Lampiran

Keputusan Menteri Keuangan

Nomor

:

575/KMK.05/1996

Tanggal

:

18 September 1996

 

PEMBERITAHUAN BARANG IMPOR YANG DIANGKUT LANJUT

Halaman I dari ………

DATA PEMBERITAHUAN

Identitas Pengirim Barang

:

NPWP/Paspor/KTP/Lainnya

B.

DIIISI OLEH BEA DAN CUKAI :

 

 

 

 

No. & Tgl. Pendaftaran

:

 

 

Nama Alamat Pengirim Barang

:

 

 

Nama Kantor

:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Nama Alamat Penerima Barang

:

 

11.

Nama Kantor Tujuan

:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jenis Pengangkut

:

NPWP/Paspor/KTP/Lainnya

12.

Riwayat Barang

 

 

 

 

 

 

 

a.

Pelabuhan Muat

:

 

 

Nama Alamat Pengangkut

:

 

 

b.

No. BC/AWB

:

tgl

:

 

 

 

 

 

c.

No. BC1.1/…

Pos

:

 

tgl

:

 

Cara Pengangkutan :

1.

Laut;

2.

Kereta Api;

3.

Jalan Raya;

4.

Udara;

9.

Lainnya

7.

Tgl. Berangkat

13

Berat kotor (Kg)

14

volume

Nama Sarana Pengangkut/No .Voy/Flight :

9.

Pelabuhan Muat

 

Tgl. Tujuan :

 

Merek dan Nomor Kemasan/Peti Kemas :

Jumlah dan Jenis Pengemas :

 

17.

Segel (Diisi Bea dan Cukai)

18.

Keterangan

BC Asal

No. Segel

Jenis

 

 

 

 

 

 

 

 

20.

Uraian Barang

21.

Jumlah

22.

Bruto

23.

Keterangan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

UNTUK PEJABAT BC

Kantor Pabean Asal

Kantor Pabean Tuiuan

Hasil Pemeriksaan

C.3

Hasil Pemeriksaan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Nama/NIP

 

Nama/NIP

 

D.

Dengan ini saya menyatakan bertanggung jawab atas kebenaran yang diberitahukan dalam dokumen in.

Keputusan Pejabat Bea dan Cukai

 

 

Dimuat/diangkut lanjut dan barang tersebut harus dapat dibukukan telah sesuai ….*di kantor Pabean Tujuan dalam waktu ………………… hari terhitung sejak …* persetujuan ini

 

 

Tanggal …………………

 

Tgl …………………………

Pejabat Bea dan Cukai

 

PEMBERITAHU

 

 

 

 

 

 

Nama/NIP

 

(……………………………)

MENKEU No. xx/KMK xxx/19xx Tanggal xx xxxxx 19xx Lembar ke-x untuk xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

 

 

 

 

 

 

….*  dokumen sumber tidak jelas

 


           

LEMBAR LANJUTAN BC1.2

PEMBERITAHU BARANG IMPOR YANG DIANGKUT LANJUT

Tgl. Pendaftaran :

Halaman ……… dari ………

Identitas Pengirim Barang

:

NPWP/Paspor/KTP/Lainnya

12.

Riwayat Barang

 

 

 

 

 

 

 

a.

Pelabuhan Muat

:

 

 

Nama Alamat Pengirim Barang

:

 

 

b.

No. BC/AWB

:

tgl

:

 

 

 

 

 

c.

No. BC1.1/…

Pos

:

 

tgl

:

 

Nama Alamat Penerima Barang

:

 

13

Berat Kotor (Kg)

14.

Volume

 

 

 

Merek dan Nomor Kemasan/Peti Kemas :

Jumlah dan Jenis Pengemas :

 

17.

Segel (Diisi Bea dan Cukai)

18.

Keterangan

BC Asal

No. Segel

Jenis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

20.

Uraian Barang

21.

Jumlah

22.

Bruto

23.

Keterangan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tgl …………………………

 

PEMBERITAHU

 

 

 

 

 

(……………………………)

 

SALINAN sesuai dengan aslinya

KEPALA BIRO UMUM

u.b.

