  atau  Kepala  KPP  sesuai  dengan  kewenangannya  menerbitkan  Surat Tugas untuk melakukan penelitian keberatan paling lama 5 (lima) hari kerja  sejak berkas diterima dengan menggunakan formulir pada Lampiran V.6.
6.2. Pembuatan analisa dan permintaan penjelasan dan atau pembuktian
6.2.1.  Peneliti  yang  ditugaskan  melakukan  penelitian  wajib  melakukan  analisis  terhadap  berkas  keberatan  yang  dituangkan  dalam  bentuk  matrik   dengan  menggunakan  formulir  pada  lampiran  dalam  jangka  waktu  5  (lima)  hari  kerja sejak tanggal Surat Tugas.
6.2.2. Peneliti   dapat   meminta   penjelasan   dan   atau   pembuktian   tentang   dasar  perhitungan     yang     disertai     dengan     dokumen/bukti     dan     buku-buku  pendukung  baik  dalam  bentuk  hard  copy  maupun  soft  copy  kepada  Wajib   Pajak  mengenai  surat  keberatan  yang  diajukan  paling  lama  10  (sepuluh)  hari  kerja  sejak  tanggal  Surat  Tugas  sebagaimana  dimaksud  dalam  angka  6.1. dengan menggunakan Formulir pada Lampiran V.17.
6.2.3. Wajib    Pajak    diberi    kesempatan    memberikan    penjelasan    dan    atau  pembuktian tentang dasar perhitungan yang disertai dengan dokumen/bukti  dan  buku-buku  pendukung  paling  lama  15  (lima  belas)  hari  kerja  sejak   tanggal surat sebagaimana dimaksud pada angka 6.2.2. tersebut diatas.
6.2.4. Setelah  5  (lima)  hari  kerja  sejak  batas  waktu  sebagaimana  dimaksud  pada  angka  6.2.3.  tersebut  diatas  Peneliti  belum  memperoleh  penjelasan  dan  atau  pembuktian,  Peneliti  dapat  meminta  penjelasan  dan  pembuktian  yang  kedua  tentang  dasar  penghitungan  yang  disertai  dengan  dokumen/bukti  dan  buku-buku  pendukung  dengan  menggunakan  formulir  pada  Lampiran  V.18.
6.2.5. Wajib    Pajak    diberi    kesempatan    memberikan    penjelasan    dan    atau  pembuktian   paling   lama   10   (sepuluh)   hari   kerja   sejak   tanggal   surat  permintaan  penjelasan  dan  atau  pembuktian  sebagaimana dimaksud pada  angka 6.2.4. tersebut diatas.
6.2.6. Peneliti dapat meminta penjelasan dan atau pembuktian tambahan apabila  masih  diperlukan,  yang  dapat  ditanggapi  oleh  Wajib  Pajak  paling  lama   10  (sepuluh) hari kerja sejak tanggal surat dengan menggunakan formulir  pada  Lampiran V.19.
6.2.7. Surat permintaan penjelasan dan atau pembuktian sebagaimana dimaksud  dalam  angka  6.2.2.,  6.2.4  dan  6.2.6  harus  dikirimkan  kepada  Wajib   Pajak  dengan pos tercatat.
6.2.8. Peneliti  membuat  Berita  Acara  Tidak  Memberikan  Penjelasan  dan  atau  Pembuktian    apabila    Wajib    Pajak    tidak    memberikan    keterangan    atau  penjelasan  atau  pembuktian  yang  diminta  dengan  menggunakan  formulir  pada Lampiran V.20.
6.3. Pembahasan sengketa perpajakan
6.3.1.  Peneliti   melalui   pejabat   serendah-rendahnya   setingkat   eselon   III   dapat  memanggil  Wajib  Pajak  dan  atau  Pemeriksa  atau  pihak  lain  yang  terkait  yang   bersangkutan   untuk   melakukan   pembahasan   sengketa   perpajakan  yang terjadi dengan menggunakan formulir pada Lampiran V.21. dan V.22.
6.3.2. Surat   pemanggilan   sebagaimana   dimaksud   pada   angka   6.3.1.   tersebut  diatas harus dikirimkan paling lama 10 (sepuluh) hari kerja sebelum tanggal  pembahasan sebagaimana dimaksud pada angka 6.3.1. diatas.
6.3.3. Setelah  melakukan  pembahasan  sengketa  perpajakan,  Peneliti  membuat  Berita   Acara   Pembahasan   Sengketa   Perpajakan   dengan   menggunakan  formulir pada Lampiran V.23.
6.4. Pembuatan Kertas Kerja Penelitian dan Laporan Penelitian Keberatan
6.4.1.  Peneliti  membuat  Kertas  Kerja  Penelitian  Keberatan  yang  membuat  hasil  penelitian keberatan dengan menggunakan formulir pada Lampiran V.24.
6.4.2. Kertas Kerja Penelitian Keberatan akan menjadi dasar pembuatan Laporan  Penelitian Keberatan.
6.4.3. Kertas  Kerja  Penelitian  Keberatan  dan  atau  Laporan  Penelitian  Keberatan  harus  mencantumkan  analisis  keberatan,  dasar  hukum,  dasar  perhitungan  serta   buku/catatan/dokumen   yang   digunakan   dalam   proses   penelitian  keberatan, alasan dan kesimpulan Penelitian.
6.4.4. Buku/catatan/dokumen      pendukung      yang      tercantum      dalam      Bukti  Peminjaman      Buku-buku/dokumen      yang      digunakan      dalam      proses  pemeriksaan   pajak,   merupakan   dasar   pertimbangan   dalam   penelitian  keberatan.
6.4.5. Buku/catatan/dokumen  pendukung  yang  dijadikan  dasar  dalam  penelitian  keberatan   sebagaimana   dimaksud   pada   angka   6.4.4.   merupakan   dasar  bagi pembuktian dalam sidang banding.
6.4.6. Peneliti    membuat    laporan    Penelitian    Keberatan    yang    menjadi    dasar  diterbitkannya  Surat  Keputusan  Keberatan  dengan  menggunakan  formulir  pada Lampiran V.25.
6.5. Pengiriman Surat Pemberitahuan Hasil Penelitian dan Pembahasan Akhir
6.5.1.  Peneliti   mengirimkan   Surat   Pemberitahuan   Hasil   Penelitian    Keberatan,  untuk  ditanggapi  yang  sekaligus  merupakan  undangan  untuk  menghadiri  pembahasan   akhir   kepada   Wajib   Pajak   dengan   menggunakan   formulir  pada Lampiran V.26., V.27., dan V.28.
6.5.2. Wajib  Pajak  diberikan  kesempatan  untuk  memberikan  tanggapan  tertulis  atas    Surat    Pemberitahuan    Hasil    Penelitian    Keberatan    sebagaimana  dimaksud  pada  angka  6.5.1.  dalam  jangka  waktu  10  (sepuluh)  hari  kerja   sejak tanggal Surat Pemberitahuan Hasil Penelitian Keberatan.
6.5.3. Peneliti    setelah    meneliti    tanggapan    tertulis    Wajib    Pajak     melakukan  pembahasan akhir.
6.5.4. Wajib  Pajak  diberi  kesempatan  menghadiri  undangan  pembahasan  akhir  pada  waktu  yang  ditentukan  dalam  Surat  Pemberitahuan  Hasil  Penelitian  Keberatan,       Permintaan       Tanggapan       dan       Undangan        Menghadiri  Pembahasan Akhir.
6.5.5. Peneliti    membuat    Berita    Acara    Pembahasan    Akhir    Hasil    Penelitian  Keberatan  apabila  Wajib  Pajak  hadir  dan  memberikan  tanggapan  tertulis   sebagaimana dimaksud pada angka 6.5.2. dan 6.5.4 dengan menggunakan  formulir  pada  Lampiran  V.29.  dan  Daftar  Hasil  Akhir  Penelitian  Keberatan  dengan menggunakan formulir pada Lampiran V.30.
6.5.6. Peneliti   membuat   Berita   Acara   Ketidakhadiran   Wajib   Pajak   dan   Tidak   Memberikan  Tanggapan  Tertulis  apabila  sampai  dengan  batas  waktu  yang  ditentukan  pada  butir  6.5.2.  dan  6.5.4.  tidak  dipenuhi  oleh  Wajib  Pajak  dengan menggunakan formulir pada Lampiran V.31. dan Daftar Hasil Akhir  Penelitian Keberatan dengan menggunakan formulir pada Lampiran V.30.
6.5.7. membuat   Berita   Acara   Pembahasan   Akhir   Hasil   Penelitian   Keberatan  apabila  Wajib  Pajak  hadir  tetapi  tidak  memberikan  tanggapan  tertulis  atau  Pajak     tidak     hadir     tetapi     memberikan     tanggapan     tertulis     dengan  menggunakan    formulir    pada    Lampiran    V.32.    dan    Daftar    Hasil    Akhir  Penelitian Keberatan dengan menggunakan formulir pada Lampiran V.30.
6.5.8. Peneliti  tetap  membuat  Berita  Acara  Pembahasan  Akhir  Hasil  Penelitian  Keberatan  apabila  Wajib  Pajak  hadir  dan  memberikan  tanggapan  tertulis,  namun     tidak     bersedia     memberikan     menandatangani     Berita     Acara  sabagaimana     dimaksud     pada     angka     6.5.5.     dan     6.5.7.     dengan  menggunakan    formulir    pada    Lampiran    V.33.    dan    Daftar    Hasil    Akhir  Penelitian Keberatan dengan menggunakan formulir pada Lampiran V.30.
6.5.9. Apabila Pajak menghadiri undangan Pembahasan akhir, maka Daftar Hasil  Akhir  Penelitian  Keberatan  (lampiran  V.30.)  dapat  disampaikan  langsung  kepada Wajib Pajak, dan apabila Wajib Pajak tidak hadir maka Daftar Hasil  Akhir  Penelitian  Keberatan  (lampiran  V.30.)  dikirimkan  sebagai  lampiran  Surat Keputusan Keberatan.
6.6. Pembuatan dan pengiriman Surat Keputusan
6.6.1.  Surat   Keputusan   keberatan   dibuat   dengan   menggunakan   formulir   pada  Lampiran V.34., V.35., atau V.36.
6.6.2. Surat   Keputusan   tersebut   dibuat   rangkap   3   (tiga),   yang   peruntukannya  sebagai berikut:
- Lembar ke-1 untuk Wajib Pajak;
- Lembar ke-2 untuk KPP penerbit surat ketetapan pajak;
- Lembar ke-3 untuk Kantor pembuat Surat Keputusan.
6.6.3. Dengan tetap memperhatikan tanggal jatuh tempo penyelesaian keberatan,  Surat Keputusan harus dikirimkan kepada Wajib Pajak melalui pos tercatat  paling lambat 2 (dua) hari kerja sejak tanggal penerbitan.
6.7. Pencatatan tahapan pelaksanaan kegiatan.
Dalam   melakukan   penelitian,   Peneliti   harus   melanjutkan   pencatatan   tahapan  pelaksanaan   kegiatan   dan   mengisi   Lembar   Pengawasan   Penelitian   Berkas  Keberatan dengan menggunakan formulir pada lampiran V.2.
7. Kewajiban Meminta Surat Kuasa Khusus
Dalam  hal  Wajib  Pajak  diwakili  atau  menunjuk  kuasa,  Peneliti  wajib  meminta  Surat  kuasa khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 Undang-Undang Nomor 6 Tahun  1983  sebagaimana  telah  beberapa  kali  diubah  terakhir  dengan  Undang-undang Nomor  16 Tahun 2000.
8. Pemberitahuan Tertulis Mengenai Hak dan Kewajiban Wajib Pajak
Peneliti   menyampaikan   pemberitahuan   tertulis   mengenai   hak   dan   kewajiban   Wajib  Pajak dengan menggunakan formulir pada Lampiran V.37.
9. Permintaan Untuk Dilakukan Pemeriksaan Dalam Rangka Keberatan
9.1.  Unit     peneliti     keberatan     dapat     mengajukan     permintaan     untuk     dilakukan  pemeriksaan  dalam  rangka  keberatan  Pajak  Penghasilan.  Pajak   Pertambahan  Nilai  dan  Pajak  Penjualan  atas  Barang  Mewah  sesuai  dengan  ketentuan  yang  berlaku dengan menggunakan formulir pada Lampiran V.38.
9.2. Tata  cara  pemeriksaan  dalam  rangka  keberatan  mengacu  pada  peraturan  yang  berlaku.
10. Pengiriman  Data  Baru  atau  Data  Yang  Semula  Belum  Terungkap  Dalam  Proses  Pemeriksaan
Apabila  dalam  proses  keberatan  terdapat  data/bukti  yang  menunjukkan  adanya  data  baru   atau   data   yang   semula   belum   terungkap   dalam   proses   pemeriksaan.   Peneliti  mengirimkan    data    tersebut    kepada    unit    pemeriksa    yang    bersangkutan    untuk  ditindaklanjuti dengan menggunakan formulir pada lampiran V.39.
11. Konfirmasi Penerimaan Surat Keputusan
11.1.  Direktorat atau Kanwil melakukan konfirmasi penerimaan Surat Keputusan kepada   KPP terkait dengan menggunakan lembar Konfirmasi pada Lampiran V.11.
11.2. Lembar   Konfirmasi   sebagaimana   dimaksud   pada   angka   7.1.1.   tersebut   diatas  dikirimkan  oleh  Direktorat  atau  Kanwil  kepada  KPP  tempat  Wajib  Pajak  terdaftar  paling lama tanggal 10 bulan berikutnya setelah diterbitkannya Surat Keputusan.
11.3. KPP   mengirimkan   kembali   Lembar   Konfirmasi   sebagaimana   dimaksud   pada  angka  11.1.,  tersebut  diatas  kepada  Direktorat  atau  Kanwil  paling  lama  5  (lima)  hari kerja sejak tanggal diterimanya Lembar Konfirmasi.
12. Jangka Waktu Penyelesaian
Penyelesaian  keberatan  Wajib  Pajak  harus  diselesaikan  dalam  jangka  waktu  12  (dua  belas) bulan sejak tanggal diterimanya Surat keberatan tersebut.



Lampiran III
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007


PETUNJUK PELAKSANAAN
PROSEDUR PENANGANAN PENGURANGAN ATAU PENGHAPUSAN
SANKSI ADMINISTRASI PAJAK PENGHASILAN, PAJAK PERTAMBAHAN NILAI
DAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH

1. Ruang Lingkup
Direktur Jenderal Pajak karena jabatannya atau atas permohonan Wajib Pajak dapat  mengurangkan  atau  menghapuskan  sanksi  administrasi  berupa  bunga,  denda,  dan  kenaikan  yang  dikenakan  karena  adanya  kekhilafan  Wajib  Pajak  atau  bukan  karena  kesalahan Wajib Pajak.
2. Syarat-syarat    Pengajuan    Suatu    Pengurangan    atau    Penghapusan    Sanksi  Administrasi
Surat   permohonan   pengurangan   atau   penghapusan   sanksi   administrasi   dapat  diterima untuk dipertimbangkan apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut:
  1. Hanya  boleh  diajukan  oleh  Wajib  Pajak  yang  tidak  mengajukan  keberatan  atas  surat ketetapan pajaknya;
  2. Diajukan atas suatu Surat Tagihan Pajak, Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar,  atau Surat Ketetapan Pajak Kurarg Bayar Tambahan;
  3. Diajukan secara tertulis dalam Bahasa Indonesia;
  4. Disertai dengan alasan-alasan yang jelas;
  5. Diajukan  paling  lama  3 (tiga)  bulan  sejak  tanggal  surat  ketetapan  pajak  kecuali  karena keadaan kekuasaan Wajib Pajak (force majeur) yang harus disertai bukti  pendukung adanya keadaan luar biasa tersebut;
  6. Dilampiri     dengan     surat     kuasa     khusus     dalam     hal     surat     permohonan  ditandatangani  bukan  oleh  Wajib  Pajak  sebagaimana  diatur  dalam  Pasal  32  Undang-undang KUP.
3. Prosedur   Penanganan   Surat   Permohonan   Pengurangan   atau    Penghapusan  Sanksi Administrasi
3.1.  Penyampaian     dan     penerimaan     surat     permohonan     pengurangan     atau  penghapusan sanksi administrasi
  1. Surat   permohonan   pengurangan   atau   penghapusan   sanksi   administrasi  Wajib Pajak disampaikan secara langsung atau melalui pos tercatat ke KPP  tempat Wajib Pajak terdaftar atau ke KP4/KP2KP dalam wilayah KPP yang  bersangkutan.
  2. Dalam   hal   surat   permohonan   pengurangan   atau   penghapusan   sanksi  administrasi     disampaikan     melalui     KP4     atau     KP2KP,     maka     surat  permohonan tersebut harus diteruskan kepada KPP terkait melalui faksimili  pada  hari  yang  sama,  dan  mengirimkan  asli  surat  permohonan  tersebut  dalam jangka waktu 2 (dua) hari sejak surat permohonan tersebut diterima.
  3. Terhadap    surat    permohonan    pengurangan    atau    penghapusan    sanksi  administrasi  diberikan  Bukti  Penerimaan  Surat  yang  dilampiri  Lembar  Isian  Surat  Permohonan  Pengurangan  atau  Penghapusan  Sanksi  Administrasi  dengan menggunakan formulir pada Lampiran V.12. oleh petugas TPT atau  petugas yang ditunjuk.
3.2. Penelitian  persyaratan  formal  terhadap  surat  permohonan  pengurangan  atau  penghapusan sanksi administrasi.
3.2.1.  KPP      melakukan      penelitian      persyaratan      formal      terhadap      surat permohonan  pengurangan  atau  penghapusan  sanksi  administrasi  yang  diterima dengan ketentuan sebagai berikut:
  1. Membuat      pemberitahuan      tertulis      bahwa      surat      permohonan  pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi memenuhi/tidak  memenuhi    persyaratan    formal    pengurangan    atau    penghapusan   sanksi  administrasi  sebagaimana  dimaksud  dalam  angka  2  dengan  menggunakan formulir pada Lampiran V.40. atau V.41.;
  2. Mencatat surat permohonan pengurangan atau penghapusan sanksi  administrasi yang memenuhi persyaratan formal dalam register surat  Pengurangan   atau   penghapusan   sanksi   administrasi   memenuhi  persyaratan formal;
  3. Mencatat surat permohonan pengurangan atau penghapusan sanksi  administrasi yang tidak memenuhi persyaratan formal dalam register  surat   pengurangan   atau   penghapusan   sanksi   administrasi   tidak  memenuhi persyaratan formal.
3.2.2. Surat  pemberitahuan  sebagaimana  dimaksud  pada  angka  3.2.1.  huruf  a  tersebut diatas disampaikan kepada Wajib Pajak paling lama 5 (lima) hari  kerja  sejak  surat  permohonan  pengurangan  atau  penghapusan  sanksi  administrasi diterima KPP.
3.2.3. Dalam   hal   surat   permohonan   pengurangan   atau   penghapusan   sanksi  administrasi   disampaikan   melalui   pos   tercatat,   KPP   tetap   melakukan  prosedur  sebagaimana  dimaksud  pada  angka  3.1  huruf  c,  angka  3.2.1.  dan angka 3.2.2.
3.2.4. Tanggal  penerimaan  surat  yang  dijadikan  dasar  untuk  memproses  surat  permohonan pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi adalah:
  1. Tanggal  terima  surat  Wajib  Pajak,  dalam  hal  disampaikan  secara  langsung  oleh  Wajib  Pajak  pada  petugas  TPT  atau  petugas  yang  ditunjuk; atau
  2. Tanggal    stempel    pos    tercatat,    dalam    hal    surat    permohonan  pengurangan   atau   penghapusan   sanksi    administrasi   disampaikan  melalui pos tercatat.
3.3. Tindak   lanjut   terhadap   surat   permohonan   pengurangan   atau   penghapusan  sanksi administrasi yang memenuhi persyaratan formal.
Penelitian    di    KPP    terhadap    kewenangan    memproses    surat    permohonan  pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi.
  1. Seksi   Pelayanan   atau   Penerimaan   dan   Keberatan   melakukan    penelitian  terhadap   kewenangan   memproses   surat   permohonan   pengurangan   atau  penghapusan sanksi administrasi yang diterima.
  2. Dalam  hal  kewenangan  memproses  surat  permohonan  pengurangan  atau  penghapusan   sanksi   administrasi   berada   pada   KPP,   maka   KPP   yang  bersangkutan    melaksanakan    penelitian    permohonan    pengurangan    atau  penghapusan sanksi administrasi.
  3. Dalam hal permohonan pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi  merupakan wewenang Direktorat atau Kanwil ditindaklanjuti sebagai berikut:
    - Dalam  hal  unit  pelaksana  pemeriksaan  pajak  adalah  KPP,  maka  KPP  yang    bersangkutan    harus    mengirimkan    berkas    pengurangan    atau  penghapusan  sanksi  administrasi  beserta  copy  Laporan  Pemeriksaan  Pajak  dan  Kertas  Kerja  Pemeriksaan  paling  lama  5  (lima)  hari  kerja  sejak    surat    permohonan    pengurangan     atau    penghapusan    sanksi  administrasi   diterima   kepada   Direktorat   atau   Kanwil   sesuai   dengan  wewenangnya;
    - Dalam  hal  unit  pelaksana  pemeriksaan  pajak  adalah  unit  lain  di  luar  KPP,  maka  KPP  yang  bersangkutan  mengirimkan  berkas  pengurangan  atau  penghapusan  sanksi  administrasi  kepada  Direktorat  atau  Kanwil  sesuai  wewenangnya  dan  mengirimkan  surat  permintaan  copy  Laporan  Pemeriksaan   Pajak   dan/atau   Kertas   Kerja   Pemeriksaan   kepada   unit  pelaksana  pemeriksaan  pajak  yang  bersangkutan  paling  lama  5  (lima)  hari   kerja   sejak   surat   permohonan   pengurangan   atau   penghapusan  sanksi    administrasi    diterima    dengan    menggunakan    formulir    pada  Lampiran V.15.;
    - Surat      permintaan      tersebut      diatas      dilampirkan      dalam      berkas  pengurangan    atau    penghapusan    sanksi    administrasi    yang    akan  dikirimkan oleh KPP yang bersangkutan ke Direktorat atau Kanwil.
    - Seksi   Pelayanan   atau   Seksi   Penerimaan   dan   Keberatan   di   KPP  melakukan    penelitian    kelengkapan    berkas    yang    akan    dikirim    ke  Direktorat  atau  Kanwil  dengan  menggunakan  formulir  pada  Lampiran  V.1.     dan     hasil     penelitian     tersebut     dilampirkan     dalam     berkas  pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi;
    - Kegiatan   sebagaimana   tersebut   diatas,   dituangkan   dalam   Lembar  Pengawasan Penelitian Berkas Pengurangan atau Penghapusan Sanksi  Administrasi dengan menggunakan Formulir pada Lampiran V.2.;
  4. Berkas pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi yang dikirimkan  oleh    KPP    ke    unit    peneliti    pengurangan    atau    penghapusan    sanksi  administrasi meliputi:
    - Asli surat permohonan Wajib Pajak;
    - Asli Lembar Pengawasan Arus Dokumen;
    - Lembar   Isian   Surat   Permohonan   Pengurangan   atau   Penghapusan  Sanksi Administrasi (Lampiran V.12.);
    - Pemberitahuan   Surat   Permohonan   Pengurangan   atau   Penghapusan  Sanksi Administrasi Memenuhi Persyaratan Formal (Lampiran V.40.);
    - Lembar Penelitian Kelengkapan Berkas (Lampiran V.1.);
    - Lembar       Pengawasan       Penelitian       Berkas       Pengurangan       atau  Penghapusan Sanksi Administrasi (Lampiran V.2.);
    - Copy   Laporan   Pemeriksaan   Pajak   lengkap   (termasuk   SPHP,   BAHP,  bukti peminjaman dokumen kepada Wajib Pajak dan dokumen lain yang  mendukung),  dan  Kertas  Kerja  Pemeriksaan  dalam  hal  unit  pelaksana pemeriksaan  pajak  adalah  KPP  yang  bersangkutan;  atau  copy  Laporan  Pemeriksaan  Pajak  (SPHP,  BAHP,  dokumen  lain  yang  mendukung),  bukti      peminjaman      dokumen      dan      Surat      Permintaan      Laporan  Pemeriksaan Pajak dan/atau copy Kertas Kerja Pemeriksaan (Lampiran  V.15.)  dalam  hal  unit  pelaksana  pemeriksaan  pajak  berbeda  dengan  KPP yang bersangkutan.
  5. Pengiriman   berkas   pengurangan   atau   penghapusan   sanksi   administrasi  sebagaimana  dimaksud  pada  huruf  d  tersebut  diatas  dapat  diantar   secara  langsung, dikirim melalui pos tercatat atau Jasa ekspedisi tercatat.
3.4. Tindak lanjut atas Surat Permintaan copy Laporan Pemeriksaan Pajak dan/atau  Kertas Kerja Pemeriksaan kepada unit pelaksana pemeriksaan pajak.
  1. Unit  pelaksana  pemeriksaan  pajak  mengirimkan  copy  Laporan  Pemeriksaan  Pajak  dan/atau  Kertas  Kerja  Pemeriksaan  ke  unit  peneliti  pengurangan  atau  penghapusan   sanksi   administrasi   paling   lama   5    (lima)   hari   kerja   sejak  tanggal surat permintaan diterima;
  2. Apabila   unit   peneliti   pengurangan   atau   penghapusan   sanksi   administrasi  sampai hari kerja ke 5 (lima) sejak tanggal diterimanya berkas pengurangan  atau   penghapusan   sanksi   administrasi   belum   menerima   copy   Laporan  Pemeriksaan    Pajak    dan/atau    Kertas    Kerja    Pemeriksaan,    Unit    peneliti  membuat  Surat  Pemberitahuan  Keterlambatan  Penyampaian  copy  Laporan  Pemeriksaan    Pajak    dan/atau    Kertas    Kerja    Pemeriksaan    kepada    unit  pelaksana pemeriksaan pajak dengan menggunakan formulir pada Lampiran  V.16.
4. Penerimaan Berkas Pengurangan atau Penghapusan Sanksi Administrasi oleh  Direktorat atau Kanwil
Direktorat  atau  Kanwil  melakukan  tindak  lanjut  terhadap  berkas  pengurangan  atau  penghapusan sanksi administrasi yang diterima dari KPP, sebagai berikut:   
  1. Direktorat  atau  Kanwil  selaku  unit  yang  menerima  berkas  pengurangan  atau penghapusan  sanksi  administrasi  membuat pemberitahuan tertulis kepada KPP  yang  mengirimkan  berkas  pengurangan  atau  penghapusan  sanksi  administrasi  tersebut    paling    lama    5    (lima)    hari    kerja    sejak    berkas    diterima    dengan  menggunakan formulir pada Lampiran V.3.
  2. Dalam   hal   KPP   terlambat   atau   tidak   mengirimkan   secara   lengkap   berkas  pengurangan   atau   penghapusan   sanksi   administrasi,   Direktorat   atau   Kanwil  diminta mencantumkan hal tersebut pada formulir sebagaimana dimaksud pada  huruf a tersebut diatas.
  3. Direktorat  atau  Kanwil  yang  menerima  berkas  pengurangan  atau  penghapusan  sanksi   administrasi   dari   KPP,   melakukan   penelitian    terhadap   kewenangan  memproses surat permohonan tersebut.
  4. Direktorat    atau    Kanwil    yang    menerima    berkas    yang    bukan    merupakan  kewenangannya   harus   mengirimkan   berkas   tersebut   ke   unit   kantor   yang  berwenang  paling  lama  5  (lima)  hari  kerja  sejak  tanggal  terima  berkas  tersebut,  dengan     tembusan     kepada     KPP     yang     mengirimkan     berkas     dengan  menggunakan formulir pada Lampiran V.4.
5. Pembuatan   Laporan   Pengiriman   Berkas   Pengurangan   atau   Penghapusan  Sanksi Administrasi
  1. KPP  membuat  Laporan  Pengiriman  Berkas  Pengurangan  atau  Penghapusan  Sanksi   Administrasi   yang   diterima,   paling   lama   tanggal   10   bulan   berikutnya  kepada  Direktur  dan  Kakanwil  dengan  menggunakan  formulir  pada  Lampiran  V.5.
  2. Direktorat   atau   Kanwil   melakukan   pengecekan   daftar   nominatif   pengiriman  berkas   dalam   laporan   sebagaimana   dimaksud   pada   huruf   a   tersebut   diatas  dengan berkas yang telah diterima dari KPP.
  3. Dalam   hal   ada   berkas   yang   belum   diterima,   maka   Direktorat   atau   Kanwil  membuat  surat  pemberitahuan  ke  KPP  dalam  jangka  waktu  10  (sepuluh)  hari  kerja sejak laporan diterima.
  4. KPP   yang   telah   dapat   melaksanakan   pengiriman   laporan   secara    elektronik  cukup mengirimkan laporan secara elektronik.
6. Prosedur Penyelesaian Pengurangan atau Penghapusan Sanksi Administrasi
6.1.  Penerbitan Surat Tugas
Direktur,     Kakanwil     atau     Kepala     KPP     sesuai     dengan     kewenangannya  menerbitkan    Surat    Tugas    untuk    melakukan    penelitian    pengurangan    atau  penghapusan  sanksi  administrasi  paling  lama  5  (lima)  hari  kerja  sejak  berkas  diterima dengan menggunakan formulir pada Lampiran V.6.
6.2. Pembuatan analisa dan permintaan penjelasan dan atau pembuktian
6.2.1.  Peneliti  yang  ditugaskan  melakukan  penelitian  wajib  melakukan  analisis  terhadap   berkas   pengurangan   atau   penghapusan   sanksi    administrasi  yang   dituangkan   dalam   bentuk   matrik   dengan   menggunakan   formulir  pada Lampiran dalam jangka waktu 5 (lima) hari kerja sejak tanggal Surat  Tugas.
6.2.2. Peneliti  dapat  meminta  penjelasan  dan  atau  pembuktian  disertai   dengan  dokumen/bukti  dan  buku-buku  pendukung  baik  dalam  bentuk   hard  copy  maupun   soft   copy   kepada   Wajib   Pajak   mengenai   surat   permohonan  pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi yang diajukan paling  lama  10  (sepuluh)  hari  kerja  sejak  tanggal  Surat  Tugas  sebagaimana  dimaksud    dalam    angka    6.1.    dengan    menggunakan    formulir    pada  Lampiran V.17.
6.2.3. Wajib    Pajak    diberi    kesempatan    memberikan    penjelasan    dan    atau  pembuktian  disertai  dengan  dokumen/bukti  dan  buku-buku   pendukung  paling  lama  15  (lima  belas)  hari  kerja  sejak  tanggal  surat  sebagaimana  dimaksud pada angka 6.2.2. tersebut diatas.
6.2.4. Setelah  5  (lima)  hari  kerja  sejak  batas  waktu  sebagaimana  dimaksud  pada angka 6.2.3. tersebut diatas Peneliti belum memperoleh penjelasan  dan   atau   pembuktian.   Peneliti   dapat   meminta   penjelasan   dan   atau  pembuktian   disertai   dengan   dokume/bukti   dan   buku-buku   pendukung  dengan menggunakan formulir pada Lampiran V.18.
6.2.5. Wajib    Pajak    diberi    kesempatan    memberikan    penjelasan    dan    atau  pembuktian   paling   lama   10   (sepuluh)   hari   kerja   sejak   tanggal   surat permintaan   penjelasan   dan   atau   pembuktian   sebagaimana   dimaksud  pada angka 6.2.4. tersebut diatas.
6.2.6. Peneliti   dapat   meminta   penjelasan   dan   atau   pembuktian   tambahan  apabila  masih  diperlukan,  yang  dapat  ditanggapi  oleh  Wajib  Pajak  paling  lama  10  (sepuluh)  hari  kerja  sejak  tanggal  surat  dengan  menggunakan  formulir pada Lampiran V.19.
6.2.7. Peneliti  membuat  Berita  Acara  Tidak  Memberikan  Penjelasan  dan  atau  pembuktian   apabila   Wajib   Pajak   tidak   memberikan   keterangan   atau  penjelasan atau pembuktian yang diminta dengan menggunakan formulir  pada Lampiran V.20.
6.3. Pembahasan sengketa perpajakan
6.3.1.  Peneliti  melalui  pejabat  serendah-rendahnya  setingkat  eselon  III  dapat  memanggil   Wajib   Pajak   dan   atau   Pemeriksa   atau   pihak   lain   yang  bersangkutan  untuk  melakukan  pembahasan  sengketa  perpajakan  yang  terjadi dengan menggunakan formulir pada Lampiran V.21. dan V.22.
6.3.2. Surat  pemanggilan  sebagaimana  dimaksud  pada  angka  6.3.1.  tersebut  diatas   harus   dikirimkan   paling   lama   10   (sepuluh)   hari   kerja   sebelum  tanggal pembahasan sebagaimana dimaksud pada angka 6.3.1. diatas.
6.3.3. Setelah melakukan pembahasan sengketa perpajakan, Peneliti membuat  Berita  Acara  Pembahasan  Sengketa  Perpajakan  dengan  menggunakan  formulir pada Lampiran V.23.
6.4. Pembuatan  Kertas  Kerja  Penelitian  dan  Laporan  Penelitian  Pengurangan  atau  Penghapusan Sanksi Administrasi
6.4.1.  Peneliti      membuat      Kertas      Kerja      Penelitian      Pengurangan      atau  Penghapusan    Sanksi    Administrasi    yang    membuat    hasil    penelitian  pengurangan       atau       penghapusan       sanksi       administrasi       dengan  menggunakan formulir pada Lampiran V.24.
6.4.2. Kertas     Kerja     Penelitian     Pengurangan     atau     Penghapusan     Sanksi  Administrasi    akan    menjadi    dasar    pembuatan    Laporan    Penelitian  Pengurangan atau Penghapusan Sanksi Administrasi.
6.4.3. Kertas     Kerja     Penelitian     Pengurangan     atau     Penghapusan     Sanksi  Administrasi      dan      atau      Laporan      Penelitian      Pengurangan      atau  Penghapusan     Sanksi     Administrasi     harus     mencantumkan     analisis  pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi, dasar hukum, dasar  perhitungan  serta  buku/catatan/dokumen  yang  digunakan  dalam  proses  penelitian  pengurangan  atau  penghapusan  sanksi  administrasi,  alasan  dan kesimpulan Peneliti.
6.4.4. Peneliti  membuat  Laporan  Penelitian  Pengurangan  atau  Penghapusan  Sanksi  Administrasi  yang  menjadi  dasar  diterbitkannya  Surat  Keputusan  Pengurangan      atau      Penghapusan      Sanksi      Administrasi      dengan  menggunakan formulir pada Lampiran V.25.
6.5. Pengiriman Surat Pemberitahuan Hasil Penelitian dan Pembahasan Akhir
6.5.1.  Peneliti mengirimkan Surat Pemberitahuan Hasil Penelitian Pengurangan  atau   Penghapusan   Sanksi   Administrasi   untuk   ditanggapi   dan   dapat  mengundang  Wajib  Pajak  untuk  menghadiri  pembahasan  akhir  dengan  menggunakan formulir pada Lampiran V.26., V.27., dan V.28.
6.5.2. Wajib  Pajak  dberikan  kesempatan  untuk  memberikan  tanggapan  tertulis  atas     Surat     Pemberitahuan     Hasil     Penelitian     Pengurangan     atau  Penghapusan  Sanksi  Administrasi  sebagaimana  dimaksud  pada  angka  6.5.1.  dalam  jangka  waktu  10  (sepuluh)  hari  kerja  sejak  tanggal  Surat  Pemberitahuan  Hasil  Penelitian  Pengurangan  atau  Penghapusan  Sanksi  Administrasi,     Permintaan     Tanggapan     dan     Undangan     Menghadiri  Pembahasan Akhir.
6.5.3. Peneliti  setelah  meneliti  tanggapan  tertulis  Wajib  Pajak  dapat  melakukan  pembahasan akhir.
6.5.4. Pajak  dapat  diberi  kesempatan  menghadiri  undangan  pembahasan  akhir  pada waktu yang ditentukan dalam Surat Pemberitahuan Hasil Penelitian  pengurangan     atau     penghapusan     sanksi     administrasi,     Permintaan  Tanggapan dan Undangan Menghadiri Pembahasan Akhir.
6.5.5. Peneliti  dapat  membuat  Berita  Acara  Pembahasan  Akhir  Hasil  Penelitian  Pengurangan   atau   Penghapusan   Sanksi   Administrasi   apabila   Wajib  Pajak  hadir  dan  memberikan  tanggapan  tertulis  sebagaimana  dimaksud  pada   angka   6.5.2.   dan   6.5.4.   dengan   menggunakan   formulir   pada  Lampiran   V.29.   dan   Daftar   Hasil    Akhir   Penelitian   Pengurangan   atau  Penghapusan  Sanksi  Administrasi  dengan  menggunakan  formulir  pada  Lampiran V.30.
6.5.6. Peneliti  dapat  membuat  Berita  Acara  Ketidakhadiran  Wajib  Pajak  dan   Tidak   Memberikan   Tanggapan   Tertulis   apabila   sampai   dengan   batas  waktu  yang  ditentukan  pada  angka  6.5.2.  dan  6.5.4.  tidak  dipenuhi  oleh  Wajib   Pajak   dengan   menggunakan   formulir   pada   Lampiran   V.31   dan  Daftar   Hasil   Akhir   Penelitian   Pengurangan   atau   Penghapusan   Sanksi  Administrasi dengan menggunakan formulir pada Lampiran V.30.
6.5.7. Peneliti  dapat  membuat  Berita  Acara  Pembahasan  Akhir  Hasil  Penelitian  Pengurangan   atau   Penghapusan   Sanksi   Administrasi   apabila   Wajib  Pajak  hadir  tetapi  tidak  memberikan  tanggapan  tertulis  atau  Wajib  Pajak   tidak  hadir  tetapi  memberikan  tanggapan  tertulis  dengan  menggunakan  formulir    pada    Lampiran    V.32.    dan    Daftar    Hasil    Akhir    Penelitian   Pengurangan      atau      Penghapusan      Sanksi      Administrasi      dengan  menggunakan formulir pada Lampiran V.30.
6.5.8. Peneliti  dapat  membuat  Berita  Acara  Pembahasan  Akhir  Hasil  Penelitian  Keberatan  apabila  Wajib  Pajak  hadir  dan  memberikan/tidak  memberikan  tanggapan  tertulis,  namun  tidak  bersedia  menandatangani  Berita  Acara  sebagaimana     dimaksud     pada     angka     6.5.5.     dan     6.5.7.     dengan  menggunakan    formulir    pada    Lampiran    33    dan    Daftar    Hasil    Akhir Penelitian  Pengurangan  atau  Penghapusan  Sanksi  Administrasi  dengan  menggunakan formulir pada lampiran V.30.
6.5.9. Apabila   Wajib   Pajak   menghadiri   Undangan   pembahasan   akhir,   maka  Daftar  Hasil  Akhir  Penelitian  Pengurangan  atau  Pengahapusan  Sanksi  Administrasi  (lampiran  V.30.)  dapat  disampaikan  langsung  kepada  Wajib  Pajak,   dan   apabila   Wajib   Pajak   tidak   hadir   maka   Daftar   Hasil   Akhir  Penelitian     Pengurangan     atau     Penghapusan     Sanksi     Administrasi  (lampiran     V.30.)     dikirimkan     sebagai     lampiran     Surat     Keputusan  Pengurangan atau Penghapusan Sanksi Administrasi.
6.6. Pembuatan dan Pengiriman Surat Keputusan
6.6.1.  Surat  Keputusan  Pengurangan  atau  Penghapusan  Sanksi  Administrasi  dibuat dengan menggunakan formulir pada Lampiran V.42. atau V.43.
6.6.2. Surat  Keputusan  tersebut  dibuat  rangkap  3  (tiga),  yang  peruntukannya  sebagai berikut:
- Lembar ke-1 untuk Wajib Pajak;
- Lembar ke-2 untuk KPP penerbit surat ketetapan pajak;
- Lembar ke-3 untuk Kantor pembuat Surat Keputusan.
6.6.3. Dengan     tetap     memperhatikan     tanggal     jatuh     tempo     penyelesaian  permohonan Pengurangan atau Penghapusan Sanksi Administrasi, Surat  Keputusan   harus   dikirimkan   kepada   Wajib   Pajak   melalui   pos   tercatat  paling lambat 2 (dua) hari kerja sejak tanggal penerbitan.
6.7. Pencatatan tahapan pelaksanaan kegiatan
Dalam  melakukan  Penelitian,  Peneliti  harus  melanjutkan  pencatatan  tahapan  pelaksanaan   kegiatan   dan   mengisi   Lembar   Pengawasan   Penelitian   Berkas  Pengurangan   atau   Penghapusan   Sanksi   Administrasi   dengan   menggunakan  formulir pada lampiran V.2.
6.8. Pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi secara jabatan
6.8.1.  Dalam hal pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi dilakukan   secara   jabatan,   unit   yang   berwenang   melaksanakan   penelitian   dapat  mengikuti prosedur sesuai dalam angka 6.1. sampai dengan angka 6.7.
6.8.2. Dalam hal yang mengetahui ketetapan pajak yang tidak benar adalah unit   kantor  yang  berbeda  dengan  yang  menerbitkan  ketetapan,  maka  unit  kantor    tersebut    harus    memberitahukan    kepada    unit    kantor    yang  menerbitkan ketetapan.
7. Kewajiban Meminta Surat Kuasa Khusus
Dalam  hal  Wajib  Pajak  diwakili  atau  menunjuk  kuasa,  Peneliti  wajib  meminta  surat  kuasa  khusus  sebagaimana  dimaksud  dalam  Pasal  32  Undang-undang  Nomor  6  Tahun   1983   sebagaimana   telah   beberapa   kali   diubah   terakhir   dengan   Undang-  undang Nomor 16 Tahun 2000.
8. Pemberitahuan Tertulis Mengenai Hak dan Kewajiban Wajib Pajak
Peneliti  menyampaikan  pemberitahuan  tertulis  mengenai  hak  dan  kewajiban  Wajib  Pajak dengan menggunakan formulir pada Lampiran V.37.
9. Permintaan  Untuk  Dilakukan  Pemeriksaan  Dalam  Rangka  Pengurangan  atau  Penghapusan Sanksi Administrasi
9.1.  Unit    peneliti    pengurangan    atau    penghapusan    sanksi    administrasi    dapat  mengajukan     permintaan     untuk     dilakukan     pemeriksaan     dalam     rangka  Pengurangan   atau   Penghapusan   Sanksi   Administrasi   Pajak   Penghasilan,  Pajak  Pertambahan  Nilai  dan  Pajak  Penjualan  atas  Barang  Mewah  sesuai  dengan ketentuan yang berlaku dengan menggunakan formulir pada Lampiran  V.38.
9.2. Tata  cara  pemeriksaan  dalam  rangka  pengurangan  atau  penghapusan  sanksi  administrasi mengacu pada peraturan yang berlaku.
10. Pengiriman Data Baru atau Data Yang Semula Belum Terungkap Dalam Proses  Pemeriksaan
Apabila  dalam  proses  pengurangan  atau  panghapusan  sanksi  administrasi  terdapat  data/bukti   yang   menunjukkan   adanya   data   baru   atau   data   yang   semula   belum  terungkap  dalam  proses  pemeriksaan,  Peneliti  mengirimkan  data  tersebut  kepada  unit   pemeriksa   yang   bersangkutan   untuk   ditindaklanjuti   dengan   menggunakan  formulir pada lampiran V.39.
11. Konfirmasi Penerimaan Surat Keputusan
11.1.  Direktorat   atau   Kanwil   melakukan   konfirmasi   penerimaan   Surat   Keputusan  kepada  KPP  terkait  dengan  menggunakan  Lembar  Konfirmasi  pada  Lampiran  V.11.
11.2. Lembar  Konfirmasi  sebagaimana  dimaksud  pada  angka  11.1.  tersebut   diatas  dikirimkan   oleh   Direktorat   atau   Kanwil   kepada   KPP   tempat   Wajib   Pajak  terdaftar  paling  lama  tanggal  10  bulan  berikutnya  setelah  diterbitkannya  Surat  Keputusan.
11.3. KPP  mengirimkan  kembali  Lembar  Konfirmasi  sebagaimana  dimaksud  pada  angka 11.1. tersebut diatas kepada Direktorat atau Kanwil paling lama 5 (lima)  hari kerja sejak tanggal diterimanya Lembar Konfirmasi.
12. Jangka Waktu Penyelesaian
Penyelesaian   permohonan   pengurangan   atau   penghapusan   sanksi   administrasi  Wajib  Pajak  harus  diselesaikan  dalam  jangka  waktu  12  (dua  belas)  bulan  sejak  tanggal diterimanya permohonan tersebut.





