Lampiran
II Peraturan
Direktur Jenderal Pajak |
||
Nomor |
: |
PER-160/PJ./2006 |
Tanggal |
: |
06
Nopember 2006 |
TATA CARA PENERIMAAN DAN PENGOLAHAN SPT DALAM BENTUK MEDIA ELEKTRONIK
Penerimaan SPT dalam bentuk media elektronik dapat dilakukan di KP4
atau TPT pada KPP.
A. |
PENERIMAAN MELALUI KP4 |
||||
|
1. |
Dalam hal KP4 belum dilengkapi
SPT loader Petugas di KP4 bertugas : |
|||
|
|
a. |
Menerima SPT yang disampaikan langsung oleh PKP atau Pemungut PPN
maupun yang disampaikan melalui Kantor Pos secara tercatat atau perusahaan
jasa ekspedisi atau perusahaan jasa kurir yang ditunjuk oleh Direktur
Jenderal Pajak. |
||
|
|
b. |
Menolak SPT yang disampaikan secara langsung dalam hal PKP atau
Pemungut PPN tersebut tidak terdaftar di KPP yang membawahi KP4 tersebut,
yaitu : |
||
|
|
|
1). |
SPT yang disampaikan langsung oleh PKP atau Pemungut PPN, ditolak dan
dikembalikan secara langsung kepada PKP atau Pemungut PPN; |
|
|
|
|
2). |
SPT yang disampaikan melalui Kantor Pos secara tercatat atau
perusahaan jasa kurir yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal Pajak, ditolak
dengan mengirimkan kembali SPT dan membuat Surat Penolakan SPT Masa PPN atau
SPT Masa PPN bagi Pemungut PPN (S.7.2.23.01)
rangkap 2 untuk ditandatangani oleh Kepala KP4 dan selanjutnya dikirimkan
kepada PKP atau Pemungut PPN (lembar kesatu untuk PKP atau Pemungut PPN,
lembar kedua untuk arsip). |
|
|
|
c. |
Meneliti kelengkapan SPT sebagaimana dimaksud dalam Lampiran IV huruf
B Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini. Catatan : Karena KP4 belum dilengkapi dengan sarana pengujian data (SPT loader),
maka pengujian data akan dilakukan oleh KPP yang membawahi KP4 terkait. Oleh
karena itu, SPT yang disampaikan PKP atau Pemungut PPN tetap dapat diterima
meskipun belum dilakukan pengujian kesesuaian informasi digital dengan induk
SPT hasil cetakan. |
||
|
|
d. |
Apabila SPT tidak lengkap sebagaimana diatur dalam Pasal 4 Peraturan
Direktur Jenderal Pajak ini, maka sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (1) : |
||
|
|
|
1). |
SPT yang disampaikan langsug oleh PKP atau Pemungut PPN, ditolak dan
dikembalikan secara langsung kepada PKP atau Pemungut PPN. |
|
|
|
|
2). |
SPT yang disampaikan melalui Kantor Pos secara tercatat atau
perusahaan jasa ekspedisi atau perusahaan jasa kurir yang ditunjuk oleh
Direktur Jenderal Pajak, ditolak dengan mengirimkan kembali SPT dan membuat
Surat Penolakan SPT Masa PPN atau SPT Masa PPN bagi Pemungut PPN
(S.7.2.23.02) rangkap 2 untuk ditandatangani oleh KP4 dan selanjutnya
dikirimkan kepada PKP (lembar kesatu untuk PKP, lembar kedua untuk arsip). Catatan : Dalam ranka SPT yang disampaikan dalam bentuk media elektronik,
hardcopy Lampiran 1 dan 2 SPT PPN bukan merupakan syarat kelengkapan SPT. |
|
|
|
e. |
Membuat Lembar Pengawasan Arus Dokumen (LPAD) dan Bukti Penerimaan
Surat (BPS) untuk SPT lengkap. Catatan : Dalam hal induk SPT lengkap yang diterima langsung dari PKP atau
Pemungut PPN yang telah melewati batas waktu penyampaian SPT sesuai dengan
ketentuan dalam UU KUP agar pada BPS diberikan tanda (X) pada kotak
Terlambat. |
||
|
|
f. |
Menyerahkan BPS kepada PKP atau Pemungut PPN sebagai tanda terima
