Dokumen ini diketik ulang dan diperuntukan secara ekslusif untuk www.ortax.org dan TaxBaseX. Pengambilan dokumen ini yang dilakukan tanpa ijin adalah tindakan ilegal.
PUTUSAN
Nomor 1055/B/PK/Pjk/2019
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA
MAHKAMAH AGUNG
memeriksa perkara pajak pada peninjauan kembali telah memutus dalam
perkara:
DIREKTUR JENDERAL PAJAK,
tempat kedudukan di Jalan Jenderal AF, Kav. X0-XX, Jakarta XXXX0;
Dalam hal ini diwakili oleh kuasa AA, dan kawan-kawan, jabatan Direktur
Keberatan dan Banding Direktorat Jenderal Pajak, berdasarkan Surat
Kuasa Khusus Nomor SKU-2410/PJ/2018, tanggal 15 Mei 2018;
Pemohon Peninjauan
Kembali;
Lawan
PT GHJ MINING,
beralamat di
Jalan BB, Nomor XX, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta, yang
diwakili oleh DD, jabatan Direktur Utama PT GHJ Mining;
Selanjutnya dalam hal ini diwakili oleh kuasa CC, kewarganegaraan
Indonesia, Kuasa Hukum, beralamat di Jakarta, berdasarkan Surat Kuasa
Khusus Nomor 287/NM/-IX/2018, tanggal 25 September 2018;
Termohon Peninjauan
Kembali;
Mahkamah Agung tersebut;
Membaca surat-surat yang bersangkutan yang merupakan bagian tidak
terpisahkan dari putusan ini;
Menimbang, bahwa berdasarkan surat-surat yang bersangkutan, ternyata
Pemohon Peninjauan Kembali telah mengajukan permohonan
peninjauan kembali terhadap Putusan Pengadilan Pajak Nomor
Put.085089.16/2011/PP/M.IIB Tahun 2018, tanggal 15 Februari 2018 yang
telah berkekuatan hukum tetap, dalam perkaranya melawan Termohon
Peninjauan Kembali dengan petitum banding sebagai berikut:
Bahwa perhitungan PPN Masa September 2011 menurut Pemohon Banding
adalah sebagai berikut:
No |
Keterangan |
Keputusan
Keberatan
Terbanding
(Rp)
(a) |
Permohonan
Keberatan
Pemohon Banding
(Rp)
(b) |
Selisih
Ajukan
Banding
(Rp)
(a-b) |
1
|
Dasar
Pengenaan Pajak |
|
|
|
|
- Ekspor |
0
|
69.379.897.891 |
(69.379.897.891) |
|
- Penyerahan PPN
Dipungut sendiri |
0
|
0
|
0
|
|
- Penyerahan Tidak
Terhutang PPN |
69.379.897.891 |
0
|
69.379.897.891 |
|
Jumlah Seluruh
Penyerahan |
69.379.897.891 |
69.379.897.891 |
0
|
2
|
PPN yang harus
dipungut sendiri |
0
|
0
|
(0)
|
3
|
Pajak Masukan
Diperhitungkan |
(12.072.044.561)
|
(12.664.227.121)
|
592.182.560 |
4
|
Jumlah Pajak
Masukan |
(12.072.044.561) |
(12.664.227.121) |
592.182.560 |
5
|
Dikompensasikan ke
Masa berikut |
12.664.227.121 |
12.664.227.121 |
0
|
6
|
PPN Kurang (Lebih)
Bayar |
592.182.560 |
0
|
592.182.560 |
7
|
Sanksi Administrasi
: |
|
|
|
|
a. Bunga Pasal 13
(2) KUP |
0
|
0
|
0
|
|
b. Kenaikan Pasal
13 (3) KUP |
592.182.560 |
0
|
592.182.560 |
|
Jumlah
(Lebih)/Kurang dibayar |
1.184.365.120 |
0
|
1.184.365.120 |
Menimbang, bahwa atas banding tersebut, Terbanding mengajukan Surat
Uraian Banding tanggal 16 Februari 2015;
Menimbang, bahwa amar Putusan Pengadilan Pajak Nomor
Put.085089.16/2011/PP/M.IIB Tahun 2018, tanggal 15 Februari 2018 yang
telah berkekuatan hukum tetap tersebut adalah sebagai berikut:
Mengabulkan seluruhnya banding Pemohon Banding terhadap Keputusan
Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-2216/WPJ.19/2014 tanggal 29 Oktober
2014, tentang Keberatan atas Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Pajak
Pertambahan Nilai Masa Pajak September 2011 Nomor 00245/207/11/ 091/13
tanggal 24 Oktober 2013, atas nama PT GHJ Mining, NPWP
0X.0XX.XXX.X-0XX.000, beralamat di Jalan BB, Nomor XX, Pondok Pinang,
Kebayoran Lama, Jakarta Selatan sehingga pajak dihitung kembali sebagai
berikut:
Dasar Pengenaan
Pajak PPN |
Rp
69.379.897.891,00
|
Pajak Keluaran yang
harus dipungut/dibayar sendiri |
Rp
0,00
|
Pajak yang dapat
diperhitungkan
|
Rp
12.664.227.121,00
|
Jumlah perhitungan
PPN kurang/(lebih) bayar |
Rp
(12.664.227.121,00)
|
Kelebihan yang
sudah dikompensasikan |
Rp
12.664.227.121,00 |
PPN yang
kurang/(lebih) bayar |
Rp
0,00 |
Menimbang, bahwa sesudah putusan terakhir ini diberitahukan kepada
Pemohon Peninjauan Kembali pada tanggal 6 Maret 2018, kemudian
terhadapnya oleh Pemohon Peninjauan Kembali diajukan permohonan
peninjauan kembali secara tertulis di Kepaniteraan Pengadilan Pajak
pada tanggal 25 Mei 2018 dengan disertai alasan-alasannya yang diterima
di Kepaniteraan Pengadilan Pajak tersebut pada tanggal 25 Mei 2018;
Menimbang, bahwa permohonan peninjauan kembali a quo beserta
alasan-alasannya telah diberitahukan kepada pihak lawan dengan saksama,
diajukan dalam tenggang waktu dan dengan cara yang ditentukan oleh
Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung sebagaimana
telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2004 dan perubahan
kedua dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2009, juncto Undang-Undang
Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak, maka permohonan
peninjauan kembali tersebut secara formal dapat diterima;
Menimbang, bahwa berdasarkan Memori Peninjauan Kembali yang diterima
tanggal 25 Mei 2018 yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari
Putusan ini, Pemohon Peninjauan Kembali memohon kepada Mahkamah Agung
untuk memberikan putusan sebagai berikut:
- Menerima dan mengabulkan Permohonan Peninjauan Kembali atas
Putusan Pengadilan Pajak Nomor Put.085089.16/2011/PP/M.IIB Tahun 2018
tanggal 15 Februari 2018 yang dimohonkan Pemohon Peninjauan Kembali
untuk seluruhnya;
- Membatalkan Putusan Pengadilan Pajak Nomor
Put.085089.16/-2011/PP/M.IIB Tahun 2018 tanggal 15 Februari 2018,
karena Putusan Pengadilan tersebut telah dibuat bertentangan dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku;
- Dengan mengadili sendiri:
3.1.
|
Menolak
permohonan Banding Termohon Peninjauan Kembali;
|
3.2.
|
Menyatakan
Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor
KEP-2216/WPJ.19/2014 tanggal 29 Oktober 2014, tentang Keberatan atas
Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Pajak Pertambahan Nilai Masa Pajak
September 2011 Nomor 00245/207/11/091/13 tanggal 24 Oktober 2013, atas
nama PT GHJ Mining, NPWP 0X.0XX.XXX.X.0XX.000, adalah telah sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku
sehingga oleh karenanya telah sah dan berkekuatan hukum;
|
3.3.