Lampiran IV
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007


PETUNJUK PELAKSANAAN
PROSEDUR PENANGANAN PENGURANGAN ATAU PEMBATALAN KETETAPAN
PAJAK YANG TIDAK BENAR PAJAK PENGHASILAN, PAJAK PERTAMBAHAN
NILAI DAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG WEWAH

1. Ruang Lingkup
Direktur Jenderal Pajak karena jabatannya atau atas permohonan Wajib Pajak dapat  mengurangkan atau membatalkan ketetapan pajak yang tidak benar.
2. Syarat-syarat Pengajuan Suatu Pengurangan atau Pembatalan Ketetapan Pajak  Yang Tidak Benar
Surat permohonan pengurangan atau pembatalan ketatapan pajak yang tidak benar  harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
  1. Diajukan untuk suatu surat ketetapan pajak;
  2. Mengemukakan  jumlah  pajak  menurut  penghitungan  Wajib  Pajak  seharusnya  terutang;
  3. Dilampiri dengan surat kuasa khusus dalam hal surat permohonan pengurangan  atau  pembatalan  ketetapan  pajak  yang  tidak  benar  ditandatangani  bukan  oleh  Wajib Pajak sebagaimana diatur dalam Pasal 32 Undang-undang KUP;
3. Prosedur   Penanganan   Surat   Permohonan   Pengurangan   atau   Pembatalan  Ketetapan Pajak Yang Tidak Benar
3.1.  Penyampaian     dan     penerimaan     surat     permohonan     pengurangan     atau  pembatalan ketetapan pajak yang tidak benar
  1. Surat  permohonan  pengurangan  atau  pembatalan  ketetapan  pajak  yang  tidak benar Wajib Pajak disampaikan langsung atau melalui pos tercatat ke  Kantor  Pelayanan  Pajak  tempat  Wajib  Pajak  terdaftar  atau  ke   KP4/KP2KP  dalam wilayah KPP yang bersangkutan.
  2. Dalam   hal   surat   permohonan   pengurangan   atau   pembatalan   ketetapan  pajak   yang   tidak   benar   disampaikan   melalui   KP4/KP2KP,   maka   surat  permohonan tersebut harus diteruskan kepada KPP  terkait melalui faksimili  pada  hari  yang  sama,  dan  mengirimkan  asli  surat  permohonan  tersebut  dalam jangka waktu 2 (dua) hari sejak surat permohonan tersebut diterima.
  3. Terhadap   surat   permohonan   pengurangan   atau   pembatalan   ketetapan  pajak  yang  tidak  benar  diberikan  Bukti  Penerimaan  Surat  yang  dilampiri  Lembar Isian Surat Permohonan Pengurangan atau Pembatalan Ketetapan  Pajak yang tidak benar dengan menggunakan formulir pada Lampiran V.12  oleh petugas TPT atau petugas yang ditunjuk.
3.2. Penelitian  persyaratan  formal  terhadap  surat  permohonan  pengurangan  atau  pembatalan ketetapan pajak yang tidak benar
3.2.1.  KPP      melakukan      penelitian      persyaratan      formal      terhadap      surat  permohonan pembatalan ketetapan pajak yang tidak benar yang diterima  dengan ketentuan sebagai berikut:
  1. Membuat      pemberitahuan      tertulis      bahwa      surat      permohonan  pengurangan   atau   pembatalan   ketetapan   pajak   yang   tidak   benar  memenuhi/tidak   memenuhi   persyaratan   formal   pengurangan   atau  pembatalan    ketetapan    pajak    yang    tidak    benar    sebagaimana  dimaksud   dalam   angka   2   dengan   menggunakan   formulir   pada  Lampiran V.44. atau V.45.;
  2. Mencatat     surat     permohonan     pengurangan     atau     pembatalan  ketetapan   pajak   yang   tidak   benar   yang   memenuhi   persyaratan  formal dalam register surat pengurangan atau pembatalan ketetapan  pajak yang tidak benar memenuhi persyaratan formal;
  3. Mencatat     surat     permohonan     pengurangan     atau     Pembatalan  ketetapan  pajak  yang  tidak  benar  yang  tidak  memenuhi  persyaratan  formal dalam register surat pengurangan atau pembatalan ketetapan  pajak yang tidak benar tidak memenuhi persyaratan formal.
3.2.2. Surat  pemberitahuan  sebagaimana  dimaksud  pada  angka  3.2.1.  huruf  a  tersebut diatas disampaikan kepada Wajib Pajak paling lama 5 (lima) hari  kerja  sejak  surat  permohonan  pengurangan  atau  pembatalan   ketetapan  pajak yang tidak benar diterima KPP;
3.2.3. Dalam  hal  surat  permohonan  pengurangan  atau  pembatalan  ketetapan  pajak   yang   tidak   benar   disampaikan   melalui   pos   tercatat,   KPP   tetap  melakukan  prosedur  sebagaimana  dimaksud  pada  angka  3.1.  huruf  c,  3.2.1. dan 3.2.2.
3.2.4. Tanggal  penerimaan  surat  yang  dijadikan  dasar  untuk  memproses  surat  permohonan  pengurangan  atau  pembatalan  ketetapan  rajak  yang  tidak  benar adalah:
  1. Tanggal  terima  surat  Wajib  Pajak,  dalam  hal  disampaikan  secara  langsung  oleh  Wajib  Pajak  pada  petugas  TPT  atau  petugas  yang  ditunjuk; atau
  2. Tanggal    stempel    pos    tercatat,    dalam    hal    surat    permohonan  pengurangan   atau   pembatalan   ketetapan   pajak   yang   tidak   benar  disampaikan melalui pos tercatat.
3.3. Tindak   lanjut   terhadap   surat   permohonan   pengurangan   atau   pembatalan  ketetapan pajak yang tidak benar yang memenuhi persyaratan formal  Penelitian    di    KPP    terhadap    kewenangan    memproses    surat    permohonan  pengurangan atau pembatalan ketetapan pajak yang tidak benar
  1. Sanksi   Pelayanan   atau   Seksi   Penerimaan   dan   Keberatan   melakukan  penelitian      terhadap      kewenangan      memproses      surat      permohonan  pengurangan   atau   pembatalan   ketetapan   pajak   yang   tidak   benar   yang  diterima.
  2. Dalam  hal  kewenangan  memproses  surat  permohonan  pengurangan  atau  pembatalan  ketetapan  pajak  yang  tidak  benar  berada  pada  KPP,  maka  KPP      yang      bersangkutan      melaksanakan      penelitian      permohonan  pengurangan atau pembatalan ketetapan pajak yang tidak benar.
  3. Dalam   hal   permohonan   pengurangan   atau   pembatalan   ketetapan   pajak  yang     tidak     benar     merupakan     wewenang     Direktorat     atau     Kanwil,  ditindaklanjuti sebagai berikut:
    - Dalam  hal  unit  pelaksana  pemeriksaan  pajak  adalah  KPP,  maka  KPP  yang    bersangkutan    harus    mengirimkan    berkas    pengurangan    atau  pembatalan    ketetapan    pajak    yang    tidak    benar    beserta    Laporan  Pemeriksaan  Pajak  dan  Kertas  Kerja  Pemeriksaan  paling  lama  5  (lima)  hari   kerja   sejak   surat   permohonan   pengurangan   atau   pembatalan  ketetapan pajak yang tidak benar diterima kepada Direktorat atau Kanwil  sesuai dengan wewenangnya;
    - Dalam  hal  unit  pelaksana  pemeriksaan  pajak  adalah  unit  lain  di  luar  KPP,  maka  KPP  yang  bersangkutan  mengirimkan  berkas  pengurangan  atau  pembatalan  ketetapan  pajak  yang  tidak  benar  kepada  Direktorat  atau  Kanwil  sesuai  wewenangnya  dan  mengirimkan  surat  permintaan  copy  Laporan  Pemeriksaan  Pajak  dan/atau  Kertas  Kerja  Pemeriksaan  kepada  unit  pelaksana  Pemeriksaan  pajak  yang  bersangkutan,  paling  lama   5   (hari)   hari   kerja   sejak   surat   permohonan   pengurangan   atau  pembatalan    ketetapan    pajak    yang    tidak    benar    diterima    dengan  menggunakan formulir pada Lampiran V.15.;
    - Surat      permintaan      tersebut      diatas      dilampirkan      dalam      berkas  pengurangan  atau  pembatalan  ketetapan  pajak  yang  tidak  benar,  yang  akan dikirimkan oleh KPP ke Direktorat atau Kanwil;
    - Seksi   Pelayanan   atau   Seksi   Penerimaan   dan   Keberatan   di   KPP  melakukan   penelitian   kelengkapan   berkas   yang   akan   dikirimkan   ke  Direktorat  atau  Kanwil  dengan  menggunakan  formulir  pada  Lampiran  V.1.     dan     hasil     penelitian     tersebut     dilampirkan     dalam     berkas  pengurangan atau pembatalan ketetapan pajak yang tidak benar;
    - Kegiatan    tersebut    diatas,    dituangkan    dalam    Lembar    Pengawasan  Penelitian Berkas Pengurangan atau Pembatalan Ketetapan Pajak yang  tidak benar dengan menggunakan Formulir pada Lampiran V.2.
  4. Berkas  pengurangan  atau  pembatalan  ketetapan  pajak  yang  tidak  benar  yang  dikirimkan  oleh  KPP  ke  unit  peneliti  pengurangan  atau  pembatalan  ketetapan pajak yang tidak benar meliputi:
    - Asli surat Wajib Pajak;
    - Asli Lembar Pengawasan Arus Dokumen;
    - Lembar    Isian    Surat    Permohonan    Pengurangan    atau    Pembatalan  Ketetapan Pajak yang tidak benar (Lampiran V.12.);
    - Pemberitahuan    Surat    Permohonan    Pengurangan    atau     Pembatalan  Ketetapan   Pajak   yang   tidak   benar   Memenuhi   Persyaratan   Formal  (Lampiran V.44.);
    - Lembar Penelitian Kelengkapan Berkas (Lampiran V.1.);
    - Lembar  Pengawasan  Penelitian  Berkas  Pengurangan  atau  Pembatalan  Ketetapan Pajak yang tidak benar (Lampiran V.2.);
    - Copy   Laporan   Pemeriksaan   Pajak   lengkap   (termasuk   SPHP,   BAHP,  bukti    peminjaman    dokumen    kepada    Wajib    Pajak    dan    dokumen  pendukung   lainnya),   dan   Kertas   Kerja   Pemeriksaan   dalam   hal   unit  pelaksana   pemeriksaan   pajak   adalah   KPP   yang   bersangkutan;   atau  copy    Laporan    Pemeriksaan    Pajak    (termasuk    SPHP,    BAHP,    bukti  peminjaman   dokumen   dan   dokumen   pendukung   lainnya),   dan   Surat  Permintaan  Copy  Laporan  Pemeriksaan  Pajak  dan/atau  Kertas  Kerja Pemeriksaan  (Lampiran  V.15.)  dalam  hal  unit  pelaksana  pemeriksaan  pajak berbeda dengan KPP yang bersangkutan.
  5. Pengiriman  berkas  pengurangan  atau  pembatalan  ketetapan  pajak  yang  tidak  benar  sebagaimana  dimaksud  pada  huruf  d  tersebut  diatas  dapat  diantar  secara  langsung,  dikirim  melalui  pos  tercatat  atau  jasa  ekspedisi  tercatat.
3.4. Tindak  lanjut  atas  surat  permintaan  copy  Laporan  Pemeriksaan  Pajak  dan/atau  Kertas Kerja Pemeriksaan kepada unit pelaksana pemeriksaan pajak
  1. Unit      pelaksana      pemeriksaan      pajak      mengirimkan      copy      Laporan  Pemeriksaan   Pajak   dan/atau   Kertas   Kerja   Pemeriksaan   ke   unit   peneliti  pengurangan  atau  pembatalan  ketetapan  pajak  yang  tidak  benar  paling  lama 5 (lima) hari kerja sejak tanggal surat permintaan diterima;
  2. Apabila  unit  peneliti  pengurangan  atau  pembatalan  ketetapan  pajak  yang  tidak  benar  sampai  hari  kerja  ke  5  (lima)  sejak  tanggal  diterimanya   berkas  pengurangan  atau  pembatalan  ketetapan  pajak  yang  tidak  benar  belum  menerima    copy    Laporan    Pemeriksaan    Pajak    dan/atau    Kertas    Kerja  Pemeriksaan,  Unit  peneliti  membuat  Surat  Pemberitahuan  Keterlambatan  Penyampaian   copy   Laporan   Pemeriksaan   Pajak   dan/atau   Kertas   Kerja  Pemeriksaan     kepada     unit     pelaksana      pemeriksaan     pajak     dengan  menggunakan formulir pada Lampiran V.16.
4. Penerimaan   Berkas   Pengurangan   atau   Pembatalan   Ketetapan   Pajak   Yang  Tidak Benar oleh Direktorat atau Kanwil
Direktorat  atau  Kanwil  melakukan  tindak  lanjut  terhadap  berkas  pengurangan  atau  pembatalan   ketetapan   pajak   yang   tidak   benar   yang   diterima   dari   KPP,   sebagai  berikut:
  1. Direktorat    atau    Kanwil    selaku    unit    yang    menerima    berkas    permohonan pengurangan/pembatalan     ketetapan     pajak     yang     tidak     benar     membuat  pemberitahuan   tertulis   kepada   KPP   yang   mengirimkan   berkas   permohonan  pengurangan  atau  pembatalan  ketetapan  pajak  yang  tidak  benar  tersebut  paling  lama  5  (lima)  hari  kerja  sejak  berkas  diterima  dengan   menggunakan  formulir  pada Lampiran V.3.
  2. Dalam  hal  KPP  terlambat  atau  tidak  mengirimkan  secara  lengkap  pengurangan  atau   pembatalan   ketetapan   pajak   yang   tidak   benar,   Direktorat   atau   Kanwil  diminta  mencantumkan  hal  tersebut  pada  formulir  sebagaimana  dimaksud  pada  huruf a tersebut diatas.
  3. Direktorat  atau  Kanwil  yang  menerima  berkas  permohonan  pengurangan  atau  pembatalan  ketetapan  pajak  yang  tidak  benar  dari  KPP,  melakukan  penelitian  terhadap kewenangan memproses permohonan tersebut.
  4. Direktorat    atau    Kanwil    yang    menerima    berkas    yang    bukan    merupakan  kewenangannya    harus    mengirimkan    berkas    tersebut    ke    unit    kantor    yang  berwenang  paling  lama  5  (lima)  hari  kerja  sejak  tanggal  terima  berkas  tersebut,  dengan   tembusan   ke   KPP   yang   mengirimkan   berkas   dengan   menggunakan  formulir pada Lampiran V.4.
5. Pembuatan    Laporan    Pengiriman    Berkas    Pengurangan    atau    Pembatalan  Ketetapan Yang Tidak Benar
  1. KPP   membuat   Laporan   Pengiriman   Berkas   Pengurangan   atau   Pembatalan  Ketetapan  Pajak  yang  tidak  benar  yang  diterima,  paling  lama  tanggal  10  bulan  berikutnya  kepada  Direktur  atau  Kakanwil  dengan  menggunakan  formulir  pada  Lampiran V.5.
  2. Direktorat   atau   Kanwil   melakukan   pengecekan   daftar   nominatif   pengiriman  berkas dalam laporan sebagaimana dimaksud pada huruf a dengan berkas yang  telah diterima dari KPP.
  3. Dalam   hal   ada   berkas   yang   belum   diterima,   maka   Direktorat   atau   Kanwil  membuat  surat  pemberitahuan  ke  KPP  dalam  jangka  waktu  10   (sepuluh)  hari  kerja sejak laporan diterima.
  4. KPP yang telah dapat melaksanakan pengiriman laporan secara elektronik cukup  mengirimkan laporan secara elektronik.
6. Prosedur  Penyelesaian  Pengurangan  atau  Pembatalan  Ketetapan  Pajak  Yang  Tidak Benar
6.1.  Penerbitan Surat Tugas
Direktur,     Kakanwil     atau     Kepala     KPP     sesuai     dengan     kewenangannya  menerbitkan    Surat    Tugas    untuk    melakukan    penelitian    pengurangan    atau  pembatalan  ketetapan  pajak  yang  tidak  benar  paling  lama  5  (lima)  hari  kerja  sejak berkas diterima dengan menggunakan formulir pada Lampiran V.6.
6.2. Pembuatan analisa dan permintaan penjelasan dan atau pembuktian
6.2.1.  Peneliti  yang  ditugaskan  melakukan  penelitian  wajib  melakukan  analisis  terhadap  berkas  pengurangan  atau  pembatalan  ketetapan  pajak  yang  tidak  benar  yang  dituangkan  dalam  bentuk  matrik  dengan  menggunakan  formulir  pada  Lampiran  dalam  jangka  waktu  5  (lima)  hari  kerja  sejak  tanggal Surat Tugas.
6.2.2. Peneliti  dapat  meminta  penjelasan  dan  atau  pembuktian  tentang  dasar  perhitungan    yang    disertai    dengan    dokumen/bukti    dan    buku-buku  pendukung   baik   dalam   bentuk   hard   copy   maupun   soft   copy   Kepada  Wajib  Pajak  mengenai  surat  pengurangan  atau  pembatalan  ketetapan  pajak yang tidak benar yang diajukan paling lama 10 (sepuluh) hari kerja  sejak   tanggal   Surat   Tugas   sebagaimana   dimaksud   dalam   angka   6.1.  dengan menggunakan formulir pada Lampiran V.17.
6.2.3. Wajib    Pajak    diberi    kesempatan    memberikan    penjelasan    dan    atau  pembuktian      tentang      dasar      perhitungan      yang      disertai      dengan  dokumen/bukti  dan  buku-buku  pendukung  paling  lama  15   (lima  belas)  hari  kerja  sejak  tanggal  Surat  sebagaimana  dimaksud   pada  angka  6.2.2.  tersebut diatas.
6.2.4. Setelah 5 lima hari kerja sejak batas waktu sebagaimana dimaksud pada  angka  tersebut  diatas  Peneliti  belum  memperoleh  penjelasan  dan  atau  pembuktian,   Peneliti   dapat   meminta   penjelasan   dan   atau   pembuktian  yang     kedua     tentang     dasar     perhitungan     yang     disertai     dengan  dokumen/bukti dan buku-buku pendukung dengan menggunakan formulir  pada Lampiran V.18.
6.2.5. Wajib    Pajak    diberi    kesempatan    memberikan    penjelasan    dan    atau  pembuktian   paling   lama   10   (sepuluh)   hari   kerja   sejak    tanggal   surat  permintaan penjelasan dan atau pembuktian sebagaimana dimakud pada  angka 6.2.2. tersebut diatas.
6.2.6. Peneliti   dapat   meminta   penjelasan   dan   atau   pembuktian   tambahan  apabila  masih  diperlukan,  yang  dapat  ditanggapi  oleh  Wajib  Pajak  paling  lama  10  (sepuluh)  hari  kerja  sejak  tanggal  surat  dengan  menggunakan  formulir pada Lampiran V.19.
6.2.7. Peneliti  membuat  Berita  Acara  Tidak  Memberikan  Penjelasan  dan  atau  Pembuktian   apabila   Wajib   Pajak   tidak   memberikan   keterangan   atau  penjelasan atau pembuktian yang diminta  dengan menggunakan formulir  pada Lampiran V.20.
6.3. Pembahasan Sengketa Perpajakan
6.3.1.  Peneliti  melalui  pejabat  serendah-rendahnya  setingkat  eselon  III  dapat  memanggil  Wajib  Pajak  dan  atau  Pemeriksa  atau  pihak  lain  yang  terkait  yang  bersangkutan  untuk  melakukan  pembahasan  sengketa  perpajakan  yang   terjadi   dengan   menggunakan   formulir   pada    Lampiran   V.21.   dan  V.22.
6.3.1. Surat   pemanggilan   sebagaimana   dimaksud   pada   angka   6.3.1.   harus  dikirimkan    paling    lama    10    (sepuluh)    hari    kerja    sebelum    tanggal  pembahasan sebagaimana dimaksud pada butir 6.3.1. diatas.
6.3.2. Setelah melakukan pembahasan sengketa perpajakan, Peneliti membuat  Berita  Acara  Pembahasan  Sengketa  perpajakan  dengan  menggunakan  formulir pada Lampiran V.23.
6.4. Pembuatan  Kertas  Kerja  Penelitian  dan  Laporan  Penelitian  Pengurangan  atau  Pemabatalan Ketetapan Pajak yang tidak benar
6.4.1.  Peneliti membuat Kertas Kerja Penelitian  Pengurangan atau Pembatalan  Ketetapan    Pajak    yang    tidak    benar    yang    memuat    hasil    penelitian  pengurangan atau pembatalan Ketetapan pajak yang tidak benar dengan  menggunakan formulir Lampiran V.24.
6.4.2. Kertas  Kerja  Penelitian  Pengurangan  atau  Pembatalan  Ketetapan  Pajak   yang    tidak    benar    menjadi    dasar    pembuatan    Laporan    Penelitian   Pengurangan atau Pembatalan Ketetapan Pajak yang tidak benar.
6.4.3. Kertas  Kerja  Penelitian  Pengurangan  atau  Pembatalan  Ketetapan  Pajak   yang    tidak    benar    dan/atau    Laporan    Penelitian    Pengurangan    atau  Pembatalan   Ketetapan   Pajak   yang   tidak   benar   harus   mencantumkan analisis  terhadap  permohonan  pengurangan  atau  pembatalan   ketetapan  pajak    yang    tidak    benar,    dasar    hukum,    dasar    perhitungan    serta  buku/catatan/dokumen     yang     digunakan     dalam     proses     penelitian  permohonan serta alasan dan kesimpulan Peneliti.
6.4.4. Peneliti   membuat   Laporan   Penelitian   Pengurangan   atau   Pembatalan  Ketetapan  Pajak  yang  tidak  benar  yang  menjadi  dasar  diterbitkannya  Surat  Keputusan  Pengurangan  atau  Pembatalan  Ketetapan  Pajak  yang  tidak benar dengan menggunakan formulir pada Lampiran V.25.
6.5. Pengiriman Surat Pemberitahuan Hasil Penelitian dan Pembahasan Akhir
6.5.1.  Peneliti mengirimkan Surat Pemberitahuan Hasil Penelitian Pengurangan  atau   Pembatalan   Ketetapan   Pajak   yang   tidak   benar   untuk   ditanggapi  yang   sekaligus   merupakan   undangan   untuk   menghadiri   pembahasan  akhir  kepada  Wajib  Pajak  dengan  menggunakan  formulir  pada  Lampiran  V.26., V.27. dan V.28.
6.5.2. Wajib  Pajak  diberikan  kesempatan  untuk  memberikan  tanggapan  tertulis  atas     Surat     Pemberitahuan     Hasil     Penelitian     Pengurangan     atau  Pembatalan  Ketetapan  Pajak  yang  tidak  benar  sebagaimana  dimaksud  pada  angka  6.5.1.  tersebut  diatas  dalam  jangka  waktu  10  (sepuluh)  hari  kerja  sejak  tanggal  Surat  Pemberitahuan  Hasil  Penelitian  Pengurangan  atau    Pembatalan    Ketetapan    Pajak    yang    tidak    benar,    Permintaan  Tanggapan dan Undangan Menghadiri Pembahasan Akhir.
6.5.3. Peneliti   setelah   meneliti   tanggapan   tertulis   Wajib   Pajak   melakukan  pembahasan akhir.
6.5.4. Wajib  Pajak  diberi  kesempatan  menghadiri  undangan  pembahasan  akhir  pada waktu yang ditentukan dalam Surat Pemberitahuan Hasil Penelitian  Pengurangan   atau   Pembatalan   Ketetapan   Pajak   yang   tidak   benar,  Permintaan Tanggapan dan Undangan Menghadiri Pembahasan Akhir.
6.5.5. Peneliti   membuat   Berita   Acara   Hasil   Penelitian   Pengurangan   atau  Pembatalan Ketetapan Pajak yang tidak benar apabila Wajib Pajak hadir  dan  memberikan  tanggapan  tertulis  sebagaimana  dimaksud  pada  angka  6.5.2. dan 6.5.4. dengan menggunakan formulir pada Lampiran V.29. dan  Daftar  Hasil  Akhir  Penelitian  Pengurangan  atau  Pembatalan  Ketetapan  Pajak  yang  tidak  benar  dengan  menggunakan  formulir  pada  Lampiran  V.30.
6.5.6 Peneliti  membuat  Berita  Acara  Ketidakhadiran  Wajib  Pajak  dan  Tidak  Memberikan  Tanggapan  Tertulis,  apabila  sampai  dengan  batas  waktu  yang  ditentukan  pada  angka  6.5.2.  dan  6.5.4.  tidak  dipenuhi  oleh  Wajib   Pajak  dengan  menggunakan  formulir  pada  Lampiran  V.31.  dan  Daftar  Hasil  Akhir  Penelitian  Pengurangan  atau  Pembatalan  Ketetapan  Pajak  yang tidak benar dengan menggunakan formulir pada Lampiran V.30.
6.5.7 Peneliti   membuat   Berita   Acara   Pembahasan   Akhir   Hasil   Penelitian  Pengurangan atau Pembatalan Ketetapan Pajak yang tidak benar apabila  Wajib  Pajak  hadir  tetapi  tidak  memberikan  tanggapan  tertulis  atau  Wajib Pajak    tidak    hadir    tetapi    memberikan    tanggapan    tertulis    dengan  menggunakan   formulir   pada   Lampiran   V.32.   dan   Daftar   Hasil   Akhir  Penelitian  Pengurangan  atau  Pembatalan  Ketetapan  Pajak  yang  tidak  benar dengan menggunakan formulir pada Lampiran V.30.
6.5.8. Peneliti   membuat   Berita   Acara   Pembahasan   Akhir   Hasil   Penelitian  Pengurangan atau Pembatalan Ketetapan Pajak yang tidak benar apabila  Wajib  Pajak  hadir  dan  memberikan  tidak  membentuk  tanggapan  tertulis,  namun    tidak    bersedia    menandatangani    Berita    Acara    sebagaimana  dimaksud    pada    angka    6.5.5.    dengan    menggunakan    formulir    pada  Lampiran   V.33.   dan   Daftar   Hasil   Akhir   Penelitian   Pengurangan   atau  Pembatalan  Ketetapan  Pajak  yang  tidak  benar  dengan  menggunakan  formulir pada Lampiran V.30.
6.5.9. Apabila   Wajib   Pajak   menghadiri   undangan   pembahasan   akhir,    maka  Daftar  Hasil  Akhir  Penelitian  Pengurangan  atau  Pembatalan  Ketetapan  Pajak  yang  tidak  benar  (Lampiran  V.30.)  dapat  disampaikan  langsung  kepada  Wajib  Pajak,  dan  apabila  Wajib  Pajak  tidak  hadir  maka  Daftar  Hasil  Akhir  Penelitian  Pengurangan  atau  Pembatalan  Ketetapan  Pajak  yang   tidak   benar   (Lampiran   V.30.)   dikirimkan   sebagai  lampiran  Surat  Keputusan  Pengurangan  atau  Pembatalan  Ketetapan  Pajak  yang  tidak  benar.
6.6. Pembuatan  dari  pengiriman  Surat  Keputusan  Pengurangan  atau  Pembatalan  Ketetapan Pajak yang tidak benar
6.6.1.  Surat  Keputusan  Pengurangan  atau  Pembatalan  Ketetapan  Pajak  yang  tidak  benar  dibuat  dengan  menggunakan  formulir  pada  Lampiran  V.46.,  V.47., V.48., V.49., V.50. atau V.51.
6.6.2. Surat  Keputusan  tersebut  dibuat  rangkap  3  (tiga)  yang  peruntukannya  sebagai berikut:
  • Lembar ke-1 untuk Wajib Pajak;
  • Lembar ke-2 untuk KPP penerbit surat ketetapan pajak;
  • Lembar ke-3 untuk Kantor pembuat Surat Keputusan.
6.6.3. Dengan    tetap    memperhatikan     tanggal    jatuh     tempo     penyelesaian  permohonan  pengurangan  atau  pembatalan  ketetapan  pajak  yang  tidak  benar, Surat Keputusan harus dikirimkan kepada Wajib Pajak melalui pos  tercatat paling lama 2 (dua) hari kerja sejak tanggal penerbitan.
6.7. Pencatatan Tahapan Pelaksanaan Kegiatan
Dalam  melakukan  penelitian,  Peneliti  harus  melanjutkan  pencatatan  tahapan  pelaksanaan   kegiatan   dan   mengisi   Lembar   Pengawasan   Penelitian   Berkas  Pengurangan   atau   Pembatalan   Keletapan   Pajak   yang   tidak   benar   dengan  menggunakan formulir pada Lampiran V.2.
6.8. Pengurangan   atau   Pembatalan   Ketetapan   Pajak   Yang   Tidak   Benar   Secara  Jabatan
6.8.1.  Dalam  hal  pengurangan  atau  pembatalan  ketetapan  pajak  yang  tidak  benar   dilakukan   secara   jabatan,   unit   yang   berwenang   melaksanakan penelitian  dapat  mengikuti  prosedur  sesuai  dalam  angka  6.1.  sampai  dengan angka 6.7.
6.8.2. Dalam hal yang mengetahui ketetapan pajak yang tidak benar adalah unit   kantor  yang  berbeda  dengan  yang  menerbitkan  ketetapan,  maka  unit  kantor    tersebut    harus    memberitahukan    kepada    unit    kantor    yang  menerbitkan ketetapan.
7. Kewajiban Meminta Surat Kuasa Khusus
Dalam  hal  Wajib  Pajak  diwakili  atau  menunjuk  kuasa,  Peneliti  wajib  meminta  surat  kuasa  khusus  sebagaimana  dimaksud  dalam  Pasal  32  Undang-Undang  Nomor  6  Tahun   1983   sebagaimana   telah   beberapa   kali   diubah   terakhir   dengan   Undang-  undang Nomor 16 Tahun 2000.
8. Pemberitahuan Tertulis Mengenai Hak dan Kewajiban Wajib Pajak
Peneliti  menyampaikan  pemberitahuan  tertulis  mengenai  hak  dan  kewajiban  Wajib  Pajak dengan menggunakan formulir pada Lampiran V.37.
9. Permintaan  Untuk  Dilakukan  Pemeriksaan  Dalam  Rangka  Pengurangan  atau  Pembatalan Ketetapan Pajak Yang Tidak Benar
9.1.  Unit  peneliti  pengurangan  atau  pembatalan  ketetapan  pajak  yang  tidak  benar  dapat   mengajukan   permintaan   untuk   dilakukan   pemeriksaan   dalam   rangka  Pengurangan   atau   Pembatalan   Ketetapan   Pajak   yang   tidak   benar   Pajak  Penghasilan,   Pajak   Pertambahan   Nilai   dan   Pajak    Penjualan   atas   Barang  Mewah  sesuai  dengan  ketentuan  yang  berlaku  dengan  menggunakan  formulir  pada Lampiran V.38.
9.2. Tata    cara    pemeriksaan    dalam    rangka    Pengurangan    atau    Pembatalan  Ketetapan Pajak yang tidak benar mengacu pada peraturan yang berlaku.
10. Pengiriman Data Baru atau Data Yang Semula Belum Terungkap Dalam Proses  Pemeriksaan
Apabila  dalam  proses  pengurangan  atau  pembatalan  ketetapan  pajak  yang  tidak  benar   terdapat   data/bukti   yang   menunjukkan   adanya   data   baru   atau   data   yang  semula   belum   terungkap   dalam   proses   pemeriksaan,   Peneliti   mengirimkan   data  tersebut   kepada   unit   pemeriksa   yang   bersangkutan   untuk   ditindaklanjuti   dengan  menggunakan formulir pada Lampiran V.39.
11. Konfirmasi Penerimaan Surat Keputusan
11.1.  Direktorat   atau   Kanwil   melakukan   konfirmasi   penerimaan   Surat   Keputusan  kepada  KPP  terkait  dengan  menggunakan  Lembar  Konfirmasi  pada  Lampiran  V.11.
11.2. Lembar  Konfirmasi  sebagaimana  dimaksud  pada  angka  11.1.  tersebut  diatas  dikirimkan   oleh   Direktorat   atau   Kanwil   kepada   KPP   tempat   Wajib   Pajak terdaftar  paling  lama  tanggal  10  bulan  berikutnya  setelah  diterbitkannya  Surat  Keputusan.
11.3. KPP  mengirimkan  kembali  Lembar  Konfirmasi  sebagaimana  dimaksud  pada  angka 11.1. tersebut diatas kepada Direktorat atau Kanwil paling lama 5 (lima)  hari kerja sejak tanggal diterimanya Lembar Konfirmasi.
12. Jangka waktu penyelesaian
Penyelesaian   permohonan   pengurangan   atau   pembatalan   ketetapan   pajak   yang  tidak benar Wajib Pajak harus diselesaikan dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan  sejak tanggal diterimanya permohonan tersebut.
13. Terhadap   keputusan   atas   permohonan   pengurangan  atau  pembatalan  ketetapan  pajak   yang   tidak   benar   yang   diterbitkan   Direktur   Jenderal   Pajak   yang   berkaitan  dengan  surat  ketetapan  pajak,  Wajib  Pajak  dapat  mengajukan  permohonan  kembali  paling  lama  3  (tiga)  bulan  sejak  tanggal  keputusan,  kecuali  karena  keadaan  diluar  kekuasaan  Wajib  Pajak  (force  majeur)  yang  harus  disertai  bukti  pendukung  adanya  keadaan luar biasa tersebut.