atas SPT lengkap yang disampaikan secara langsung oleh PKP atau Pemungut PPN. Catatan : Apabila dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal yang
tercantum dalam BPS, KPP tidak menerbitkan Surat Penolakan SPT Masa PPN atau
SPT masa PPN bagi Pemungut PPN (S.7.2.23.02), maka BPS tersebut dianggap sah. |
||
|
|
g. |
Menggabungkan SPT dengan LPAD. |
||
|
|
h. |
Mengelompokan SPT yang diterima : |
||
|
|
|
1). |
Langsung dari PKP atau Pemungut PPN ke dalam kelompok SPT lengkap; |
|
|
|
|
2). |
Melalui Kantor Pos secara tercatat atau perusahaan jasa ekspedisi atau
perusahaan jasa kurir yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal Pajak ke dalam SPT
lengkap dan SPT tidak lengkap (ditolak). |
|
|
|
i. |
Membuat Daftar Nominatif Pengantar Pengiriman SPT ke KPP. Catatan : Pada Daftar Nominatif Pengantar Pengiriman SPT ke KPP dibubuhkan kode
“MDBD” atas e-SPT yang belum diuji data digital e-SPT. Keterangan : MDBD = media Digital Belum Diuji. |
||
|
|
j. |
Mengirimkan SPT beserta Daftar Nominatif Pengantar Pengiriman SPT ke
KPP. Catatan : |
||
|
|
|
- |
Mengirimkan SPT beserta daftar pengantara harus dilakukan pada hari
kerja berikutnya setelah tanggal penerimaan SPT. |
|
|
|
|
- |
Dalam hal lokasi KP4 berjauhan dengan KPP, maka daftar pengantar
dapat dikirimkan ke KPP melalui faksimili. |
|
|
|
|
|
|
|
|
2. |
Dalam Hal KP4 telah
dilengkapi SPT Loader Petugas di KP4 bertugas : |
|||
|
|
a. |
Menerima SPT yang disampaikan langsung oleh PKP atau Pemungut PPN
maupun yang disampaikan melalui Kantor Pos secara tercatat atau perusahaan jasa
ekspedisi atau perusahaan jasa kurir yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal
Pajak. |
||
|
|
b. |
Menolak SPT yang disampaikan secara langsung dalam hal PKP atau
Pemungut PPN tersebut tidak terdaftar di KPP yang membawahi KP4 tersebut,
yaitu : |
||
|
|
|
1). |
SPT yang disampaikan langsung oleh PKP atau Pemungut PPN, ditolak dan
dikembalikan secara langsung kepada PKP atau Pemungut PPN; |
|
|
|
|
2). |
SPT yang disampaikan melalui Kantor Pos secara tercatat atau
perusahaan jasa ekspedisi atau perusahaan jasa kurir yang ditunjuk oleh
Direktur Jenderal Pajak, ditolak dengan mengirimkan kembali SPT dan membuat
Surat Penolakan SPT Masa PPN atau SPT Masa PPN bagi Pemungut PPN
(S.7.2.23.01) rangkap 2 untuk ditandatangani oleh Kepala KP4 dan selanjutnya
dikirimkan kepada PKP atau Pemungut PPN (lembar kesatu untuk PKP atau
Pemungut PPN, lembar kedua untuk arsip). |
|
|
|
c. |
Meneliti kelengkapan SPT sebagaimana dimaksud dalam Lampiran IV huruf
B Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini. |
||
|
|
d. |
Melakukan pengujian data digital SPT sebagai berikut : |
||
|
|
|
1). |
Menampilkan data digital melalui aplikasi yang tersedia. |
|
|
|
|
2). |
Mengecek kelengkapan elemen-elemen SPT dan kesesuaian induk SPT dalam
tampilan komputer dengan induk SPT hasil cetakan yang disampaikan oleh PKP. |
|
|
|
|
3). |
Mengecek kelengkapan pengisian elemen-elemen lampiran SPT dalam
tampilan komputer. |
|
|
|
|
4). |
Apabila hasil langkah 1), 2) dan 3) tidak cocok, SPT agar ditolak dan
dikembalikan kepada PKP. |
|
|
|
|
5). |
Apasila hasil langkah 2) dan 3) cocok, melakukan loading data
