Media Komunitas
Perpajakan Indonesia

BERITAEDUKASIINSIGHTFORUM
Home
/
Data Center
/
Konsolidasi Undang-Undang
/
Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan
/
Pasal 27C Rev6)
Index
  • BAB I KETENTUAN UMUM
    Pasal 1
  • BAB II NOMOR POKOK WAJIB PAJAK, PENGUKUHAN PENGUSAHA KENA PAJAK, SURAT PEMBERITAHUAN, DAN TATA CARA PEMBAYARAN PAJAK
    Pasal 2Pasal 2A Rev3) Pasal 3Pasal 4Pasal 5Pasal 6Pasal 7Pasal 8Pasal 9 Rev7) Pasal 10Pasal 11 Rev7)
  • BAB III PENETAPAN DAN KETETAPAN PAJAK
    Pasal 12Pasal 13Pasal 13A Rev7) Pasal 14Pasal 15 Rev7) Pasal 16Pasal 17Pasal 17APasal 17B Rev7) Pasal 17CPasal 17D Rev3)Pasal 17E
  • BAB IV PENAGIHAN PAJAK
    Pasal 18Pasal 19 Rev7) Pasal 20Pasal 20A Rev6) Pasal 21Pasal 22Pasal 23Pasal 24
  • BAB V KEBERATAN DAN BANDING
    Pasal 25Pasal 26Pasal 26A Rev3) Pasal 27Pasal 27A Rev7) Pasal 27B Rev7) Pasal 27C Rev6)
  • BAB VI PEMBUKUAN DAN PEMERIKSAAN
    Pasal 28Pasal 29Pasal 29A Rev3) Pasal 30Pasal 31
  • BAB VII KETENTUAN KHUSUS
    Pasal 32Pasal 32A Rev6) Pasal 33 Rev3) Pasal 34Pasal 35Pasal 35APasal 36Pasal 36APasal 36B Rev3) Pasal 36C Rev3) Pasal 36D Rev3) Pasal 37Pasal 37A Rev3)
  • BAB VIII KETENTUAN PIDANA
    Pasal 38 Rev7) Pasal 39Pasal 39APasal 40 Rev6) Pasal 41Pasal 41APasal 41BPasal 41C Rev3) Pasal 42Pasal 43
  • BAB IX PENYIDIKAN
    Pasal 43APasal 44Pasal 44APasal 44BPasal 44C Rev6) Pasal 44DRev6)
  • BAB IXA PENDELEGASIAN WEWENANG
    Pasal 44E Rev6)
  • BAB X KETENTUAN PERALIHAN
    Pasal 45Pasal 46Pasal 47Pasal 47A Rev2)
  • BAB XI KETENTUAN PENUTUP
    Pasal 48Pasal 49Pasal 50PASAL II
Susunan dalam Satu Naskah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum Dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja
12 Bab | 82 Pasal
Last Update: 22 December 2025
Isi PasalPenjelasanPelaksana
BAB V KEBERATAN DAN BANDING
Pasal 27C Rev6)
(1) Direktur Jenderal Pajak berwenang melaksanakan prosedur persetujuan bersama untuk mencegah atau menyelesaikan permasalahan yang timbul dalam penerapan persetujuan penghindaran pajak berganda.
(2) Prosedur persetujuan bersama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diajukan oleh:
a. Wajib Pajak dalam negeri;
b. Direktur Jenderal Pajak;
c. pejabat berwenang negara mitra atau yurisdiksi mitra persetujuan penghindaran pajak berganda; atau
d. warga negara Indonesia melalui Direktur Jenderal Pajak terkait perlakuan diskriminatif di negara mitra atau yurisdiksi mitra persetujuan penghindaran pajak berganda yang bertentangan dengan ketentuan mengenai nondiskriminasi,
sesuai dengan ketentuan dan batas waktu sebagaimana diatur dalam persetujuan penghindaran pajak berganda.
(3) Permintaan pelaksanaan prosedur persetujuan bersama sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a, huruf b, dan huruf c dapat diajukan bersamaan dengan permohonan Wajib Pajak dalam negeri untuk mengajukan:
a. keberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25;
b. permohonan banding sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27; atau
c. pengurangan atau pembatalan surat ketetapan pajak yang tidak benar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (1) huruf b.
(4) Dalam hal pelaksanaan prosedur persetujuan bersama sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b belum menghasilkan persetujuan bersama sampai dengan Putusan Banding atau Putusan Peninjauan Kembali diucapkan, Direktur Jenderal Pajak:
a. melanjutkan perundingan, dalam hal materi sengketa yang diputus dalam Putusan Banding atau Putusan Peninjauan Kembali bukan merupakan materi yang diajukan prosedur persetujuan bersama; atau
b. menggunakan Putusan Banding atau Putusan Peninjauan Kembali sebagai posisi dalam perundingan atau menghentikan perundingan, dalam hal materi sengketa yang diputus merupakan materi yang diajukan prosedur persetujuan bersama.
(5) Direktur Jenderal Pajak menindaklanjuti hasil pelaksanaan prosedur persetujuan bersama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dengan menerbitkan surat keputusan tentang persetujuan bersama.
(6) Surat keputusan tentang persetujuan bersama sebagaimana dimaksud pada ayat (5) termasuk dasar pengembalian pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (1a) atau dasar penagihan pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18.
Keterangan

UU Nomor 6 Tahun 1983
UU Nomor 9 Tahun 1994 (Rev1)
UU Nomor 16 Tahun 2000 (Rev2)
UU Nomor 28 Tahun 2007 (Rev3)
UU Nomor 16 Tahun 2009 (Rev4)
UU Nomor 11 Tahun 2020 (Rev5)
UU Nomor 7 Tahun 2021 (Rev6)
UU Nomor 6 Tahun 2023 (Rev7)

Fitur
data centerforum
Informasi
About UsKebijakan PrivasiPedoman Media SiberDisclaimerKontak KamiCareer
Navigating the Coretax era with
Ortax Ecosystem
Ortax Ecosystem
pajakexpress.com | pajak101.com | taxbase.id | bsadvisory.com

© Copyright 2026 PT INTEGRAL DATA PRIMA