Lampiran V
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007


FORMULIR YANG DIGUNAKAN DALAM SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
TENTANG PROSEDUR PENANGANAN PEMBETULAN KETETAPAN PAJAK,
KEBERATAN, PENGURANGAN ATAU PENGHAPUSAN SANKSI ADMINISTRASI, DAN
PENGURANGAN ATAU PEMBATALAN KETETAPAN PAJAK YANG TIDAK BENAR


LAMPIRAN HAL    
Lampiran V.1.  Lembar Penelitian Kelengkapan berkas    
Lampiran V.2  Lembar Pengawasan Penelitian Berkas Pembetulan Ketetapan  Pajak/Keberatan/Pengurangan    atau Penghapusan Sanksi/Pengurangan  atau   Pembatalan   Ketetapan   Pajak   yang Tidak   Benar   (tahapan   dalam  proses penelitian)   
Lampiran V.3. Pemberitahuan    Penerimaan    Berkas  Keberatan/Pembetulan Ketetapan Pajak/Pengurangan  atau Penghapusan Sanksi Administrasi/Pengurangan atau Pembatalan Ketetapan Pajak yang Tidak Benar        
Lampiran V.4.  Penerusan  Berkas  Keberatan/Pembetulan  Ketetapan  Pajak/Pengurangan atau  Penghapusan  Sanksi  Administrasi/Pengurangan  atau  Pembatalan  Ketetapan Pajak yang Tidak Benar      
Lampiran V.5. Laporan  Bulanan Pengiriman Berkas Keberatan/Pembetulan Ketetapan Pajak/Pengurangan atau Penghapusan Sanksi Administrasi/ Pengurangan atau Pembatalan Ketetapan Pajak yang Tidak Benar        
Lampiran V.6.  Surat  Tugas Penelitian Keberatan/Pembetulan Ketetapan Pajak/Pengurangan atau Penghapusan Sanksi Administrasi/Pengurangan atau Pembatalan Ketetapan Pajak yang Tidak Benar.        
Lampiran V.6.a.  Matrik Sengketa Keberatan/Pengurangan atau Penghapusan Sanksi Administrasi/Pengurangan atau Pembatalan Ketetapan Pajak yang Tidak Benar.     
Lampiran V.7. Laporan Penelitian Pembetulan sesuai kuasa Pasal 16 UU KUP.
Lampiran V.8. Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak tentang permohonan Pembetulan Ketetapan Pajak. 
Lampiran V.9. Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak tentang Pembetulan Ketetapan Pajak secara Jabatan.  
Lampiran V.10. Surat Penolakan Permohonan Pembetulan   
Lampiran V.11. Lembar Konfirmasi Penerimaan Surat Keputusan 
Lampiran V.12. Lembar Isian Surat Keberatan/Pengurangan atau Penghapusan Sanksi Administrasi/Pengurangan atau Pembatalan Ketetapan Pajak yang  Tidak Benar.   
Lampiran V.13. Pemberitahuan Surat Keberatan Memenuhi Persyaratan Formal      
Lampiran V.14.  Pemberitahuan Surat Keberatan Tidak Memenuhi Persyaratan Formal 
Lampiran V.15. Permintaan   Copy   Laporan   Pemeriksaan   Pajak   dan/atau   Kertas   Kerja  Pemeriksaan     
Lampiran V.16. Pemberitahuan Keterlambatan Penyampaian Copy Laporan Pemeriksaan Pajak dan/atau Kertas Kerja Pemeriksaan dan Dokumen Pendukung    
Lampiran V.17. Permintaan Penjelasan dan atau Pembuktian   
Lampiran V.18.  Permintaan Penjelasan dan atau Pembuktian (kedua)
Lampiran V.19.  Permintaan Penjelasan dan atau Pembuktian (tambahan) 
Lampiran V.20. Berita Acara Tidak Memberikan Penjelasan dan atau Pembuktian 
Lampiran V.21. Undangan Pembahasan Sengketa Perpajakan (untuk unit Pemeriksa) 
Lampiran V.22.  Undangan Pembahasan Sengketa Perpajakan (untuk Wajib Pajak) 
Lampiran V.23. Berita Acara Pembahasan Sengketa Perpajakan  
Lampiran V.24. Kertas Kerja Penelitian Keberatan/Pengurangan atau Penghapusan Sanksi Administrasi/Pengurangan atau Pembatalan Ketetapan Pajak   yang  Tidak  Benar.  
Lampiran V.25.  Laporan Penelitian Keberatan/Pengurangan atau Penghapusan Sanksi Administrasi/Pengurangan atau Pembatalan Ketetapan Pajak  yang Tidak Benar.   
                

                    
LAMPIRAN HAL    
Lampiran V.26.  Surat Pemberitahuan Hasil Penelitian Keberatan/Pengurangan atau Penghapusan Sanksi Administrasi/Pengurangan atau Pembatalan   Ketetapan Pajak yang Tidak Benar, Permintaan Tanggapan dan Panggilan  Menghadiri Pembahasan Akhir.  
Lampiran V.27. Pemberitahuan Daftar Hasil  Penelitian Keberatan/Pengurangan atau Penghapusan Sanksi Administrasi/Pengurangan atau Pembatalan Ketetapan Pajak yang Tidak Benar          
Lampiran V.28. Formulir Surat Tanggapan Hasil Penelitian  Keberatan/Pengurangan  atau  Penghapusan Sanksi Administrasi/Pengurangan atau Pembatalan    
Ketetapan Pajak yang Tidak Benar       
Lampiran V.29.  Berita  Acara  Pembahasan  Akhir  Hasil  Penelitian  Keberatan/Pengurangan  atau  Penghapusan  Sanksi  Administrasi/Pengurangan  atau  Pembatalan Ketetapan Pajak yang Tidak Benar       
Lampiran V.30.  Daftar  Hasil  Akhir  Penelitian  Keberatan/Pengurangan  atau  Penghapusan  Sanksi Administrasi/Pengurangan atau Pembatalan Ketetapan Pajak yang  Tidak Benar    
Lampiran V.31. Berita     Acara     Ketidakhadiran     Wajib     Pajak     dan     Tidak     Memberikan   Tanggapan Tertulis.    
Lampiran V.32. Berita  Acara  Memberikan/Tidak  Memberikan  Tanggapan  dan  Kehadiran/Ketidakhadiran Wajib Pajak       
Lampiran V.33. Berita Acara Tidak Bersedia Menandatangani Berita Acara Pembahasan.  
Lampiran V.34. Surat    Keputusan    Direktur    Jenderal    Pajak    tentang    Keberatan    PPH  Badan/PPh Orang Pribadi   
Lampiran V.35. Surat  Keputusan  Direktur  Jenderal  Pajak  tentang  PPh  Pemotongan  dan  Pemungutan
Lampiran V.36. Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak tentang PPN/PTLL  
Lampiran V.37. Pemberitahuan Hak dan Kewajiban Wajib Pajak 
Lampiran V.38. Permintaan Melakukan Pemeriksaan dalam rangka Keberatan/Pengurangan atau Penghapusan Sanksi Administrasi/Pengurangan atau Pembatalan Ketetapan Pajak yang Tidak Benar      
Lampiran V.39. Pengiriman   data   baru   atau   data   yang   semula   belum   terungkap   dalam  proses pemeriksaan.  
Lampiran V.40. Pemberitahuan    Surat    Permohonan    Pengurangan    atau    Penghapusan  Sanksi Administrasi Memenuhi Syarat Formal     
Lampiran V.41. Pemberitahuan    Surat    Permohonan    Pengurangan    atau    Penghapusan  Sanksi Administrasi Memenuhi Tidak Syarat Formal            
Lampiran V.42. Surat  Keputusan Direktur Jenderal Pajak tentang Permohonan Pengurangan  atau  Penghapusan  Sanksi  Administrasi  PPh  Badan,  PPh  Orang Pribadi, PPh Pemotongan dan Pemungutan dan PPN/PTLL.      
Lampiran V.43.  Surat  Keputusan Direktur  Jenderal Pajak tentang  Permohonan  Pengurangan  atau  Penghapusan  Sanksi  Administrasi  PPh  Badan,  PPh  Orang Pribadi, PPh Pemotongan dan Pemungutan dan PPN/PTLL  secara  Jabatan.       
Lampiran V.44.  Pemberitahuan Surat  Permohonan Pengurangan atau  Pembatalan  Ketetapan Pajak yang Tidak Benar Memenuhi Persyaratan Formal.        
Lampiran V.45.  Pemberitahuan  Surat  Permohonan  Pengurangan  atau  atau  Pembatalan  Ketetapan Pajak yang Tidak Benar Tidak Memenuhi Persyaratan Formal.    
Lampiran V.46. Surat      Keputusan      Direktur      Jenderal      Pajak      tentang      Permohonan  Pengurangan  atau  Penghapusan  Sanksi  Administrasi  PPh  Badan,  PPh  Orang Pribadi.                    
Lampiran V.47. Surat      Keputusan      Direktur      Jenderal      Pajak      tentang      Permohonan  Pengurangan  atau  Penghapusan  Sanksi  Administrasi  PPh  Badan,  PPh  Orang Pribadi  secara Jabatan    
Lampiran V.48.  Surat      Keputusan      Direktur      Jenderal      Pajak      tentang      Permohonan  Pengurangan  atau  Pembatalan  Ketetapan  Pajak  yang  Tidak  Benar  PPh  Pemotongan dan Pemungutan.       
Lampiran V.49.  Surat      Keputusan      Direktur      Jenderal      Pajak      tentang      Permohonan  Pengurangan  atau  Pembatalan  Ketetapan  Pajak  yang  Tidak  Benar  PPh  Pemotongan dan Pemungutan  secara Jabatan.  
         

          
LAMPIRAN HAL    
Lampiran V.50. Surat      Keputusan      Direktur      Jenderal      Pajak      tentang      Permohonan  Pengurangan    atau    Pembatalan    Ketetapan    Pajak    yang    Tidak    Benar  PPN/PTLL    
Lampiran V.51. Surat      Keputusan      Direktur      Jenderal      Pajak      tentang      Permohonan   Pengurangan    atau    Pembatalan    Ketetapan    Pajak    yang    Tidak    Benar  PPN/PTLL  secara Jabatan 




Lampiran V.1.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007

         
DEPARTEMEN KEUANGAN RI                        
DIREKTORAT  JENDERAL PAJAK                        
………………………………………..  1)   

                    
LEMBAR PENELITIAN KELENGKAPAN BERKAS
YANG DIKIRIMKAN KE KANTOR WILAYAH/KANTOR PUSAT *)

  1. IDENTITAS WAJIB PAJAK 
    NAMA WAJIB PAJAK  :    …………………………………………………… 2) 
    N   P   W   P :    …………………………………………………… 3)
    TAHUN PAJAK :    ……………………………………………………. 4)
  2. PERMOHONAN WAJIB PAJAK                                                5)  
    No  Nomor Surat  Jenis Pajak/Tahun Pajak Keterangan  
    1
    2
    3
         
  3. KELENGKAPAN BERKAS
    No Nomor Surat  Ada / Tidak Ada **)  Keterangan 
    1
    2
    3
    4
    5


    6
    LPAD asli  
    Copy   Laporan Pemeriksaan Pajak(Lengkap)  
    Copy  Kertas Kerja Pemeriksaan
    Surat permintaan   copy  LPP dan KKP
    Copy  surat ketetapan pajak                                
    Nomor Ketetapan :…………..7)                                
    Tanggal Ketetapan :…………8)  
    Sebutkan dokumen lainnya  
     


    tanggal kirim ……………6) 



      
                            
                                                                       
………………………., ……………………9)          
Kepala Seksi……………….10) 


                                  11)    
                                  12)  
*)    :    diisi dengan yang sesuai    
**)  :    diisi "ada" atau "tidak ada" sesuai berkas yang tersedia    





Petunjuk Pengisian Lampiran V.1. :
Angka 1 : diisi dengan nama unit kantor yang bersangkutan
Angka 2 : diisi dengan nama Wajib Pajak 
Angka 3  : diisi dengan nama NPWP Wajib Pajak
Angka 4 : diisi dengan Tahun Pajak  
Angka 5 : diisi dengan nomor surat, jenis pajak dan tahun pajak sesuai permohonan Wajib Pajak    
Angka 6 : diisi dengan tanggal pengiriman surat permintaan foto copy LPP & KKP 
Angka 7 : diisi dengan nomor ketetapan pajak    
Angka 8 : diisi dengan tanggal ketetapan pajak
Angka 9 : diisi dengan nama kota dan tanggal pembuatan lembar penelitian kelengkapan berkas    
Angka 10 : diisi dengan Jabatan Kepala Seksi yang bersangkutan 
Angka 11 : diisi dengan nama Kepala Seksi yang menandatangani  
Angka 12 : diisi dengan NIP Kepala Seksi yang menandatangani 




  Lampiran V.2.
  Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
  Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007


LEMBAR PENGAWASAN PENELITIAN

BERKAS PEMBETULAN  KETETAPAN PAJAK/KEBERATAN/PENGURANGAN ATAU PENGHAPUSAN 
SANKSI ADMINISTRASI/PENGURANGAN ATAU PEMBATALAN KETETAPAN PAJAK YANG TIDAK  BENAR *)


NAMA WAJIB PAJAK :........................................................................
N P W P :........................................................................
JENIS PAJAK :........................................................................
MASA PAJAK/TAHUN PAJAK :........................................................................
TANGGAL SURAT WP DITERIMA :........................................................................ 

JENIS KEGIATAN STANDAR
WAKTU
Unit yang
melaksanakan
kegiatan
(KPP/KW/DIREKTORAT)
TGL
DISELE
SAIKAN 
PARAF
KASI
KETERANGAN
  1. Meminta     LPP     dan     KKP     jika    unit pemeriksa sama       
5 HK KPP     Sejak surat WP diterima      
  1. Mengirimkan  surat  pemintaan  LPP  dan KKP jika unit pemeriksa berbeda
5 HK KPP     Sejak surat WP diterima
  1. Mengirimkan berkas        ke Direktorat/Kanwil 
5 HK KPP/Kanwil     Sejak surat WP diterima
  1. Menerbitkan  Surat  Tugas  Penelitian Direktorat 
5 HK KPP/Kanwil/      Sejak berkas diterima 
  1. Membuat Surat Penerimaan Berkas
5 HK Kanwil/Direktorat       Sejak berkas diterima
  1. Meneruskan        berkas        yang    bukan wewenangnya
5 HK Kanwil/Direktorat      Sejak berkas diterima
  1. Peneliti melakukan analisis sengketa dan diskusi dengan atasan terkait  
5 HK KPP/Kanwil/ Direktorat     Sejak  Surat  Tugas
  1. Pembuatan        dan        pengiriman    surat permintaan penjelasan  pertama
10 HK KPP/Kanwil/Direktorat     Sejak  Surat  Tugas
  1. Pembuatan        dan        pengiriman    surat permintaan penjelasan kedua
5 HK KPP/Kanwil/Direktorat      Setelah batas waktu surat pertama (15hari) tidak  direspon                       
  1. Pembuatan Berita Acara WP tidak memberikan            penjelasan dan pembuktian secara tertulis  
  KPP/Kanwil/Direktorat     Selesainya dibuat berita acara
langsung dapat dibuat
Laporan Penelitian
  1. Pembuatan dan pengiriman surat permintaan penjelasan (tambahan)
  KPP/Kanwil/ Direktorat     10  HK  batas  waktu  bagi  WP untuk menanggapi  
  1. Pembuatan dan pengiriman surat undangan        pembahasan    sengketa perpajakan kepada Pemeriksa dan/atau WP
  KPP/Kanwil/Direktorat      10    HK        sebelum pembahasan dilaksanakan    
  1. Pengiriman  Surat  Pemberitahuan  Hasil Penelitian    yang    sekaligus    sebagai undangan        untuk        menghadiri Pembahasan    akhir,    Pemberitahuan  Daftar     Hasil     Penelitian     dan     Surat  Tanggapan Wajib Pajak                              
  KPP/Kanwil/Direktorat     10  HK  batas  waktu  bagi  WP untuk menanggapi  
  1. Pembahasan    akhir    dan    pembuatan Berita Acara
  KPP/Kanwil/Direktorat       
  1. Pembuatan Laporan Penelitian dan  SK
  KPP/Kanwil/Direktorat          
  1. Pengiriman SK
2 HK KPP/Kanwil/Direktorat          Sejak tanggal SK
                                                                               
*)  Diisi dengan yang sesuai





Lampiran V.3.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007


DEPARTEMEN KEUANGAN RI
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
……………………………………….. 1)

        
Nomor : ............................... 2) ...............,.................... 3) 
Sifat  : ...............................
Hal  : Pemberitahuan Penerimaan Berkas
            
Yth ……………… 4)

Sehubungan  surat  Saudara  Nomor  :........ 5) tanggal....... 6)hal   keberatan/  pembetulan   ketetapan   pajak/pengurangan   atau   penghapusan   sanksi   administrasi/pengurangan atau pembatalan ketetapan pajak yang tidak benar *) :       
7)        
No Nama
Wajib Pajak
Nomor dan
Tanggal
Ketetapan
Pajak
Tanggal
Surat WP
diterima
KPP
Tanggal
surat WP
dikirim ke
Direktorat/
Kanwil
Terlambat /
Tidak
Terlambat
Jenis
Dokumen
yang
diterima
Dokumen        
yang belum  diterima   
1 2 3 4 5 6 7 8






             
                                  
disampaikan bahwa berkas tersebut sudah diterima pada tanggal…………..8)

Terima  kasih  atas  komitmen  Saudara  untuk  mengirimkan  berkas  tersebut  tepat pada waktunya.

Atas   keterlambatan   pengiriman   berkas   sebagaimana   tercantum   pada  kolom 6, diharapkan agar tidak terulang  di masa yang akan datang.

Atas   berkas   yang   tidak   lengkap   disampaikan   sebagaimana   tercantum  pada kolom 7 dan 8, diharapkan agar segera dikirimkan paling lambat 5 (lima) hari kerja  sejak surat ini diterima.

Atas perhatian dan kerjasama Saudara diucapkan terimakasih.


                                                                       
………………………., ……………………9)          
 


                                  10)   
NIP                             11)

*) Diisi dengan yang sesuai





Petunjuk Pengisian Lampiran V.3. :
Angka 1 : diisi nama unit kantor yang bersangkutan
Angka 2 : diisi nomor surat  
Angka 3  : diisi  tanggal surat
Angka 4 : diisi nama dan alamat unit kantor yang mengirimkan berkas 
Angka 5 : diisi nomor surat unit kantor yang mengirimkan berkas  
Angka 6 : diisi nomor surat unit kantor yang mengirimkan berkas 
Angka 7 : diisi sesuai berkas yang dikirimkan oleh KPP
Angka 8 : diisi tanggal berkas diterima
Angka 9 : diisi pimpinan unit kantor
Angka 10 : diisi  Nama pimpinan unit kantor 
Angka 11 : diisi NIP pimpinan unit kantor




Lampiran V.4.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007
 
   
DEPARTEMEN KEUANGAN RI
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
……………………………………….. 1)

          
Nomor : ............................... 2) ...............,.................... 3) 
Sifat  : ...............................
Lamp : Satu set   
Hal  : Penerusan berkas
            
Yth ……………… 4)

Sehubungan dengan diterimanya berkas keberatan/pembetulan ketetapan  pajak/pengurangan      atau      penghapusan      sanksi      administrasi/pengurangan      atau  pembatalan ketetapan pajak yang tidak benar *) :

Nama WP : ............................................................. 5) 
NPWP : ............................................................. 6)
Jenis Pajak : ............................................................. 7)
Tahun/Masa Pajak : ............................................................. 8)
Nomor surat : ............................................................. 9)
    
dengan  ini  kami  teruskan  berkas  Wajib  Pajak  tersebut  kepada  Saudara  karena  sesuai  dengan ketentuan yang berlaku, kewenangan memproses  berkas tersebut berada pada  Saudara.

Atas perhatian dan kerjasama Saudara diucapkan terimakasih.


                                                                       
Kepala ……………………10)          
 


                                  11)   
NIP                             12)
 
Tembusan :
Kepala KPP …………………………….. 13)


*)     Diisi dengan  yang sesuai





Petunjuk Pengisian Lampiran V.4. :
Angka 1 : diisi nama unit kantor yang bersangkutan  
Angka 2 : diisi nomor surat
Angka 3  : diisi tanggal surat
Angka 4 : diisi  nama  dan  alamat   unit  kantor  yang  berwenang  memproses  surat  permohonan Wajib Pajak 
Angka 5 : diisi nama  Wajib Pajak 
Angka 6 : diisi NPWP  Wajib Pajak 
Angka 7 : diisi jenis pajak yang bersangkutan
Angka 8 : diisi Tahun/Masa Pajak 
Angka 9 : diisi nomor surat Wajib Pajak  
Angka 10 : diisi pimpinan unit kantor (minimal eselon III) 
Angka 11 : diisi  Nama pimpinan unit kantor 
Angka 12 : diisi  NIP  pimpinan unit kantor    
Angka 13 : diisi nama KPP tempat Wajib Pajak terdaftar 





Lampiran V.5.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007
     
                                                            
DEPARTEMEN KEUANGAN RI                                                                
DIREKTORAT  JENDERAL PAJAK                                                                
KPP ………………………………………..  1)  
                                                         
LAPORAN  PENGIRIMAN BERKAS KEBERATAN, PEMBETULAN KETETAPAN PAJAK,
PENGURANGAN ATAU PENGHAPUSAN SANKSI ADMINISTRASI DAN
PENGURANGAN ATAU PEMBATALAN KETETAPAN PAJAK YANG TIDAK BENAR
ATAS PAJAK PENGHASILAN  ATAU PPN/PTLL    2)
BULAN    : ………………………………………… 3)

                                                        
4)
Wewenang No
Urut 
NPWP  Nama Wajib Pajak Nomor dan Tanggal
ketetapan
Jenis Permohonan Tanggal surat
Wajib Pajak
Tanggal terima KPP Surat Pengantar Tanggal        Kirim
Psl 25 Ps 16 Ps 36(1) a Ps 36(1) b Tgl Cap Pos Tgl LPAD Tgl Fax Nomor  Tanggal
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Kantor Wilayah DJP





Kantor Pusat DJP





1
2
3
4
5
dst

1
2
3
4
5
dst
                         
       
                                                                    
                                                                       
………………………………………………5)                        
Kepala,                                
 …………………………………6)                        
 ………………………………….7)                        
NIP . …………………………..8)          
                                                                    
     

                                        
Petunjuk Pengisian Lampiran V.5. :
Angka 1 : diisi dengan nama unit KPP yang bersangkutan  
Angka 2 : diisi dengan jenis berkas yang dikirim 
Angka 3  : diisi dengan nama bulan laporan 
Angka 4 : diisi data-data sesuai berkas yang dikirimkan ke Direktorat atau Kanwil
Angka 5 : diisi dengan nama kota dan tanggal pembuatan laporan 
Angka 6 : diisi dengan nama unit KPP yang bersangkutan 
Angka 7 : diisi dengan nama Kepala KPP yang bersangkutan 
Angka 8 : diisi dengan NIP Kepala KPP yang bersangkutan  
        
    


Lampiran V.6.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007


DEPARTEMEN KEUANGAN RI
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
……………………………………….. 1)


        
SURAT TUGAS 
ST-        / …………… 2)


Sehubungan    dengan    surat    keberatan/surat    permohonan    pembetulan  ketetapan pajak/pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi/pengurangan atau   pembatalan ketetapan pajak yang tidak benar *) atas Wajib Pajak :

Nama WP : ………………………………….3)    
NPWP  : ………………………………….4)
Ketetapan :

No. Jenis Ketetapan 5) Nomor Ketetapan 6) Tanggal Ketetapan 7) Tahun/Masa Pajak 8)  
         
         
         
         
(keterangan : bentuk matrik dibuat dalam hal Surat Tugas diterbitkan untuk lebih dari 1 (satu) ketetapan)                        

Dengan ini ditugaskan kepada :   
No Nama / NIP Pangkat / Golongan Jabatan
      Supervisor
      Ketua Tim
      Anggota Tim
 
9)
10)
11)

untuk melakukan penelitian  berkaitan dengan  surat   Wajib Pajak tersebut di atas  sesuai  dengan  Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum  dan Tata Cara  Perpajakan   sebagaimana   telah   diubah   terakhir   dengan   Undang-undang   Nomor   16  Tahun  2000  dan    ketentuan  peraturan  perundang-undangan  perpajakan  lainnya  yang  terkait.

Demikian untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya


                                                                       
.……………,.......…....…. 12)

……………………………      13)



                               14)        
NIP                          15)        
*)    Diisi dengan yang sesuai





Petunjuk Pengisian Lampiran V.6. :
Angka 1 : diisi nama unit kantor yang bersangkutan
Angka 2 : diisi nomor Surat  Tugas
Angka 3  : diisi nama Wajib Pajak
Angka 4 : diisi Nomor Pokok Wajib Pajak
Angka 5 : diisi jenis  ketetapan pajak   (contoh : SKPKB PPh Pasal 21)
Angka 6 : diisi nomor ketetapan pajak 
Angka 7 : diisi tanggal ketetapan pajak
Angka 8 : diisi Tahun/Masa Pajak
Angka 9 : diisi Nama dan identitas pejabat satu tingkat di bawah pemberi  Surat  Tugas   (Kasubdit   untuk   Kantor   Pusat,   Kepala   Bidang   untuk   Kanwil, Kepala Seksi untuk KPP)    
Angka 10 : diisi nama dan identitas pejabat yang setingkat dengan ketua tim peneliti (Kepala Seksi untuk Kantor Pusat, Kepala Seksi untuk Kanwil, Koordinator   Pelaksana untuk KPP) 
Angka 11 : diisi    nama  dan  identitas  petugas  yang  setingkat  dengan  anggota  tim   (Penelaah Keberatan atau Koordinator pelaksana atau pelaksana)
Angka 12 : diisi nama kota dan tanggal surat    
Angka 13 : diisi unit kantor yang menerbitkan Surat Tugas
Angka 14 : diisi Nama pimpinan unit kantor yang menerbitkan Surat Tugas 
Angka 15 : diisi NIP pimpinan unit kantor yang menerbitkan Surat Tugas  




Lampiran V.6.a.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007
     
      
DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA                    
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK                    
…………………………………………………1)     

              
MATRIK  SENGKETA KEBERATAN/PENGURANGAN ATAU PENGHAPUS SANKSI ADMINISTRASI/PENGURANGAN ATAU PEMBATALAN
KETETAPAN PAJAK YANG TIDAK BENAR  *)

           
I.     Identitas Wajib Pajak :
Nama Wajib Pajak : 2)
NPWP : 3)
Jenis Pajak dan Tahun Pajak : 4)
No Ketetapan/STP : 5)
II. 
NO Koreksi  Alasan
Pemeriksa
Alasan
Wajib Pajak
Pendapat Peneliti
1 2 3 4 5





6) 7) 8) 9)


                                                                       
………………………………………………10)                       Peneliti,                                
                      
 ………………………………….11)                        
NIP . …………………………..12)          
*)    Diisi dengan yang sesuai



Petunjuk Pengisian Lampiran V.6.a. :
Angka 1 : diisi dengan unit kerja yang bersangkutan
Angka 2 : diisi nama Wajib Pajak
Angka 3  : diisi NPWP Wajib Pajak 
Angka 4 : diisi jenis pajak dan tahun pajak
Angka 5 : diisi   nomor dan tanggal skp/STP yang diajukan permohonan oleh Wajib Pajak    
Angka 6 : diisi pos-pos yang dikoreksi oleh pemeriksa  
Angka 7 : diisi alasan Pemeriksa dalam melakukan koreksi 
Angka 8 : diisi alasan ketidaksetujuan Wajib Pajak terhadap koreksi Pemeriksa, sesuai surat permohonan 
Angka 9 : diisi pendapat sementara Peneliti terhadap pokok sengketa
Angka 10 : diisi nama kota dan tanggal dibuat matrik sengketa 
Angka 11 : diisi nama Peneliti yang bersangkutan
Angka 12 : diisi NIP Peneliti yang bersangkutan
    

Lampiran V.7
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007
      

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
……………………………………….. 


        
LAPORAN PENELITIAN PEMBETULAN
atas .............................................................
A..n. ............................................................
Nomor : Lap-........................................


  1. UMUM
    1.    Nama Wajib Pajak :
    2.    NPWP :
    3.    Alamat :
    4.    Jenis Usaha :
    5.    Nomor Ketetapan/Keputusan :
    6.    Tanggal Ketetapan/Keputusan         :
    7.    Jenis/Tahun Pajak :
    8.    Dasar Penerbitan LPP/UPK No:......... :
    9.    Permohonan Wajib : Surat Permohonan Wajib Pajak nomor …….. tanggal Pajak …….. yang diterima oleh KPP ………. Tanggal ……….
       
  2. DASAR HUKUM
    1) Pasal  16  Undang-undang  Nomor  6  Tahun  1983  tentang  Ketentuan  Umum  dan  Tata   Cara   Perpajakan   sebagaimana   telah   diubah   terakhir   dengan   Undang -  undang Nomor 16 Tahun 2000.
    2) Keputusan      Direktur      Jenderal      Pajak      Nomor : KEP-297/PJ./2002      tentang  Pelimpahan   Wewenang   Direktur   Jenderal   Pajak   Kepada   Para   Pejabat   di  Lingkungan  Direktur  Jenderal  Pajak  sebagaimana  telah  diubah  terakhir  dengan  Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor: ………………..****).
       
  3. WEWENANG PENYELESAIAN PEMBETULAN
    Mengingat  bahwa   surat   ketetapan   pajak/Surat   Tagihan   Pajak/Surat   Keputusan*)  Nomor   :  ……………   tanggal   ……………   diterbitkan   oleh   ………………….,  maka  sesuai   dengan   Keputusan   Direktur   Jenderal   Pajak   Nomor   :   KEP-297/PJ./2002  tentang  Pelimpahan  Wewenang  Direktur  Jenderal  Pajak  kepada  Para  Pejabat  di Lingkungan  Direktorat  Jenderal  Pajak  sebagaimana  telah  diubah  terakhir  dengan  Peraturan   Direktur   Jenderal   Pajak   Nomor   :   …………….****),   permohonan   Wajib  Pajak diselesaikan oleh …………………………
  1. URAIAN PENELITIAN PEMBETULAN
    1. Bahwa  surat  ketetapan  pajak/Surat  Tagihan  Pajak/Surat  Keputusan Direktur   Jenderal    Pajak*)             Nomor    :    ……………    tanggal    ……………diterbitkan berdasarkan   ……..……***)
    2 Bahwa   terdapat   kesalahan   tulis/hitung*)    pada   surat    ketetapan    pajak/Surat Tagihan Pajak/Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak*)    pada    **)  
    3. Bahwa   …………**)   yang   tertera   pada   surat   ketetapan   pajak./Surat   Tagihan  Pajak/Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak *)     Nomor : …………… tanggal …………adalah………………………, seharusnya tertulis………………….
    4. Bahwa ……………………………………………………………………………
    (diisi sesuai dengan alasan dilakukannya pembetulan)
  1. USUL
    Berdasarkan    uraian    diatas    diusulkan    untuk    membetulkan    surat    ketetapan pajak/Surat  Tagihan  Pajak/Surat  Keputusan  Direktur  Jenderal  Pajak*) Nomor :   …………… tanggal ……………            
    Semula :                
    …………………………                
    Menjadi :                
    …………………………………         
     
 

Mengetahui,

………………1)
NIP



…………………2)
NIP
…………..,,……………200..


……………………3)
NIP 
Menyetujui,


…………………….4)
NIP
Catatan :
*) diisi  salah satu   yang sesuai
**) diisi dengan letak kesalahan, (Contoh : pada penulisan judul Ketetapan, Jenis Pajak,  Masa Pajak, Nama Wajib Pajak dll)
***) diisi dasar penerbitan surat ketetapan pajak/surat keputusan
****) diisi sesuai dengan peraturan yang berlaku

Dalam hal pembetulan dilakukan secara jabatan maka :
* Pada   ”judul”   ditambahkan   kata   ”secara   jabatan   sehingga   ”judul”   laporan   menjadi  ”Laporan Penelitian Pembetulan Secara Jabatan”.......
* pada romawi I pada isian ”Permohonan  Wajib Pajak” diganti dengan surat ketetapan  pajak/STP/Surat Keputusan yang akan dibetulkan secara jabatan

Penandatangan disesuaikan dengan Surat Tugas Penelitian :
  1. Diisi   sesuai   dengan   Surat   Tugas   :   Kepala   Sub   Direktorat   (Kantor   Pusat)/Kepala  Bidang (Kanwil)/ Kepala Seksi (KPP)
  2. Diisi   sesuai   dengan   Surat   Tugas   :   Kepala   Seksi   (Kantor   Pusat   dan      Kanwil), Koordinator Pelaksana (KPP)
  3. Diisi sesuai dengan Surat Tugas : Penelaah Keberatan/Koordinator Pelaksana (Kantor  Pusat dan  Kanwil), Pelaksana (KPP)
  4. Diisi  dengan  identitas  pembuat  Surat  Tugas  :  Direktur  (Kantor  Pusat)/Kepala  Kantor  Wilayah (Kanwil) / Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP)


Lampiran V.8.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007


DEPARTEMEN KEUANGAN RI 
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
..................................................... 1)


KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR : KEP-.............. 2)
TENTANG
PEMBETULAN ATAS ...................... 3)
                                                        
DIREKTUR JENDERAL PAJAK
                  

Menimbang :
  1. Surat Permohonan Pembetulan Wajib Pajak atas nama ................ 4) Nomor :  ………5)    tanggal  ……6)   yang  diterima .........7)  tanggal ..........8) berdasarkan  LPAD Nomor: ............ 9) tanggal ......... 10)  tentang    permohonan    pembetulan atas .............11) Nomor : ………12) Tanggal    ………13) Tahun/Masa    Pajak …………14) ;
  2. Laporan Penelitian Pembetulan Nomor :……………..15) Tanggal……………16)
  3. Bahwa  terdapat   kesalahan  tulis/kesalahan  hitung  *)   dalam  …………………17) nomor  …………….  18)  Tanggal  ……..  19)  masa/tahun  pajak ............20)   yang diterbitkan oleh ...........21)      
  4. Bahwa terdapat/tidak terdapat cukup alasan untuk membetulkan nomor .........23 )  tanggal ..............24)  masa/tahun pajak    25)      
Mengingat : Pasal 16 Undang-undang  Nomor  6  Tahun  1983  Tentang  Ketentuan  Umum  Dan   Tata   Cara   Perpajakan   sebagaimana   telah   diubah   terakhir   dengan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2000;
MEMUTUSKAN
Menetapkan : Membetulkan  kesalahan  tulis/kesalahan  hitung/kekeliruan  penerapan  ketentuan tertentu dalam peraturan perundang-undangan perpajakan*)  atas .............26) Nomor .............27) tanggal .............28) Tahun Pajak/Masa Pajak ..........29)

Atas nama Wajib Pajak :    …………30)
NPWP :    …………31) 
Alamat :    …………32)

Yang semula tertulis :                        
..........................…………………………………….……….33)            
Menjadi  :                        
……………………………………………………………..............34)         


...............35),..................... 36)
Direktur Jenderal /            
A.n. Direktur Jenderal Pajak        
Kepala .........................37)
       
....................................38)        
NIP...............................39)     
Tembusan Yth.
1.    Wajib Pajak …...................40)
2.    Kepala KPP…………….….........41)



Petunjuk Pengisian Lampiran V.8. :
Angka 1 : diisi nama unit kantor yang menerbitkan  keputusan
Angka 2 : diisi nomor Keputusan
Angka 3  : diisi jenis surat ketetapan pajak(skp)/Surat Tagihan   Pajak(STP)/Keputusan  yang diajukan pembetulan  
Angka 4 : diisi Nama Wajib Pajak
Angka 5 : diisi nomor surat permohonan Wajib Pajak
Angka 6 : diisi tanggal surat permohonan Wajib Pajak
Angka 7 : diisi nama Kantor Pelayanan Pajak yang menerima permohonan Wajib Pajak    
Angka 8 : diisi tanggal surat Wajib Pajak diterima di Kantor Pelayanan Pajak
Angka 9 : diisi dengan Nomor LPAD
Angka 10 : diisi dengan tanggal LPAD 
Angka 11 : diisi jenis skp/STP/Keputusan   yang diajukan pembetulan
Angka 12 : diisi nomor skp/STP/Keputusan  yang diajukan pembetulan 
Angka 13 : diisi tanggal skp/STP/Keputusan  yang diajukan pembetulan
Angka 14 : diisi Tahun/Masa  pajak yang diajukan pembetulan
Angka 15 : diisi Nomor Laporan Penelitian Pembetulan
Angka 16 : diisi tanggal Laporan Penelitian Pembetulan
Angka 17 : diisi jenis skp/STP/Keputusan yang diajukan pembetulan
Angka 18 : diisi nomor skp/STP/Keputusan  yang diajukan pembetulan
Angka 19 : diisi tanggal skp/STP/Keputusan  yang diajukan pembetulan
Angka 20 : diisi Tahun/Masa  pajak yang diajukan pembetulan diisi salah satu 
Angka 21 : diisi  nama  unit  kantor  yang  menerbitkan  skp/STP/Keputusan   yang  dilakukan pembetulan
Angka 22 : diisi jenis skp/STP/Keputusan yang diajukan pembetulan
Angka 23 : diisi nomor skp/STP/Keputusan  yang diajukan pembetulan  
Angka 24 : diisi tanggal skp/STP/Keputusan  yang diajukan pembetulan
Angka 25 : diisi Tahun/Masa   pajak yang diajukan pembetulan diisi salah satu
Angka 26 : diisi jenis skp/STP/Keputusan   yang diajukan pembetulan
Angka 27 : diisi nomor skp/STP/Keputusan  yang diajukan pembetulan 
Angka 28 : diisi tanggal skp/STP/Keputusan  yang diajukan pembetulan
Angka 29 : diisi Tahun/Masa  pajak yang diajukan pembetulan diisi salah satu
Angka 30 : diisi nama Wajib Pajak  
Angka 31 : diisi NPWP 
Angka 32 : diisi alamat Wajib Pajak 
Angka 33 : diisi  dengan  kesalahan  yang  akan  dibetulkan,  sebutkan  juga  letak  kesalahan (contoh : terdapat kesalahan tulis NPWP....pada butir ”membaca”)
Angka 34 : diisi pembetulan atas kesalahan 
Angka 35 : diisi nama kota/tempat penerbitan
Angka 36 : diisi tanggal Surat Keputusan diterbitkan
Angka 37 : diisi salah satu.
  • Direktur   Jenderal   Pajak   jika   Surat   Keputusan   merupakan   wewenang  Kantor Pusat Direktur Jenderal Pajak
  • A.n.  Direktur  Jenderal  Pajak  (dan  diikuti  dengan  nama  jabatan)   dalam  hal  Surat  Keputusan  merupakan  wewenang  Kepala  Kantor  Wilayah/Kepala  Kantor Pelayanan Pajak
Angka 38 : diisi Nama pejabat yang berwenang menandatangani Surat Keputusan
Angka 39 : diisi NIP pejabat yang berwenang menandatangani Surat Keputusan
Angka 40 : diisi nama Wajib Pajak yang bersangkutan  
Angka 41 : diisi nama KPP dimana Wajib Pajak terdaftar    
*) : diisi salah satu yang sesuai


Lampiran V.9.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007
 
                
DEPARTEMEN KEUANGAN RI                                        
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK                                        
.........................................1)

                                       
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR : KEP-    2)
TENTANG
PEMBETULAN   ATAS ......................3)
                                                
DIREKTUR JENDERAL PAJAK
                      
Menimbang :
  1. surat ketetapan pajak/Surat Tagihan Pajak/Keputusan  Direktur    Jenderal       Pajak*)    Nomor    :     ……………4)    tanggal    …………5)    Tahun/Masa Pajak………….6) tentang  ………………7) atas nama ……………..8)                
  2. Laporan     Penelitian     Pembetulan     Nomor      :      LAP-……………9)     tanggal ……………..10);
  3. Bahwa  terdapat   kesalahan  tulis/kesalahan  hitung  *)   dalam  …………………11) nomor  …………….  12)  Tanggal  ……..  13)    masa/tahun  pajak .........14)   yang diterbitkan oleh .........15)
  4. Bahwa    terdapat   cukup    alasan   untuk    membetulkan        nomor ................17)  tanggal ..............18)  masa/tahun pajak    ............19)  
Mengingat : Pasal  16    Undang-undang  Nomor  6  Tahun  1983  Tentang  Ketentuan  Umum  Dan   Tata   Cara   Perpajakan   sebagaimana   telah   diubah   terakhir   dengan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2000;
MEMUTUSKAN
Menetapkan : Membetulkan  kesalahan  tulis/kesalahan  hitung/kekeliruan  penerapan  ketentuan tertentu  dalam  peraturan  perundang-undangan  perpajakan*) atas ..................20) Nomor ........21) tanggal .................. 22) Tahun Pajak/Masa Pajak ....................23)

Atas nama Wajib Pajak :    …………24)
NPWP :    …………25) 
Alamat :    …………26)

Yang semula tertulis :                        
..........................…………………………………….……….27)            
Menjadi  :                        
……………………………………………………………..............28)         


...............29),..................... 30)
Direktur Jenderal /            
A.n. Direktur Jenderal Pajak        
Kepala .........................31)
       
....................................32)        
NIP...............................33)     
Tembusan Yth.