digital sesuai prosedur yang ditentukan. Catatan : |
|
|
|
|
|
- |
Dalam hal sarana komputer tidak berfungsi sehingga tidak dapat
dilakukan pengujian data digital SPT, maka SPT yang disampaikan oleh PKP atau
Pemungut PPN tetap diterima sepanjang PKP atau Pemungut PPN telah melengkapi
persyaratan sebagaimana dimaksud pada Pasal 2 ayat (5). |
|
|
|
|
- |
Pengujian data digital SPT dilakukan segera setelah sarana komputer
berfungsi kembali. |
|
|
e. |
Apabila SPT tidak lengkap sebagaimana diatur dalam Pasal 4 Peraturan
Direktur Jenderal Pajak ini, maka sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (1) : |
||
|
|
|
1). |
SPT yang disampaikan langsung oleh PKP atau Pemungut PPN, ditolak dan
dikembalikan kepada PKP atau Pemungut PPN untuk dilengkapi; |
|
|
|
|
2). |
SPT yang disampaikan melalui Kantor Pos secara tercatat atau
perusahaan jasa ekspedisi atau perusahaan jasa kurir yang ditunjuk oleh
Direktur Jenderal Pajak, ditolak dengan membuat Surat Penolakan SPT Masa PPN
atau SPT Masa PPN bagi Pemungut PPN (S.7.2.23.02) rangkap 2 untuk
ditandatangani oleh Kepala KP4 dan selanjutnya dikirimkan kepada PKP atau
Pemungut PPN (lembar kesatu untuk PKP atau Pemungut PPN, lembar kedua untuk
arsip). |
|
|
|
|
Catatan : |
||
|
|
|
Dalam rangka SPT yang disampaikan dalam bentuk media elektronik, hard
copy Lampiran 1 dan 2 SPT PPN bukan merupakan syarat kelengkapan SPT. |
||
|
|
f. |
Membuat Lembar Pengawasan Arus Dokumen (LPAD) dan Bukti Penerimaan Surat
(BPS) untuk SPT lengkap (termasuk yang belum dilakukan pengujian data digital
SPT). Catatan : Dalam hal induk SPT lengkap yang diterima langsung dari PKP atau
Pemungut PPN yang telah melewati batas waktu penyampaian SPT sesuai dengan
ketentuan dalam UU KUP agar pada BPS diberikan tanda (X) pada kotak
Terlambat. |
||
|
|
g. |
Menyerahkan BPS kepada PKP atau Pemungut PPN sebagai tanda terima
atas SPT lengkap (termasuk yang belum dilakukan pengujian data digital SPT)
yang disampaikan secara langsung oleh PKP atau Pemungut PPN. |
||
|
|
h. |
Menggabungkan SPT (termasuk yang belum dilakukan pengujian data
digital SPT) dengan LPAD. |
||
|
|
i. |
Mengelompokan SPT yang diterima : |
||
|
|
|
1). |
Langsung dari PKP ke dalam kelompok SPT lengkap; |
|
|
|
|
2). |
Melalui Kantor Pos secara tercatat atau perusahaan jasa ekspedisi
atau perusahaan jasa kurir yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal Pajak ke
dalam SPT lengkap dan SPT tidak lengkap (ditolak). |
|
|
|
j. |
Membuat Daftar Nominatif Pengantar Pengiriman SPT ke KPP. |
||
|
|
k. |
Mengirimkan SPT beserta Daftar Nominatif Pengantar Pengiriman SPT ke
KPP. Catatan : |
||
|
|
|
- |
Mengirimkan SPT beserta daftar pengantar harus dilakukan pada hari
kerja berikutnya setelah tanggal penerimaan SPT. |
|
|
|
|
- |
Dalam hal lokasi KP4 berjauhan dengan KPP, maka daftar pengantar
dapat dikirimkan ke KPP melalui faksimili. |
B. |
PENERIMAAN MELALUI KPP |
||||
|
1. |
UNIT PELAKSANA |
|||
|
|
a. |
Unit pelaksana penelitian dan pengujian kelengkapan SPT adalah TPT di
KPP. |
||
|
|
b. |
Unit pelaksana penelitian kebenaran formal pengisian SPT adalah Seksi
PPN & PTLL pada KPP atau Seksi Pengawasan dan Konsultasi pada KPP Modern. |
||
|
|
c. |
Unit pelaksana penyimpanan sementara SPT adalah Seksi PPN & PTLL. |