KEPALA BAGIAN T.U. DEPARTEMEN

 

 

Ny. HERTATI MULATSIH

Menteri Keuangan,

 

ttd.

 

Mar’ie Muhammad

 

 

 


 

Lampiran

Keputusan Menteri Keuangan

Nomor

:

575/KMK.05/1996

Tanggal

:

18 September 1996

 

 

PETUNJUK PENGISIAN

PEMBERITAHUAN BARANG IMPOR YANG DIANGKUT LANJUT

(BC1.2)

 

1.

Pemberitahuan Barang Impor yang diangkut Lanjut (BC1.2) adalah pemberitahuan oleh pemberitahu/pengangkut atas barang yang akan diangkut lanjut

2.

Bentuk dan isi BC1.2 berukuran A4 (210 x 297 mm).

3.

Pengadaan formulir BC1.2 dapat dilakukan oleh umum.

4.

BC 1.2 dibuat dalam rangkap 3 (tiga) dengan ketentuan sebagai berikut :

 

-

Lembar asli bersama-sama dengan barang dikirimkan ke Kantor Pabean Tujuan;

 

-

Lembar kedua untuk dikembalikan ke Kantor Pabean Pemuatan setelah barang diterima;

 

-

Lembar ketiga untuk Kantor Pabean Pemuatan.

 

Dalam hal diperlukan, pemberitahu dapat membuat lembar copy tambahan sesuai kebutuhan.

5.

Pedoman pengisian BC 1.2 sesuai ketentuan sebagai berikut :

 

-

Setiap Pemberitahuan hanya untuk barang-barang yang berasal dari 1(satu) nomor BC1.1 (inward Manifest);

 

-

setiap Pemberitahuan dapat terdiri dari beberapa (lebih dari satu) Pos BC1.1.

 

-

Pemberitahuan dapat :

 

 

--

Terdiri hanya 1(satu) halaman dalam hal berisi barang yang berasal dari 1(satu) Pos BC1.1;

 

 

--

Terdiri lebih dari satu halaman dalam hal berisi barang-barang dari beberapa Pos BC1.1. dengan memberikan tanda tangan, nama jelas, dan cap/stempel perusahaan pada setiap lembar halaman lanjutan.

6.

Pengisian kolom-kolom BC1.2 adalah sebagai berikut :

 

A.

DATA PEMBERITAHUAN

 

DIISI OLEH PEMBERITAHU : (angka 1 s/d 23)

 

Angka 1.

Identitas Pengirim Barang : NPWP/Paspor/KTP/Lain-lain

 

 

-

Diberi tanda “X” (coret) bagi identitas yang dipergunakan.

 

 

-

Diisi nomor identitas Pengirim Barang.

 

Angka 2.

Nama, Alamat Pengirim Barang :

 

 

Diisi nama dan alamat lengkap Pengirim Barang.

 

Angka 3.

Nama, Alamat Penerima Barang :

 

 

Diisi nama,alamat lengkap Penerima Barang

 

Angka 4.

Identitas Pengangkut : NPWP/Paspor/KTP/Lainnya

 

 

-

Diberi tanda “X” (coret) bagi identitas yang dipergunakan

 

 

-

Diisi nomor identitas Pengangkut.

 

Angka 5.

Nama, Alamat Pengangkut :

 

 

Diisi nama dan alamat lengkap Pengangkut/Pemberitahu

 

Angka 6.

Cara pengangkutan : 1. Laut; 2. Kereta Api; 3. Jalan Raya; 4. Udara; 9. lainnya

 

 

Diisi :

 

 

-

Cara pengangkutan yang dipakai :

 

 

 

Contoh : laut

 

 

-

Kode cara pengangkutan pada kotak yang disediakan untuk :

 

 

 

1.

Sarana Pengangkut Laut;

 

 

 

2.

Sarana Pengangkut Kereta Api;

 

 

 

3.

Sarana Pengangkut Jalan Raya;

 

 

 

4.