1.    Wajib Pajak….....................34)
2.    Kepala KPP…………….….........35)



Petunjuk Pengisian Lampiran V.9. :
Angka 1 : diisi nama unit kantor yang menerbitkan keputusan  
Angka 2 : diisi nomor Keputusan
Angka 3  : diisi  jenis  surat  ketetapan  pajak  (skp)/Surat  Tagihan  Pajak(STP)/Keputusan
Angka 4 : yang akan dilakukan pembetulan diisi nomor skp/STP/Keputusan yang dibetulkan
Angka 5 : diisi tanggal skp/STP/Keputusan yang dibetulkan
Angka 6 : diisi Tahun/Masa Pajak skp/STP/Keputusan yang dibetulkan
Angka 7 : diisi  sesuai  dengan  jenis  Surat  Keputusan  (dalam  hal  yang  dibetulkan 
Angka 8 : skp/STP maka isian ”tentang” dapat dihilangkan) diisi nama Wajib Pajak    
Angka 9 : diisi Nomor Laporan Penelitian Pembetulan
Angka 10 : diisi tanggal Laporan Penelitian Pembetulan
Angka 11 : diisi jenis skp/STP/Keputusan yang dibetulkan
Angka 12 : diisi nomor skp/STP/Keputusan yang dibetulkan
Angka 13 : diisi tanggal skp/STP/Keputusan yang dibetulkan  
Angka 14 : diisi Tahun/Masa Pajak skp/STP/Keputusan yang dibetulkan
Angka 15 : diisi   nama   unit   kantor   yang   menerbitkan   skp/STP/Keputusan   yang dibetulkan
Angka 16 : diisi jenis skp/STP/Keputusan yang dibetulkan
Angka 17 : diisi nomor skp/STP/Keputusan yang dibetulkan 
Angka 18 : diisi tanggal skp/STP/Keputusan yang dibetulkan
Angka 19 : diisi Tahun/Masa Pajak skp/STP/Keputusan yang dibetulkan
Angka 20 : diisi jenis skp/STP/Keputusan yang dibetulkan
Angka 21 : diisi nomor skp/STP/Keputusan yang dibetulkan
Angka 22 : diisi tanggal skp/STP/Keputusan yang dibetulkan
Angka 23 : diisi Tahun/Masa Pajak skp/STP/Keputusan yang dibetulkan
Angka 24 : diisi nama Wajib Pajak yang bersangkutan
Angka 25 : diisi    NPWP Wajib Pajak yang bersangkutan
Angka 26 : diisi masa  alamat Wajib Pajak yang bersangkutan
Angka 27 : diisi   dengan   kesalahan   yang   akan   dibetulkan,   sebutkan   juga   letak kesalahan (contoh : terdapat  kesalahan tulis NPWP....pada    butir ”membaca”) 
Angka 28 : diisi pembetulan atas kesalahan
Angka 29 : diisi nama kota/tempat penerbitan
Angka 30 : diisi tanggal Surat Keputusan diterbitkan
Angka 31 : diisi salah satu.
  • Direktur     Jenderal     Pajak     jika     Surat     Keputusan     merupakan  wewenang Kantor Pusat Direktur Jenderal Pajak
  • A.n.   Direktur   Jenderal   Pajak   (dan   diikuti   dengan   nama   jabatan) dalam  hal  Surat  Keputusan  merupakan  wewenang  Kepala  Kantor Wilayah/Kepala Kantor Pelayanan Pajak  
Angka 32 : diisi Nama pejabat yang berwenang menandatangani Surat Keputusan    
Angka 33 : diisi NIP pejabat yang berwenang menandatangani Surat Keputusan 
Angka 34 : diisi nama Wajib Pajak yang bersangkutan 
Angka 35 : diisi nama KPP dimana Wajib Pajak terdaftar
*)  : diisi yang sesuai kekeliruan yang akan dibetulkan  
Catatan :            
*    Untuk Surat Keputusan Pembetulan secara Jabatan 


Lampiran V.10.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007
  
        
DEPARTEMEN KEUANGAN RI   1)
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
KANTOR WILAYAH DJP ............
KANTOR PELAYANAN PAJAK ......................


Nomor : S-                    2) ................................3)
Lamp : -
Hal : Surat Penolakan Permohonan Pembetulan
                      
                 
Yth .....................4)                


Sehubungan  dengan  Surat  Saudara  nomor ...........5)   tanggal ................6) yang  diterima  tanggal .............7)   hal  permohonan  pembetulan    atas .................8)  nomor .............9) tanggal ............10)  , dengan ini disampaikan bahwa :            

  1. Sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 16 ayat (1)  Undang-undang  Nomor 6  Tahun  1983  sebagaimana  telah  diubah  terakhir  dengan  Undang-undang  Nomor  16  Tahun  2000 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, disebutkan bahwa :
    “  Direktur  Jenderal  Pajak  karena  jabatan  atau  atas  permohonan  Wajib  Pajak  dapat  membetulkan   Surat   Ketetapan   Pajak,   Surat   Tagihan   Pajak,   Surat   Keputusan  Keberatan,      Surat      Keputusan      Pengurangan      atau      Penghapusan      Sanksi  Administrasi,  Surat  Keputusan  Pengurangan  atau  Pembatalan  Ketetapan  Pajak  yang   tidak   benar   atau   Surat   Keputusan  Pengembalian  Pendahulian  Kelebihan  Pajak,  yang  dalam  penerbitannya  terdapat  kesalahan  tulis,  kesalahan  hitung,  dan  atau    kekeliruan    penerapan    ketentuan    tertentu    dalam    peraturan    perundang-  undangan perpajakan.”
  2. Sesuai dengan penjelasan Pasal 16 ayat (1)  Undang-undang  Nomor  6  Tahun  1983  sebagaimana  telah  diubah  terakhir  dengan  Undang -undang  Nomor  16  Tahun  2000  tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, disebutkan bahwa :
    Ruang lingkup pembetulan yang diatur dalam ayat ini terbatas pada kesalahan atau  kekeliruan sebagai akibat dari :
    (a)  Kesalahan  tulis,  yaitu  antara  lain  kesalahan  yang  dapat  berupa  nama,  alamat,  Nomor  Pokok  Wajib  Pajak,  nomor  Surat  Ketetapan  Pajak,  Jenis  Pajak,  Masa  Pajak atau Tahun Pajak dan tanggal jatuh tempo;
    (b) Kesalahan   hitung  yaitu  kesalahan  yang  berasal  dari  penjumlahan  dan  atau  pengurangan dan atau perkalian dan atau pembagian suatu bilangan;
    (c) Kekeliruan  dalam  penerapan  ketentuan  tertentu  dalam  peraturan  perundang-  undangan   perpajakan,   yaitu   kekeliruan   dalam   penetapan   tarif,   kekeliruan  penerapan   persentase   Norma   Penghitungan   Penghasilan   Neto,   kekeliruan  penerapan   sanksi   administrasi,   kekeliruan   Penghasilan   Tidak   Kena   Pajak,  kekeliruan    penghitungan    Pajak    Penghasilan    dalam    Tahun    berjalan    dan  kekeliruan dalam pengkreditan;
  3. Berdasarkan  penelitian  kami,  surat  Saudara  tidak  termasuk  dalam  ruang  lingkup  pembetulan   sebagaimana   ketentuan   Pasal   16   Undang-undang   Nomor   6   Tahun  1983  sebagaimana  telah  diubah  terakhir  dengan  Undang-undang  Nomor  16  Tahun  2000   tentang   Ketentuan   Umum   dan   Tata   Cara   Perpajakan   sehingga   dengan  demikian surat Saudara tidak dapat diproses lebih lanjut.  
Atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.


Kepala,
       
....................................11)        
NIP...............................12)     
   
            

Petunjuk Pengisian Lampiran V.10. :
Angka 1 : diisi nama unit kantor yang bersangkutan 
Angka 2 : diisi nomor surat
Angka 3  : diisi tanggal surat
Angka 4 : diisi nama dan alamat Wajib Pajak
Angka 5 : diisi nomor surat Wajib Pajak 
Angka 6 : diisi tanggal surat Wajib Pajak
Angka 7 : diisi tanggal terima surat Wajib Pajak
Angka 8 : diisi jenis ketetapan pajak/keputusan yang diajukan pembetulan  
Angka 9 : diisi nomor ketetapan pajak
Angka 10 : diisi tanggal ketetapan pajak 
Angka 11 : diisi Nama Kepala KPP yang menandatangani surat  
Angka 12 : diisi NIP Kepala KPP yang menandatangani surat





Lampiran V.11.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007


DEPARTEMEN KEUANGAN RI   1)
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK


Nomor :
................................2)
Sifat :
Hal : Lembar Konfirmasi Penerimaan Surat Keputusan
                      
Yth ……………… 3)

Sehubungan dengan  pengiriman  Surat  Keputusan  Keberatan/pembetulan  ketetapan pajak/pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi/pengurangan atau  pembatalan ketetapan pajak yang tidak benar*)   sebagai berikut :

4)
No Nama
Wajib Pajak
NPWP Keputusan Diterima
di KPP
Keterangan
No & Tgl
SK
Tentang sudah Belum
1 2 3 4 5 6 7 8







             

Diminta kepada Saudara untuk memberikan konfirmasi penerimaan Surat  Keputusan tersebut dengan memberi tanda (v) pada kolom 6 atau 7 surat konfirmasi ini.

Dalam   rangka   tertib   administrasi,   diharapkan   agar   Saudara   segera  mengirimkan  kembali  Lembar  Konfirmasi  ini   paling  lambat  5  (lima)  hari  kerja  sejak  tanggal diterimanya surat ini.

Demikian untuk dimaklumi.


  ……………..……....……...........5)
       
                                     6)        
NIP............................... 7)     

*)    Diisi dengan yang sesuai



Petunjuk Pengisian Lampiran V.11. :
Angka 1 : diisi nama   unit kantor yang bersangkutan
Angka 2 : diisi nomor surat dan tanggal pembuatan surat
Angka 3  : diisi nama dan alamat unit kantor yang dimintakan konfirmasi 
Angka 4 : diisi sesuai Surat Keputusan yang dikirimkan oleh KP DJP/Kanwil 
Angka 5 : diisi pimpinan unit kantor (minimal eselon III)
Angka 6 : diisi  Nama pimpinan unit kantor
Angka 7 : diisi NIP pimpinan unit kantor





Lampiran V.12.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007
  
        
DEPARTEMEN KEUANGAN RI   1)
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
KANTOR WILAYAH DJP ............
KANTOR PELAYANAN PAJAK ......................


LEMBAR ISIAN SURAT KEBERATAN/PENGURANGAN ATAU PENGHAPUSAN
SANKSI ADMINISTRASI/PENGURANGAN ATAU PEMBATALAN KETETAPAN
PAJAK YANG TIDAK BENAR *)

Nama Wajib Pajak : ...................................... 2)
NPWP : ...................................... 3)
Alamat : ...................................... 4)
Nomor dan Tanggal surat : ...................................... 5)
Hal : ...................................... 6)
   
  1. Berdasarkan  penelitian  kami,  surat  keberatan/surat  permohonan pengurangan  atau  penghapusan  sanksi  administrasi/pengurangan atau pembatalan  ketetapan   pajak  yang tidak benar *)  Saudara adalah sebagai berikut : 7)
     
     
     
     
     
     
     
    satu  surat permohonan untuk satu ketetapan pajak  
    secara tertulis
    menggunakan bahasa Indonesia
    terdapat perhitungan jumlah pajak terutang/jumlah pajak dipotong/  dipungut atau jumlah rugi menurut perhitungan Wajib Pajak 
    mengemukakan alasan yang jelas
    diajukan dalam jangka waktu 3 bulan sejak tanggal skp **)
    ditandatangani oleh Wajib Pajak atau yang mewakili  atau kuasa Wajib Pajak dengan dilampiri surat kuasa khusus

  2. Apabila   terdapat   perubahan   alamat,   Saudara   diminta   segera   memberitahukan  secara  tertulis  kepada  KPP  di  mana  Saudara  terdaftar,    dalam  hal  tidak  terdapat  perubahan   alamat   maka   alamat   yang   digunakan   sebagai   dasar   korespondensi  adalah alamat lama.
  3. Untuk mempercepat proses penyelesaian  keberatan/permohonan*)  Saudara, diminta untuk     segera     menyiapkan     data     dokumen/bukti     dan     buk u-buku     pendukung  permohonan      Saudara   dalam  bentuk  hard  copy  maupun  soft   copy  dan  segera  menyampaikannya      sesuai   surat   permintaan   yang   akan   dikirimkan   ke   alamat  Saudara.


Petugas
……………..……....……...........8)
       
                                     9)        
NIP............................... 10)     

*) Diisi salah satu yang sesuai
**) Untuk permohonan pengurangan atau pembatalan ketetapan pajak yang    tidak benar, syarat tersebut tidak diperlukan, kecuali untuk permohonan pengurangan  atau  pembatalan  ketetapan  pajak  yang tidak benar yang kedua   
      
         
Petunjuk Pengisian Lampiran V.12. :
Angka 1 : diisi kop surat kantor yang bersangkutan
Angka 2 : diisi nama Wajib Pajak
Angka 3  : diisi NPWP Wajib Pajak
Angka 4 : diisi alamat  Wajib Pajak
Angka 5 : diisi nomor dan tanggal surat permohonan Wajib Pajak
Angka 6 : diisi perihal surat permohonan Wajib Pajak
Angka 7 : Diisi dengan memberi tanda (√) jika sesuai, dan (×) jika tidak sesuai.    
Seluruh   kotak   harus   diberi   check-list.   Dalam   hal   satu   atau   lebih persyaratan tersebut tidak dipenuhi, surat  permohonan dianggap tidak memenuhi persyaratan formal.    
Angka 8 : diisi nama unit kerja
Angka 9 : diisi nama Petugas yang menandatangani formulir  
Angka 10 : diisi NIP  Petugas yang menandatangani formulir    




Lampiran V.13.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007

    
DEPARTEMEN KEUANGAN RI   1)
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
KANTOR WILAYAH DJP ............
KANTOR PELAYANAN PAJAK ......................


Nomor : S-                    2) ................................3)
Lamp : -
Hal : Pemberitahuan Surat Keberatan                
Memenuhi Persyaratan Formal   
                      
                 
Yth .....................4)                


Sehubungan  dengan  Surat  Saudara  nomor ............. 5) tanggal ............. 6) yang  diterima  tanggal ........... 7)   hal  keberatan    atas ......... 8)  nomor ........... 9) tanggal ........... 10)  , dengan ini disampaikan bahwa :                

  1. Sesuai dengan ketentuan Pasal 25 ayat (1), (2), (3), dan (4)  Undang-undang  Nomor  6  Tahun  1983  tentang  Ketentuan  Umum  dan  Tata  Cara  Perpajakan   sebagaimana telah  diubah  terakhir  dengan  Undang-undang  Nomor  16   Tahun  2000  (UU  KUP)  disebutkan bahwa :
    (1) Wajib   Pajak   dapat   mengajukan   keberatan   hanya   kepada   Direktur   Jenderal  Pajak atas suatu :
    • Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar;
    • Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan;
    • Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar;
    • Surat Ketetapan Pajak Nihil;
    • Pemotongan  atau  pemungutan  oleh  pihak  ketiga  berdasarkan  ketentuan  peraturan perundang-undangan perpajakan.
    (2) Keberatan diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia dengan mengemukakan  jumlah  pajak  yang  terutang  atau  jumlah  pajak  yang  dipotong  atau   dipungut   atau   jumlah   rugi   menurut   penghitungan   Wajib   Pajak   dengan  disertai alasan-alasan yang jelas;
    (3) Keberatan  harus  diajukan  dalam  jangka  waktu  3  (tiga)  bulan  sejak  tanggal  surat,  tanggal  pemotongan  atau  pemungutan  sebagaimana  dimaksud  dalam  ayat  (1),  kecuali  apabila  Wajib  Pajak  dapat  menunjukkan  bahwa  jangka  waktu  itu tidak dapat dipenuhi karena keadaan di luar kekuasaannya;
    (4) Keberatan  yang  tidak  memenuhi  persyaratan  sebagaimana  dimaksud   dalam  ayat   (1),   ayat   (2),   dan   ayat   (3)   tidak   dianggap   sebagai   surat   keberatan,  sehingga tidak dipertimbangkan.
  1. Sesuai  dengan  ketentuan  Pasal  32  UU  KUP,  surat  keberatan  harus  ditandatangani  oleh Wajib Pajak/pengurus. Apabila surat keberatan tidak ditandatangani oleh Wajib  Pajak/pengurus, maka surat keberatan harus dilampiri dengan surat kuasa khusus.
  1. Berdasarkan  penelitian  kami,  surat  Saudara   memenuhi  ketentuan  Pasal  25     dan Pasal  32     UU  KUP   sehingga  sesuai  ketentuan   Pasal  25  ayat   (4)  UU  KUP  surat  Saudara dapat dipertimbangkan.
  1. Untuk  mempercepat  proses  penyelesaian   surat  keberatan Saudara,  diminta  untuk  segera  menyiapkan  data   dokumen/bukti  dan  buku-buku  pendukung  permohonan  Saudara dalam bentuk hard copy maupun soft copy dan segera menyampaikannya  sesuai surat permintaan yang dikirimkan ke alamat Saudara.

Atas perhatian dan kerjasama Saudara diucapkan terimakasih.


Kepala,
       
                                    11)        
NIP...............................12)     

 
            
Petunjuk Pengisian Lampiran V.13. :
Angka 1 : diisi kop surat kantor yang bersangkutan
Angka 2 : diisi nomor surat 
Angka 3  : diisi tanggal surat
Angka 4 : diisi nama dan alamat Wajib Pajak 
Angka 5 : diisi nomor surat Wajib Pajak
Angka 6 : diisi tanggal surat Wajib Pajak
Angka 7 : diisi tanggal terima surat permohonan Wajib Pajak 
Angka 8 : diisi jenis dan  masa/tahun ketetapan pajak (contoh : SKPKB PPN Masa   Januari – Desember 2003, SKPKBT PPh Badan Tahun 2004, dll.)
Angka 9 : diisi nomor ketetapan pajak 
Angka 10 : diisi tanggal ketetapan pajak
Angka 11 : diisi Nama Kepala KPP yang menandatangani surat    
Angka 12 : diisi NIP Kepala KPP yang menandatangani surat





Lampiran V.14.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007

    
DEPARTEMEN KEUANGAN RI
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
KANTOR WILAYAH DJP ............
KANTOR PELAYANAN PAJAK ......................1)


Nomor : S-                    2) ................................3)
Lamp : -
Hal : Pemberitahuan Surat Keberatan                
Tidak  Memenuhi Persyaratan Formal 
                      
                 
Yth .....................4)                
        

Sehubungan  dengan  Surat  Saudara  nomor ............5) tanggal ...............6) yang  diterima  tanggal .......... 7)   hal  keberatan    atas ............ 8)  nomor ......... 9) tanggal ........... 10)  , dengan ini disampaikan bahwa :                
  1. Sesuai dengan ketentuan Pasal 25 ayat  (1),  (2),  (3)  dan  (4)  Undang-undang  Nomor  6  Tahun  1983  tentang  Ketentuan  Umum  dan  Tata  Cara  Perpajakan sebagaimana  telah  diubah  terakhir  dengan  Undang-undang  Nomor  16   Tahun  2000  (UU  KUP),  disebutkan bahwa :
    (1) Wajib   Pajak   dapat   mengajukan   keberatan   hanya   kepada   Direktur   Jenderal  Pajak atas suatu :
    • Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar;
    • Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan;
    • Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar;
    • Surat Ketetapan Pajak Nihil;
    • Pemotongan  atau  pemungutan  oleh  pihak  ketiga  berdasarkan  ketentuan  peraturan perundang-undangan perpajakan.
    (2) Keberatan     diajukan     secara     tertulis     dalam     bahasa     Indonesia     dengan  mengemukakan  jumlah  pajak  yang  terutang  atau  jumlah  pajak  yang  dipotong  atau   dipungut   atau   jumlah   rugi   menurut   penghitungan   Wajib   Pajak   dengan  disertai alasan-alasan yang jelas;
    (3) Keberatan  harus  diajukan  dalam  jangka  waktu  3  (tiga)  bulan  sejak  tanggal  surat,  tanggal  pemotongan  atau  pemungutan  sebagaimana  dimaksud  dalam  ayat  (1),  kecuali  apabila  Wajib  Pajak  dapat  menunjukkan  bahwa  jangka  waktu  itu tidak dapat dipenuhi karena keadaan di luar kekuasaannya;
    (4) Keberatan  yang  tidak  memenuhi  persyaratan  sebagaimana  dimaksud   dalam  ayat   (1),   ayat   (2),   dan   ayat   (3)   tidak   dianggap   sebagai   surat   keberatan,  sehingga tidak dipertimbangkan.
  1. Sesuai  dengan  ketentuan  Pasal  32  UU  KUP,  surat  keberatan  harus  ditandatangani  oleh Wajib Pajak/pengurus. Apabila surat keberatan tidak ditandatangani oleh Wajib  Pajak/pengurus, maka surat keberatan harus dilampiri dengan surat kuasa khusus.
  1. Berdasarkan  penelitian  kami,  surat  Saudara  tidak  memenuhi  ketentuan  Pasal  25  ayat.......... dan/atau Pasal 32 11)  UU KUP  sehingga sesuai ketentuan  Pasal 25 ayat  4 UU KUP surat Saudara tidak dipertimbangkan.
  1. Saudara   masih   dapat    mengajukan      kembali   surat   keberatan   sesuai   dengan  ketentuan  Pasal  25   UU  KUP   sepanjang  masih  dalam  batas  waktu  3  (tiga)  bulan  sejak  tanggal  diterbitkannya  surat  ketetapan  pajak/pemotongan  atau  pemungutan  pajak  yang Saudara ajukan keberatan.
Atas perhatian dan kerjasama Saudara  diucapkan terimakasih.



Kepala,
       
                                    12)        
NIP...............................13)     

 
            
Petunjuk Pengisian Lampiran V.14. :
Angka 1 : diisi kop surat kantor yang bersangkutan 
Angka 2 : diisi nomor surat  
Angka 3  : diisi tanggal surat 
Angka 4 : diisi nama dan alamat Wajib Pajak
Angka 5 : diisi nomor surat Wajib Pajak
Angka 6 : diisi tanggal surat Wajib Pajak
Angka 7 : diisi tanggal terima surat Wajib Pajak
Angka 8 : diisi jenis dan masa/tahun ketetapan pajak (contoh : SKPKB PPN Masa   Januari – Desember 2003, SKPKBT PPh Badan Tahun 2004, dll.)
Angka 9 : diisi nomor ketetapan pajak
Angka 10 : diisi tanggal ketetapan pajak 
Angka 11 : diisi ayat dalam   Pasal   25   dan/atau   Pasal   32   UU   KUP   yang  tidak memenuhi syarat  
Angka 12 : diisi Nama Kepala KPP yang menandatangani surat 
Angka 13 : diisi NIP Kepala KPP yang menandatangani surat 





Lampiran V.15.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007


DEPARTEMEN KEUANGAN RI   1)
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
.................................................

Nomor : ................................2) ................................3)
Sifat : Segera
Lamp : satu berkas **)
Hal : Permintaan Copy LPP dan/atau KKP *) 
                      
Yth Kepala …………… 4)

Sehubungan  dengan  surat  keberatan/surat  permohonan pengurangan  atau  penghapusan  sanksi  administrasi/pengurangan  atau  pembatalan  ketetapan  pajak  yang  tidak benar *)   (terlampir) :
Nama Wajib Pajak : ........………………. 5)
NPWP : ........………………. 6)
Jenis/tahun pajak : ........………………. 7)
     
dengan  ini  diminta  bantuan  Saudara  untuk menyampaikan  copy  LPP  dan/atau  KKP*)             
beserta penjelasan mengenai 8) :            
  1. dasar hukum koreksi
  2. dasar perhitungan
  3. tanggapan Pemeriksa
Sesuai    dengan       Surat    Edaran    Direktur    Jenderal    Pajak    Nomor    SE-02/PJ.7/2007 tanggal 8 Oktober 2007 permintaan tersebut  agar Saudara penuhi dalam  jangka waktu 5 (lima)  hari kerja sejak tanggal surat permintaan ini diterima.

Data-data tersebut agar Saudara kirimkan ke................. ……………………9).

Atas perhatian dan kerjasama Saudara diucapkan terima kasih.


Kepala,

                           10)        
NIP                      11)

Tembusan :
………………………… 12)

*) Diisi salah satu yang sesuai
**) Yang    dilampirkan    adalah    surat    permohonan    keberatan/pengurangan    atau    penghapusan    sanksi  administrasi/pengurangan  atau  pembatalan  ketetapan  pajak  yang  tidak  benar  yang  diajukan  oleh  Wajib  Pajak
     
Catatan :
Formulir ini harap dilampirkan dalam berkas yang dikirim ke unit peneliti



Petunjuk Pengisian Lampiran V.15.:
Angka 1 : diisi nama unit kantor yang bersangkutan
Angka 2 : diisi nomor surat
Angka 3  : diisi tanggal surat
Angka 4 : diisi nama dan alamat Wajib Pajak
Angka 5 : diisi nama Wajib Pajak
Angka 6 : diisi NPWP Wajib Pajak
Angka 7 : diisi jenis dan masa/tahun ketetapan pajak (contoh : SKPKB PPN Masa   Januari – Desember 2003, SKPKBT PPh Badan Tahun 2004, dll.)
Angka 8 : diisi  pos-pos  yang  diajukan  keberatan/pengurangan  atau  penghapusan sanksi   administrasi/pengurangan   atau   pembatalan   ketetapan   pajak  yang tidak benar.  
Angka 9 : diisi    Nama    unit    kantor    yang    berwenang    melakukan    penelitian keberatan/pengurangan     atau     penghapusan     sanksi     administrasi/pengurangan atau pembatalan ketetapan pajak yang tidak benar 
Angka 10 : diisi Nama Kepala KPP yang menandatangani surat 
Angka 11 : diisi NIP Kepala KPP yang menandatangani surat
Angka 12 : diisi    pimpinan    unit    kantor    yang    berwenang    melakukan    penelitian keberatan/pengurangan      atau      penghapusan      sanksi     administrasi/pengurangan atau pembatalan ketetapan pajak yang tidak benar    





Lampiran V.16.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007


DEPARTEMEN KEUANGAN RI

DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
.................................................1)

Nomor : ................................2) ................................3)
Sifat :
Lamp :
Hal : Pemberitahuan  Keterlambatan Penyampaian Copy  LPP dan/atau KKP*) dan dokumen pendukung      
                     
Yth ……………… 4)                

Menindaklanjuti    surat    permintaan    copy    LPP    dan/atau   KKP    *)    yang  dikirimkan     KPP     ………………..5)          dengan     surat     nomor     ………….6)     tanggal
………………7)   yang   telah   dikirimkan   kepada   Saudara,   dengan   ini   kami   sampaikan  bahwa     sampai  dengan  saat  ini  kami  belum  menerima  copy     LPPP  dan/atau   KKP*)  dimaksud.

Sesuai   dengan     Surat   Edaran     Direktur   Jenderal   Pajak   Nomor   :   SE-

........./PJ.7/2007   tanggal ………….., permintaan tersebut harus Saudara penuhi dalam  jangka   waktu   5   (lima)     hari   kerja   sejak   tanggal   surat   surat   permintaan   copy   LPP  dan/atau KKP *)  tersebut Saudara terima.

Oleh  karena  itu  diharapkan  agar  Saudara  segera  mengirimkan  data-data  dimaksud kepada kami.

Atas perhatian dan kerjasama Saudara diucapkan terimakasih.


……………..……....……...........8)
       
                                     9)        
NIP............................... 10)     
*)     Diisi dengan yang sesuai



Petunjuk Pengisian Lampiran V.16.:
Angka 1 : diisi nama unit kantor yang bersangkutan
Angka 2 : diisi nomor surat
Angka 3  : diisi tanggal surat 
Angka 4 : diisi nama dan alamat UP3
Angka 5 : diisi nama KPP yang mengirimkan surat permintaan foto copy LPP dan   KKP    
Angka 6 : diisi nomor surat KPP yang mengirimkan surat permintaan
Angka 7 : diisi tanggal surat KPP yang mengirimkan surat permintaan
Angka 8 : diisi pimpinan unit kantor
Angka 9 : diisi  Nama pimpinan unit kantor 
Angka 10 : diisi  NIP  pimpinan unit kantor 




Lampiran V.17.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007
 
       
DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
.................................................1)

Nomor : ................................2) ................................3)
Sifat : Segera
Hal : Permintaan penjelasan dan atau pembuktian     
                     
Yth.    …….....................4) 
Jl. ………….


Sehubungan  dengan  surat  Saudara  Nomor  :  ……..5)  tanggal  ………..6)  hal        permohonan        keberatan/pengurangan        atau        penghapusan        sanksi  administrasi/pengurangan atau pembatalan ketetapan pajak   yang tidak benar  *)  atas
………..7)  Nomor ………..8)  tanggal ……….9)  dengan ini disampaikan hal-hal  sebagai  berikut :

  1. Saudara     mengajukan     keberatan/pengurangan     atau     penghapusan     sanksi  administrasi/pengurangan  atau  pembatalan  ketetapan  pajak  yang  tidak  benar   *) atas koreksi ……….10) sebesar    Rp …………….11)    
    Menurut ketetapan………10)  tahun …… 12) sebesar       Rp …………….. 13)    
    Menurut Saudara …………10) tahun ……12) sebesar        Rp ……………...14)    
    Koreksi                                                                    Rp   …………….11)
    Berkaitan  dengan  koreksi  tersebut,  diminta  kepada  Saudara  untuk  memberikan penjelasan dan atau pembuktian yang meliputi :

    1.   ..............................................................................................
    2.   ..............................................................................................
    3.   ............................................................................................. dst 15)
  1. Saudara     mengajukan     keberatan/pengurangan     atau     penghapusan     sanksi
    administrasi/pengurangan  atau  pembatalan  ketetapan  pajak  yang  tidak  benar    *)        
    atas koreksi ………. sebesar    Rp …………….,-                        
    Menurut ketetapan ………tahun …… sebesar        Rp ………..……..,-            
    Menurut Saudara ………… tahun ……sebesar        Rp ……………...,-                
    Koreksi                                                         Rp  ……………..,-  

    Berkaitan  dengan  koreksi  tersebut,  diminta  kepada  Saudara  untuk  memberikan penjelasan dan atau pembuktian yang meliputi :
    1.   ................................................................................................
    2.   ................................................................................................
    3.   .............................................................................................. dst         
  1. dst. (sesuai pos yang perlu dilakukan penjelasan dan atau pembuktian)

Penjelasan     dan     atau     pembuktian     serta     buku/catatan/dokumen  pendukung  agar  disampaikan  selambat-lambatnya  15    (lima  belas)  hari  kerja  sejak  tanggal surat ini kepada :

Nama :  ………………………..16)
Jabatan :  ………………………..
Tempat :  ………………………..

Apabila   dalam   jangka   waktu   tersebut   Saudara   tidak   memberikan  penjelasan   dan   atau   pembuktian   beserta   buku/catatan/dokumen   pendukungnya,  maka surat permohonan Saudara akan diproses berdasarkan data yang ada.

Atas perhatian dan kerjasama Saudara diucapkan terima kasih.


……………..……....……...........17)
       
                                     18)        
NIP............................... 19)     
*)      Diisi dengan yang sesuai



Petunjuk Pengisian Lampiran V.17. :
Angka 1 : diisi nama unit kantor yang bersangkutan 
Angka 2 : diisi nomor surat
Angka 3  : diisi tanggal surat
Angka 4 : diisi nama dan alamat Wajib Pajak
Angka 5 : diisi nomor surat permohonan Wajib Pajak
Angka 6 : diisi tanggal surat permohonan Wajib Pajak  
Angka 7 : diisi jenis dan tahun ketetapan pajak
Angka 8 : diisi nomor ketetapan pajak
Angka 9 : diisi tanggal ketetapan pajak
Angka 10 : diisi pos koreksi (contoh : penjualan, biaya pemasaran, dll)
Angka 11 : diisi jumlah koreksi pos tersebut oleh pemeriksa
Angka 12 : diisi tahun pajak yang dikoreksi
Angka 13 : diisi jumlah pos tersebut menurut pemeriksa 
Angka 14 : diisi jumlah pos tersebut menurut Wajib Pajak
Angka 15 : diisi  pos-pos  yang  harus  dijelaskan  dan  dibuktikan  oleh  Wajib  Pajak  
Angka 16 : diisi nama tim peneliti 
Angka 17 : diisi unit sesuai pimpinan unit kantor 
Angka 18 : diisi nama pimpinan unit kantor 
Angka 19 : diisi NIP pimpinan unit kantor 





Lampiran V.18.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007
 
       
DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
.................................................1)

Nomor : S-................................2)
................................3)
Sifat : Sangat Segera
Hal : Permintaan penjelasan dan atau pembuktian
(permintaan kedua)     
                            
Yth. . ………………4)                
Jl.
                    