|
Menghukum
Termohon Peninjauan Kembali untuk membayar semua biaya dalam perkara a
quo;
|
Atau apabila Majelis Hakim berpendapat lain mohon putusan yang
seadil-adilnya (ex aequo et bono);
Menimbang, bahwa terhadap Memori Peninjauan Kembali tersebut, Termohon
Peninjauan Kembali telah mengajukan Kontra Memori Peninjauan Kembali
pada tanggal 27 September 2018 yang pada intinya putusan Pengadilan
Pajak sudah tepat dan benar serta menolak permohonan peninjauan kembali
dari Pemohon Peninjauan Kembali;
Menimbang, bahwa terhadap alasan-alasan peninjauan kembali tersebut,
Mahkamah Agung berpendapat:
Bahwa alasan-alasan permohonan Pemohon Peninjauan Kembali tidak dapat
dibenarkan, karena Putusan Pengadilan Pajak yang menyatakan mengabulkan
seluruhnya banding Pemohon Banding terhadap Keputusan Terbanding Nomor
KEP-2216/WPJ.19/2014 tanggal 29 Oktober 2014, tentang Keberatan atas
Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) Pajak Pertambahan Nilai Masa
Pajak September 2011 Nomor 00245/207/11/- 091/13 tanggal 24 Oktober
2013, atas nama Pemohon Banding, NPWP 0X.0XX.XXX.X-0XX.000, sehingga
pajak yang masih harus dibayar menjadi nihil, adalah sudah tepat dan
benar dengan pertimbangan:
- Bahwa alasan-alasan permohonan Pemohon Peninjauan Kembali
dalam perkara a quo yaitu:
- Koreksi atas Reklasifikasi Penyerahan yang Terutang PPN
(Ekspor
dan/atau PPN nya harus dipungut sendiri) sebesar Rp69.379.897.891,00
menjadi Penyerahan yang tidak terutang PPN;
- Koreksi positif Pajak Masukan sebesar Rp592.182.560,00;
- Koreksi Positif Sanksi Kenaikan 100% sesuai Pasal 13
ayat (3) Undang-Undang KUP sebesar Rp592.182.560,00;
yang tidak dapat dipertahankan oleh Majelis Hakim Pengadilan Pajak
tidak dapat dibenarkan, karena setelah meneliti dan menguji kembali
dalil-dalil yang diajukan dalam Memori Peninjauan Kembali oleh Pemohon
Peninjauan Kembali dihubungkan dengan Kontra Memori Peninjauan Kembali
tidak dapat menggugurkan fakta-fakta dan melemahkan bukti-bukti yang
terungkap dalam persidangan serta pertimbangan hukum Majelis Pengadilan
Pajak, karena dalam perkara a quo berupa substansi yang telah
diperiksa, diputus dan diadili oleh Majelis Pengadilan Pajak dengan
benar, sehingga Majelis Hakim Agung mengambil alih pertimbangan hukum
dan menguatkan putusan Pengadilan Pajak a quo karena in casu berupa
Kontrak Karya memiliki keterkaitan hubungan hukum (innerlijke
samenhang) dengan putusan badan peradilan yang telah Berkekuatan Hukum
Tetap (BHT) yang tercatat di antaranya dalam Register Nomor
114/B/PK/PJK/2006, 456/B/PK/PJK/2016 dengan beberapa pertimbangan bahwa
Pertama, bahwa suatu Perjanjian atau Kontrak Karya antara Pemohon
Banding sekarang Termohon Peninjauan Kembali dengan Pemerintah Republik
Indonesia adalah suatu bentuk perikatan hukum keperdataan yang
dikonstruksikan dalam lapangan hukum publik (verbentennis recht van het
bestuur) yang berlaku doktrin hukum lex specialis derograt legi
generalis dan lex superior derogat legi inferiori serta presumptio
iustae causa; Kedua, perjanjian a quo yang telah disetujui oleh
Pemerintah Republik Indonesia setelah mendapat rekomendasi dari Dewan
Perwakilan Rakyat dan Departemen terkait maka akan mengikat secara
hukum mulai dari Pemerintah Pusat sampai Pemerintah Daerah, oleh karena
itu sesuai pula dengan surat dari Menteri Keuangan Nomor
S-1032/MK.04/1988 tanggal 15 Desember 1988 dan S-1427/KMK.01/1992
tanggal 25 November 1992 sebagai pemangku mandatory kebijakan fiskal
memiliki kewenangan secara hukum, untuk menentukan in casu bersifat
khusus yaitu lex specialis derograt legi generalis dan berlaku norma
hukum sebagai Undang-Undang bagi pembuatnya [vide Pasal 1338 ayat (1)
KUHPerdata]; Ketiga, sifat kekhususan yang diberlakukan dalam
kontrak/perjanjian dikenal dengan istilah
“preavailing” dan “nail down“
yang keduanya memiliki yurisdiksi berbeda, namun memiliki kedudukan
perlakuan hukum yang sama tanpa ada pembedaan atas perlakuan dalam
implementasi dan perlakuan serta pelayanan hukum; Keempat, perikatan
atau perjanjian itu baik yang dibuat antara Pemohon Banding sekarang
Termohon Peninjauan Kembali dengan Pemerintah maupun dengan pihak lain
(pihak ketiga) mengikat secara hukum dan harus dilaksanakan dengan