Sarana Pengangkut Udara;

 

 

 

5.

Melalui Pos;

 

 

 

6.

Multimoda transport;

 

 

 

7.

Melalui Instalasi;

 

 

 

8.

Angkut melalui Perairan;

 

 

 

9.

Tidak diketahui/Sarana Pengangkut lainnya.

 

Angka 7.

Tgl Berangkat :

 

 

Diisi tanggal/bulan/tahun perkiraan sarana pengangkut berangkat.

 

 

Contoh : 1 April 1996 ditulis : 01/01/96

 

Angka 8.

Nama Sarana Pengangkut/No. Voy/Flight :

 

 

-

Diisi nama sarana pengangkut.

 

 

-

Nomor Voy (Voyage) untuk angkutan laut, atau nomor Fligtht untuk angkutan udara.

 

Angka 9.

Pelabuhan Muat

 

 

Diisi :

 

 

-

Nama Pelabuhan Muat barang

 

 

-

kode pelabuhan muat sesuai tabel kode Pelabuhan pada kotak yang disediakan

 

 

 

Contoh : Tanjung Perak

IDSUB

 

Angka 10.

Pelabuhan Tujuan :

 

 

Diisi :

 

 

-

Nama Pelabuhan Tujuan barang

 

 

-

kode Pelabuhan Tujuan sesuai tabel kode Pelabuhan pada kotak yang disediakan

 

 

 

Contoh : Tanjung Perak

IDSUB

 

Angka 11.

Nama Kantor Tujuan :

 

 

Diisi nama Kantor Pabean yang membawahi pelabuhan tujuan barang sebagaimana yang cantum pada angka 10 dan diisikan kode kantor tujuan sebanyak 6 digit (sesuai tabel kode kantor DJBC) pada kotak yang telah disediakan.

 

 

 

Contoh : Teluk Bayur

011500

 

Angka 12.

Riwayat Barang :

 

 

a.

Pelabuhan Muat :

 

 

 

Diisi :

 

 

 

-

Nama Pelabuhan asal Muat barang

 

 

 

-

Kode Pelabuhan asal muat sesuai tabel kode Pelabuhan pada kotak yang disediakan.

 

 

 

 

Contoh : Osaka, Japan

IJPOSA

 

 

b.

No. BL/AWB

Tgl :

 

 

 

Diisi nomor dan tanggal asal Bill of Lading atau Airway Bill. Dalam hal ada master Airway Bill, maka diisi nomor dan tanggal Master serta nomor dan tanggal House Airway Bill.

 

 

 

Contoh : 000123 21/104/96

 

 

 

atau

 

 

 

12345/1263214178904/04/96

02/04/96

 

 

c.

No.BC1.1/…… :

Pos :

Tgl :

 

 

 

Diisi Nomor dan Pos BC1.1. atau Pemberitahuan lainnya dari barang yang bersangkutan.

 

 

 

Diisi Tanggal BC1.1 atau Pemberitahuan lainnya dari barang yang bersangkutan

 

Angka 13.

Berat kotor (kg) :

 

 

Diisi berat kotor (bruto) dalam kilogram (kg) keseluruhan barang impor yang bersangkutan.

 

Angka 14.

Volume :

 

 

Diisi volume dalam meter kubik (m3) keseluruhan barang impor yang bersangkutan.

 

Angka 15.

Diisi merek dan nomor kemasan/no. peti kemas yang tercantum pada koli/pengemas yang bersangkutan. Dalam hal barang diangkut dengan peti kemas, butir ini diisi merek yang tercantum pada koli atau pengemas barang atau merek yang tercantum pada peti kemas, serta Nomor Peti Kemas.

 

Angka 16.

Jumlah dan jenis pengemas :

 

 

Diisi dengan jumlah dan jenis kemasan atau jumlah dan jenis pengemas barang impor.

 

 

Apabila jenis kemasannya lebih dari satu, agar dicantumkan semua jenis kemasan yang bersangkutan misal : drum, bag, peti, crate.

 

 

Contoh : Crate

CR

 

Angka 17.