Sehubungan dengan surat  permintaan penjelasan dan atau pembuktian nomor  ...........5)  tanggal ............  6)  yang  berkaitan  dengan  dengan  surat keberatan/pengurangan atau penghapusan sanksi  administrasi/pengurangan atau pembatalan ketetapan pajak yang tidak benar  *)  Saudara nomor  …………7)  tanggal …………..8)   namun sampai saat ini Saudara  belum memberikan respon, dengan ini disampaikan hal-hal sebagai berikut :

  1. Saudara   mengajukan   keberatan/pengurangan   atau   penghapusan sanksi  administrasi/pengurangan   atau   pembatalan   ketetapan   pajak yang   tidak  benar *) atas koreksi ……….9) sebesar Rp …………….10)
    Menurut ketetapan ………9) tahun …… 11) sebesar   Rp ……………...12)    
    Menurut Saudara …………9) tahun ……11) sebesar    Rp ……………...13)    
    Koreksi                                                              Rp    …………….10)
    Berkaitan  dengan  koreksi  tersebut,  diminta  kepada  Saudara  untuk  memberikan penjelasan dan atau pembuktian yang meliputi :

    1.   ..............................................................................................
    2.   ..............................................................................................
    3.   ............................................................................................. dst 14)
     
  2. Saudara   mengajukan   keberatan/pengurangan   atau   penghapusan sanksi  administrasi/pengurangan   atau   pembatalan   ketetapan   pajak yang   tidak  benar *) atas koreksi ………. sebesar Rp …………….,-.
    Menurut ketetapan  ………tahun …… sebesar    Rp ……………..,-
    Menurut Saudara ………… tahun ……sebesar     Rp ……………...,-
    Koreksi                                                       Rp    ……………..,-
    Berkaitan  dengan  koreksi  tersebut,  diminta  kepada  Saudara  untuk  memberikan penjelasan dan atau pembuktian yang meliputi :

    1.   ..............................................................................................
    2.   ..............................................................................................
    3.   ............................................................................................. dst
  1. dst. (sesuai pos yang perlu dilakukan penjelasan dan atau pembuktian)
Penjelasan   dan   atau   pembuktian   serta   buku/catatan/dokumen  pendukung  agar  disampaikan     selambat-lambatnya  10     (sepuluh)    hari  kerja  tanggal surat ini kepada :

Nama :  ………………………..15)
Jabatan :  ………………………..
Tempat :  ………………………..

Perlu   kami   ingatkan,  ini  adalah  permintaan  kami  yang   kedua,  apabila  dalam  jangka   waktu  tersebut  Saudara  tidak  memberikan  penjelasan  dan  pembuktian  tertulis  beserta  buku/catatan/dokumen  pendukungnya,  maka  surat permohonan Saudara akan diproses berdasarkan data yang ada.

Atas perhatian dan kerjasama Saudara, diucapkan terima kasih.


Kepala…....…….................16)
       
                                     17)        
NIP............................... 18)     
*)      Diisi dengan yang sesuai



Petunjuk Pengisian Lampiran V.18. :
Angka 1 : diisi nama unit kantor yang bersangkutan 
Angka 2 : diisi nomor surat 
Angka 3  : diisi tanggal surat 
Angka 4 : diisi nama dan alamat Wajib Pajak
Angka 5 : diisi nomor surat permintaan penjelasan pertama  
Angka 6 : diisi tanggal surat permintaan penjelasan pertama
Angka 7 : diisi nomor surat Wajib Pajak     
Angka 8 : diisi tanggal surat Wajib Pajak
Angka 9 : diisi pos koreksi (contoh : penjualan, biaya pemasaran, dll) 
Angka 10 : diisi jumlah koreksi pos tersebut oleh pemeriksa 
Angka 11 : diisi tahun pajak yang dikoreksi  
Angka 12 : diisi jumlah pos tersebut menurut pemeriksa 
Angka 13 : diisi jumlah pos tersebut menurut Wajib Pajak  
Angka 14 : diisi pos -pos yang harus dijelaskan dan dibuktikan oleh Wajib Pajak    
Angka 15 : diisi nama tim peneliti  
Angka 16 : diisi unit sesuai pimpinan unit kantor    
Angka 17 : diisi nama pimpinan unit kantor 
Angka 18 : diisi NIP pimpinan unit kantor  





Lampiran V.19.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007
 
       
DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
.................................................1)

Nomor : S-................................2)
................................3)
Sifat : Sangat Segera
Hal : Permintaan penjelasan dan atau pembuktian
(permintaan tambahan)     
        
Yth....................... 4)    

           
Setelah   kami   mempelajari   penjelasan   dan   atau   pembuktian   yang Saudara  sampaikan  melalui  surat  nomor ............5) tanggal ............6),    dengan  ini    
kami   minta   agar   Saudara   menjelaskan   dan   atau   membuktikan   hal-hal   sebagai  berikut :
  1. ........................................................ 7)
  2. ........................................................
  3. ........................................................ dst
Penjelasan  dan    atau   pembuktian   beserta   data   pendukungnya  agar disampaikan selambat-lambatnya 10 (sepuluh) hari kerja tanggal surat ini kepada :
Nama :  ………………………..8)
Jabatan :  ………………………..
Tempat :  ………………………..

Apabila    sampai    dengan    batas    waktu    tersebut    Saudara    belum  memenuhi permintaan penjelasan dan atau pembuktian tersebut maka permohonan  Saudara akan diproses berdasarkan data yang ada.

Atas perhatian dan kerjasama Saudara, diucapkan terima kasih.



Kepala…....…….................9)
       
                                     10)        
NIP............................... 11)     



Petunjuk Pengisian Lampiran V.19. :
Angka 1 : diisi nama unit kantor yang bersangkutan    
Angka 2 : diisi nomor surat  
Angka 3  : diisi tanggal surat  
Angka 4 : diisi nama dan alamat Wajib Pajak
Angka 5 : diisi nomor surat penjelasan dan pembuktian Wajib Pajak 
Angka 6 : diisi tanggal surat penjelasan dan pembuktian Wajib Pajak 
Angka 7 : diisi pos -pos yang harus dijelaskan dan dibuktikan oleh Wajib Pajak 
Angka 8 : diisi nama tim peneliti , jabatan dan tempat  
Angka 9 : diisi unit sesuai pimpinan unit kantor  
Angka 10 : diisi nama pimpinan unit kantor  
Angka 11 : diisi NIP pimpinan unit kantor





Lampiran V.20.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007


DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
.................................................1)

BERITA ACARA TIDAK MEMBERIKAN PENJELASAN DAN ATAU PEMBUKTIAN
        
NOMOR BA- ............................2)
        
Pada hari ini …………. 3) tanggal ………………..4), kami :    5)

Nama/NIP  Pangkat/Golongan Jabatan 
     
     
     
                     
berdasarkan   Surat   Tugas   nomor   …………………6)    tanggal   …………………..7) telah melakukan penelitian terhadap surat keberatan/pengurangan atau penghapusan sanksi  administrasi/ pengurangan atau pembatalan ketetapan pajak yang tidak benar *) :
Nama WP :  ………………………..8)
NPWP :  ………………………..9)
Ketetapan :

No. Jenis Ketetapan10) Nomor Ketetapan11) Tanggal Ketetapan12) Tahun/Masa Pajak13) 
         
         
         

(keterangan : bentuk matrik dibuat dalam hal Surat Tugas diterbitkan untuk lebih dari 1  (satu) ketetapan)
Bahwa berdasarkan surat permintaan penjelasan dan pembuktian secara tertulis: 14)
No Nomor Surat Tanggal 
     
     
     
                      
Wajib Pajak yang bersangkutan  tidak memberikan respon atas permintaan keterangan atau   penjelasan    atau   pembuktian    tersebut    sehingga    permohonan   Wajib    Pajak  diproses menggunakan data   yang ada.       


.....................................15)
Mengetahui    17)
Direktur/Kakanwil/Ka.KPP


........................................            
NIP
                   Tim Peneliti 16) 
Supervisor            


.....................................
NIP
Ketua Tim            
                         ........................................            
NIP                
Anggota Tim            
                         ........................................ 
NIP
 *)    Diisi dengan yang  sesuai                       

                               
Petunjuk Pengisian Lampiran V.20. :
Angka 1 : diisi nama unit  kantor yang bersangkutan
Angka 2 : diisi nomor Berita Acara 
Angka 3  : diisi hari pembuatan Berita Acara
Angka 4 : diisi tanggal pembuatan Berita Acara  
Angka 5 : diisi identitas tim peneliti 
Angka 6 : diisi nomor Surat Tugas
Angka 7 : diisi tanggal Surat Tugas
Angka 8 : diisi Nama Wajib Pajak
Angka 9 : diisi Nomor Pokok Wajib Pajak
Angka 10 : diisi jenis  ketetapan pajak  (contoh : SKPKB PPh Pasal 21)
Angka 11 : diisi nomor ketetapan pajak 
Angka 12 : diisi tanggal ketetapan pajak  
Angka 13 : diisi Tahun/Masa Pajak
Angka 14 : diisi nomor dan tanggal permintaan peminjaman buku/catatan/ dokumen pendukung   
Angka 15 : diisi kota dan tanggal pembuatan Berita Acara  
Angka 16 : diisi  Nama, NIP dan ditandatangani oleh Tim Peneliti
Angka 17 : diisi Nama, NIP dan ditandatangani oleh pimpinan unit kantor






Lampiran V.21.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007
 
       
DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
.................................................1)

Nomor : ................................2)
................................3)
Sifat : Sangat Segera
Lamp :
Hal : Undangan pembahasan sengketa perpajakan    
        
Yth....................... 4)      
                    
Sehubungan   dengan   surat   keberatan/pengurangan   atau   penghapusan      sanksi    administrasi/pengurangan atau pembatalan ketetapan pajak yang tidak benar *) atas nama :  
Nama WP :  ………………………..5)
NPWP :  ………………………..6)
Ketetapan :

No. Jenis Ketetapan7) Nomor Ketetapan8) Tanggal Ketetapan9) Tahun/Masa Pajak10) 
         
         
         

(keterangan : bentuk matrik dibuat dalam hal Surat Tugas diterbitkan untuk lebih dari 1  (satu) ketetapan)

diminta agar Saudara menugaskan pegawai tersebut di bawah ini : 11)

No Nama / NIP Pangkat Jabatan 
       
       
       

untuk menghadiri pembahasan sengketa perpajakan yang akan dilaksanakan pada :
Hari/Tanggal :  ………………………..12)
Waktu :  ………………………..13)
Tempat :  ………………………..14)

Mengingat   pentingnya   acara   tersebut,   pegawai   dimaksud   agar   hadir   tepat   waktu  dengan membawa dokumen-dokumen yang diperlukan 15) :
1.    …………………………………...…………………
2.    ……………………………………………………..
3.    ………………………………………………....dst

Atas perhatian dan kerjasama Saudara diucapkan terimakasih.


Kepala…....…….................16)
       
                                     17)        
NIP                                18)     
*)     Diisi dengan yang sesuai





Lampiran V.22.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007
 
       
DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
.................................................1)

Nomor : ................................2)
................................3)
Sifat :
Lamp :
Hal : Undangan pembahasan sengketa perpajakan
        
Yth....................... 4)      
             
Sehubungan   dengan   surat   keberatan/pengurangan   atau   penghapusan  sanksi  administrasi/pengurangan  atau  pembatalan  ketetapan  pajak  yang  tidak  benar  *)  atas   nama :
Nama WP :  ………………………..5)
NPWP :  ………………………..6)
Ketetapan :

No. Jenis Ketetapan7) Nomor Ketetapan8) Tanggal Ketetapan9) Tahun/Masa Pajak10) 
         
         
         

(keterangan : bentuk matrik dibuat dalam hal Surat Tugas diterbitkan untuk lebih dari 1  (satu) ketetapan)

dengan  ini  diharapkan  kehadiran  Saudara   dalam  pembahasan  sengketa  perpajakan  yang akan dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal :  ………………………..12)
Waktu :  ………………………..13)
Tempat :  ………………………..14)

Mengingat    pentingnya    acara    tersebut    dalam    memproses    sengketa  perpajakan  yang  terjadi  diharapkan  kehadiran  Saudara  tepat  waktu  dengan  membawa  dokumen-dokumen yang diperlukan 15) :
1.   ..............................................................
2.   ..............................................................
3.   ............................................................dst

Atas perhatian dan kerjasama Saudara diucapkan terimakasih.


Kepala…....…….................16)
       
                                     17)        
NIP                                18)     
*)    Diisi dengan yang sesuai



Petunjuk Pengisian Lampiran V.21. dan V.22.  :
Angka 1 : diisi kop surat kantor yang bersangkutan    
Angka 2 : diisi nomor surat    
Angka 3  : diisi tanggal surat    
Angka 4 : diisi nama dan alamat unit pemeriksa (untuk lampiran 17)   diisi nama dan alamat Wajib Pajak (untuk lampiran 18)   
Angka 5 : diisi Nama Wajib Pajak  
Angka 6 : diisi Nomor Pokok Wajib Pajak 
Angka 7 : diisi jenis  ketetapan pajak  (contoh : SKPKB PPh Pasal 21) 
Angka 8 : diisi nomor ketetapan pajak 
Angka 9 : diisi tanggal ketetapan pajak 
Angka 10 : diisi Tahun/Masa Pajak
Angka 11 : diisi  identitas pemeriksa
Angka 12 : diisi hari / tanggal  pembahasan akan dilaksanakan 
Angka 13 : diisi waktu pembahasan akan dilaksanakan 
Angka 14 : diisi tempat pembahasan akan dilaksanakan
Angka 15 : diisi dokumen yang diperlukan untuk pembahasan    
Angka 16 : diisi unit kantor (minimal eselon III) 
Angka 17 : diisi Nama pimpinan unit kantor
Angka 18 : diisi NIP pimpinan unit kantor





Lampiran V.23.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007


DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
.................................................1)

BERITA ACARA PEMBAHASAN SENGKETA PERPAJAKAN
        
NOMOR BA- ............................2)
        
Pada hari ini …………. 3) tanggal ………………..4), kami :    5)

No Nama/NIP  Pangkat/Golongan Jabatan 
1.
2.
     

Sesuai  dengan  Surat  Tugas  nomor  :  ……..6)  tanggal  :  ……….7)  dan  surat undangan  pembahasan   sengketa   perpajakan   nomor   ..................  8) tanggal   ................  9),  telah  melakukan    pembahasan    sengketa perpajakan    atas    keberatan/pengurangan    atau  penghapusan  sanksi administrasi/pengurangan  atau  pembatalan  ketetapan  pajak  yang  tidak benar *)  atas nama Wajib Pajak :
Nama  :  ………………………..10)
NPWP :  ………………………..11)
Masa/Tahun Pajak :  ………………………..12)
           
Yang dihadiri oleh : 13)                

1.   ................................................
2.   ...............................................
3.   ...............................................
4.   ...............................................

Dengan pembahasan sebagai berikut :
  1. Pertanyaan : bcdef ...................................................................................................
    1. Jawaban/penjelasan : xyz.............................................................................
  2. Pertanyaan : ............................................................................................................
    1. Jawaban/penjelasan : ...................................................................................
  3. Pertanyaan :.............................................................................................................
    1. Jawaban/penjelasan : ...................................................................................
  4. dst
Berita       Acara       Pembahasan       Sengketa       Perpajakan       dalam       rangka  keberatan/pengurangan    atau    penghapusan    sanksi    administrasi/pengurangan    atau  pembatalan ketetapan pajak yang tidak benar  *)   ini dibuat dengan sesungguhnya  untuk  dipergunakan sebagaimana mestinya .


.................................................. 14)
Wajib Pajak/ Wakil/Kuasa *)  15)


....................................
Pemeriksa 16)


............................................
NIP

............................................
NIP
Tim Peneliti  17)


.............................................. 
NIP     

............................................
NIP
*)      Diisi dengan yang sesuai



Petunjuk Pengisian Lampiran V.23. :
Angka 1 : diisi nama unit kantor yang bersangkutan         
Angka 2 : diisi nomor Berita Acara Pembahasan Sengketa Perpajakan        
Angka 3  : diisi nama hari pembahasan        
Angka 4 : diisi tanggal pembahasan        
Angka 5 : diisi nama anggota Tim Peneliti        
Angka 6 : diisi nomor Surat Tugas untuk melakukan penelitian        
Angka 7 : diisi tanggal Surat Tugas untuk melakukan penelitian        
Angka 8 : diisi nomor surat undangan pembahasan        
Angka 9 : diisi tanggal surat undangan pembahasan        
Angka 10 : diisi nama Wajib Pajak        
Angka 11 : diisi NPWP Wajib Pajak  
Angka 12 : diisi nama jenis ketetapan dan jenis pajak (contoh : SKPKB PPh Badan)   
Angka 13 : diisi nama-nama para pihak yang membahas  (Misal : Pemeriksa, Wajib Pajak/Wakil/Kuasa, Saksi Ahli)
Angka 14 : diisi nama kota dan  tanggal  pembahasan 
Angka 15 : diisi nama dan ditandatangani Wajib Pajak/Wakil/Kuasa 
Angka 16 : diisi nama, NIP    dan ditandatangani Tim Pemeriksa  
Angka 17 : diisi nama, NIP    dan ditandatangani Tim Peneliti  
*)    :      Diisi sesuai permohonan Wajib Pajak        
            
Catatan :
Lampiran ini dibuat setiap kali Peneliti melakukan pembahasan baik dengan Pemeriksa  maupun Wajib Pajak sesuai dengan banyaknya pembahasan yang dilakukan




Lampiran V.24.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
……………………………………………………….    1)

KERTAS KERJA PENELITIAN
KEBERATAN/PENGURANGAN ATAU PENGHAPUSAN SANKSI ADMINISTRASI/PENGURANGAN
ATAU PEMBATALAN KETETAPAN PAJAK  YANG TIDAK BENAR………………….   2)

Nama Pos yang dikoreksi 7) 


NAMA WP : 3)
NPWP : 4)
TAHUN/MASA PAJAK : 5)
NOMOR DAN TANGGAL KETETAPAN PAJAK 6) 
URAIAN Indeks KKP cfm SPT
Rp
cfm Pemeriksa
Rp
cfm Peneliti
Rp 
Koreksi 8)
Rp 
1 2 3 4 5 6




         
Penjelasan: 9)




Dibuat Oleh   10) Diteliti oleh    11)
Nama Tanggal Paraf Nama Tanggal Paraf
           
Indeks KKP …… 12)


Petunjuk Pengisian Lampiran V.24. :
Angka 1 : diisi dengan unit kerja yang bersangkutan
Angka 2 : diisi dengan jenis permohonan Wajib Pajak yang diproses
Angka 3  : diisi dengan nama Wajib Pajak
Angka 4 : diisi dengan NPWP Wajib Pajak
Angka 5 : diisi dengan tahun/masa pajak
Angka 6 : diisi nomor dan tanggal ketetapan
Angka 7 : diisi dengan pos yang dikoreksi (yang menjadi sengeketa)
Contoh :
Nama pos yang dikoreksi : Pengurangan Penghasilan Bruto, maka dalam kolom "uraian" jelaskan untuk masing-masing biaya yang dikoreksi misal biaya gaji, boaya transport dll)
Angka 8 : diisi selisih menurut Pemeriksa dengan Peneliti
Angka 9 : diisi dengan penjelasan tentang koreksi
Angka 10 : diisi dengan nama, paraf yang membuat Kertas Kerja Penelitian dan tanggal pembuatan
Angka 11 : diisi dengan nama, paraf yang meneliti Kertas Kerja Penelitian dan tanggal diteliti
Angka 12 : diisi dengan indek KKP yang bersangkutan





Lampiran V.25.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007
        

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
.................................................1)

LAPORAN PENELITIAN KEBERATAN/PENGURANGAN ATAU PENGHAPUSAN
SANKSI ADMINISTRASI/ PENGURANGAN ATAU PEMBATALAN KETETAPAN
PAJAK YANG TIDAK BENAR  *)

Nama Wajib Pajak    :    …………………………………
                   NPWP    :    ………………………………... 
                  Nomor    :    Lap- …………………………. 


I. UMUM
1. Nama Wajib Pajak :
2. NPWP  :
3. Alamat  :
4. Jenis Usaha  :
5. Nomor skp/STP :
6. Tanggal skp/STP :
7. Jenis/Tahun Pajak :
8. Dasar Penerbitan        
LPP No:.................... 
Unit Pemeriksa:...............
:
9. Permohonan Wajib Pajak   : Surat Permohonan Wajib Pajak nomor …….. tanggal …….. yang diterima oleh KPP ……….  Tanggal ……….    
II. DASAR HUKUM
  1. Pasal  25/Pasal  36  ayat  (1)  huruf  a/Pasal  36  ayat  1  huruf  b  *)  Undang-undang  Nomor  6  Tahun  1983  tentang  Ketentuan  Umum  dan  Tata  Cara  Perpajakan  sebagaimana  telah  diubah  terakhir  dengan  Undang-undang  Nomor  16  Tahun  2000, sehingga dapat dipertimbangkan.
  2. KEP-297/PJ./2002   tentang   Pelimpahan   Wewenang   Direktur   Jenderal   Pajak  kepada  Para  Pejabat  di  Lingkungan  Direktorat  Jenderal  Pajak  sebagaimana  telah  diubah  terakhir  dengan  Peraturan  Direktur  Jenderal  Pajak  Nomor  :  PER-  …….     tanggal …………….
III. PEMENUHAN PERSYARATAN FORMAL
  1. Berdasarkan     penelitian     surat     permohonan     keberatan/pengurangan     atau   penghapusan sanksi administrasi/pengurangan atau pembatalan ketetapan pajak  yang   tidak   benar*)   Wajib   Pajak   Nomor   :   …………..   tanggal   ………….   yang   diterima   KPP   …………    tanggal   ……………..    berdasarkan   LPAD   Nomor   :…………………. tanggal ………………, diketahui hal-hal sebagai berikut :
    1. Keberatan/pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi/ pengurangan  atau pembatalan ketetapan pajak yang tidak benar*)   diajukan atas suatu surat  ketetapan    pajak    (skp)/STP/Surat    Keputusan    Direktur    Jenderal    Pajak*)Nomor : …………… tanggal …………….Tahun Pajak……………Jenis Pajak………………
    2. Keberatan/pengurangan  atau  penghapusan  sanksi  administrasi/pengurangan  atau  pembatalan  ketetapan  pajak  yang  tidak  benar*)  diajukan  secara  tertulis  dalam  bahasa  Indonesia  dengan  mengemukakan  jumlah  pajak  yang  terutang  atau  jumlah  pajak  yang  dipotong  atau  dipungut  atau  jumlah  rugi   menurut  penghitungan Wajib Pajak dengan disertai alasan-alasan yang jelas.
    3. Keberatan/pengurangan   atau   penghapusan   sanksi   administrasi*) diajukan  dalam   jangka   waktu   3   (tiga)   bulan   sejak   tanggal   Surat   Ketetapan   Pajak tahun …………. Nomor : …………… tanggal ……………..
    4. Surat     keberatan/pengurangan     atau     penghapusan     sanksi     administrasi/  pengurangan atau pembatalan ketetapan pajak yang tidak benar*) Wajib Pajak  ditandatangani oleh........selaku......sehingga telah memenuhi ketentuan Pasal  32 UU KUP dan berhak menandatangani surat keberatan tersebut.
  2. Berdasarkan uraian di atas, permohonan Wajib Pajak telah memenuhi ketentuan  formal sebagaimana diatur dalam Pasal 25/36 ayat (1) huruf a/Pasal 36 ayat (1)  huruf  b*)   dan  Pasal  32  Undang-undang  Nomor  6  Tahun  1983  tentang  Ketentuan  Umum  dan  Tata  Cara  Perpajakan  sebagaimana  telah  diubah  terakhir  dengan  Undang-undang Nomor 16 Tahun 2000, sehingga dapat dipertimbangkan.
IV. WEWENANG         PENYELESAIAN         KEBERATAN/PENGURANGAN         ATAU  PENGHAPUSAN           SANKSI           ADMINISTRASI/PENGURANGAN           ATAU  PEMBATALAN KETETAPAN PAJAK YANG TIDAK BENAR
Mengingat   bahwa   surat   ketetapan   pajak   (skp)/STP/Surat   Keputusan   Direktur  Jenderal  Pajak*)  …………..   Tahun  Pajak   …………..  Nomor  :   ……………   tanggal
…………… diterbitkan berdasarkan  Laporan Pemeriksaan Pajak  ……………………..
Nomor :  ………………… tanggal  ………., maka sesuai   dengan  Keputusan Direktur  Jenderal Pajak Nomor : KEP-297/PJ./2002 tentang Pelimpahan Wewenang Direktur  Jenderal   Pajak   kepada   Para   Pejabat   di   Lingkungan   Direktorat   Jenderal   Pajak  sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor  :     PER-…………….   Tanggal………,   permohonan   Wajib   Pajak   diselesaikan   oleh …………………………
V. KETETAPAN SEMULA
Surat       ketetapan       pajak       (skp)/STP/Surat       Keputusan       Direktur  Jenderal  Pajak*).……….Nomor     :     ………….     tanggal………..Tahun     Pajak…..diterbitkan  berdasarkan   Laporan   Pemeriksaan   Pajak   Kantor…….…..Nomor……tanggal…..,  dengan perhitungan sebagai berikut :
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
VI. ALASAN            WAJIB            PAJAK            MENGAJUKAN            PERMOHONAN  KEBERATAN/PENGURANGAN           ATAU           PENGHAPUSAN           SANKSI  ADMINISTRASI/  PENGURANGAN  ATAU  PEMBATALAN  KETETAPAN  PAJAK  YANG TIDAK BENAR  *)
Dalam    surat    Nomor    :.........tanggal......Wajib    Pajak    mengajukan    permohonan  keberatan/pengurangan  atau  penghapusan  sanksi  administrasi/pengurangan  atau  pembatalan   ketetapan   pajak   yang   tidak   benar   *)   atas   surat   ketetapan   pajak  (skp)/STP/Surat  Keputusan  Direktur  Jenderal  Pajak*)  ………   Nomor   …………… tanggal………..Masa/Tahun    Pajak    …………dengan    alasan    sebagai    berikut    :
…………….................................................………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………..
VII PROSES    PENYELESAIAN    PERMOHONAN    KEBERATAN/PENGURANGAN  ATAU     PENGHAPUSAN     SANKSI     ADMINISTRASI/PENGURANGAN     ATAU  PEMBATALAN KETETAPAN PAJAK YANG TIDAK BENAR  *)
a. GAMBARAN USAHA WAJIB PAJAK
A.1. Pembukuan Wajib Pajak  :
a. Metode Pembukuan          : Akrual/Kas    
b. Proses Pembukuan : Manual/Elektronik
c. Laporan Keuangan            
Disusun/ Diaudit 
: Diaudit akuntan publik/disusun sendiri    
Nama akuntan publik    :
Register akuntan publik :
Pendapat akuntan publik  :
A.2.  Gambaran umum usaha Wajib Pajak
Gambaran umum usaha Wajib Pajak adalah sebagai  berikut……………………….........................................................................  (Jelaskan sesuai LPP maupun dari hasil wawancara dengan Wajib Pajak  selama    proses    keberatan/pengurangan atau  penghapusan sanksi  administrasi/pengurangan  atau  pembatalan  ketetapan  pajak  yang  tidak  benar *
b. DATA
Surat     Permintaan     penjelasan     dan     pembuktian     tertulis     (permintaan  pertama/kedua*)  nomor  ………  tanggal  ……….Wajib  Pajak  memenuhi/tidak   memenuhi  *) permintaan  penjelasan  dan  pembuktian  secara  tertulis  melalui  surat     nomor     ……….tanggal……….dan/atau     telah     menyerahkan     data  kepada Peneliti pada tanggal…………………………..

Data-data     yang     diperlihatkan     dan     dipinjamkan      untuk      memproses  permohonan        keberatan/pengurangan        atau        penghapusan        sanksi  administrasi/pengurangan   atau   pembatalan   ketetapan   pajak   yang   tidak  benar *) meliputi :
No Jenis Buku/catatan/dokumen Banyaknya Keterangan 
       Diisi sesuai permintaan    
Pertama dan/atau kedua 
       
       
       
Selain    data-data    di    atas,    tidak    ada    lagi    buku/catatan/dokumen/bukti  pendukung   yang   digunakan   dalam   proses   keberatan/pengurangan   atau  penghapusan  sanksi  administrasi/pengurangan  atau  pembatalan  ketetapan  pajak yang tidak benar *)
c. PERBANDINGAN PAJAK TERUTANG ANTARA WAJIB PAJAK DENGAN  PEMERIKSA
Uraian Cfm. 
WP/SPT
Cfm.
SKPKB/Pemerika
Koreksi  
Peredaran  Usaha       
Harga Pokok Penjualan      
Penghasilan Bruto dari Usaha       
Pengurang Penghasilan Bruto       
Penghasilan  Neto  dari  Usaha       
Penghasilan  dari  Luar  Usaha        
Penghasilan  Neto        
Kompensasi Kerugian      
Penghasilan Kena Pajak       
PPh Terutang       
Kredit Pajak      
PPh Kurang (Lebih) Bayar      
Sanksi Administrasi :
-   Bunga Pasal 13 (2) KUP   ….. Bulan
-   Kenaikan Pasal 13 (3) KUP
     
PPh Yang Masih Harus (Lebih) Dibayar      
(Keterangan   :   isian  dalam  kolom  ”uraian”   sesuaikan   dengan   Jenis   Pajaknya  dengan  menyajikan  data  yang  informatif  seperti   yang ada dalam surat ketetapan  pajak)
d. URAIAN PENELITIAN
Berdasarkan  hasil  penelitian  terhadap  Laporan  Pemeriksaan  Pajak,  Kertas  Kerja   Pemeriksaan   dan   dokumen   yang   disampaikan   oleh   Wajib   Pajak,  dengan  ini   disampaikan  pokok  sengketa  yang  diajukan  oleh  Wajib  Pajak  sebagai berikut :
Misalnya :
  1. Peredaran Usaha :
    1. Menurut Wajib Pajak..............................
    2. Menurut Pemeriksa................................
    3. Menurut Peneliti Keberatan....................
  2. HPP :
    1. Menurut Wajib Pajak..........................
    2. Menurut Pemeriksa................................
    3. Menurut Peneliti Keberatan....................
  3. Pengurang Penghasilan :
    1. Menurut Wajib Pajak..........................
    2. Menurut Pemeriksa................................
    3. Menurut Peneliti Keberatan....................
  4. Dst...................
(Ket    :    buat    secara    rinci    untuk    masing-masing    yang    menjadi    pokok  sengketanya,   baik   jumlahnya   maupun   alasan   koreksi   oleh   Pemeriksa,  alasan  menurut  Wajib  Pajak,  dan  alasan  Peneliti  menolak  atau  menerima  yang menjadi pokok sengketa)
Berdasarkan    uraian    tersebut    di    atas,    maka    dapat    diketahui    bahwa  penerbitan    surat    ketetapan    pajak    (skp)/STP/Surat    Keputusan    Direktur  Jenderal   Pajak*)   ...............   Nomor.........tanggal...........   sudah/tidak   tepat*).  Dengan    demikian    diusulkan     untuk    Menerima     seluruhnya/Menerima  sebagian/Menolak*) permohonan Wajib Pajak, dan perhitungan dalam Surat  Ketetapan   Pajak   (skp)/STP/Surat   Keputusan   Direktur   Jenderal   Pajak*)  menjadi sebagai berikut :
Uraian Cfm. 
WP/SPT
Cfm.
SKPKB/Pemerika
Cfm.
Peneliti 
Peredaran  Usaha       
Harga Pokok Penjualan      
Penghasilan Bruto dari Usaha       
Pengurang Penghasilan Bruto       
Penghasilan  Neto  dari  Usaha       
Penghasilan  dari  Luar  Usaha        
Penghasilan  Neto        
Kompensasi Kerugian      
Penghasilan Kena Pajak       
PPh Terutang
     
Kredit Pajak      
PPh Kurang (Lebih) Bayar      
Sanksi Administrasi :
-   Bunga Pasal 13 (2) KUP   ….. Bulan
-   Kenaikan Pasal 13 (3) KUP
     
PPh Yang Masih Harus (Lebih) Dibayar      

(Keterangan   :   isian   dalam   kolom   ”uraian”   sesuaikan   dengan   Jenis   Pajaknya  dengan  menyajikan data yang informatif seperti   yang ada dalam surat ketetapan  pajak)
VIII KESIMPULAN DAN USUL
  1. Kesimpulan
Tidak     terdapat/terdapat     *)     ketidakbenaran     dalam     surat     ketetapan pajak  (skp)/STP/Surat       Keputusan       Direktur       Jenderal Pajak*).........Nomor........ tanggal............sebagaimana     dimaksud     Pasal 26/Pasal  36  ayat  (1)  huruf  a/  Pasal   36   ayat   (1)   huruf   b*) Undang-undang Nomor   6   Tahun   1983   tentang  Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah diubah  terakhir  dengan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2000.
  1. Usul
Diusulkan  untuk  menolak/menerima seluruhnya/menerima  sebagian/menambah*)  permohonan          keberatan/pengurangan          atau          penghapusan  sanksi  administrasi/pengurangan  atau  pembatalan  ketetapan  pajak  yang  tidak  benar *) Wajib  Pajak  dan  mempertahankan/meninjau  kembali*)      Surat  Ketetapan  Pajak  (skp)/STP/Surat   Keputusan   Direktur   Jenderal   Pajak*)………Nomor   :   ………… tanggal………Masa/Tahun   Pajak……….….a.n.   PT……………(NPWP   :…………)  dengan rekapitulasi   jumlah   pajak   yang   masih   harus   dibayar   adalah  sebagai  berikut :
Uraian Semula
(Rp)
Ditambah/
(Dikurangi)
(Rp)
Menjadi    
(Rp) 
Peredaran Usaha      
Penghasilan Netto      
Kompensasi Kerugian      
Penghasilan Kena Pajak      
PPh Terutang      
Kredit Pajak      
PPh Kurang (Lebih) Bayar       
Sanksi Administrasi      
Jumlah PPh yang (lebih)  dibayar      
(Keterangan : isian dalam kolom ”uraian” sesuaikan dengan Jenis Pajaknya)



Mengetahui,
……………………  
……. 1)

________
NIP








………………………
………2)

________
NIP


Menyetujui,
………………………4)

________
NIP
…………..,,……………..200    

…………………
………3)

________
NIP






Catatan :
*) diisi  salah satu

Penandatangan   disesuaikan   dengan   Surat   Tugas   Penelitian   Keberatan/Pengurangan  atau  Penghapusan  Sanksi  Administrasi/Pengurangan atau  Pembatala n  Ketetapan  Pajak  yang Tidak Benar *):
  1. Diisi   sesuai   dengan   Surat   Tugas   :   Kepala   Sub   Direktorat   (Kantor   Pusat)/Kepala  Bidang (Kanwil)/Kepala Seksi (KPP)
  2. Diisi   sesuai   dengan   Surat   Tugas   :   Kepala   Seksi   (Kantor   Pusat   dan      Kanwil),Koordinator Pelaksana (KPP)
  3. Diisi sesuai dengan Surat Tugas : Koordinator Pelaksana/Penelaah Keberatan (Kantor  Pusat dan  Kanwil), Pelaksana (KPP)
  4. Diisi  dengan  identitas  pembuat  Surat  Tugas  :  Direktur  (Kantor  Pusat)/Kepala  Kantor  Wilayah (Kanwil)/Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP)




Lampiran V.26.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
.................................................1)

Nomor : ................................2)
................................3)
Sifat : Segera
Lamp :
Hal : Pemberitahuan Hasil Penelitian Keberatan/
Pengurangan atau Penghapusan Sanksi            
Administrasi/Pengurangan atau Pembatalan            
Ketetapan Pajak yang Tidak Benar *), Permintaan            
Tanggapan dan Undangan Menghadiri Pembahasan Akhir**)      
        
Yth....................... 4)      

                     
Sehubungan    dengan    Surat    Tugas    Penelitian    Keberatan/Pengurangan    atau Penghapusan Sanksi    Administrasi/Pengurangan    atau   Pembatalan   Ketetapan   Pajak   yang   Tidak Benar  *) nomor    5)    tanggal    6)    bersama  ini  disampaikan  kepada  Saudara  hasil penelitian sebagaimana terlampir.                

Mengingat     hasil     penelitian     keberatan/pengurangan     atau     penghapusan     sanksi  administrasi/pengurangan  atau  pembatalan  ketetapan  pajak  yang  tidak  benar   *)   tersebut  berkaitan  dengan  kewajiban  pajak  yang  harus  Saudara  laksanakan,  maka  Saudara  diberi  kesempatan  untuk  menanggapi secara tertulis disertai dengan data, bukti dan dokumen pendukung  dalam jangka waktu  paling lama 10   (sepuluh) hari sejak tanggal surat ini.

Untuk melakukan pembahasan akhir atas hasil penelitian keberatan/pengurangan atau  penghapusan  sanksi  administrasi/pengurangan  atau  pembatalan  ketetapan  pajak  yang  tidak  benar  *)  dan  tanggapan  yang  Saudara  buat,  diharapkan  kehadiran  Saudara  untuk  melakukan  pembahasan  akhir dan  menandatangani  Berita  Acara  Hasil  Penelitian  Keberatan/pengurangan  atau  penghapusan  sanksi  administrasi/pengurangan atau pembatalan ketetapan pajak yang tidak benar *) pada :
Hari/Tanggal  : ......................................................7) 
Waktu : ......................................................8) 
Tempat : ......................................................9)  
Menemui : 1. ..................................................10)
2. ..................................................
3. ..................................................**)

Apabila  Saudara  tidak  memberikan  tanggapan  secara  tertulis  atas  hasil   penelitian keberatan/pengurangan   atau   penghapusan   sanksi   administrasi/pengurangan   atau pembatalan ketetapan   pajak   yang   tidak   benar  *)   dalam   jangka waktu tersebut  dan Saudara tidak menghadiri  Penandatanganan    Berita    Acara    Hasil    Keberatan/    Pengurangan    atau Penghapusan    Sanksi  Administrasi/Pengurangan atau Pembatalan Ketetapan Pajak yang Tidak Benar *) tersebut, maka hasil  penelitian     keberatan/pengurangan     atau     penghapusan sanksi     administrasi/pengurangan     atau  pembatalan  ketetapan  pajak  yang  tidak  benar   *) dianggap  telah  Saudara  setujui  seluruhnya  dan  kewajiban  pajak  Saudara  akan  dihitung sesuai dengan  hasil  penelitian  keberatan/pengurangan atau  penghapusan  sanksi administrasi/pengurangan  atau  pembatalan  ketetapan  pajak  yang  tidak  benar  *)  tersebut.

Atas perhatian dan kerjasama Saudara diucapkan terima kasih.      