||
|
|
d. |
Unit pelaksana penyimpanan akhir SPT adalah seksi TUP pada KPP atau Seksi
Pelayanan pada KPP Modern. |
||
|
2. |
PROSEDUR PENERIMAAN SPT DALAM BENTUK MEDIA ELEKTRONIK |
|||
|
|
a. |
Petugas TPT pada Seksi TUP/ Seksi Pelayanan : |
||
|
|
|
1). |
Menerima SPT yang disampaikan : |
|
|
|
|
|
a). |
Secara langsung ke KPP; |
|
|
|
|
b). |
Melalui Kantor Pos secara tercatat atau perusahaan jasa ekspedisi
atau perusahaan jasa kurir yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal Pajak; atau |
|
|
|
|
c). |
Melalui KP4 (beserta Daftar Nominatif Pengantar Pengiriman SPT). |
|
|
|
2). |
Menolak SPT yang disampaikan secara langsung dalam hal PKP atau
Pemungut PPN tidak terdaftar di KPP tersebut, yaitu : |
|
|
|
|
|
a). |
SPT yang disampaikan langsung oleh PKP atau Pemungut PPN, ditolak dan
dikembalikan secara langsung kepada PKP atau Pemungut PPN; |
|
|
|
|
b). |
SPT yang disampaikan melalui Kantor Pos secara tercatat atau perusahaan
ekspedisi atau perusahaan jasa kurir yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal
Pajak ditolak dengan mengirimkan kembali SPT dan membuat Surat Penolakan SPT
Masa PPN atau SPT Masa PPN bagi Pemungut PPN (S.7.2.23.01) rangkap 2 untuk
ditandatangani oleh Kasi TUP/ Kasi Pelayanan untuk dikirimkan kepada PKP atau
pemungut PPN (lembar kesatu untuk PKP atau Pemungut PPN, lembar kedua untuk
arsip). |
|
|
|
3). |
Meneliti kelengkapan SPT sebagaimana dimaksud pada Lampiran IV huruf
B Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini. |
|
|
|
|
4) |
Melakukan pengujian data digital SPT sebagai berikut : |
|
|
|
|
|
a). |
Menampilkan data digital melalui aplikasi yang tersedia. |
|
|
|
|
b). |
Mengecek kelengkapan elemen-elemen SPT dan kesesuaian induk SPT dalam
tampilan komputer dengan induk SPT hasil cetakan yang disampaikan oleh PKP
atau Pemungut PPN. |
|
|
|
|
c). |
Mengecek kelengkapan pengisian elemen-elemen lampiran SPT dalam tampilan
komputer. |
|
|
|
|
d). |
Apabila hasil langkah a), b) dan c) tidak cocok, SPT agar ditolak dan
dikembalikan kepada PKP atau Pemungut PPN. |
|
|
|
|
e). |
Apabila hasil langkah b) dan c) cocok, melakukan loading data digital
sesuai prosedur yang ditentukan. |
|
|
|
|
Catatan : |
|
|
|
|
|
- |
Dalam hal sarana komputer tidak berfungsi sehingga tidak dapat
dilakukan pengujian data digital SPT, maka SPT yang disampaikan oleh PKP atau
Pemungut PPN tetap diterima sepanjang PKP atau Pemungut PPN telah melengkapi
persyaratan sebagaimana dimaksud pada Pasal 2 ayat (5). |
|
|
|
|
- |
Pengujian data digital SPT dilakukan segera setelah sarana komputer
berfungsi kembali. |
|
|
|
5). |
Dalam hal SPT tidak lengkap sebagaimana diatur dalam Pasal 4
Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini, maka sebagaimana diatur dalam Pasal 5
ayat (1): |
|
|
|
|
|
a). |
SPT yang disampaikan langsung oleh PKP atau Pemungut PPN, ditolak dan
dikembalikan secara langsung oleh PKP atau Pemungut PPN, ditolak dan
dikembalikan secara langsung kepada PKP atau Pemungut PPN; |
|
|
|
|
b). |
SPT yang disampaikan melalui Kantor Pos secara tercatat atau perusahaan
jasa ekspedisi atau perusahaan jasa kurir yang ditunjuk oleh Direktur