Segel (diisi Bea dan Cukai Kantor Pabean Pemuatan) :

 

 

-

No. Segel

Diisi nomor segel

 

 

-

Jenis

 

 

 

Diisi jenis segel yang dipergunakan

 

Angka 18.

Keterangan :

 

 

Bila ada, diisi keterangan berkenaan dengan Peti Kemas, kemasan barang, dan segel.

 

Angka 19.

No. Urut :

 

 

Diisi nomor urut barang yang bersangkutan.

 

Angka 20.

Uraian Barang :

 

 

Diisi secara lengkap uraian barang yang bersangkutan menurut keadaan sebenarnya.

 

Angka 21.

Jumlah :

 

 

Diisi jumlah dan jenis satuan barang untuk setiap jenis barang (dalam hal terdapat lebih dari satu jenis barang).

 

 

Contoh

22 pasang

 

 

 

120 kg

 

Angka 22.

Bruto  :

 

 

Diisi berat kotor (bruto) untuk masing-masing untuk setiap jenis barang yang diberitahukan.

 

 

Contoh

20 Kg

 

 

 

150 Kg

 

Angka 23.

Keterangan :

 

 

 

Bila ada, diisi keterangan perihal barang yang bersangkutan, misalnya “Explosive goods”

 

 

B.

DIISI OLEH BEA DAN CUKAI

 

Diisi nomor dan tanggal pendaftaran pada kotak yang telah disediakan.

 

Contoh :

Nomor pendaftaran 000001 tanggal 1 April 1996 ditulis :

 

 

00001

01/04/96

 

 

Nama Kantor :

(diisi oleh Bea dan Cukai)

 

Diisi nama kantor Pabean tempat diajukannya Pemberitahuan dan diisikan kode kantor sebanyak 6 digit (sesuai tabel kode kantor DJBC) pada kotak yang telah disediakan.

 

Contoh :

Tanjung Emas

060100

 

 

 

C.

UNTUK PEJABAT BC :

 

Kantor Pabean Asal

 

c.1.

-

Hasil Pemeriksaan, diisi hasil pemeriksaan atas nomor dan jumlah peti kemas/kemasan oleh Pejabat Bea dan Cukai Kantor Pabean Asal berikut Tanda Tangan, Nama jelas dan NIP.

 

c.2.

-

Keputusan Pejabat Bea dan Cukai, diisi persetujuan untuk dimuat atau diangkut lanjut dan penetapan jangka waktu penyelesaian pengangkutan disertai Tanda Tangan, Nama jelas dan NIP yang berwenang memberikan persetujuan.

 

Kantor Pabean Tujuan :

 

c.3.

-

Hasil Pemeriksaan atas peti kemas/kemasan oleh Pejabat Bea dan Cukai Kantor Pabean Tujuan berikut Tanda Tangan, Nama jelas dan NIP.

 

 

 

D.

Diisi tempat, tanggal, tandatangan serta nama jelas Pemberitahu dengan huruf cetak berikut Cap perusahaan setelah pengisian BC1.2 tersebut dilakukan secara lengkap dan benar.

 

 

 

Pengisian butir-butir BC1.2 lembar lanjutan (lembar ke-2 dan seterusnya ) :

 

-

Butir 1,2,3,12,13 s/d butir 23 diisi sesuai cara pengisian BC1.2.

 

-

Sepanjang tidak ditentukan lain, untuk kolom yang tidak diisi, diberkan tanda strip (-).

 

-

Tempat, tanggal, tanda tangan, nama jelas Pemberitahu dan Cap Perusahaan dicantumkan/ditulis pada setiap halaman Lembar lanjutan

 

 

 

 

SALINAN sesuai dengan aslinya

KEPALA BIRO UMUM

u.b.

KEPALA BAGIAN T.U. DEPARTEMEN

 

 

Ny. HERTATI MULATSIH

Menteri Keuangan,

 

ttd.

 

Mar’ie Muhammad

 



Dokumen ini dibuat secara spesifik untuk www.ortax.org