…....……...........................11)
       
                                     12)        
NIP                                13)     
*) Diisi sesuai permohonan Wajib Pajak  
**) Dalam  hal  Wajib  Pajak  tidak  diundang,  kata  ”Undangan  Menghadiri  Pembahasan  Akhir”  agar  dihilangkan dalam hal Wajib Pajak tidak diundang untuk menghadiri pembahasan akhir, dan paragraf ini (paragraf ke-3) agar dihilangkan            
         
   
Petunjuk Pengisian Lampiran V.26. :
Angka 1 : diisi nama unit  kantor yang bersangkutan  
Angka 2 : diisi nomor surat 
Angka 3  : diisi tanggal surat  
Angka 4 : diisi nama dan alamat Wajib Pajak
Angka 5 : diisi nomor Surat Tugas Penelitian
Angka 6 : diisi tanggal Surat Tugas Penelitian
Angka 7 : diisi hari dan tanggal pembahasan hasil penelitian
Angka 8 : diisi waktu pembahasan hasil penelitian 
Angka 9 : diisi tempat pembahasan hasil penelitian    
Angka 10 : diisi nama tim peneliti
Angka 11 : diisi pimpinan unit kantor (minimal eselon III)    
Angka 12 : diisi nama pimpinan unit kantor 
Angka 13 : diisi NIP pimpinan unit kantor 


   
   
Lampiran V.27.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007

     
DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA                        
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK                            
…………………………………………………1) 
                      
PEMBERITAHUAN  DAFTAR    HASIL PENELITIAN KEBERATAN/PENGURANGAN ATAU PENGHAPUSAN SANKSI ADMINISTRASI/PENGURANGAN
ATAU PEMBATALAN KETETAPAN PAJAK YANGTIDAK BENAR *)
Nomor dan Tanggal …………..……………….. 2)

3)
NO POS-POS YANG DIKOREKSI MENURUT  DASAR DILAKUKAN KOREKSI DALAM
KEBERATAN/PENGURANGAN ATAU PENGHAPUSAN
SANKSI ADMINISTRASI/PENGURANGAN ATAU
PEMBATALAN KETETAPAN PAJAK YANGTIDAK BENAR *)
SPT PEMERIKSA PENELITI
(Rp) (Rp) (Rp)
1 2 3 4 5 6








         



Mengetahui,    6)
……………………..


………………………….    
NIP 











……………………….., …………………. 4) 
Supervisor    5) 



………………………….    
NIP 

Ketua Tim


………………………….    
NIP 

Anggota Tim


………………………….    
NIP  
*)  Diisi dengan yang sesuai


Petunjuk Pengisian Lampiran V.27. :
Angka 1 : diisi dengan unit kerja yang bersangkutan
Angka 2 : diisi dengan nomor dan tanggal skp/STP/SK Keberatan yang diajukan permohonan oleh Wajib Pajak 
Angka 3  : diisi dengan pos-pos koreksi Cfm Pemeriksa, Wajib Pajak, Peneliti dan dasar koreksi
Angka 4 : diisi dengan nama tempat dan tanggal pembuatan daftar pemberitahuan
Angka 5 : diisi dengan nama dan NIP Peneliti sesuai Surat Tugas dan ditandatangani 
Angka 6 : diisi dengan nama dan NIP pimpinan unit kerja dan ditandatangani






Lampiran V.28.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007


DEPARTEMEN KEUANGAN RI
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
.................................................1)

SURAT TANGGAPAN HASIL PENELITIAN KEBERATAN/PENGURANGAN
ATAU  PENGHAPUSAN SANKSI ADMINISTRASI/PENGURANGAN
ATAU PEMBATALAN  KETETAPAN PAJAK YANG TIDAK BENAR *)

Yth.   .................................. 2)


Sehubungan  dengan  surat  Pemberitahuan  Hasil  Penelitian  Keberatan/Pengurangan  atau Penghapusan  Sanksi  Administrasi/Penghapusan  atau  Pembatalan  Ketetapan  Pajak  yang Tidak Benar *)    nomor .............  3) tanggal ...............  4)  dengan ini saya : 
Nama  : ...................................5)
Jabatan : ...................................6)
Alamat  : ...................................7)
Dalam hal ini bertindak selaku : 8)
 
Diri sendiri
 
wakil 
 
kuasa**)
Dari Wajib Pajak :  
Nama  : ...................................9)
NPWP : ...................................10)
Alamat  : ...................................11)
Dengan ini menyatakan dengan sebenar-benarnya : 12)
 
Menyetujui   seluruh   hasil   penelitian   keberatan/pengurangan   atau   penghapusan sanksi administrasi/pengurangan atau pembatalan ketetapan pajak yang tidak benar
*)
 
Tidak   menyetujui   sebagian/seluruh   *)   hasil   penelitian   keberatan/pengurangan  atau  penghapusan   sanksi   administrasi/pengurangan  atau  pembatalan  ketetapan  pajak  yang tidak benar *)
(Dalam  hal   Saudara  tidak  menyetujui  sebagian/seluruh  hasil  penelitian  keberatan/  pengurangan  atau  penghapusan  sanksi  administrasi/pengurangan  atau  pembatalan  ketetapan   pajak   yang   tidak   benar   *),   surat   tanggapan   harus   dilampiri   dengan  penjelasan   mengenai   koreksi   yang   tidak   Saudara   setujui   dan   dilampiri   dengan  data/bukti/dokumen pendukung ).


                                                                       
………………………., ……………………13)          
Hormat Kami,

.........................................14)
Catatan :
*)      Diisi dengan yang sesuai
**)    Dalam hal diwakili kuasa harus dilampiri Surat Kuasa Khusus



Petunjuk Pengisian Lampiran V.28. :
Angka 1 : diisi nama unit kantor yang bersangkutan 
Angka 2 : diisi nama dan alamat unit peneliti 
Angka 3  : diisi nomor Surat Pemberitahuan Hasil Penelitian   
Angka 4 : diisi tanggal Surat Pemberitahuan Hasil Penelitian 
Angka 5 : diisi nama pembuat surat 
Angka 6 : diisi jabatan pembuat surat
Angka 7 : diisi alamat  pembuat surat 
Angka 8 : diisi salah satu sesuai kedudukan pembuat surat   
Angka 9 : diisi nama Wajib Pajak   
Angka 10 : diisi NPWP 
Angka 11 : diisi alamat Wajib Pajak
Angka 12 : diisi pendapat Wajib Pajak terhadap hasil penelitian  
Angka 13 : diisi  kota dan tanggal surat 
Angka 14 : diisi nama dan tanda tangan pembuat surat 





Lampiran V.29.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007


DEPARTEMEN KEUANGAN RI
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
.................................................1)

BERITA ACARA PEMBAHASAN AKHIR HASIL PENELITIAN
KEBERATAN PENGURANGAN  ATAU PENGHAPUSAN SANKSI
ADMINISTRASI/PENGURANGAN ATAU PEMBATALAN
KETETAPAN PAJAK YANG TIDAK BENAR *)
NOMOR : BA-................................... 2)
                   
Pada hari ini ............... 3)  tanggal .............4)  , kami 5):
No NAMA /NIP   Pangkat/Golongan Jabatan 
       

berdasarkan    Surat    Tugas    Penelitian    Keberatan/Pengurangan    atau    Penghapusan    Sanksi
Administrasi/Penghapusan    atau    Pembatalan   Ketetapan   Pajak    yang    Tdak   Benar   *) nomor    .....................6)     tanggal ...................7),   telah   melakukan   penelitian keberatan/pengurangan   atau    penghapusan   sanksi   administrasi/penghapusan   atau pembatalan   ketetapan   pajak   yang   tidak  benar *)  terhadap Wajib Pajak :
Nama  : ...................................8)
NPWP : ...................................9)
Dan memberitahukan serta menjelaskan hasil penelitian kepada : 10)  
 
Wajib Pajak
 
Wakil Wajib Pajak
 
Kuasa Wajib Pajak
Nama  : ...................................11)
NPWP : ...................................12)
Alamat  : ...................................13)
Berupa  pos-pos  yang  dikoreksi  sebagaimana  tersebut  dalam  lampiran dan  menyatakan  dengan  sebenar-benarnya : 14)
 
Menyetujui   seluruh   hasil   penelitian   keberatan/pengurangan   atau   penghapusan   sanksi  administrasi/penghapusan atau pembatalan ketetapan pajak  yang tidak benar *)
 
Tidak    menyetujui    sebagian/seluruh    **)    hasil    penelitian    keberatan/pengurangan    atau penghapusan  sanksi  administrasi/penghapusan  atau  pembatalan  ketetapan  pajak   yang tidak benar *)           
                      
Demikian Berita Acara Hasil Penelitian Keberatan/Pengurangan atau Penghapusan Sanksi  Administrasi/Penghapusan  atau  Pembatalan  Ketetapan  Pajak  yang  Tdak  Benar  *) ini       
dibuat dengan sebenarnya dan ditandatangani  oleh : 

     

Wajib Pajak/Wakil Kuasa **) 16)




...............................


Mengetahui,    18)
……………………..


………………………….    
NIP 





……………………….., ………………….15) 
Tim Peneliti ...........17)
Supervisor   



………………………….    
NIP 

Ketua Tim


………………………….    
NIP 

Anggota Tim


………………………….    
NIP  
*)        Diisi dengan yang sesuai 
**)      Coret yang tidak perlu



Petunjuk Pengisian Lampiran V.29. :
Angka 1 : diisi nama unit kantor yang bersangkutan   
Angka 2 : diisi nomor Berita Acara   
Angka 3  : diisi hari penandatanganan Berita Acara   
Angka 4 : diisi tanggal  penandatanganan Berita Acara   
Angka 5 : diisi identitas tim peneliti   
Angka 6 : diisi nomor surat tugas   
Angka 7 : diisi tanggal surat tugas   
Angka 8 : diisi nama Wajib Pajak
Angka 9 : diisi NPWP
Angka 10 : diisi kedudukan penandatangan  dari Wajib Pajak
Angka 11 : diisi nama penandatangan dari Wajib Pajak  
Angka 12 : diisi jabatan penandatangan dari Wajib Pajak  
Angka 13 : diisi  alamat penandatangan dari Wajib Pajak
Angka 14 : diisi salah satu  
Angka 15 : diisi kota dan tanggal 
Angka 16 : diisi nama dan ditandatangani Wajib Pajak   
Angka 17 : diisi nama, NIP dan ditandatangani tim peneliti   
Angka 18 : diisi nama, NIP dan ditandatangani pimpinan unit peneliti   




Lampiran V.30.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007


DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA               
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK               
……………………………………………………….1)               

DAFTAR HASIL AKHIR PENELITIAN KEBERATAN/PENGURANGAN ATAU
PENGHAPUSAN SANKSI ADMINISTRASI/PENGURANGAN ATAU PEMBATALAN
KETETAPAN PAJAK YANG TIDAK BENAR *)
Nomor dan Tanggal ………………..    2)

3)   
NO POS-POS YANG DIKOREKSI MENURUT
PENELITI
(Rp) 
SANGGAHAN WAJIB PAJAK
 (NILAI RUPIAH DAN ALASAN) 
HASIL PEMBAHASAN
(NILAI RUPIAH DAN ALASAN)
1 2 3 4 5
 





     


Wajib Pajak/ Wakil/Kuasa    5) 



………………………….    
NIP 











……………………….., …………………. 4) 
Supervisor    6) 



………………………….    
NIP 

Ketua Tim


………………………….    
NIP 

Anggota Tim


………………………….    
NIP  



Petunjuk Pengisian Lampiran V.30. :
Angka 1 : diisi dengan unit kerja yang bersangkutan   
Angka 2 : diisi dengan nomor dan tanggal skp/STP/SK diajukan dalam permohonan Wajib Pajak   
Angka 3  : diisi  dengan  penjelasan  tentang  koreksi,  sanggahan  Wajib    Pajak,  koreksi  yang  dibatalkan dan/atau dipertahankan       
Angka 4 : diisi kota dan tanggal 
Angka 5 : diisi Nama, NIP dan ditandatangani Wajib Pajak 
Angka 6 : diisi Nama, NIP dan ditandatangani tim peneliti 





Lampiran V.31.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007


DEPARTEMEN KEUANGAN RI
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
.................................................1)

BERITA ACARA KETIDAKHADIRAN WAJIB PAJAK DAN TIDAK MEMBERIKAN
TANGGAPAN TERTULIS

NOMOR : BA-..........................    2)
                   
Pada hari ini ...............3)  tanggal .............4)  kami 5):
No  NAMA /NIP Pangkat/Golongan Jabatan


     
Sesuai    Surat    Tugas    Nomor    :.....................6) Tanggal .................7) ditugaskan melakukan penelitian    keberatan/Pengurangan    atau    Penghapusan Sanksi Administrasi/Penghapusan   atau   Pembatalan   Ketetapan   Pajak   yang   tidak   benar*) terhadap Wajib Pajak :
Nama  : ...................................8)
NPWP : ...................................9)
Alamat  : ...................................10)
Jenis/Tahun Pajak : ...................................11)
telah melakukan  permintaan  tanggapan  dan  pemanggilan  terhadap  Wajib  Pajak  untuk melakukan     pembahasan     akhir     Hasil     Penelitian     Keberatan/Pengurangan     atau Penghapusan   Sanksi   Administrasi/Penghapusan   atau   Pembatalan   Ketetapan   Pajak  yang tidak   benar   *)   ,   namun   Wajib   Pajak   yang   bersangkutan   tidak   memberikan  tanggapan dan tidak datang memenuhi panggilan.

Berita    Acara    Ketidakhadiran    Wajib    Pajak    dan    Tidak    Memberikan  Tanggapan Tertulis   ini dibuat dengan sebenarnya.


Mengetahui,    14)
……………………..


………………………….    
NIP












……………………….., ………………….12) 
Tim Peneliti 13)
Supervisor   



………………………….    
NIP 

Ketua Tim


………………………….    
NIP 

Anggota Tim


………………………….    
NIP  
*)     Diisi dengan yang sesuai



Petunjuk Pengisian Lampiran V.31. :
Angka 1 : diisi nama unit  kantor yang bersangkutan   
Angka 2 : diisi nomor Berita Acara   
Angka 3  : diisi hari pembuatan Berita Acara   
Angka 4 : diisi tanggal pembuatan Berita Acara   
Angka 5 : diisi identitas tim peneliti   
Angka 6 : diisi nomor Surat Tugas     
Angka 7 : diisi tanggal Surat Tugas   
Angka 8 : diisi nama Wajib Pajak   
Angka 9 : diisi NPWP   
Angka 10 : diisi alamat Wajib Pajak 
Angka 11 : diisi jenis/tahun pajak yang diajukan dalam surat permohonan  
Angka 12 : diisi nama kota dan tanggal pembuatan Berita Acara  
Angka 13 : diisi Nama, NIP dan ditandatangani oleh tim peneliti   
Angka 14 : diisi Nama, NIP  dan ditandatangani oleh pimpinan unit kantor  





Lampiran V.32.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007


DEPARTEMEN KEUANGAN RI
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
.................................................1)

BERITA ACARA MEMBERIKAN/TIDAK MEMBERIKAN TANGGAPAN DAN
KEHADIRAN/KETIDAKHADIRAN WAJIB PAJAK  *)

NOMOR : BA-............................ 2)
                               
Pada hari ini .....................3)  tanggal .................4), kami 5):           
No NAMA  /NIP  Pangkat/Golongan Jabatan   


     
Berdasarkan      Surat      Tugas      Penelitian      Keberatan/Pengurangan      atau  Penghapusan Sanksi Administrasi/Penghapusan  atau  Pembatalan  Ketetapan  Pajak  yang  tidak  benar  **)  nomor ......................6) tanggal ..............7), terhadap Wajib Pajak :
Nama  : ...................................8)
NPWP : ...................................9)
telah   melakukan   permintaan   tanggapan   dan   pemanggilan   terhadap   Wajib   Pajak   untuk menghadiri  pembahasan         Hasil         Penelitian         Keberatan/Pengurangan         atau Penghapusan         Sanksi  Administrasi/Penghapusan atau Pembatalan Ketetapan Pajak yang tidak benar  **) dan Wajib Pajak yang  bersangkutan   hadir   namun   tidak   memberikan   tanggapan tertulis   /   tidak   hadir   namun   memberikan  tanggapan  tertulis *).

Telah   dijelaskan   pos-pos   yang   dikoreksi   sebagaimana   tersebut   dalam   Daftar   Hasil Akhir Penelitian  Penelitian     Keberatan/Pengurangan     atau     Penghapusan     Sanksi Administrasi/Penghapusan     atau  Pembatalan Ketetapan Pajak yang tidak benar **) dan menyatakan dengan sebenar-benarnya ***) : 14)
 
Menyetujui     seluruh     hasil     penelitian     keberatan/Pengurangan     atau     Penghapusan Sanksi  Administrasi/Penghapusan atau Pembatalan Ketetapan Pajak yang tidak benar *)
 
Tidak menyetujui sebagian/seluruh  *)  hasil  penelitian  Keberatan/Pengurangan  atau  Penghapusan Sanksi Administrasi/Penghapusan atau Pembatalan Ketetapan Pajak yang tidak benar **)
Demikian Berita Acara Hasil Penelitian Keberatan ini dibuat dengan sebenarnya dan  ditandatangani oleh :


Wajib Pajak/Wakil/Kuasa **) 16) 



………………………….    


Mengetahui, 18)
..............................


..............................
NIP





……………………….., …………………. 15) 
tim Peneliti 17)
Supervisor   



………………………….    
NIP 

Ketua Tim


………………………….    
NIP 

Anggota Tim


………………………….    
NIP  
*)         Coret salah satu
**)       Diisi sesuai permohonan Wajib Pajak
***)   Paragraf/kalimat  ini  hanya  digunakan  dalam  hal  Wajib  Pajak  hadir  tapi  tidak  memberikan  tanggapan  tertulis


Petunjuk Pengisian Lampiran V.32. :
Angka 1 : diisi kop surat kantor yang bersangkutan   
Angka 2 : diisi nomor Berita Acara
Angka 3  : diisi hari penandatanganan Berita Acara   
Angka 4 : diisi tanggal  penandatanganan Berita Acara
Angka 5 : diisi identitas tim peneliti  
Angka 6 : diisi nomor surat tugas
Angka 7 : diisi tanggal surat tugas
Angka 8 : diisi nama Wajib Pajak   
Angka 9 : diisi NPWP
Angka 10 : diisi kedudukan penandatangan  dari Wajib Pajak 
Angka 11 : diisi nama penandatangan dari Wajib Pajak
Angka 12 : diisi jabatan penandatangan dari Wajib Pajak
Angka 13 : diisi  alamat penandatangan dari Wajib Pajak  
Angka 14 : diisi salah satu
Angka 15 : diisi kota dan tanggal  
Angka 16 : diisi nama dan ditandatangani Wajib Pajak 
Angka 17   : diisi Nama, NIP  dan ditandatangani tim peneliti
Angka 18  : diisi Nama, NIP dan ditandatangani pimpinan unit peneliti 





Lampiran V.33.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007


DEPARTEMEN KEUANGAN RI
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
.................................................1)

BERITA ACARA TIDAK BERSEDIA MENANDATANGANI BERITA ACARA
PEMBAHASAN
       
NOMOR : BA-...............................2)
               
Pada hari ini .............3)  tanggal ............4)  kami 5):   
No NAMA /NIP Pangkat/Golongan  Jabatan 
 




   
sesuai    Surat    Tugas    Nomor    : ........................6) Tanggal .......................7) ditugaskan melakukan   penelitian    keberatan/Pengurangan    atau    Penghapusan Sanksi       Administrasi/Penghapusan   atau   Pembatalan    Ketetapan    Pajak    yang    tidak benar*) terhadap Wajib Pajak :      
Nama  : ...................................8)
NPWP : ...................................9)
Alamat  : ...................................10)
Jenis/Tahun Pajak : ...................................11)
telah     melakukan     pembahasan     Hasil     Penelitian     Keberatan/Pengurangan     atau  Penghapusan   Sanksi   Administrasi/Penghapusan   atau   Pembatalan   Ketetapan   Pajak  yang    tidak    benar,    *)    namun    Wajib    Pajak    yang    bersangkutan    tidak    bersedia  menandatangani Berita Acara pembahasan.

Berita  Acara   penolakan  menandatangani  Berita  Acara  Pembahasan ini  dibuat dengan sebenarnya.


Mengetahui,    14)
……………………..


………………………….    
NIP












……………………….., ………………….12) 
Tim Peneliti 13)
Supervisor   



………………………….    
NIP 

Ketua Tim


………………………….    
NIP 

Anggota Tim


………………………….    
NIP  
*)      Diisi dengan yang sesuai



Petunjuk Pengisian Lampiran V.33. :
Angka 1 : diisi nama unit kantor yang bersangkutan    
Angka 2 : diisi nomor Berita Acara 
Angka 3  : diisi hari pembuatan Berita Acara 
Angka 4 : diisi tanggal pembuatan Berita Acara   
Angka 5 : diisi identitas tim peneliti
Angka 6 : diisi nomor Surat Tugas  
Angka 7 : diisi tanggal Surat Tugas  
Angka 8 : diisi nama Wajib Pajak
Angka 9 : diisi NPWP  
Angka 10 : diisi alamat Wajib Pajak
Angka 11 : diisi jenis/tahun pajak yang diajukan oleh Wajib Pajak 
Angka 12 : diisi nama kota dan tanggal pembuatan Berita Acara 
Angka 13 : diisi Nama, NIP  dan ditandatangani oleh tim peneliti   
Angka 14 : diisi Nama, NIP  dan ditandatangani oleh pimpinan unit kantor 





Lampiran V.34.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007

       
DEPARTEMEN KEUANGAN RI                                   
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK                                   
.........................................1)          
                       
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR : KEP-    2)
TENTANG
KEBERATAN WAJIB PAJAK ATAS ......................3)
                                   
DIREKTUR JENDERAL PAJAK 
                     
Menimbang :
  1. Surat keberatan Wajib Pajak atas nama    4)    Nomor : ………5) tanggal ……6) yang   diterima .....7)   tanggal ........8)   berdasarkan    LPAD    Nomor   : .....9)  tanggal .......10)    tentang…….11)  atas ........12)    Nomor  :  ………13)    Tanggal  ………14)    Tahun Pajak …………15) ;                                   
  2. Laporan Penelitian Keberatan Nomor :……………..16) Tanggal……………17)
  3. Bahwa           terdapat      cukup      alasan      untuk      menerima      seluruhnya/menerima  sebagian/tidak terdapat cukup alasan untuk menerima*)   keberatan Wajib Pajak;
Mengingat :
  1. Pasal 26 Undang-undang  Nomor  6  Tahun  1983  Tentang  Ketentuan  Umum  Dan  Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah diubah terakhir  dengan  Undang-undang Nomor 16  Tahun  2000;
  2. Undang-undang Nomor 7 tahun 1983 Tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah  diubah  terakhir  dengan  Undang-undang Nomor 17 Tahun 2000;
  3. Keputusan  Direktur  Jenderal  Pajak  Nomor  :   KEP-297/PJ./2002  sebagaimana  telah  diubah terakhir dengan  Peraturan Direktur  Jenderal Pajak Nomor : …………….;
MEMUTUSKAN
Menetapkan :
  1. Menerima  seluruhnya/Menerima  sebagian/Menolak18)  keberatan  Wajib  Pajak  dalam suratnya  Nomor :……19) tanggal ………20)
  2. Mengurangkan/Mempertahankan/Menambah21) atas……….22) Nomor :  ………23) Tanggal ……………24) Tahun Pajak   …………25)
    Atas nama WP :    …………26)
    NPWP :    …………27) 
    Alamat :    …………28)
    Dengan perincian sebagai berikut :
Uraian Semula
(Rp.)
Ditambah/
(Dikurangi)
(Rp)   
Menjadi
(Rp.)
Penghasilan  Netto       
Kompensasi Kerugian      
Penghasilan Kena Pajak      
PPh Terutang      
Kredit Pajak      
PPh Kurang (Lebih) Bayar      
Sanksi Administrasi       
Jumlah PPh ymh (lebih) dibayar       
                                 
                                              
....................30),..................... 31)               
Direktur Jenderal /               
A.n. Direktur Jenderal Pajak               
Kepala ...............................32)               


….......................................33)               
NIP .....................................34)               

Tembusan Yth. :                                   
1.    Wajib Pajak ….............35)                               
2.    Kepala KPP    36)                               

                                      
Petunjuk Pengisian Lampiran V.34. :
Angka 1 : diisi nama unit kantor yang menerbitkan keputusan 
Angka 2 : diisi nomor Keputusan 
Angka 3  : diisi jenis ketetapan pajak yang diajukan keberatan  
Angka 4 : diisi Nama Wajib Pajak
Angka 5 : diisi nomor surat keberatan Wajib Pajak 
Angka 6 : diisi tanggal surat keberatan Wajib Pajak 
Angka 7 : diisi   nama   Kantor   Pelayanan   Pajak   yang   menerima   surat   keberatan   
Wajib Pajak   
Angka 8 : diisi tanggal surat Wajib Pajak diterima di Kantor Pelayanan Pajak
Angka 9 : diisi dengan Nomor LPAD
Angka 10 : diisi dengan tanggal LPAD  
Angka 11 : diisi dengan keberatan Wajib Pajak 
Angka 12 : diisi jenis ketetapan pajak yang diajukan keberatan  
Angka 13 : diisi nomor kete tapan pajak yang diajukan keberatan 
Angka 14 : diisi tanggal ketetapan pajak yang diajukan keberatan   
Angka 15 : diisi tahun pajak yang diajukan keberatan
Angka 16 : diisi Nomor Laporan Penelitian Keberatan
Angka 17 : diisi tanggal Laporan Penelitian Keberatan
Angka 18 : diisi salah satu   
Angka 19 : diisi nomor surat keberatan Wajib Pajak   
Angka 20 : diisi tanggal surat keberatan  Wajib Pajak
Angka 21 : diisi salah satu 
Angka 22 : diisi jenis ketetapan pajak
Angka 23 : diisi nomor ketetapan pajak 
Angka 24 : diisi tanggal ketetapan pajak
Angka 25 : diisi tahun pajak 
Angka 26 : diisi nama Wajib Pajak 
Angka 27 : diisi NPWP
Angka 28 : diisi alamat Wajib Pajak
Angka 29 : diisi dengan perhitungan sesuai dengan Laporan Penelitian  
Angka 30 : diisi kota tempat penerbitan   
Angka 31 : diisi tanggal Surat Keputusan diterbitkan   
Angka 32 : diisi salah satu.   
  • Direktur  Jenderal  Pajak  jika  Surat  Keputusan  merupakan  wewenang  Kantor Pusat Direktur Jenderal Pajak
  • A.n.   Direktur   Jenderal   Pajak   (dan   diikuti   dengan   nama   jabatan)  dalam  hal  Surat  Keputusan  merupakan  wewenang  Kepala  Kantor Wilayah/Kepala Kantor Pelayanan Pajak       
Angka 33 : diisi Nama pejabat yang berwenang menandatangani Surat Keputusan
Angka 34 : diisi NIP pejabat yang berwenang menandatangani Surat Keputusan 
Angka 35 : diisi nama Wajib Pajak yang bersangkutan
Angka 36 : diisi nama KPP dimana Wajib Pajak terdaftar 
*) : Diisi salah satu yang sesuai  
Catatan :               




Lampiran V.35.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007


DEPARTEMEN KEUANGAN RI               
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK                                   
.........................................1)                                   

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR : KEP-...................2)
TENTANG
KEBERATAN WAJIB PAJAK ATAS ..................3)
                                   
DIREKTUR JENDERAL PAJAK

Menimbang :
  1. Surat keberatan Wajib Pajak atas nama    4)    Nomor : ………5) tanggal ……6)  yang   diterima .........7)    tanggal .........8)    berdasarkan    LPAD Nomor :.......9)    tanggal .........10)    tentang…….11)  atas ..........12) Nomor  :  ………13)    Tanggal  ………14)    Tahun Pajak …………15) ;                                   
  2. Laporan Penelitian Keberatan Nomor :……………..16) Tanggal……………17)
  3. Bahwa     terdapat   cukup   alasan   untuk   menerima  seluruhnya/menerima  sebagian/  tidak terdapat cukup alasan untuk menerima*)   keberatan Wajib Pajak;
Mengingat :
  1. Pasal 26 Undang-undang  Nomor  6  Tahun  1983  Tentang  Ketentuan  Umum  Dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 16  Tahun  2000;
  2. Undang-undang Nomor 7 tahun 1983 Tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah  diubah  terakhir  dengan  Undang-undang Nomor 17 Tahun 2000;
  3. Keputusan  Direktur  Jenderal  Pajak  Nomor  :  KEP-297/PJ./2002  sebagaimana  telah  diubah terakhir dengan  Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor : …………….;
MEMUTUSKAN
Menetapkan :
  1. Menerima   seluruhnya/Menerima   sebagian/Menolak18)   keberatan Wajib  Pajak  dalam  suratnya  Nomor  :……19) tanggal ………20)
  2. Mengurangkan/Mempertahankan/Menambah..........21)  atas……….22)  Nomor  :   ………23) Tanggal ……………24) Tahun Pajak   …………25)
Atas Nama WP :    …………26)
NPWP :    …………27) 
Alamat :    …………28)
Dengan perincian sebagai berikut :
29)
Uraian Semula
(Rp.)
Ditambah/
(Dikurangi)
(Rp)   
Menjadi
(Rp.)
Dasar Pengenaan Pajak      
PPh Terutang       
Kredit Pajak      
Kompensasi Tahun Pajak/Masa Pajak sebelumnya          
PPh Kurang (Lebih) Bayar       
Sanksi Administrasi           
Jumlah PPh ymh (lebih) dibayar         
       


        
.....................30),..................... 31)           

Direktur Jenderal /               
A.n. Direktur Jenderal Pajak           
Kepala .............................32)           
                                   
................................................33)           
NIP ..........................................34)           

Tembusan Yth. :                         
  1. Wajib Pajak ................35)                               
  2. Kepala KPP .................36)                               
                                   

Petunjuk Pengisian Lampiran V.35. :
Angka 1 : diisi nama unit kantor yang menerbitkan keputusan     
Angka 2 : diisi nomor Keputusan
Angka 3  : diisi jenis ketetapan pajak yang diajukan keberatan  
Angka 4 : diisi Nama Wajib Pajak 
Angka 5 : diisi nomor surat keberatan Wajib Pajak
Angka 6 : diisi tanggal surat keberatan Wajib Pajak    
Angka 7 : diisi   nama   Kantor   Pelayanan   Pajak   yang   menerima   surat   keberatan    Wajib Pajak   
Angka 8 : diisi tanggal surat Wajib Pajak diterima di Kantor Pelayanan Pajak   
Angka 9 : diisi dengan Nomor LPAD  
Angka 10 : diisi dengan tanggal LPAD   
Angka 11 : diisi dengan keberatan Wajib Pajak   
Angka 12 : diisi jenis ketetapan pajak yang diajukan keberatan  
Angka 13 : diisi nomor kete tapan pajak yang diajukan keberatan   
Angka 14 : diisi tanggal ketetapan pajak yang diajukan keberatan   
Angka 15 : diisi tahun pajak yang diajukan keberatan   
Angka 16 : diisi Nomor Laporan Penelitian Keberatan     
Angka 17 : diisi tanggal Laporan Penelitian Keberatan   
Angka 18 : diisi salah satu     
Angka 19 : diisi nomor surat keberatan Wajib Pajak 
Angka 20 : diisi tanggal surat keberatan  Wajib Pajak   
Angka 21 : diisi salah satu   
Angka 22 : diisi jenis ketetapan pajak
Angka 23 : diisi nomor ketetapan pajak     
Angka 24 : diisi tanggal ketetapan pajak
Angka 25 : diisi tahun pajak   
Angka 26 : diisi nama Wajib Pajak
Angka 27 : diisi NPWP
Angka 28 : diisi alamat Wajib Pajak
Angka 29 : diisi dengan perhitungan sesuai dengan Laporan Penelitian
Angka 30 : diisi kota tempat penerbitan   
Angka 31 : diisi tanggal Surat Keputusan diterbitkan  
Angka 32 : diisi salah satu.   
  • Direktur  Jenderal  Pajak  jika  Surat  Keputusan  merupakan  wewenang    Kantor Pusat Direktur Jenderal Pajak   
  • A.n.  Direktur  Jenderal  Pajak  (dan  diikuti  dengan  nama  jabatan)  dalam    hal      Surat      Keputusan      merupakan      wewenang      Kepala      Kantor    Wilayah/Kepala Kantor Pelayanan Pajak   
Angka 33 : diisi Nama pejabat yang berwenang menandatangani Surat Keputusan 
Angka 34 : diisi NIP pejabat yang berwenang menandatangani Surat Keputusan
Angka 35 : diisi nama Wajib Pajak yang bersangkutan
Angka 36 : diisi nama KPP dimana Wajib Pajak terdaftar   
*) : Diisi salah satu yang sesuai 
Catatan :           





Lampiran V.36.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007


DEPARTEMEN KEUANGAN RI 
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
..................................................... 1)

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR : KEP-..............2)
TENTANG
KEBERATAN WAJIB PAJAK ATAS.............3)
                                       
DIREKTUR JENDERAL PAJAK

Menimbang :
  1. Surat keberatan Wajib Pajak atas nama    4)    Nomor : ………5) tanggal ……6) yang    diterima ...........7) tanggal .............8) berdasarkan    LPAD Nomor   : ..........9) tanggal ........10) tentang…….11)  atas ........12) Nomor  :  ………13)    Tanggal  ………14)    Tahun Pajak …………15) ;                                   
  2. Laporan Penelitian Keberatan Nomor :……………..16) Tanggal……………17)
  3. Bahwa     terdapat   cukup   alasan   untuk   menerima seluruhnya/menerima  sebagian/  tidak terdapat cukup alasan untuk menerima*)   keberatan Wajib Pajak;
Mengingat :
  1. Pasal 26 Undang-undang  Nomor  6  Tahun  1983  Tentang  Ketentuan  Umum  Dan  Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah diubah terakhir dengan  Undang-undang Nomor 16  Tahun  2000;
  2. Undang-undang Nomor  8 tahun  1983   Tentang  Pajak  Pertambahan  Nilai  Barang  dan  Jasa  dan  Pajak  Penjualan  Atas  Barang  Mewah   sebagaimana  telah  diubah  terakhir  dengan Undang-undang Nomor 18 Tahun  2000;
  3. Keputusan  Direktur  Jenderal  Pajak  Nomor  :  KEP-297/PJ./2002  sebagaimana  telah  diubah terakhir dengan  Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor : …………….;
MEMUTUSKAN
Menetapkan :
  1. Menerima  seluruhnya/Menerima  sebagian/Menolak18)    keberatan  Wajib  Pajak  dalam suratnya  Nomor  :……19) tanggal ………20)
  2. Mengurangkan/Mempertahankan/Menambah21) atas……….22) Nomor :  ………23) Tanggal ……………24) Tahun Pajak   …………25)
Atas Nama WP :    …………26)
NPWP :    …………27) 
Alamat :    …………28)
Dengan perincian sebagai berikut :
29)
Uraian Semula
(Rp.)
Ditambah/
(Dikurangi)
(Rp)   
Menjadi
(Rp.)
PPN Kurang (Lebih) Bayar       
Sanksi Bunga       
Sanksi Kenaikan      
Jumlah PPN ymh dibayar       

                      
..................30),..................... 31)           
Direktur Jenderal /               
A.n. Direktur Jenderal Pajak           
Kepala ..............32)           
                                       
............................................33)           
NIP        34)           


Tembusan Yth. :                        
  1. Wajib Pajak............35)                  
  2. Kepala KPP............36)                               
                                       
Petunjuk Pengisian Lampiran V.36. :
Angka 1 : diisi nama unit kantor yang menerbitkan keputusan       
Angka 2 : diisi nomor Keputusan       
Angka 3  : diisi jenis ketetapan pajak yang diajukan keberatan       
Angka 4 : diisi Nama Wajib Pajak       
Angka 5 : diisi nomor surat keberatan Wajib Pajak               
Angka 6 : diisi tanggal surat keberatan Wajib Pajak       
Angka 7 : diisi   nama   Kantor   Pelayanan   Pajak   yang   menerima   surat   keberatan Wajib Pajak       
Angka 8 : diisi tanggal surat Wajib Pajak diterima di Kantor Pelayanan Pajak       
Angka 9 : diisi dengan Nomor LPAD       
Angka 10 : diisi dengan tanggal LPAD       
Angka 11 : diisi dengan keberatan Wajib Pajak       
Angka 12 : diisi jenis ketetapan pajak yang diajukan keberatan       
Angka 13 : diisi nomor kete tapan pajak yang diajukan keberatan       
Angka 14 : diisi tanggal ketetapan pajak yang diajukan keberatan       
Angka 15 : diisi tahun pajak yang diajukan keberatan       
Angka 16 : diisi Nomor Laporan Penelitian Keberatan       
Angka 17 : diisi tanggal Laporan Penelitian Keberatan       
Angka 18 : diisi salah satu       
Angka 19 : diisi nomor surat keberatan Wajib Pajak       
Angka 20 : diisi tanggal surat keberatan  Wajib Pajak       
Angka 21 : diisi salah satu
Angka 22 : diisi jenis ketetapan pajak          
Angka 23 : diisi nomor ketetapan pajak       
Angka 24 : diisi tanggal ketetapan pajak         
Angka 25 : diisi tahun pajak       
Angka 26 : diisi nama Wajib Pajak       
Angka 27 : diisi NPWP       
Angka 28 : diisi alamat Wajib Pajak 
Angka 29 : diisi dengan perhitungan sesuai dengan Laporan Penelitian    
Angka 30 : diisi kota tempat penerbitan
Angka 31 : diisi tanggal Surat Keputusan diterbitkan 
Angka 32 : diisi salah satu.       
  • Direktur  Jenderal  Pajak  jika  Surat  Keputusan  merupakan  wewenang        Kantor Pusat Direktur Jenderal Pajak       
  • A.n.   Direktur   Jenderal   Pajak   (dan   diikuti   dengan   nama   jabatan)        dalam   hal   Surat   Keputusan   merupakan   wewenang   Kepala   Kantor        Wilayah/Kepala Kantor Pelayanan Pajak      
Angka 33 : diisi Nama pejabat yang berwenang menandatangani Surat Keputusan
Angka 34 : diisi NIP pejabat yang berwenang menandatangani Surat Keputusan 
Angka 35 : diisi nama Wajib Pajak yang bersangkutan  
Angka 36 : diisi nama KPP dimana Wajib Pajak terdaftar  
*) : Diisi salah satu yang sesuai 
Catatan :




Lampiran V.37.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007


DEPARTEMEN KEUANGAN RI
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
……………………………………….. 1)

          
Nomor : ............................... 2) ...............,.................... 3) 
Sifat  :
Lamp :  
Hal  : Pemberitahuan tentang hak dan kewajiban Wajib Pajak 
            
Yth ……………… 4)
      

Sehubungan dengan   selesainya   penelitian   terhadap  surat  permohanan keberatan/pengurangan    atau    penghapusan    sanksi    administrasi/penghapusan    atau pembatalan ketetapan pajak yang tidak benar *)   yang Saudara ajukan terhadap 5) :
a.   ..........................................
b.   ..........................................
c.   ...........................................
d.   ...........................................dst

dengan ini disampaikan hal-hal sebagai berikut :

  1. Apabila  Saudara  bermaksud  mengajukan  upaya  hukum  selanjutnya  berdasarkan  ketentuan Pasal    23    dan    Pasal    27    Undang-undang    Nomor    6    tahun    1983  sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-undang 16 tahun 2000, Saudara  dapat   mengajukan permohonan   banding atau  gugatan  kepada  badan  peradilan  pajak   dengan   persyaratan formal   sebagaimana   diatur dalam    Undang-undang  Nomor 14  tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak.
  2. Apabila Saudara masih memiliki utang pajak, baik yang berasal dari ketetapan pajak  yang diajukan  keberatan  atau  ketetapan  pajak  lainnya,  Saudara   wajib  melakukan  pelunasan atas   utang   pajak   tersebut.   Hal   ini   untuk   menghindari   dilakukannya  tindakan penagihan aktif kepada Saudara.
  3. Kami  mengucapkan  terima  kasih  atas  komitmen  Saudara  untuk  tidak  memberikan  imbalan dalam bentuk apapun kepada kami.