Jenderal Pajak ditolak dengan mengirimkan kembali SPT dan membuat Surat
Penolakan SPT Masa PPN atau SPT Masa PPN bagi Pemungut PPN (S.7.2.23.02)
rangkap 2 untuk ditandatangani oleh Kasi TUP/ Kasi Pelayanan (lembar kesatu
untuk PKP atau Pemungut PPN, lembar kedua untuk arsip). |
|
|
|
|
Catatan : Dalam rangka SPT yang disampaikan dalam bentuk media elektronik,
hardcopy Lampiran 1 dan 2 SPT PPN bukan merupakan kelengkapan SPT. |
|
|
|
|
6). |
Mencetak tanda terima SPT, membubuhkan tanda tangan, nama jelas,
Nomor Induk Pegawai (NIP) dan Cap Kantor serta memberikan tanda (X) pada
kotak Tepat waktu atau Terlambat pada tanda terima SPT hasil keluaran
komputer. Tanda terima SPT terdiri dari dua bagian, yaitu Lembar Pengawasan
Arus Dokumen (bagian atas) dan Bukti Penerimaan Surat (bagian bawah). Catatan : Dalam hal sarana komputer tidak berfungsi, petugas TPT membuat LPAD
dan BPS secara manual dan membubuhkan tanda tangan, nama jelas, NIP dan Cap
Kantor serta memberikan tanda (X) pada kotak “tepat waktu” atau “terlambat”
pada tanda terima SPT. Tanda terima terdiri dari dua bagian, yaitu Lembar
Pengawasan Arus Dokumen (bagian atas) dan Bukti Penerimaan Surat (bagian
bawah). Perekaman LPAD dilakukan segera setelah sarana komputer berfungsi
kembali, tetapi tanpa mencetak tanda terima. |
|
|
|
|
7). |
Menyerahkan BPS kepada PKP atau Pemungut PPN sebagai tanda terima
atas SPT lengkap (termasuk yang belum dilakukan pengujian data digital SPT)
yang disampaikan secara langsung oleh PKP atau Pemungut PPN. Catatan : Dalam hal SPT belum dilakukan pengujian data, dan dalam jangka waktu 30
(tiga puluh) hari sejak tanggal yang tercantum dalam BPS, KPP tidak
menerbitkan Surat Penolakan SPT Masa PPN atau SPT Masa PPN bagi Pemungut PPN
(S.7.2.23.02), maka BPS tersebut dianggap sah. |
|
|
|
|
8). |
Menggabungkan induk SPT dengan LPAD. |
|
|
|
|
9). |
Melakukan pengelompokan SPT per jenis usaha sebagaimana dimaksud pada
Lampiran IV huruf B.1.c Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini. |
|
|
|
|
10). |
Mencetak KP PPN 1.8 rangkap 4 yang berfungsi sebagai batch header
untuk setiap kelompok SPT. |
|
|
|
|
11). |
Mengirim SPT lengkap ke Seksi PPN & PTLL atau Seksi Pengawasan
dan Konsultasi disertai dengan KP.PPN 1.8 (Lembar ke-1,2 dan 3). |
|
|
|
|
12). |
Menerima kembali KP.PPN 1.8 lembar ke-2 yang telah ditandatangani
dalam hal fisik SPT telah sesuai dengan KP.PPN 1.8; |
|
|
|
|
13). |
Menerima kembali KP.PPN 1.8 (lembar ke-1, 2 dan 3) berikut SPT-nya
dari Seksi PPN & PTLL atau Seksi Pengawasan dan Konsultasi dalam hal
fisik SPT tidak sesuai dengan KP.PPN 1.8. |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
b. |
Petugas pada Seksi PPN & PTLL/ Seksi Pengawasan dan Konsultasi; |
||
|
|
|
1). |
Menerima dari Petugas TPT atas SPT Lengkap berikut KP.PPN 1.8 lembar
ke-1, 2, dan 3 yang telah dikelompokan. |
|
|
|
|
2). |
Mengecek dan mencocokan kebenaran fisik SPT apakah telah sesuai
dengan isi batch yang tercantum dalam KP.PPN 1.8. |
|
|
|
|
3). |
Membubuhkan paraf pada lembar ke-2 KP.PPN 1.8 dan mengembalikannya kepada Petugas TPT
sebagai tanda terima, apabila fisik TPT dan KP.PPN 1.8-nya telah sesuai. |
|
|
|
|
4). |
Mengembalikan KP.PPN 1.8 berikut SPT-nya kepada Petugas TPT bila isi
