Media Komunitas
Perpajakan Indonesia

BERITAEDUKASIINSIGHTFORUM
Home
/
Data Center
/
Konsolidasi Undang-Undang
/
Penagihan Pajak Dengan Surat Paksa (PPSP)
/
Pasal 5 Rev1)
Index
  • BAB I KETENTUAN UMUM
    Pasal 1 Rev1)
  • BAB II PEJABAT DAN JURUSITA PAJAK
    Pasal 2 Rev1) Pasal 3Pasal 4 Rev1) Pasal 5 Rev1) Pasal 6 Rev1)
  • BAB III SURAT PAKSA
    Pasal 7 Rev1) Pasal 8 Rev1) Pasal 9 Rev1) Pasal 10 Rev1) Pasal 10A Rev1) Pasal 11
  • BAB IV PENYITAAN
    Pasal 22 Rev1) Pasal 23 Rev1) Pasal 24Pasal 25 Rev1) Pasal 26 Rev1) Pasal 27 Rev1) Pasal 28 Rev1) Pasal 12 Rev1) Pasal 13Pasal 14 Rev1) Pasal 15 Rev1) Pasal 16Pasal 17Pasal 18Pasal 19 Rev1) Pasal 20 Rev1) Pasal 21 Rev1)
  • BAB V PENCEGAHAN DAN PENYANDERAAN
    Pasal 29Pasal 30Pasal 31Pasal 32Pasal 33Pasal 34Pasal 35Pasal 36
  • BAB VI GUGATAN
    Pasal 37 Rev1) Pasal 38 Rev1)
  • BAB VII KETENTUAN KHUSUS
    Pasal 39 Rev1) Pasal 40 Rev1) Pasal 41 Rev1)
  • BAB VIIA KETENTUAN PIDANA
    Pasal 41A Rev1)
  • BAB VIII KETENTUAN PERALIHAN
    Pasal 42
  • BAB IX KETENTUAN PENUTUP
    Pasal 43Pasal 44Pasal 45
Susunan dalam Satu Naskah dari Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 tahun 1997 tentang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2000
10 Bab | 47 Pasal
Last Update: 22 December 2025
Isi PasalPenjelasanPelaksana
BAB II PEJABAT DAN JURUSITA PAJAK
Pasal 5 Rev1)
(1) Jurusita Pajak bertugas :
  1. melaksanakan Surat Perintah Penagihan Seketika dan Sekaligus;
  2. memberitahukan Surat Paksa;
  3. melaksanakan penyitaan atas barang Penanggung Pajak berdasarkan Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan; dan
  4. melaksanakan penyanderaan berdasarkan Surat Perintah Penyanderaan.
(2) Jurusita Pajak dalam melaksanakan tugasnya harus dilengkapi dengan kartu tanda pengenal Jurusita Pajak dan harus diperlihatkan kepada Penanggung Pajak.
(3) Dalam melaksanakan penyitaan, Jurusita Pajak berwenang memasuki dan memeriksa semua ruangan termasuk membuka lemari, laci, dan tempat lain untuk menemukan objek sita di tempat usaha, di tempat kedudukan, atau di tempat tinggal Penanggung Pajak, atau di tempat lain yang dapat diduga sebagai tempat penyimpanan objek sita.
(4) Dalam melaksanakan tugasnya, Jurusita Pajak dapat meminta bantuan Kepolisian, Kejaksaan, Departemen yang membidangi hukum dan perundang-undangan, Pemerintah Daerah setempat, Badan Pertanahan Nasional, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Pengadilan Negeri, Bank atau pihak lain.
(5) Jurusita Pajak menjalankan tugas di wilayah kerja Pejabat yang mengangkatnya, kecuali ditetapkan lain dengan Keputusan Menteri atau Keputusan Kepala Daerah.
Keterangan

UU Nomor 19 Tahun 2000 (Rev1)

Fitur
data centerforum
Informasi
About UsKebijakan PrivasiPedoman Media SiberDisclaimerKontak KamiCareer
Navigating the Coretax era with
Ortax Ecosystem
Ortax Ecosystem
pajakexpress.com | pajak101.com | taxbase.id | bsadvisory.com

© Copyright 2026 PT INTEGRAL DATA PRIMA