Atas perhatian dan kerjasama Saudara  diucapkan terima kasih.


....................................... 6)



____________________7) 
NIP                              8)

*)    Diisi dengan yang sesuai


Petunjuk Pengisian Lampiran V.37. :
Angka 1 : diisi nama unit kantor yang bersangkutan
Angka 2 : Diisi nomor surat 
Angka 3  : diisi tanggal 
Angka 4 : diisi nama dan alamat Wajib Pajak 
Angka 5 : diisi   jenis   dan   nomor   surat   ketetapan   pajak   yang   diajukan   dalam    surat permohonan  
Angka 6 : diisi sesuai pimpinan unit terkait 
Angka 7 : diisi  Nama pimpinan unit kantor  
Angka 8 : diisi NIP pimpinan unit kantor 
Angka 9 :





Lampiran V.38.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007


DEPARTEMEN KEUANGAN RI
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
……………………………………….. 1)

          
Nomor : ............................... 2) ...............,.................... 3) 
Sifat  :
Lamp :  
Hal  : Permintaan melakukan pemeriksaan dalam rangka           
keberatan/pengurangan  atau  penghapusan sanksi  administrasi/pengurangan atau pembatalan  ketetapan
pajak  yang  tidak  benar*)
            
Yth ……………… 4)


Sehubungan    dengan    diterimanya  surat    keberatan/pengurangan   atau  penghapusan sanksi administrasi/pengurangan  atau pembatalan ketetapan  pajak   yang  tidak  benar*)  :
Nama WP : ........................................................................ 5)
NPWP  : ........................................................................ 6)
Jenis Pajak : ........................................................................ 7)
Tahun/Masa Pajak : ........................................................................ 8)
Nomor skp : ........................................................................ 9)
Tanggal Jatuh Tempo : ........................................................................ 10)
Sesuai  dengan  Peraturan  Direktur  Jenderal  Pajak  nomor  PER-...........11)  tentang  Prosedur Penanganan  Keberatan,  Pengurangan  atau  Penghapusan  Sanksi  Administrasi,   Pengurangan   atau Pembatalan   Ketetapan   Pajak   yang   Tidak   Benar,  Pembetulan  Ketetapan  Pajak  serta  Surat Edaran  Direktur  Jenderal  Pajak   Nomor  SE-............11)    tentang   Kebijakan   Pemeriksaan   untuk   Tujuan   Lain,   dengan   ini   diminta   bantuan    Saudara    untuk    melakukan    pemeriksaan    dalam    rangka    keberatan/pengurangan    atau    penghapusan  sanksi  administrasi/pengurangan  atau  pembatalan  ketetapan pajak   yang   tidak   benar*)   dengan pokok sengketa sebagai berikut 12) :       
1.   ..................................................           
2.   .................................................           
3.   ................................................dst      
    
Atas perhatian dan kerjasama Saudara  diucapkan terima kasih.  


    
.......……………………….13)       


----------------------14)       
NIP                      15)       
                   
*)      Diisi dengan yang sesuai



Petunjuk Pengisian Lampiran V.38.:
Angka 1 : diisi nama unit kantor yang bersangkutan
Angka 2 : diisi nomor surat 
Angka 3  : diisi tanggal  
Angka 4 : diisi nama dan alamat unit pemeriksa pajak 
Angka 5 : diisi nama Wajib Pajak 
Angka 6 : diisi Nomor Pokok Wajib Pajak 
Angka 7 : diisi jenis pajak 
Angka 8 : diisi tahun/masa pajak 
Angka 9 : diisi nomor surat ketetapan pajak yang diajukan permohonan
Angka 10 : diisi tanggal jatuh tempo penyelesaian permohonan Wajib Pajak
Angka 11 : diisi sesuai dengan ketentuan/peraturan yang berlaku
Angka 12 : diisi  jenis  data  baru  atau  data  yang  semula  belum  terungkap  dalam proses pemeriksaan 
Angka 13 : diisi pimpinan unit kantor
Angka 14 : diisi  Nama pimpinan unit kantor 
Angka 15 : diisi NIP pimpinan unit kantor






Lampiran V.39.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007


DEPARTEMEN KEUANGAN RI
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
……………………………………….. 1)

          
Nomor : ............................... 2) ...............,.................... 3) 
Sifat  :
Lamp :  
Hal  : Pengiriman data baru atau data yang semula               
belum terungkap dalam proses pemeriksaan           
            
Yth ……………… 4)


Sehubungan      dengan      diterimanya      surat      permohonan      keberatan/  pengurangan   atau penghapusan   sanksi   administrasi/pengurangan   atau   pembatalan  ketetapan pajak yang tidak benar *)   :
Nama WP : ....................................................  5)
NPWP : ....................................................  6)
Jenis Pajak : ....................................................  7)
Tahun/masa Pajak : ....................................................  8)
Nomor skp : ....................................................  9)
dan  sesuai  dengan  Surat  Edaran  Direktur  Jenderal  Pajak  nomor   SE-..........10)  tentang  Prosedur Penanganan     Keberatan,     Pengurangan     atau     Penghapusan     Sanksi  Administrasi, Pengurangan   atau   Pembatalan   Ketetapan   Pajak   yang   Tidak   Benar,  Pembetulan  Ketetapan Pajak,  dengan  ini  dikirimkan  kepada  Saudara  data  baru  atau   data    yang    semula    belum terungkap    yang  ditemukan   dalam  proses  penyelesaian  permohonan      keberatan/pengurangan atau      peng hapusan      sanksi      administrasi/  pengurangan atau pembatalan ketetapan pajak yang tidak benar *) berupa : 11)
No  Jenis Data  Nilai  Keterangan  
       
       
       

Demikian    untuk    ditindaklanjuti    sesuai    dengan    ketentuan    peraturan  perpajakan yang berlaku.



......……………………….12)



_______________13) 
NIP                     14)

*)    Diisi dengan yang sesuai

Petunjuk Pengisian Lampiran V.39. :
Angka 1 : diisi nama unit  kantor yang bersangkutan
Angka 2 : diisi nomor surat 
Angka 3  : diisi tanggal 
Angka 4 : diisi nama dan alamat unit pemeriksa pajak 
Angka 5 : diisi nama Wajib Pajak 
Angka 6 : diisi Nomor Pokok Wajib Pajak 
Angka 7 : diisi jenis pajak 
Angka 8 : diisi tahun/ masa pajak 
Angka 9 : diisi nomor surat ketetapan pajak yang diajukan 
Angka 10 : diisi sesuai dengan ketentuan/peraturan yang berlaku 
Angka 11 : diisi  jenis  data  baru  atau  data  yang  semula  belum  terungkap  dalam proses pemeriksaan 
Angka 12 : diisi pimpinan unit kantor
Angka 13 : diisi Nama pimpinan unit kantor  
Angka 14 : diisi  NIP  pimpinan unit kantor   






Lampiran V.40.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007


DEPARTEMEN KEUANGAN RI   1)
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
KANTOR WILAYAH DJP  ……………
KANTOR PELAYANAN PAJAK ................

          
Nomor : S-............................... 2) ...............,.................... 3) 
Lamp :  -
Hal  : Pemberitahuan Surat Permohonan                   
Pengurangan  atau Penghapusan Sanksi                   
Administrasi Memenuhi Persyaratan Formal          
            
Yth ……………… 4)
      
                   
Sehubungan  dengan  Surat  Saudara  nomor .................5)  tanggal .............6)yang    diterima    tanggal ....................7) hal pengurangan  atau  penghapusan sanksi administrasi  atas .................8)   nomor ......... 9)   tanggal ..............10),  dengan  ini disampaikan bahwa :                           
  1. Sesuai  dengan  ketentuan  Pasal  36  ayat  (1)  huruf  a dan  Pasal  36  ayat  (2)  Undang- undang Nomor  6  Tahun  1983  tentang  Ketentuan  Umum  dan  Tata Cara erpajakan sebagaimana telah  diubah terakhir  dengan  Undang -undang  Nomor  16  Tahun  2000  (UU  KUP)  dan  aturan  pelaksanaannya, bahwa  pengurangan  atau  penghapusan  sanksi administrasi harus memenuhi ketentuan sebagai berikut   :
    1. Permohonan   harus   diajukan   secara   tertulis   dalam   bahasa   Indonesia  dengan  memberikan  alasan  yang  jelas  dan  meyakinkan  untuk  mendukung  permohonan  Wajib Pajak;
    2. Disampaikan  oleh  Wajib  Pajak  Kepada  Direktur  Jenderal  Pajak  melalui  Kantor  Pelayanan Pajak yang mengenakan sanksi administrasi tersebut;
    3. Tidak   melebihi   jangka   waktu   3   (tiga)   bulan   sejak   tanggal   diterbitkan   Surat  Tagihan Pajak, Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar atau Surat Ketetapan Pajak  Kurang   Bayar   Tambahan,   kecuali   apabila   Wajib   Pajak   dapat   menunjukkan  bahwa    jangka    waktu    itu    tidak    dapat    dipenuhi    karena    keadaan    di    luar  kekuasaannya;
  2. Setiap   permohonan   pengurangan   atau   penghapusan   sanksi   administrasi   hanya  boleh  diajukan  oleh  Wajib  Pajak  yang  tidak  mengajukan  keberatan  atas  ketetapan  pajaknya,  dan  diajukan  atas  suatu   Surat  Tagihan  Pajak,  Surat  Ketetapan  Pajak  Kurang Bayar atau Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar  Tambahan.
  3. Sesuai  dengan  ketentuan  Pasal  32  UU  KUP, surat  permohonan  pengurangan  atau  penghapusan  sanksi  administrasi  harus  ditandatangani  oleh  Wajib  Pajak/pengurus.  Apabila   surat   permohonan   pengurangan   atau   penghapusan   sanksi   administrasi  tidak     ditandatangani     oleh     Wajib     Pajak/pengurus,     maka     surat     permohonan  pengurangan  atau  penghapusan  sanksi  administrasi  harus  dilampiri  dengan  surat  kuasa khusus.
  4. Berdasarkan penelitian kami, surat Saudara memenuhi  ketentuan Pasal 36 ayat (1)  huruf a dan Pasal 32 UU KUP  sehingga sesuai ketentuan Pasal  36 ayat (1) huruf a  Undang-undang tersebut surat Saudara dapat dipertimbangkan.
  5. Untuk   mempercepat   proses   penyelesaian   permohonan   Saudara,   diminta   untuk  segera  menyiapkan  data  dokumen/bukti  dan  buku-buku  pendukung  permohonan  Saudara dalam bentuk hard copy maupun soft copy dan segera menyampaikannya  sesuai surat permintaan yang dikirimkan ke alamat Saudara.

Atas perhatian dan kerjasama Saudara diucapkan terimakasih.


Kepala,

....................11)
NIP               12)       
           
Petunjuk Pengisian Lampiran V.40. :
Angka 1 : diisi nama unit  kantor yang bersangkutan
Angka 2 : diisi nomor surat  
Angka 3  : diisi tanggal surat  
Angka 4 : diisi nama dan alamat Wajib Pajak
Angka 5 : diisi nomor surat Wajib Pajak  
Angka 6 : diisi tanggal surat Wajib Pajak 
Angka 7 : diisi tanggal terima surat permohonan Wajib Pajak 
Angka 8 : diisi jenis dan masa/tahun ketetapan pajak (contoh : SKPKB PPN Masa Januari - Desember 2003, SKPKBT PPh Badan Tahun 2004, dll.)   
Angka 9 : diisi nomor ketetapan pajak
Angka 10 : diisi tanggal ketetapan pajak
Angka 11 : diisi Nama Kepala KPP yang menandatangani surat 
Angka 12 : diisi NIP Kepala KPP yang menandatangani surat  






Lampiran V.41.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007


DEPARTEMEN KEUANGAN RI   1)
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
KANTOR WILAYAH DJP  ……………
KANTOR PELAYANAN PAJAK ................

          
Nomor : S-............................... 2) ...............,.................... 3) 
Lamp :  -
Hal  : Pemberitahuan Surat Permohonan                   
Pengurangan  atau Penghapusan Sanksi                   
Administrasi Tidak  Memenuhi Persyaratan Formal         
            
Yth ……………… 4)     
   
                
Sehubungan  dengan  Surat  Saudara  nomor ................. 5)  tanggal ................6) yang    diterima    tanggal ..............7) hal pengurangan    atau    penghapusan    sanksi  administrasi  atas ...........8)   nomor .............9) tanggal ..........10),  dengan  ini disampaikan bahwa :                           

  1. Sesuai  dengan  ketentuan  Pasal  36  ayat  (1)  huruf  a dan  Pasal  36  ayat  (2)  Undang-  undang  Nomor  6  Tahun  1983  tentang  Ketentuan  Umum  dan  Tata  Cara  Perpajakan  sebagaimana  telah  diubah  terakhir  dengan  Undang -undang  Nomor  16  Tahun  2000  (UU  KUP)  dan  aturan  pelaksanaannya,     bahwa  pengurangan  atau  penghapusan  sanksi administrasi harus memenuhi ketentuan sebagai berikut   :
    1. Permohonan  harus  diajukan  secara  tertulis  dalam  bahasa  Indonesia  dengan  memberikan alasan yang jelas dan meyakinkan untuk mendukung permohonan  Wajib Pajak;
    2. Disampaikan  oleh  Wajib  Pajak  Kepada  Direktur  Jenderal  Pajak  melalui  Kantor  Pelayanan Pajak yang mengenakan sanksi administrasi tersebut;
    3. Tidak   melebihi   jangka   waktu  3   (tiga)   bulan   sejak   tanggal   diterbitkan  Surat  Tagihan  Pajak,  Surat  Ketetapan  Pajak  Kurang  Bayar  atau  Surat  Ketetapan  Pajak     Kurang     Bayar    Tambahan,     kecuali     apabila     Wajib     Pajak     dapat  menunjukkan  bahwa  jangka  waktu  itu  tidak  dapat  dipenuhi  karena  keadaan  di  luar kekuasaannya;
  2. Setiap   permohonan   pengurangan   atau   penghapusan   sanksi   administrasi   hanya  boleh  diajukan  oleh  Wajib  Pajak  yang  tidak  mengajukan  keberatan  atas  ketetapan  pajaknya,  dan  diajukan  atas  suatu   Surat  Tagihan  Pajak,  Surat  Ketetapan  Pajak  Kurang Bayar atau Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar  Tambahan.
  3. Sesuai  dengan  ketentuan  Pasal  32  UU  KUP, surat  permohonan  pengurangan  atau  penghapusan  sanksi  administrasi  harus  ditandatangani  oleh  Wajib  Pajak/pengurus.  Apabila   surat   permohonan   pengurangan   atau   penghapusan   sanksi   administrasi  tidak     ditandatangani     oleh     Wajib     Pajak/pengurus,     maka     surat     permohonan  pengurangan  atau  penghapusan  sanksi  administrasi  harus  dilampiri  dengan  surat  kuasa khus.
  4. Berdasarkan  penelitian  kami,  surat  Saudara  tidak   memenuhi    ketentuan  Pasal   36  ayat  (1)  huruf  a dan/atau Pasal 32 11)  UU KUP  sehingga sesuai ketentuan Pasal  36  ayat (1) huruf a  Undang-undang tersebut surat Saudara tidak dipertimbangkan.
  5. Saudara  masih  dapat  mengajukan    kembali  surat    permohonan  pengurangan atau  penghapusan sanksi administrasi sesuai dengan ketentuan Pasal 36 ayat (1) huruf a UU KUP sepanjang  masih dalam batas waktu 3 (tiga) bulan sejak tanggal  diterbitkan Surat  Tagihan  Pajak,  Surat  Ketetapan  Pajak  Kurang  Bayar  atau  Surat  Ketetapan Pajak Kurang Bayar  Tambahan.
Atas perhatian dan kerjasama Saudara diucapkan terimakasih.       



Kepala,       


______________12)       
NIP                   13)       
                   
Petunjuk Pengisian Lampiran V.41. :
Angka 1 : diisi nama unit kantor yang bersangkutan
Angka 2 : diisi nomor surat 
Angka 3  : diisi tanggal surat 
Angka 4 : diisi nama dan alamat Wajib Pajak
Angka 5 : diisi nomor surat Wajib Pajak   
Angka 6 : diisi tanggal surat Wajib Pajak 
Angka 7 : diisi tanggal terima surat permohonan Wajib Pajak 
Angka 8 : diisi jenis dan masa/tahun ketetapan pajak (contoh : SKPKB PPN Masa Januari - Desember 2003, SKPKBT PPh Badan Tahun 2004, dll.)   
Angka 9 : diisi nomor ketetapan pajak
Angka 10 : diisi tanggal ketetapan pajak 
Angka 11 : diisi   Pasal yang  sesuai, apabila diperlukan dapat dikutip kalimat dalam    Undang-undang   
Angka 12 : diisi Nama Kepala KPP yang menandatangani surat 
Angka 13 : diisi NIP Kepala KPP yang menandatangani surat  





Lampiran V.42.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007

          
DEPARTEMEN KEUANGAN RI                                   
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK                       
.........................................1)                       


KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR : KEP-........... 2)
TENTANG
PENGURANGAN ATAU PENGHAPUSAN SANKSI ADMINISTRASI
ATAS.....................3)
                           
DIREKTUR JENDERAL PAJAK
Menimbang :
  1. Surat Permohonan Wajib Pajak atas nama ……4)   Nomor:  ……5)    tanggal …6) yang diterima   ……7)    tanggal   …8)    berdasarkan   LPAD   Nomor   :   …9) tanggal ……10)  tentang  ……11)    atas  ……12)    Nomor  :   …  13)   tanggal  ……14) Tahun/Masa  Pajak ……15) ;                       
  2. Laporan  Penelitian  Pengurangan  atau  Penghapusan  Sanksi  Administrasi  Nomor  :  LAP-……………16)   .  tanggal ………………..17) ;
  3. Bahwa     terdapat   cukup  alasan  untuk  menerima  seluruhnya/menerima sebagian/ tidak terdapat cukup alasan untuk menerima  *) permohonan Wajib Pajak;
Mengingat :
  1. Pasal 36  ayat (1) huruf a  Undang-undang  Nomor  6  Tahun  1983  Tentang  Ketentuan  Umum   Dan   Tata   Cara   Perpajakan   sebagaimana   telah   diubah   terakhir   dengan  Undang-undang  Nomor  16  Tahun  2000;   
  2. Undang-undang  Nomor  7  tahun  1983  Tentang  Pajak  Penghasilan  sebagaimana  telah diubah terakhir dengan Undang-undang  Nomor  17  Tahun  2000;
  3. Keputusan    Menteri    Keuangan    Republik    Indonesia    Nomor   :   542/KMK.04/2000  tentang   Tata   Cara   Pengurangan   atau   Penghapusan   Sanksi   Administrasi   dan  Pengurangan atau Pembatalan Ketetapan Pajak;
  4. Keputusan  Direktur  Jenderal  Pajak  Nomor  :  KEP-297/PJ./2002  sebagaimana  telah diubah     terakhir     dengan     Peraturan     Direktur     Jenderal    Pajak    Nomor    : ……………………                                   
MEMUTUSKAN  
Menetapkan :
  1. Menerima seluruhnya/Menerima sebagian/Menolak18)    permohonan  Wajib  Pajak  dalam  suratnya  Nomor:  …………19)   tanggal …………20)  ;             
  2. Mengurangkan/Menghapus/Mempertahankan    sanksi  administrasi    Pasal    21) Undang-undang    22)    dalam   ………..23)    Nomor   :   ……24)    tanggal……25)  Tahun/Masa Pajak ……26)    ;        
Atas Nama Wajib Pajak :    …………27)
NPWP :    …………28) 
Alamat :    …………29)
Dengan perincian sebagai berikut :
30)
Uraian Semula
(Rp.)
Dikurangkan/
Dihapuskan
(Rp.)
Menjadi
(Rp.)
Pajak yang   Kurang (Lebih) Bayar                                     
Sanksi Administrasi 31):      
1.    Bunga Pasal……….      
2.    Kenaikan Pasal…….      
3.    Denda Pasal……..       
Jumlah Pajak  ymh (lebih) dibayar                    
                       


                               
..............32),..................... 33)           
Direktur Jenderal/                   
A.n. Direktur Jenderal Pajak    34)           
Kepala                       
                                                       
…….....................................35)               
NIP                                     36)               
Tembusan Yth.:                                           
  1. Wajib Pajak ............37)                                                  
  2. Kepala KPP ............38)                                                  
                                                

      
Petunjuk Pengisian Lampiran V.42.:
Angka 1 : diisi nama unit kantor yang menerbitkan keputusan       
Angka 2 : diisi nomor Keputusan       
Angka 3  : diisi   jenis   surat   ketetapan   pajak(skp)/Surat   Tagihan   Pajak   yang   diajukan pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi       
Angka 4 : diisi Nama Wajib Pajak       
Angka 5 : diisi nomor surat permohonan Wajib Pajak       
Angka 6 : diisi tanggal surat permohonan Wajib Pajak       
Angka 7 : diisi nama Kantor Pelayanan Pajak yang menerima permohonan Wajib Pajak       
Angka 8 : diisi tanggal surat Wajib Pajak diterima di Kantor Pelayanan Pajak       
Angka 9 : diisi dengan Nomor LPAD       
Angka 10 : diisi dengan tanggal LPAD       
Angka 11 : diisi dengan jenis permohonan Wajib Pajak       
Angka 12 : diisi jenis ketetapan pajak yang diajukan permohonan       
Angka 13 : diisi nomor ketetapan pajak yang diajukan permohonan
Angka 14 : diisi tanggal ketetapan pajak yang diajukan permohonan       
Angka 15 : diisi Tahun/Masa   pajak yang diajukan permohonan       
Angka 16 : diisi Nomor Laporan Penelitian Pengurangan atau Penghapusan Sanksi Administrasi           
Angka 17 : diisi    tanggal    Laporan    Penelitian    Pengurangan    atau    Penghapusan Sanksi Administrasi       
Angka 18 : diisi salah satu sesuai keputusan       
Angka 19 : diisi nomor surat Wajib Pajak       
Angka 20 : diisi tanggal surat Wajib Pajak
Angka 21 : diisi Pasal yang mengatur sanksi administrasi yang dikenakan       
Angka 22 : diisi nomor Undang-undang yang mengatur sanksi       
Angka 23 : diisi jenis surat ketetapan pajak       
Angka 24 : diisi nomor ketetapan pajak yang diajukan permohonan         
Angka 25 : diisi tanggal ketetapan pajak yang diajukan permohonan       
Angka 26 : diisi Tahun/Masa   pajak yang diajukan permohonan       
Angka 27 : diisi nama Wajib Pajak  
Angka 28 : diisi NPWP
Angka 29 : diisi alamat Wajib Pajak      
Angka 30 : diisi dengan perhitungan sesuai dengan Laporan Penelitian   
Angka 31 : diisi sanksi administrasi yang sesuai dan Pasal yang mengaturnya    
Angka 32 : diisi nama kota/tempat penerbitan
Angka 33 : diisi tanggal Surat Keputusan diterbitkan 
Angka 34 : diisi salah satu.       
  • Direktur   Jenderal   Pajak   jika   Surat   Keputusan   merupakan   wewenang  Kantor Pusat Direktur Jenderal Pajak
  • A.n.  Direktur  Jenderal  Pajak  (dan  diikuti  dengan  nama  jabatan)   dalam  hal  Surat  Keputusan  merupakan  wewenang  Kepala  Kantor  Wilayah/Kepala  Kantor Pelayanan Pajak
Angka 35 : diisi Nama pejabat yang berwenang menandatangani Surat Keputusan 
Angka 36 : diisi NIP pejabat yang berwenang menandatangani Surat Keputusan 
Angka 36 : diisi nama Wajib Pajak yang bersangkutan
Angka 37 : diisi nama KPP dimana Wajib Pajak terdaftar  
*) : diisi salah satu yang sesuai   
     
Catatan :



Lampiran V.43.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007

         
DEPARTEMEN KEUANGAN RI               
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK               
...........................................1)               

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR : KEP-................... 2)
TENTANG
PENGURANGAN ATAU PENGHAPUSAN SANKSI ADMINISTRASI
ATAS ....................3)
                       
DIREKTUR JENDERAL PAJAK

Menimbang :
  1. Surat  Ketetapan  Pajak…...4)/Surat  Tagihan  Pajak   *)  Nomor:  ……5)    tanggal   ……6) Tahun/Masa Pajak  …..…7)   atas nama …..……8)           
  2. Laporan Penelitian Pengurangan atau Penghapusan Sanksi Administrasi Secara  Jabatan  Nomor  :  LAP-……………9)   .  tanggal ………………..10)
  3. Bahwa     terdapat  cukup  alasan  untuk  mengurangkan  atau  menghapuskan  sanksi administrasi   berupa   bunga/denda/kenaikan    **)    yang  terutang  menurut  ketentuan peraturan perundang-undangan  perpajakan;               
  4. Bahwa  sanksi  administrasi  berupa  bunga/denda/kenaikan  **) yang  terutang  tersebut  dikenakan  kepada  Wajib  Pajak  karena  kekhilafan  atau  bukan  karena  kesalahan  Wajib Pajak.
Mengingat :
  1.  Pasal 36  ayat (1) huruf a  Undang-undang  Nomor  6  Tahun  1983  Tentang  Ketentuan Umum   Dan   Tata   Cara   Perpajakan   sebagaimana   telah   diubah   terakhir   dengan Undang-undang  Nomor  16  Tahun  2000;   
  2. Undang-undang   Nomor   7   tahun   1983   Tentang  Pajak  Penghasilan  sebagaimana  telah diubah terakhir dengan Undang-undang  Nomor  17  Tahun  2000;
  3. Keputusan    Menteri    Keuangan    Republik    Indonesia    Nomor   :   542/KMK.04/2000  tentang   Tata   Cara   Pengurangan   atau   Penghapusan   Sanksi   Administrasi   dan  Pengurangan atau Pembatalan Ketetapan Pajak;
  4. Keputusan  Direktur  Jenderal  Pajak  Nomor  :  KEP-297/PJ./2002  sebagaimana  telah diubah    terakhir     dengan     Peraturan     Direktur    Jenderal        Pajak    Nomor    :  ……………………                                             
MEMUTUSKAN  
Menetapkan :
  1. Mengurangkan/Menghapus*) sanksi  administrasi  Pasal ...........11) Undang-undang ............12)  dalam   …13)   Nomor : ……14)  tanggal……15)    Tahun/Masa Pajak ……16)   ;          
Atas Nama Wajib Pajak :    …………17)
NPWP :    …………18) 
Alamat :    …………19)
Dengan perincian sebagai berikut :
20)
Uraian Semula
(Rp.)
Dikurangkan/
Dihapuskan
(Rp.)
Menjadi
(Rp.)
Pajak yang   Kurang (Lebih) Bayar                                     
Sanksi Administrasi 21):      
1.    Bunga Pasal……….      
2.    Kenaikan Pasal…….      
3.    Denda Pasal……..       
Jumlah Pajak  ymh (lebih) dibayar                    
                       


                         
..............22),..................... 23)           
Direktur Jenderal/                       
A.n. Direktur Jenderal Pajak    24)           
Kepala                           
                                                       
…….....................................25)               
NIP                                    26)               
Tembusan Yth.:                   
1.    Wajib Pajak  ...........27)                                             
2.    Kepala KPP   ..........28)                                            
                                               

   
Petunjuk Pengisian Lampiran V.43.: 
Angka 1 : diisi nama unit kantor yang menerbitkan keputusan               
Angka 2 : diisi nomor Keputusan                       
Angka 3  : diisi  jenis  surat  ketetapan  pajak/STP  yang  akan  dilakukan pengurangan  atau penghapusan sanksi administrasi 
Angka 4 : diisi jenis surat ketetapan pajak/STP                   
Angka 5 : diisi nomor surat permohonan Wajib Pajak               
Angka 6 : diisi tanggal surat permohonan Wajib Pajak               
Angka 7 : diisi tahun/masa pajak                       
Angka 8 : diisi nama Wajib Pajak                       
Angka 9 : diisi    Nomor    Laporan    Penelitian    Pengurangan    atau    Penghapusan    Sanksi    Administrasi                           
Angka 10 : diisi    tanggal    Laporan    Penelitian    Pengurangan    atau    Penghapusan    Sanksi    Administrasi                           
Angka 11 : diisi Pasal sanksi administrasi                   
Angka 12 : diisi nomor Undang-undang yang mengatur sanksi 
Angka 13 : diisi jenis surat ketetapan pajak/STP                   
Angka 14 : diisi nomor surat ketetapan Pajak/STP                 
Angka 15 : diisi tanggal surat ketetapan Pajak/STP               
Angka 16 : diisi tahun/masa pajak                          
Angka 17 : diisi nama Wajib Pajak                       
Angka 18 : diisi NPWP                           
Angka 19 : diisi alamat Wajib Pajak                       
Angka 20 : diisi dengan perhitungan sesuai dengan Laporan Penelitian       
Angka 21 : diisi dengan sanksi administrasi yang sesuai dan Pasal yang mengaturnya   
Angka 22 : diisi nama kota/tempat penerbitan                   
Angka 23 : diisi tanggal Surat Keputusan diterbitkan 
Angka 24 : diisi salah satu.                       
  • Direktur  Jenderal  Pajak  jika  Surat  Keputusan  merupakan  wewenang  Kantor  Pusat Direktur Jenderal Pajak
  • A.n.  Direktur  Jenderal  Pajak  (dan  diikuti  dengan  nama  jabatan)  dalam  hal  Surat   Keputusan   merupakan   wewenang   Kepala   Kantor   Wilayah/Kepala Kantor Pelayanan Pajak   
Angka 25 : diisi Nama pejabat yang berwenang menandatangani Surat Keputusan   
Angka 26 : diisi NIP pejabat yang berwenang menandatangani Surat Keputusan 
Angka 27 : diisi nama Wajib Pajak yang bersangkutan 
Angka 28 : diisi nama KPP dimana Wajib Pajak terdaftar  
*)  : diisi salah satu yang sesuai  
**)  : diisi sesuai jenis sanksi   
 
Catatan :





Lampiran V.44.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007


DEPARTEMEN KEUANGAN RI   1)
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
KANTOR WILAYAH DJP  ……………
KANTOR PELAYANAN PAJAK ................

          
Nomor : S-............................... 2) ...............,.................... 3) 
Lamp :  -
Hal  : Pemberitahuan Surat Pemohonan Pengurangan                        atau Pembatalan Ketetapan Pajak Yang Tidak Benar 
Memenuhi Persyaratan Formal                      
            
Yth ……………… 4)     
                        
Sehubungan  dengan  Surat  Saudara  nomor ........5) tanggal ...........6) yang diterima tanggal ........7)  hal pengurangan atau pembatalan ketetapan pajak yang tidak benar  atas .........8)  nomor ............9) tanggal .............10), dengan ini disampaikan bahwa :           

  1. Sesuai  dengan  ketentuan  Pasal  36  ayat  (1)  huruf  b  dan  Pasal  36  ayat  (2)  Undang-undang  Nomor  6   Tahun  1983  tentang  Ketentuan  Umum  dan  Tata  Cara  Perpajakan  sebagaimana  telah  diubah  terakhir  dengan  Undang -undang  Nomor  16  Tahun  2000  (UU  KUP)  dan  aturan  pelaksanaannya,  bahwa  pengurangan  atau  pembatalan  ketetapan  pajak  yang  tidak  benar  harus memenuhi ketentuan sebagai berikut   :
    1. Setiap  permohonan  pengurangan  atau  pembatalan  ketetapan  pajak  yang  tidak  benar  harus diajukan untuk suatu surat ketetapan pajak;
    2. Setiap  permohonan   pengurangan  atau  pembatalan  ketetapan  pajak  yang  tidak  benar  harus  menyebutkan jumlah pajak yang menurut Wajib Pajak seharusnya terutang.
  2. Sesuai  dengan  ketentuan  Pasal  32  UU,  surat  permohonan  pengurangan  atau  pembatalan  ketetapan  pajak  yang  tidak  benar  harus  ditandatangani  oleh  Wajib  Pajak/pengurus.  Apabila  surat  permohonan  pengurangan  atau  pembatalan  ketetapan  pajak  yang  tidak  benar   tidak  ditandatangani   oleh   Wajib   Pajak/pengurus,   maka   surat   permohonan   pengurangan   atau  pembatalan ketetapan pajak yang tidak benar harus dilampiri dengan surat kuasa khusus.
  3. Berdasarkan  penelitian  kami,  surat  Saudara  memenuhi  ketentuan Pasal  36  ayat  (1)  huruf  b  dan Pasal 32 UU KUP  sehingga sesuai ketentuan Pasal  36 ayat (1) huruf  b  Undang-undang  tersebut surat Saudara dapat dipertimbangkan.
  4. Untuk   mempercepat   proses   penyelesaian   permohonan   Saudara,   diminta   untuk   segera menyiapkan  data  dokumen/bukti  dan  buku-buku pendukung  permohonan    Saudara  dalam    bentuk hard copy maupun soft copy dan segera menyampaikannya    sesuai surat permintaan    yang dikirimkan ke alamat Saudara.           

Atas perhatian dan kerjasama Saudara diucapkan terimakasih.



Kepala ,           


_____________11)       
NIP                  12)       
           
*)    Diisi dengan yang sesuai



Petunjuk Pengisian Lampiran V.44. :
Angka 1 : diisi nama unit kantor yang bersangkutan 
Angka 2 : diisi nomor surat 
Angka 3  : diisi tanggal surat  
Angka 4 : diisi nama dan alamat Wajib Pajak 
Angka 5 : diisi nomor surat Wajib Pajak 
Angka 6 : diisi tanggal surat Wajib Pajak 
Angka 7 : diisi  tanggal  terima  surat   permohonan  pengurangan  atau  pembatalan    ketetapan pajak yang tidak benar 
Angka 8 : diisi jenis dan masa/tahun ketetapan pajak (contoh : SKPKB PPN Masa Januari - Desember 2003, SKPKBT PPh Badan Tahun 2004, dll.)
Angka 9 : diisi nomor ketetapan pajak   
Angka 10 : diisi tanggal ketetapan pajak 
Angka 11 : diisi Nama Kepala KPP yang menandatangani surat   
Angka 12 : diisi NIP Kepala KPP yang menandatangani surat  





Lampiran V.45.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007


DEPARTEMEN KEUANGAN RI   1)
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
KANTOR WILAYAH DJP  ……………
KANTOR PELAYANAN PAJAK ................

          
Nomor : S-............................... 2) ...............,.................... 3) 
Lamp :  -
Hal  : Pemberitahuan Surat Pemohonan Pengurangan               
atau Pembatalan Ketetapan Pajak Yang Tidak Benar           
Tidak Memenuhi  Persyaratan Formal                               
            
Yth ……………… 4)        
               
Sehubungan  dengan  Surat  Saudara  nomor ............5)  tanggal ............6) yang  diterima  tanggal    7)   hal  pengurangan  atau  pembatalan  ketetapan  pajak yang  tidak  benar atas ............8)  nomor .........9)  tanggal .............10)  , dengan ini  disampaikan bahwa :                       

  1. Sesuai  dengan  ketentuan  Pasal  36  ayat  (1)  huruf  b  dan  Pasal  36  ayat  (2)  Undang-  undang Nomor  6  Tahun  1983  tentang  Ketentuan  Umum  dan  Tata  Cara Perpajakan  sebagaimana  telah diubah  terakhir  dengan  Undang -undang  Nomor  16  Tahun  2000  (UU   KUP)   dan   aturan pelaksanannya,      bahwa   pengurangan   atau   pembatalan  ketetapan pajak yang tidak benar harus memenuhi ketentuan sebagai berikut  :
    1. Setiap  permohonan  pengurangan  atau  pembatalan  ketetapan  pajak  yang  tidak  benar harus  diajukan untuk suatu surat ketetapan pajak;
    2. Setiap  permohonan  pengurangan  atau  pembatalan  ketetapan  pajak  yang  tidak  benar  harus  menyebutkan  jumlah  pajak  yang  menurut  Wajib  Pajak  seharusnya  terutang.
  2. Sesuai  dengan  ketentuan  Pasal  32  UU  KUP, surat  permohonan  pengurangan  atau  pembatalan   ketetapan   pajak   yang   tidak   benar   harus  ditandatangani  oleh  Wajib  Pajak/pengurus.     Apabila     surat     permohonan     pengurangan     atau     pembatalan  ketetapan  pajak  yang  tidak  benar  tidak  ditandatangani  oleh  Wajib  Pajak/pengurus,  maka surat permohonan pengurangan atau pembatalan ketetapan pajak yang tidak  benar harus dilampiri dengan surat kuasa khusus.
  3. Berdasarkan  penelitian  kami,  surat  Saudara  tidak  memenuhi  ketentuan  Pasal   36 ayat (1) huruf  b dan/atau Pasal 32 11)  UU KUP  sehingga sesuai ketentuan Pasal  36  ayat (1) huruf b Undang-undang tersebut surat Saudara tidak  dipertimbangkan.

Atas perhatian dan kerjasama Saudara diucapkan terimakasih.