itikad baik (Pasal 1338 ayat (3) KUHPerdata); Kelima, bahwa dengan
mengedepankan prinsip konsistensi dan berdasarkan petunjuk pada Putusan
Mahkamah Agung yang telah Berkekuatan Hukum Tetap (BHT) dalam
bukti-bukti, maka perlakuan atas in casu yaitu penyerahan Dore Bollion
yang dilakukan oleh Pemohon Banding sekarang Termohon Peninjauan
Kembali selaku Kontraktor Kontrak Karya mengikat (nail down) berlaku
sampai berakhir perjanjian adalah sudah tepat dan benar dan oleh
karenanya koreksi Terbanding (sekarang Pemohon Peninjauan Kembali)
dalam perkara a quo tidak dapat dipertahankan karena tidak sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagaimana
diatur dalam Pasal 4, Pasal 6 dan Pasal 10, Pasal 11, Pasal 17 ayat (2)
dan ayat (2a) serta Pasal 32A, Pasal 33A ayat (4) Undang-Undang Pajak
Penghasilan juncto Pasal 4A Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai
juncto Article 27 Vienna Convention juncto Pasal 38 Statuta
International Court of Justice juncto Penjelasan Pasal 13 Undang-Undang
Nomor 24 Tahun 2000 tentang Perjanjian Internasional juncto Pasal 4
ayat (1) huruf a Keputusan Presiden Nomor 75 Tahun 1996 juncto Pasal 13
ayat (7) Kontrak Karya;
- Bahwa dengan demikian, alasan-alasan permohonan Pemohon
Peninjauan Kembali tidak dapat dibenarkan karena bersifat pendapat yang
tidak bersifat menentukan karena tidak terdapat Putusan Pengadilan
Pajak yang nyata-nyata bertentangan dengan peraturan perundang-undangan
yang berlaku sebagaimana diatur dalam Pasal 91 huruf e Undang-Undang
Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak, sehingga pajak yang masih
harus dibayar dihitung kembali menjadi sebesar Rp0,00 (nihil), dengan
perincian sebagai berikut:
Dasar Pengenaan
Pajak PPN
|
Rp
69.379.897.891,00
|
Pajak Keluaran
yang harus dipungut/dibayar sendiri |
Rp
0,00
|
Pajak yang
dapat diperhitungkan |
Rp
12.664.227.121,00
|
Jumlah
perhitungan PPN kurang/(lebih) bayar |
Rp
(12.664.227.121,00)
|
Kelebihan yang
sudah dikompensasikan |
Rp
12.664.227.121,00 |
PPN yang
kurang/(lebih) bayar |
Rp
0,00 |
Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan di atas, maka permohonan
peninjauan kembali yang diajukan oleh Pemohon Peninjauan Kembali
tersebut adalah tidak beralasan sehingga harus ditolak;
Menimbang, bahwa karena permohonan peninjauan kembali ditolak, maka
biaya perkara dalam peninjauan kembali ini harus dibebankan kepada
Pemohon Peninjauan Kembali;
Memperhatikan pasal-pasal dari Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009
tentang Kekuasaan Kehakiman, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang
Mahkamah Agung sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor
5 Tahun 2004 dan perubahan kedua dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun
2009, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak, serta
peraturan perundang-undangan yang terkait;
MENGADILI:
- Menolak permohonan peninjauan kembali dari Pemohon
Peninjauan Kembali
DIREKTUR JENDERAL PAJAK;
- Menghukum Pemohon Peninjauan Kembali membayar biaya perkara
pada
Peninjauan Kembali sejumlah Rp2.500.000,00 (dua juta lima ratus ribu
Rupiah);
Demikianlah diputuskan dalam rapat permusyawaratan Majelis Hakim pada
hari Rabu, tanggal 10 April 2019, oleh Dr. H.M. XYZ, S.H., M.S., Hakim
Agung yang ditetapkan oleh Ketua Mahkamah Agung sebagai Ketua Majelis,
bersama-sama dengan FFF, S.H., M.H., dan Dr. GGG, S.H., C.N.,
Hakim-Hakim Agung sebagai Anggota, dan diucapkan dalam sidang terbuka
untuk umum pada hari itu juga oleh Ketua Majelis dengan dihadiri
Hakim-Hakim Anggota tersebut, dan HHH, Panitera Pengganti tanpa
dihadiri oleh para pihak.
Anggota
Majelis :
ttd.
FFF, S.H., M.H.,
ttd.
Dr. GGG, S.H., C.N.,
|
|
Ketua
Majelis,
ttd.
Dr. H.M. XYZ, S.H., M.S.,
|
|
|
|
|
|
Panitera
Pengganti,
ttd.
HHH,
|
Biaya -
biaya :
1. Meterai...................... Rp
6.000,00
2. Redaksi .................... Rp
5.000,00
3. Administrasi ............. Rp
2.489.000,00
Jumlah ..................... Rp
2.500.000,00
Untuk salinan
Mahkamah Agung RI
atas nama Panitera
Panitera Muda Tata Usaha Negara,
H. RTY, S.H.
NIP XXXX0XXX XXXX0X X 00X
Dokumen ini diketik ulang dan diperuntukan secara ekslusif untuk www.ortax.org dan TaxBaseX. Pengambilan dokumen ini yang dilakukan tanpa ijin adalah tindakan ilegal.