batch tidak sesuai dengan fisik SPT untuk dilengkapi. |
|
|
|
|
5). |
Melakukan penelitian kebenaran formal SPT yang disampaikan dalam
bentuk media elektronik sebagaimana dimaksud dalam Lampiran IV huruf C
Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini. |
|
|
|
|
6). |
Mengisi Lembar Penelitian SPT dengan Komputer sebagaimana dimaksud
dalam Lampiran VI.5 bagi SPT yang terlambat disampaikan atau dibayar,
kemudian melekatkan lembar tersebut pada SPT yang bersangkutan. |
|
|
|
|
7). |
Menyiapkan nota hitung dalam hal terdapat keterlambatan penyampaian
SPT dan/ atau keterlambatan pembayaran. |
|
|
|
|
8). |
Untuk KPP yang belum dimodernisasi, kegiatan selanjutnya mengacu pada
Lampiran I bagian B angka 2 huruf b butir 10, 11, 12, 13 Peraturan Direktur
Jenderal Pajak ini. |
|
|
|
|
9). |
Unutk KPP yang telah dimodernisasi, kegiatan selanjutnya mengacu pada
Lampiran I bagian B angka 3 huruf c butir 6,7 Peraturan Direktur Jenderal
Pajak ini. |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
c. |
Petugas Arsip pada Seksi PPN & PTLL; |
||
|
|
|
1). |
Menerima SPT untuk disimpan sementara berikut KP.PPN 1.8 lembar ke-3. |
|
|
|
|
2). |
Mengirim SPT ke Seksi TUP. |
|
|
|
|
3). |
Mengirim SPT yang akan dilakukan pemeriksaan. |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
d. |
Petugas Penyimpanan Akhir SPT pada seksi TUP; |
||
|
|
|
1). |
Menerima SPT dari Seksi PPN & PTLL untuk disimpan dalam rumah
berkas. |
|
|
|
|
2). |
Menerima nota penghitungan dari Seksi PPN & PTLL atau unit
pemeriksa untuk direkam. |
|
|
|
|
3). |
Mencetak dan mengirim produk hukum berupa surat ketetapan pajak
kepada PKP sesuai dengan prosedur yang ditentukan dan mengirim tembusan ke
Seksi Penagihan dalam hal skp menyatakan kurang bayar atau Seksi Penerimaan
dan Keberatan dalam hal skp menyatakan lebih bayar. |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
e. |
Petugas Penyimpanan Akhir SPT pada Seksi Pelayanan; |
||
|
|
|
1). |
Menerima SPT dari Seksi Pengawasan dan Konsultasi untuk disimpan
dalam rumah berkas. |
|
|
|
|
2). |
Mencetak nota hitung dalam hal terdapat keterlambatan penyampaian SPT
dan/ atau keterlambatan pembayaran. |
|
|
|
|
3). |
Melihat pada layar komputer Daftar PKP atau Pemungut PPN yang tidak
memasukan SPT. |
|
|
|
|
4). |
Mencetak dan mengirim Surat Teguran kepada PKP atau Pemungut PPN
setelah sebelumnya mengecek apakah PKP atau Pemungut PPN akan ditegur
benar-benar tidak menyampaikan SPT. |
|
|
|
|
|
Catatan : |
|
|
|
|
|
- |
Pengecekan sebelum pengiriman Surat Teguran harus dilakukan, karena
Surat Teguran hanya dikirim kepada PKP atau Pemungut PPN yang benar-benar tidak memasukan SPT. |
|
|
|
|
- |
PKP atau Pemungut PPN yang menyampaikan SPT Lengkap akan tetapi telah
melampaui batas waktu penyampaian SPT sesuai dengan ketentuan dalam UU KUP,
tetap dikenakan sanksi administrasi sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku
(Pasal 7 UU KUP). |
|
|
|
5). |
Mencetak dan mengirim produk hukum berupa surat ketetapan pajak
kepada PKP sesuai dengan prosedur yang ditentukan dan mengirim tembusan ke
Seksi Penagihan dalam hal skp menyatakan kurang bayar atau Seksi Penerimaan
dan Keberatan dalam hal skp menyatakan lebih bayar. |