Kepala ,


___________________ 12) 
NIP                             13)

*)    Diisi dengan yang sesuai



Petunjuk Pengisian Lampiran V.45. :
Angka 1 : diisi nama unit kantor yang bersangkutan
Angka 2 : diisi nomor surat
Angka 3  : diisi tanggal surat
Angka 4 : diisi nama dan alamat Wajib Pajak 
Angka 5 : diisi nomor surat Wajib Pajak
Angka 6 : diisi tanggal surat Wajib Pajak 
Angka 7 : diisi  tanggal  terima  surat   permohonan  pengurangan  atau  pembatalan   ketetapan pajak yang tidak benar   
Angka 8 : diisi jenis dan masa/tahun ketetapan pajak (contoh : SKPKB PPN Masa Januari - Desember 2003, SKPKBT PPh Badan Tahun 2004, dll.) 
Angka 9 : diisi nomor ketetapan pajak 
Angka 10 : diisi tanggal ketetapan pajak 
Angka 11 : diisi   Pasal yang sesuai, apabila diperlukan dapat dikutip kalimat dalam   Undang-undang  
Angka 12 : diisi Nama Kepala KPP yang menandatangani surat   
Angka 13 : diisi NIP Kepala KPP yang menandatangani surat




Lampiran V.46.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007
       
DEPARTEMEN KEUANGAN RI                   
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK                   
.........................................1)                   

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR : KEP- ...............2)
TENTANG
PENGURANGAN ATAU PEMBATALAN KETETAPAN PAJAK
YANG TIDAK BENAR ATAS ........... 3)
                           
DIREKTUR JENDERAL PAJAK

Menimbang :
  1. Surat  Permohonan  Wajib  Pajak  atas  nama  ……4)    Nomor:  ……5)    tanggal  ……6) yang  diterima  ……7)    tanggal  ……8)    berdasarkan  LPAD  Nomor  :  ……9)   tanggal   ……10)   tentang  ……11)     atas  ……12)    Nomor  :   …..13)   tanggal  …14)    Tahun/Masa  Pajak ……15) ;                   
  2. Laporan  Penelitian  Pengurangan  atau  Pembatalan  Ketetapan  Pajak  Yang  Tidak  Benar Nomor : LAP-……………16)   .  tanggal ………………..17);
  3. Bahwa    terdapat  cukup  alasan  untuk  menerima  seluruhnya/menerima  sebagian/  tidak terdapat cukup alasan untuk menerima*) permohonan Wajib Pajak;
Mengingat :
  1. Pasal   36   ayat   (1)   huruf   b   Undang-undang   Nomor   6   Tahun   1983   Tentang  Ketentuan  Umum  Dan  Tata  Cara  Perpajakan  sebagaimana  telah  diubah  terakhir    dengan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2000;   
  2. Undang-undang  Nomor  7  tahun  1983  Tentang  Pajak  Penghasilan  sebagaimana   telah diubah terakhir dengan Undang-undang  Nomor  17  Tahun  2000;
  3. Keputusan    Menteri    Keuangan    Republik    Indonesia    Nomor:    542/KMK.04/2000  tentang   Tata   Cara   Pengurangan   atau   Penghapusan   Sanksi   Administrasi   dan  Pengurangan atau Pembatalan Ketetapan Pajak;
  4. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor : KEP-297/PJ./2002 sebagaimana telah diubah terakhir     dengan     Peraturan     Direktur     Jenderal    Pajak    Nomor        :   …………………                               
MEMUTUSKAN  
Menetapkan :
  1. Menerima  seluruhnya/Menerima  sebagian/Menolak    permohonan  Wajib Pajak dalam suratnya Nomor: …………19)   tanggal …………20) ;                       
  2. Mengurangkan/Membatalkan/Mempertahankan    21)    …………22)        Nomor    :  …………23)   tanggal …………24)   Tahun/Masa Pajak …………25);            
Atas Nama Wajib Pajak :    …………26)
NPWP :    …………27) 
Alamat :    …………28)
Dengan perincian sebagai berikut :
29)
Uraian Semula
(Rp.)
Dikurangkan/
Dibatalkan
(Rp.)
Menjadi
(Rp.)
Peredaran  Usaha      
Penghasilan  Netto      
Kompensasi Kerugian       
Penghasilan Kena Pajak       
PPh Terutang      
Kredit Pajak      
PPh Kurang (Lebih) Bayar         
Sanksi Administrasi         
Jumlah PPh ymh (lebih) dibayar       
                       

                                                     
........30),..................... 31)               
Direktur Jenderal /                       
A.n. Direktur Jenderal Pajak               
Kepala ..............32)               
                                                   
..........................33)               
NIP                    34) 
             
Tembusan Kepada  Yth.:                                               
1. Wajib Pajak .............35)                                                
2. Kepala KPP  ............36)                                                     
                     

                                     
Petunjuk Pengisian Lampiran V.46. :  
Angka 1 : diisi nama unit kantor yang menerbitkan keputusan           
Angka 2 : diisi nomor Keputusan                   
Angka 3  : diisi    jenis    ketetapan    Pajak(SKPLB/SKPKB/SKPN/SKPKBT)/surat    keputusan yang diajukan permohonan                     
Angka 4 : diisi Nama Wajib Pajak                   
Angka 5 : diisi nomor surat permohonan Wajib Pajak           
Angka 6 : diisi tanggal surat permohonan Wajib Pajak           
Angka 7 : diisi  nama  Kantor  Pelayanan  Pajak  yang  menerima  permohonan  Wajib    Pajak                           
Angka 8 : diisi tanggal surat Wajib Pajak diterima di Kantor Pelayanan Pajak   
Angka 9 : diisi dengan Nomor LPAD               
Angka 10 : diisi dengan tanggal LPAD                    
Angka 11 : diisi dengan jenis permohonan Wajib Pajak               
Angka 12 : diisi jenis ketetapan pajak yang diajukan permohonan           
Angka 13 : diisi nomor ketetapan pajak yang diajukan permohonan       
Angka 14 : diisi tanggal ketetapan pajak yang diajukan permohonan       
Angka 15 : diisi tahun pajak yang diajukan permohonan           
Angka 16 : diisi    Nomor    Laporan    Penelitian    Pengurangan    atau    Pembatalan    Ketetapan Pajak yang Tidak Benar               
Angka 17 : diisi tanggal Laporan Penelitian               
Angka 18 : diisi salah satu                   
Angka 19 : diisi nomor surat permohonan Wajib Pajak           
Angka 20 : diisi tanggal surat permohonan Wajib Pajak           
Angka 21 : diisi salah satu
Angka 22 : diisi jenis Ketetapan Pajak               
Angka 23 : diisi nomor Ketetapan Pajak               
Angka 24 : diisi tanggal Ketetapan Pajak                   
Angka 25 : diisi tahun pajak                   
Angka 26 : diisi nama Wajib Pajak
Angka 27 : diisi NPWP
Angka 28 : diisi alamat Wajib Pajak
Angka 29 : diisi dengan perhitungan sesuai dengan Laporan Penelitian    
Angka 30 : diisi kota tempat penerbitan 
Angka 31 : diisi tanggal Surat Keputusan diterbitkan
Angka 32 : diisi salah satu.
  • Direktur  Jenderal  Pajak  jika  Surat  Keputusan  merupakan  wewenang  Kantor Pusat Direktur Jenderal Pajak
  • A.n.   Direktur   Jenderal   Pajak   (dan   diikuti   dengan   nama   jabatan)  dalam  hal  Surat  Keputusan  merupakan  wewenang  Kepala  Kantor Wilayah/Kepala Kantor Pelayanan Pajak   
Angka 33 : diisi Nama pejabat yang berwenang menandatangani Surat Keputusan
Angka 34 : diisi NIP pejabat yang berwenang menandatangani Surat Keputusan
Angka 35 : diisi nama Wajib Pajak yang bersangkutan
Angka 36 : diisi nama KPP dimana Wajib Pajak terdaftar  
*) : diisi salah satu yang sesuai
                   
Catatan :               





Lampiran V.47.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007
        
DEPARTEMEN KEUANGAN RI               
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK               
........................................ 1)               

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR : KEP-..................2)
TENTANG
PENGURANGAN ATAU PEMBATALAN KETETAPAN PAJAK YANG TIDAK BENAR
ATAS ................3)
                       
DIREKTUR JENDERAL PAJAK
       
Menimbang :
  1. Surat  Ketetapan  Pajak…./Surat  Keputusan Direktur  Jenderal  Pajak4)    Nomor:  ……5)        tanggal …6)   Tahun/Masa Pajak  ……7)   tentang ………8) atas nama…………9)       
  2. Laporan   Penelitian   Pengurangan   atau   Pembatalan   Ketetapan   Pajak   yang   Tidak  Benar Secara Jabatan Nomor : LAP-…………….10) tanggal ………………..11);
  3. Bahwa   terdapat  cukup  alasan  untuk  mengurangkan atau  membatalkan*)  ketetapan  pajak yang tidak benar;
Mengingat :
  1. Pasal 36 ayat (1) huruf b  Undang-undang  Nomor  6  Tahun  1983  Tentang  Ketentuan    Umum   Dan   Tata   Cara   Perpajakan   sebagaimana   telah   diubah   terakhir   dengan    Undang-undang  Nomor  16  Tahun  2000;   
  2. Undang-undang  Nomor  7    Tahun  1983  Tentang  Pajak  Penghasilan  sebagaimana  telah diubah terakhir dengan Undang-undang  Nomor  17 Tahun 2000;
  3. Keputusan    Menteri    Keuangan    Republik    Indonesia    Nomor   :   542/KMK.04/2000  tentang   Tata   Cara   Pengurangan   atau   Penghapusan   Sanksi   Administrasi   dan  Pengurangan atau Pembatalan Ketetapan Pajak;
  4. Keputusan  Direktur  Jenderal  Pajak  Nomor  :  KEP-297/PJ./2002  sebagaimana  telah diubah    terakhir    dengan        Peraturan    Direktur    Jenderal    Pajak    Nomor    : ……………………                                                        
MEMUTUSKAN  
Menetapkan :
  1. Mengurangkan/Membatalkan    *)    ketetapan   pajak   yang   tidak   benar    dalam    …12) Nomor : ……13)   tanggal……14)    Tahun/Masa Pajak ……15)   ;            
Atas Nama Wajib Pajak :    …………16)
NPWP :    …………17) 
Alamat :    …………18)
Dengan perincian sebagai berikut :
20)
Uraian Semula
(Rp.)
Dikurangkan/
Dibatalkan
(Rp.)
Menjadi
(Rp.)
Peredaran  Usaha      
Penghasilan  Netto      
Kompensasi Kerugian       
Penghasilan Kena Pajak       
PPh Terutang      
Kredit Pajak      
PPh Kurang (Lebih) Bayar         
Sanksi Administrasi         
Jumlah PPh ymh (lebih) dibayar       
                       

                                           
...........20),..................... 21)               
Direktur Jenderal/                           
A.n. Direktur Jenderal Pajak    22)               
Kepala                               
                                                                       
 …….................................23)
NIP                                  24)    
               
Tembusan Yth. :                                                
1. Wajib Pajak ..........25)                                                              
2. Kepala KPP  .........26)                                                             
                                 

                                 
Petunjuk Pengisian Lampiran V.47.:
Angka 1 : diisi nama unit kantor yang menerbitkan keputusan       
Angka 2 : diisi nomor Keputusan       
Angka 3  : diisi     jenis     ketetapan     Pajak     (SKPLB/SKPKB/SKPN/SKPKBT)/surat keputusan yang dikurangkan/dibatalkan             
Angka 4 : diisi jenis ketetapan pajak/Surat Keputusan         
Angka 5 : diisi nomor surat ketetapan pajak/Surat Keputusan       
Angka 6 : diisi tanggal surat ketetapan pajak       
Angka 7 : diisi tahun/masa pajak dalam surat ketetapan pajak      
Angka 8 : diisi  surat  keputusan  yang  dikurangkan/dibatalkan,  dalam  hal  Pasal  36 ayat (1) huruf b untuk skp, maka uraian ”tentang” dapat dihilangkan        
Angka 9 : diisi Nama Wajib Pajak      
Angka 10 : diisi Nomor Laporan Penelitian Pengurangan atau Pembatalan Ketetapan Pajak      
Angka 11 : diisi     tanggal     Laporan     Penelitian     Pengurangan     atau     Pembatalan   Ketetapan Pajak        
Angka 12 : diisi jenis surat ketetapan pajak       
Angka 13 : diisi nomor surat ketetapan Pajak        
Angka 14 : diisi nomor surat ketetapan Pajak       
Angka 15 : diisi tahun/masa pajak
Angka 16 : diisi nama Wajib Pajak
Angka 17 : diisi NPWP 
Angka 18 : diisi alamat
Angka 19 : diisi dengan perhitungan sesuai dengan Laporan Penelitian       
Angka 20 : Diisi kota/tempat penerbitan       
Angka 21 : diisi tanggal Surat Keputusan diterbitkan       
Angka 22 : diisi salah satu.
  • Direktur  Jenderal  Pajak  jika  Surat  Keputusan  merupakan  wewenang  Kantor Pusat Direktur Jenderal Pajak       
  • A.n. Direktur Jenderal Pajak (dan diikuti dengan nama jabatan) dalam hal Surat  Keputusan  merupakan  wewenang  Kepala  Kantor  Wilayah/Kepala Kantor Pelayanan Pajak          
Angka 23 : diisi Nama pejabat yang berwenang menandatangani Surat Keputusan
Angka 24 : diisi NIP pejabat yang berwenang menandatangani Surat Keputusan            
Angka 25 : diisi nama Wajib Pajak yang bersangkutan
Angka 26 : diisi nama KPP dimana Wajib Pajak terdaftar 
*) : Diisi salah satu yang sesuai    
Catatan :


Petunjuk Pengisian Lampiran V.48. :   
Angka 1 : diisi nama unit kantor yang menerbitkan keputusan                        
Angka 2 : diisi nomor Keputusan                       
Angka 3  : diisi    jenis    ketetapan    Pajak    (SKPLB/SKPKB/SKPN/SKPKBT)/surat keputusan yang diajukan permohonan           
Angka 4 : diisi Nama Wajib Pajak                       
Angka 5 : diisi nomor surat permohonan Wajib Pajak           
Angka 6 : diisi tanggal surat permohonan Wajib Pajak           
Angka 7 : diisi  nama  Kantor  Pelayanan  Pajak  yang  menerima  permohonan  Wajib Pajak                                   
Angka 8 : diisi tanggal surat Wajib Pajak diterima di Kantor Pelayanan Pajak   
Angka 9 : diisi dengan Nomor LPAD                   
Angka 10 : diisi dengan tanggal LPAD                 
Angka 11 : diisi dengan jenis permohonan Wajib Pajak           
Angka 12 : diisi jenis ketetapan pajak yang diajukan permohonan         
Angka 13 : diisi nomor ketetapan pajak yang diajukan permohonan       
Angka 14 : diisi tanggal ketetapan pajak yang diajukan permohonan       
Angka 15 : diisi tahun pajak yang diajukan permohonan             
Angka 16 : diisi    Nomor        Laporan    Penelitian    Pengurangan    atau    Pembatalan   Ketetapan Pajak yang Tidak Benar               
Angka 17 : diisi    tanggal    Laporan    Penelitian    Pengurangan    atau    Pembatalan   Ketetapan Pajak yang Tidak Benar               
Angka 18 : diisi salah satu                           
Angka 19 : diisi nomor surat permohonan Wajib Pajak           
Angka 20 : diisi tanggal surat permohonan Wajib Pajak           
Angka 21 : diisi salah satu                           
Angka 22 : diisi jenis Ketetapan Pajak                   
Angka 23 : diisi nomor Ketetapan Pajak                   
Angka 24 : diisi tanggal Ketetapan Pajak
Angka 25 : diisi tahun pajak   
Angka 26 : diisi nama Wajib Pajak   
Angka 27 : diisi NPWP     
Angka 28 : diisi alamat Wajib Pajak 
Angka 29 : diisi dengan perhitungan sesuai dengan Laporan Penelitian
Angka 30 : diisi kota tempat penerbitan 
Angka 31 : diisi tanggal Surat Keputusan diterbitkan 
Angka 32 : diisi salah satu.
  • Direktur  Jenderal  Pajak  jika  Surat  Keputusan  merupakan  wewenang  Kantor Pusat Direktur Jenderal Pajak
  • A.n.   Direktur   Jenderal   Pajak   (dan   diikuti   dengan   nama   jabatan) dalam  hal  Surat  Keputusan  merupakan  wewenang  Kepala  Kantor  Wilayah/Kepala Kantor Pelayanan Pajak       
Angka 33 : diisi Nama pejabat yang berwenang menandatangani Surat Keputusan  
Angka 34 : diisi NIP pejabat yang berwenang menandatangani Surat Keputusan
Angka 35 : diisi nama Wajib Pajak yang bersangkutan 
Angka 36 : diisi nama KPP dimana Wajib Pajak terdaftar   
*) : diisi salah satu yang sesuai 
         
Catatan :               




Lampiran V.48.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007
         
DEPARTEMEN KEUANGAN RI                   
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK                   
......................................1)                   


KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR : KEP- ....................2)
TENTANG
PENGURANGAN ATAU PEMBATALAN KETETAPAN PAJAK
YANG TIDAK BENAR ATAS .................3)
                           
DIREKTUR JENDERAL PAJAK
      
Menimbang :
  1. Surat  Permohonan  Wajib  Pajak  atas  nama  ……4)    Nomor:  ……5)    tanggal  ……6) yang  diterima  ……7)    tanggal  ……8)    berdasarkan  LPAD  Nomor  :  ……9)   tanggal   ……10)   tentang  ……11)     atas  ……12)    Nomor  :   …13)   tanggal  …14)    Tahun/Masa  Pajak ……15)                   
  2. Laporan  Penelitian  Pengurangan  atau  Penghapusan  Sanksi  Administrasi  Secara  Jabatan  Nomor  :  LAP-……………16)   .  tanggal ………………..17);
  3. Bahwa    terdapat  cukup  alasan  untuk  menerima  seluruhnya/menerima  sebagian/  tidak terdapat cukup alasan untuk menerima*)   permohonan Wajib Pajak;
Mengingat :
  1.  Pasal   36   ayat   (1)   huruf   b   Undang-undang   Nomor   6   Tahun   1983   Tentang Ketentuan  Umum  Dan  Tata  Cara  Perpajakan  sebagaimana  telah  diubah  terakhir  dengan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2000;   
  2. Undang-undang  Nomor  7  tahun  1983  Tentang  Pajak  Penghasilan  sebagaimana   telah diubah terakhir dengan Undang-undang  Nomor  17  Tahun  2000;
  3. Keputusan    Menteri    Keuangan    Republik    Indonesia    Nomor:    542/KMK.04/ 2000  tentang   Tata   Cara   Pengurangan   atau   Penghapusan   Sanksi   Administrasi   dan  Pengurangan atau Pembatalan Ketetapan Pajak;
  4. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor : KEP-297/PJ./2002 sebagaimana telah diubah     terakhir     dengan     Peraturan     Direktur     Jenderal        Pajak    Nomor    :   …………………                                                      
MEMUTUSKAN  
Menetapkan :
  1. Menerima  seluruhnya/Menerima  sebagian/Menolak18)    permohonan  Wajib  Pajak dalam suratnya Nomor: …………19)   tanggal …………20)    ;           
  2. Mengurangkan/Membatalkan/Mempertahankan21) …………22) Nomor : …………23)   tanggal …………24)   Tahun/Masa Pajak …………25)   ;      
Atas Nama Wajib Pajak :    …………26)
NPWP :    …………27) 
Alamat :    …………28)
Dengan perincian sebagai berikut :
29)
Uraian Semula
(Rp.)
Dikurangkan/
Dibatalkan
(Rp.)
Menjadi
(Rp.)
Dasar Pengenaan Pajak       
PPh Terutang         
Kredit Pajak      
PPh Kurang (Lebih) Bayar         
Sanksi Administrasi         
Jumlah PPh ymh (lebih) dibayar       
                      


                        
...........30),..................... 31)       
Direktur Jenderal /           
A.n. Direktur Jenderal Pajak       
Kepala ........................32)       
                               
...........................................33)       
NIP......................................34) 

Tembusan Kepada  Yth.:                 
  1. Wajib Pajak...................35)                       
  2. Kepala KPP....................36)                       
                               



Lampiran V.49.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007
      
DEPARTEMEN KEUANGAN RI               
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK               
........................................1)               


KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR : KEP-....................2)
TENTANG
PENGURANGAN ATAU PEMBATALAN KETETAPAN PAJAK YANG TIDAK BENAR
ATAS .............................3)
                       
DIREKTUR JENDERAL PAJAK
    
Menimbang :
  1. Surat Ketetapan Pajak….4)/Surat Keputusan Direktur  Jenderal  Pajak*)    Nomor: ……5) tanggal …6)   Tahun/Masa Pajak  ……7)   tentang ………8) atas nama…………9)       
  2. Laporan   Penelitian   Pengurangan   atau   Pembatalan   Ketetapan   Pajak   yang   Tidak  Benar Secara Jabatan Nomor : LAP-…………….10) tanggal ………………..11);
  3. Bahwa   terdapat  cukup  alasan  untuk  mengurangkan atau  membatalkan*)  ketetapan  pajak yang tidak benar;
Mengingat :
  1. Pasal 36  ayat (1) huruf b  Undang-undang  Nomor  6  Tahun  1983  Tentang  Ketentuan  Umum   Dan   Tata   Cara   Perpajakan   sebagaimana   telah   diubah   terakhir   dengan   Undang-undang  Nomor  16  Tahun  2000;   
  2. Undang-undang   Nomor   7   tahun   1983   Tentang   Pajak   Penghasilan   sebagaimana  telah diubah terakhir dengan Undang-undang  Nomor  17 Tahun 2000;
  3. Keputusan    Menteri    Keuangan    Republik    Indonesia    Nomor   :   542/KMK.04/2000  tentang   Tata   Cara   Pengurangan   atau   Penghapusan   Sanksi   Administrasi   dan  Pengurangan atau Pembatalan Ketetapan Pajak;
  4. Keputusan  Direktur  Jenderal  Pajak  Nomor  :  KEP-297/PJ./2002  sebagaimana  telah diubah    terakhir    dengan        Peraturan    Direktur    Jenderal    Pajak    Nomor    :   ……………………                                                    
MEMUTUSKAN  
Menetapkan :
  1. Mengurangkan/Membatalkan *) ketetapan  pajak/Surat Keputusan    yang tidak benar  dalam   …12)    Nomor : ……13)    tanggal……14)    Tahun/Masa Pajak ……15);             
Atas Nama Wajib Pajak :    …………16)
NPWP :    …………17) 
Alamat :    …………18)
Dengan perincian sebagai berikut :
19)
Uraian Semula
(Rp.)
Dikurangkan/
Dibatalkan
(Rp.)
Menjadi
(Rp.)
Dasar Pengenaan Pajak       
PPh Terutang         
Kredit Pajak      
PPh Kurang (Lebih) Bayar         
Sanksi Administrasi         
Jumlah PPh ymh (lebih) dibayar       
                      


                      
............... 20),..................... 21)       
Direktur Jenderal/           
A.n. Direktur Jenderal Pajak       
Kepala .................22)       
                           
 …….....................................23)       
NIP.....................................24)   

   
Kepada Yth.:   
  1. Wajib Pajak.........25)                       
  2. Kepala KPP......... 26)                       
                           

Petunjuk Pengisian Lampiran V.49.:
Angka 1 : diisi nama unit kantor yang menerbitkan keputusan       
Angka 2 : diisi nomor Keputusan       
Angka 3  : diisi     jenis     ketetapan     Pajak     (SKPLB/SKPKB/SKPN/SKPKBT)/surat keputusan yang dikurangkan/dibatalkan       
Angka 4 : diisi jenis ketetapan pajak Surat Keputusan       
Angka 5 : diisi nomor surat ketetapan pajak/Surat Keputusan       
Angka 6 : diisi tanggal surat ketetapan pajak       
Angka 7 : diisi tahun/masa pajak dalam surat ketetapan pajak       
Angka 8 : diisi  surat  keputusan  yang  dikurangkan/dibatalkan,  dalam  hal  Pasal  36  ayat (1) huruf b untuk skp, maka uraian ”tentang” dapat dihilangkan       
Angka 9 : diisi Nama Wajib Pajak       
Angka 10 : diisi Nomor Laporan Penelitian Pengurangan atau Pembatalan Ketetapan  Pajak         
Angka 11 : diisi     tanggal     Laporan     Penelitian     Pengurangan     atau     Pembatalan Ketetapan Pajak       
Angka 12 : diisi jenis surat ketetapan pajak       
Angka 13 : diisi nomor surat ketetapan Pajak       
Angka 14 : diisi nomor surat ketetapan Pajak       
Angka 15 : diisi tahun/masa pajak       
Angka 16 : diisi nama Wajib Pajak  
Angka 17 : diisi NPWP         
Angka 18 : diisi alamat       
Angka 19 : diisi dengan perhitungan sesuai dengan Laporan Penelitian       
Angka 20 : Diisi kota/tempat penerbitan       
Angka 21 : diisi tanggal Surat Keputusan diterbitkan       
Angka 22 : diisi salah satu. 
  • Direktur  Jenderal  Pajak  jika  Surat  Keputusan  merupakan  wewenang Kantor Pusat Direktur Jenderal Pajak       
  • A.n. Direktur Jenderal Pajak (dan diikuti dengan nama jabatan) dalam hal Surat  Keputusan  merupakan  wewenang  Kepala  Kantor  Wilayah/Kepala Kantor Pelayanan Pajak        
Angka 23 : diisi Nama pejabat yang berwenang menandatangani Surat Keputusan  
Angka 24 : diisi NIP pejabat yang berwenang menandatangani Surat Keputusan 
Angka 25 : diisi nama Wajib Pajak yang bersangkutan
Angka 26 : diisi nama KPP dimana Wajib Pajak terdaftar 
*) : diisi salah satu yang sesuai       
Catatan :               




Lampiran V.50.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007
       
DEPARTEMEN KEUANGAN RI                   
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK                   
......................................1)                   


KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR : KEP-...............2)
TENTANG               
PENGURANGAN ATAU PEMBATALAN KETETAPAN PAJAK
YANG TIDAK BENAR ATAS.............3)
                               
DIREKTUR JENDERAL PAJAK
        
Menimbang :
  1. Surat  Permohonan  Wajib  Pajak  atas  nama  ……4)   Nomor:  ……5)    tanggal  ……6)  yang  diterima  ……7)    tanggal  ……8)    berdasarkan  LPAD  Nomor  :  ……9)   tanggal  ……10)   tentang  ……11)     atas  ……12)    Nomor  :    …13)   tanggal  …14)    Tahun/Masa   Pajak ……15)                   
  2. Laporan  Penelitian  Pengurangan  atau  Pembatalan  Ketetapan  Pajak  Yang  Tidak  Benar   Nomor : LAP-……………16)   .  tanggal ………………..17) ;
  3. Bahwa    terdapat  cukup  alasan  untuk  menerima  seluruhnya/menerima  sebagian/  tidak terdapat cukup alasan untuk menerima*) permohonan Wajib Pajak;
Mengingat :
  1. Pasal   36   ayat   (1)   huruf   b   Undang-undang   Nomor   6   Tahun   1983   Tentang Ketentuan  Umum  Dan  Tata  Cara  Perpajakan  sebagaimana  telah  diubah  terakhir  dengan Undang-undang Nomor 16  Tahun 2000;   
  2. Undang-undang  Nomor   8  tahun  1983  Tentang  Pajak  Pertambahan  Nilai  Barang  Dan  Jasa  Dan  Pajak  Penjualan  Atas  Barang  Mewah  sebagaimana  telah  diubah  terakhir  dengan  Undang-undang Nomor 18 Tahun  2000;
  3. Keputusan    Menteri    Keuangan    Republik    Indonesia    Nomor:    542/KMK.04/2000  tentang   Tata   Cara   Pengurangan   atau   Penghapusan   Sanksi   Administrasi   dan  Pengurangan atau Pembatalan Ketetapan Pajak;
  4. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor : KEP-297/PJ./2002 sebagaimana telah diubah     terakhir     dengan     Peraturan     Direktur     Jenderal    Pajak    Nomor    :  …………………                                              
MEMUTUSKAN  
Menetapkan :
  1. Menerima seluruhnya/Menerima sebagian/Menolak    permohonan  Wajib Pajak dalam suratnya Nomor: …………19)    tanggal …………20)   ;                       
  2. Mengurangkan/Membatalkan/Mempertahankan    21)    …………22)    Nomor    :   …………23)   tanggal …………24)    Tahun/Masa Pajak …………25);            
Atas Nama Wajib Pajak :    …………26)
NPWP :    …………27) 
Alamat :    …………28)
Dengan perincian sebagai berikut :
19)
Uraian Semula
(Rp.)
Dikurangkan/
Dibatalkan
(Rp.)
Menjadi
(Rp.)
PPN Kurang (Lebih) Bayar      
Sanksi Bunga        
Sanksi Kenaikan      
Jumlah PPN ymh dibayar          
                      



................30),..................... 31)               
Direktur Jenderal /                       
A.n. Direktur Jenderal Pajak               
Kepala ...................32)           
                                                       
..........................................33)        
NIP ................................... 34)
       
Tembusan Kepada  Yth.:                             
  1. Wajib Pajak .........35)                                                  
  2. Kepala KPP .........36)                                                  


                                                      
Petunjuk Pengisian Lampiran V.50. :  
Angka 1 : diisi nama unit kantor yang menerbitkan keputusan           
Angka 2 : diisi nomor Keputusan                       
Angka 3  : diisi    jenis    ketetapan    Pajak    (SKPLB/SKPKB/SKPN/SKPKBT)/surat    keputusan yang diajukan permohonan           
Angka 4 : diisi Nama Wajib Pajak                       
Angka 5 : diisi nomor surat permohonan Wajib Pajak           
Angka 6 : diisi tanggal surat permohonan Wajib Pajak             
Angka 7 : diisi  nama  Kantor  Pelayanan  Pajak  yang  menerima  permohonan  Wajib  Pajak                                   
Angka 8 : diisi tanggal surat Wajib Pajak diterima di Kantor Pelayanan Pajak        
Angka 9 : diisi dengan Nomor LPAD                   
Angka 10 : diisi dengan tanggal LPAD                   
Angka 11 : diisi dengan jenis permohonan Wajib Pajak           
Angka 12 : diisi jenis ketetapan pajak yang diajukan permohonan       
Angka 13 : diisi nomor ketetapan pajak yang diajukan permohonan       
Angka 14 : diisi tanggal ketetapan pajak yang diajukan permohonan       
Angka 15 : diisi tahun pajak yang diajukan permohonan           
Angka 16 : diisi    Nomor        Laporan    Penelitian    Pengurangan    atau    Pembatalan  Ketetapan Pajak                       
Angka 17 : diisi    tanggal    Laporan    Penelitian    Pengurangan    atau    Pembatalan  Ketetapan Pajak                       
Angka 18 : diisi salah satu                           
Angka 19 : diisi nomor surat permohonan Wajib Pajak           
Angka 20 : diisi tanggal surat permohonan Wajib Pajak           
Angka 21 : diisi salah satu                           
Angka 22 : diisi jenis Ketetapan Pajak
Angka 23 : diisi nomor Ketetapan Pajak 
Angka 24 : diisi tanggal Ketetapan Pajak 
Angka 25 : diisi tahun pajak
Angka 26 : diisi nama Wajib Pajak
Angka 27 : diisi NPWP
Angka 28 : diisi alamat Wajib Pajak  
Angka 29 : diisi dengan perhitungan sesuai dengan Laporan Penelitian     
Angka 30 : diisi kota tempat penerbitan 
Angka 31 : diisi tanggal Surat Keputusan diterbitkan
Angka 32 : diisi salah satu.                       
  • Direktur  Jenderal  Pajak  jika  Surat  Keputusan  merupakan  wewenang  Kantor Pusat Direktur Jenderal Pajak
  • A.n.   Direktur   Jenderal   Pajak   (dan   diikuti   dengan   nama   jabatan)  dalam  hal  Surat  Keputusan  merupakan  wewenang  Kepala  Kantor  Wilayah/Kepala Kantor Pelayanan Pajak
Angka 33 : diisi Nama pejabat yang berwenang menandatangani Surat Keputusan  
Angka 34 : diisi NIP pejabat yang berwenang menandatangani Surat Keputusan  
Angka 35 : diisi nama Wajib Pajak yang bersangkutan 
Angka 36 : diisi nama KPP dimana Wajib Pajak terdaftar 
*) : diisi salah satu yang sesuai  

Catatan :           




Lampiran V.51.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : SE - 02/PJ.07/2007
Tanggal : 08 Oktober 2007
          
DEPARTEMEN KEUANGAN RI               
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK               
.........................................1)               


KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR : KEP-...........2)
TENTANG
PENGURANGAN ATAU PEMBATALAN KETETAPAN PAJAK YANG TIDAK BENAR
ATAS ......................3)
                       
DIREKTUR JENDERAL PAJAK
        
Menimbang :
  1. Surat Ketetapan Pajak….4)/Surat Keputusan Direktur  Jenderal  Pajak*)    Nomor: ……5) tanggal …6)   Tahun/Masa Pajak  ……7)   tentang ………8) atas nama…………9)       
  2. Laporan   Penelitian   Pengurangan   atau   Pembatalan   Ketetapan   Pajak   yang   Tidak  Benar Secara Jabatan Nomor : LAP-…………….10) tanggal ………………..11);
  3. Bahwa   terdapat  cukup  alasan  untuk  mengurangkan  atau  membatalkan*)  ketetapan  pajak yang tidak benar;
Mengingat :
  1. Pasal 36  ayat (1) huruf b  Undang-undang  Nomor  6  Tahun  1983  Tentang  Ketentuan Umum   Dan   Tata   Cara   Perpajakan   sebagaimana   telah   diubah   terakhir   dengan   Undang-undang  Nomor  16  Tahun  2000;   
  2. Undang-undang  Nomor   8  tahun  1983  Tentang  Pajak   Pajak  Pertambahan  Nilai  Barang  Dan  Jasa  Dan  Pajak  Penjualan  Atas  Barang  Mewah  sebagaimana    telah diubah terakhir dengan Undang-undang  Nomor  18  Tahun 2000;   
  3. Keputusan    Menteri    Keuangan    Republik    Indonesia    Nomor   :   542/KMK.04/2000  tentang   Tata   Cara   Pengurangan   atau   Penghapusan   Sanksi    Administrasi   dan  Pengurangan atau Pembatalan Ketetapan Pajak;
  4. Keputusan  Direktur  Jenderal  Pajak  Nomor  :  KEP-297/PJ./2002  sebagaimana  telah diubah     terakhir     dengan     Peraturan     Direktur      Jenderal    Pajak    Nomor    :   ……………………                                            
MEMUTUSKAN  
Menetapkan :
  1. Mengurangkan/Membatalkan  *)    surat  ketetapan  pajak/Surat  Keputusan  yang  benar dalam   …12)    Nomor : ……13)   tanggal……14)   Tahun/Masa Pajak ……15);              
Atas Nama Wajib Pajak :    …………16)
NPWP :    …………17) 
Alamat :    …………18)
Dengan perincian sebagai berikut :
19)
Uraian Semula
(Rp.)
Dikurangkan/
Dibatalkan
(Rp.)
Menjadi
(Rp.)
PPN Kurang (Lebih) Bayar      
Sanksi Bunga        
Sanksi Kenaikan      
Jumlah PPN ymh dibayar          
                      
                                      

...............20),..................... 21)               
Direktur Jenderal/                       
A.n. Direktur Jenderal Pajak                   
Kepala .............................. 22)      
                                                   
…….....................................23)                   
NIP ...................................24)
                  
Tembusan Yth.:                   
  1. Wajib Pajak ...........25)                                          
  2. Kepala KPP ............26)                                          
                                               

Petunjuk Pengisian Lampiran V.51.:
Angka 1 : diisi nama unit kantor yang menerbitkan keputusan          
Angka 2 : diisi nomor Keputusan         
Angka 3  : diisi     jenis     ketetapan     Pajak     (SKPLB/SKPKB/SKPN/SKPKBTl)/surat  keputusan yang dikurangkan/dibatalkan       
Angka 4 : diisi jenis ketetapan pajak/Surat Keputusan       
Angka 5 : diisi nomor surat ketetapan pajak/Surat Keputusan       
Angka 6 : diisi tanggal surat ketetapan pajak         
Angka 7 : diisi tahun/masa pajak dalam surat ketetapan pajak       
Angka 8 : diisi  surat  keputusan  yang  dikurangkan/dibatalkan,  dalam  hal  Pasal  36 ayat (1) huruf b untuk skp, maka uraian ”tentang” dapat dihilangkan       
Angka 9 : diisi Nama Wajib Pajak       
Angka 10 : diisi Nomor Laporan Penelitian Pengurangan atau Pembatalan Ketetapan Pajak       
Angka 11 : diisi     tanggal     Laporan     Penelitian     Pengurangan     atau     Pembatalan Ketetapan Pajak       
Angka 12 : diisi jenis surat ketetapan pajak       
Angka 13 : diisi nomor surat ketetapan Pajak       
Angka 14 : diisi nomor surat ketetapan Pajak       
Angka 15 : diisi tahun/masa pajak       
Angka 16 : diisi nama Wajib Pajak
Angka 17 : diisi NPWP       
Angka 18 : diisi alamat       
Angka 19 : diisi dengan perhitungan sesuai dengan Laporan Penelitian       
Angka 20 : Diisi kota/tempat penerbitan       
Angka 21 : diisi tanggal Surat Keputusan diterbitkan       
Angka 22 : diisi salah satu.       
  • Direktur  Jenderal  Pajak  jika  Surat  Keputusan  merupakan  wewenang Kantor Pusat Direktur Jenderal Pajak       
  • A.n. Direktur Jenderal  Pajak (dan diikuti dengan nama jabatan) dalam hal Surat  Keputusan  merupakan  wewenang  Kepala  Kantor  Wilayah/Kepala Kantor Pelayanan Pajak 
Angka 23 : diisi Nama pejabat yang berwenang menandatangani Surat Keputusan       
Angka 24 : diisi NIP pejabat yang berwena ng menandatangani Surat Keputusan       
Angka 25 : diisi nama Wajib Pajak yang bersangkutan       
Angka 26 : diisi nama KPP dimana Wajib Pajak terdaftar  
*) : diisi salah satu yang sesuai     

Catatan :